Menuju Generasi Tiada Hari Tanpa Al-Qur’anPosts RSS Comments RSS

Macam-Macam Mahabbah (Kecintaan)

Ada empat macam kecintaan, berikut ini adalah penjelasan dan status kebolehannya dalam menempati hati kita:

1) Mahabatullah (cinta kepada Allah), adalah dasar utama keimanan.

2) Al-mahabbah fillah (cinta karena Allah), yaitu loyalitas kepada kaum mukminin dan mencintai mereka secara global. Adapun secara individu di antara mereka, masing-masing dicintai sesuai dengan kadar kedekatan dan ketaatannya kepada Allah, dan kecintaan ini hukumnya wajib.

3) Mahabbah ma’allah (kecintaan bersama Allah), yaitu mencintai selain Allah dalam kecintaan yang wajib sama seperti mencintai Allah, seperti kecintaan kaum musyirikin terhadap berhala berhala mereka. Kecintaan seperti ini adalah pokok syirik.

4) Mahabbah thabi’iyyah (kecintaan yang wajar), seperti mencintai kedua orang tua, anak-anak, mencintai makanan dan lainnya, kecintaan ini adalah boleh.

(Sumber: Tafsir Al-’Usyr Al-Akhir dari Al’Qur’an Al Karim Disertai Hukum-Hukum Penting Bagi Seorang Muslim)

Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan kekasih kita, Rasulullah SAW, keluarga beserta para shahabat beliau. Amma ba’du; Al-Qur’an adalah kalam (firman) Allah. Keutamaannya atas segala perkataan seperti keutamaan Allah atas seluruh makhluk-Nya. Membacanya adalah amalan yang paling utama dilakukan oleh lisan.

Keutamaan Mempelajari, Mengajarkan dan Membaca al-Qur’an

  • Pahala mengajarkannya: Sabda Nabi: “Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Al-Bukhari). Continue Reading »

Dalam penanggalan hijriah, siklus 1 bulan bagi penduduk bumi adalah 29,5305882 hari (http://www.moonconnection.com/moon_phases.phtml). Agar dapat sinkron dengan perubahan siang-malam sebagai siklus 1 hari, penanggalan hijriah dibulatkan menjadi 29 atau 30 hari.

Ternyata, pembulatan 29 atau 30 hari tersebut tidaklah berlaku sama di semua tempat di bumi. Ada daerah yang mendapat pembulatan 29 hari, ada pula yang 30 hari. Buktinya, tahun 1429H ini, Ramadhan di Mekkah hanya 29 hari sedangkan di Indonesia 30 hari. Apakah ada penghitungan atau observasi hilal yang salah? Continue Reading »

Ketika di akhir Ramadhan sebagian besar masjid justru ditinggalkan oleh jamaah tarawihnya, pemandangan yang berbeda terjadi pada beberapa masjid di Bandung, salah satunya adalah Masjid Raya Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia. Sebagai tempat pelaksanaan i’tikaf, masjid ini penuh sesak dengan jamaah, dari kalangan lanjut usia, dewasa, remaja, bahkan bayi dan balita turut meramaikan suasana.

Selain menghidupkan malam dengan beribadah di masjid, salah satu ciri i’tikaf adalah menjadikan masjid sebagai tempat beraktifitas sepanjang hari yang disunnahkan selama 10 hari terakhir Ramadhan. Di Masjid Raya Habiburrahman, kegiatan malamnya diawali dengan tarawih ba’da isya dengan bacaan shalat 1/2 hingga 1 juz, diselingi dengan tidur 2 jam, dilanjutkan dengan Qiyamullail berjamaah dari pukul 00.30 selama 3 jam dengan bacaan shalat 2,5 juz sehingga diharapkan dapat khatam dalam 9-10 hari. Continue Reading »

Jika Anda shalat dan tinggal 10-15 menit sebelum Shubuh, maka ketahuilah bahwa waktu ini adalah waktu yang diberkahi, yaitu waktu sahur. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:


“(Yaitu) orang-orang yang berdoa, ‘Ya, Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,’ (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (QS. Ali ‘Imran:16-17)

Hendaknya Anda tidak hanya sebatas menggerakkan lisan saja dalam beristighfar, namun ingat-ingatlah dosa-dosa dan kesalahan yang telah lalu, kemudian beristighfarlah karenanya.

[Dikutip dari 24 Jam Bersama Allah, ditulis oleh Muhammad Hasan Yusuf, diterbitkan Aqwam Jembatan Ilmu]

Kisah di Balik Faedah Ayat Kursi

Diriwayatkan bahwa Ubay bin Ka’ab memiliki sebaskom kurma (yang sedang dikeringkan). Tiba-tiba saja kurma tersebut berkurang. Maka suatu malam dia menjaga kurma tersebut berkurang. Maka suatu malam dia menjaga kurma tersebut, ternyata datang sesosok makhluk yang mirip dengan seorang anak kecil yang sudah baligh, lalu dia memberi salam kepada Ubay, maka Ubay pun membalas salamnya, dan bertanya, “Siapa kamu, jin atau manusia?” Dia menjawab, “Bukan, saya dari bangsa jin”. Ubay berkata lagi, “Serahkan tanganmu!”

Lalu jin tersebut menyerahkan tangannya, ternyata tangannya seperti anjing dan rambutnya seperti rambut (bulu) anjing. Ubay berkata, “Beginikah bentuk jin itu?” Jin tersebut menjawab, “Engkau telah mengetahui bentuk jin, bahkan di antara mereka ada yang lebih jelek dariku.”

Ubay bertanya kembali, “Lalu apa yang mendorongmu datang ke mari?” Ia menjawab, “Telah sampai kepada kami berita bahwa engkau suka bersedekah, maka kami datang untuk mendapatkan bagian kami dari makananmu.”

Lantas Ubay bertanya, “Apa yang bisa membuat kami selamat dari (gangguan) kalian?” Ia menjawab, “Ayat ini, yaitu yang terdapat dalam surat Al-Baqarah: Allahu Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyul Qayyuum…(Ayat Kursi, Surat Al-Baqarah:255)

(Allah, tidak ada Ilah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya)

Barangsiapa membacanya di waktu sore maka dia akan selamat dari gangguan kami hingga pagi hari, dan barangsiapa yang membacanya di waktu pagi maka ia selamat dari gangguan kami hingga sore hari.”

Ketika pagi hari, Ubay bin Ka’ab melaporkan kejadian tersebut kepada Rasulullah SAW maka beliau bersabda, “Jin laki-laki tersebut telah berkata benar”
(Shahih At-Targhib wa At-Tarhib nomor 622; hadits Shahih)

[Dikutip dari buku 24 Jam Bersama Allah, Muhammad Hasan Yusuf, Penerbit Aqwam]

Keajaiban Al-Qur’an

Pesona Al-Qur’anAl-Qur’an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al-Qur’an sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al-Qur’an tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat akurat dan benar yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke-20. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui di masa Al-Qur’an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah.

Continue Reading »

Eramuslim.com, Senin, 9 Jun 08 08:32, judul asli: Pemimpin yang Takut kepada Pihak Asing

ahmad_sarwat.jpgOleh: Ustadz Ahmad Sarwat Lc

Tekanan pihak asing pada semua kebijakan pemerintahan kita tidak hanya terjadi pada hari ini. Tekanan ini adalah bagian utuh dari rangkaian pola dan modus penjajahan (kolonialisme) asing terhadap negeri Islam yang belum selesai-selesai juga sampai sekarang.

Kalau kita berpikir bahwa tanggal 17 Agustus 1945 kita sudah sepenuhnya merdeka, maka silahkan kecewa. Karena kenyataannya, kemerdekaan itu tidak bulat seutuhnya. Kemerdekaan itu hanya pada tataran formal dan juridis saja. Bedak dan lipstiknya memang merdeka. Tapi isi perutnya masih saja terjajah. Ya, pada hakikatnya negeri kita tercinta ini masih dijajah.

Hanya modusnya memang beda. Belanda dan kekuatan asing itu memang hengkang secara fisik dari negeri ini. Tidak ada tentara asing berkeliaran di negeri kita. Secara formal kita punya bendera, lagu kebangsaan, batas wilayah, bahkan punya pemerintahan.

Tapi, Continue Reading »

FPISiapakah yang meraup keuntungan dengan adanya wacana pembubaran FPI?

1. Pelaku maksiat, mulai dari bandar narkoba, pengusaha perjudian, pedagang miras, pemilik warung remang-remang dan protitusi terselubung, empunya majalah asusila, hingga pembuat karikatur pelecehan Rasulullah SAW.

2. Pemerintah, karena berhasil mengalihkan demonstrasi dan perhatian masyarakat mengenai melonjaknya harga barang akibat kenaikan BBM.

3. Kaum islam liberal, karena satpamnya berkurang. Sayang sekali, mereka adalah anak-anak para ulama yang jauh dari hidayah Allah SWT. Orang tua mereka sibuk mengurusi pesantren namun tidak menyadari tingkah polah anak-anak mereka yang menjadi musuh Allah SWT dan mengajak orang lain untuk tidak mengindahkan aturan Allah SWT.

Kalau mau ke neraka sendiri aja dong, gak usah ngajak-ngajak orang lain. Jangan sok membela kebebasan beragama kalau Anda sendiri tidak menjalankan syariat.“, demikian komentar panas kami (BinaMuslim) mengenai kehadiran AKKBB, gerombolan JIL dan kawan-kawannya yang sudah nyata sesatnya, tapi mampu “mengendalikan” ucapan dan tindakan SBY tanpa disadarinya. Motor penggerak utama dari AKKBB adalah orang-orang JIL (sumber: http://nongmahmada.blogspot.com/2008/06/iklan-petisi-kita.html ).

[Bagian berikut dikutip dari http://suburraya.multiply.com/journal/item/6/Bahaya_JIL_Jaringan_Islam_Liberal ]

Agenda dan Gagasan Firqah Liberal
Dalam tulisan berjudul “Empat Agenda islam Yang Membebaskan; Luthfi AsySyaukani, salah seorang penggagas JIL yang juga dosen di Universitas Paramadina Mulya memperkenalkan empat agenda Islam Liberal: Continue Reading »

anis_matta.jpgBagaimana mendefinisikan pendidikan (tarbiyah) dalam tiga kata? Saya yakin, kesulitan akan menanti anda bila anda mencoba mencari definisi pendidikan dengan kualifikasi seperti tadi dalam berbagai buku ilmu pendidikan. Saya yakin itu. Mengapa ?

Barangkali, dimensi yang termuat dalam kata pendidikan (tarbiyah) terlalu banyak, dan sulit untuk dirangkum dalam hanya tiga kata. Tapi, saya telah menemukan definisi itu. Pendidikan (tarbiyah), kata Muhammad Quthb dalam Manhaj Tarbiyah Islamiyah, adalah “Seni Membentuk Manusia” (Fannu Tasykilil Insan).

Kita semua tahu, dimensi-dimensi manusia yang harus dibentuk adalah akal, hati, dan badan. Bila ketiga hal itu dilihat dari sisi proses tarbiyah yang telah dilakukan oleh Harakah Islam, patutlah sejenak kita bergembira. Sebab, ada banyak angka keberhasilan yang dapat kita raba, lihat dan saksikan. Continue Reading »

Next »

DigitalMarkReader - Pembuat dan Pemroses LJK