Menuju Generasi Tiada Hari Tanpa Al-Qur'anPosts RSS Comments RSS

Archive for the 'Penyakit Hati' Category

Ada empat macam kecintaan, berikut ini adalah penjelasan dan status kebolehannya dalam menempati hati kita:

1) Mahabatullah (cinta kepada Allah), adalah dasar utama keimanan.

2) Al-mahabbah fillah (cinta karena Allah), yaitu loyalitas kepada kaum mukminin dan mencintai mereka secara global. Adapun secara individu di antara mereka, masing-masing dicintai sesuai dengan kadar kedekatan dan ketaatannya kepada Allah, dan kecintaan ini hukumnya wajib.

3) Mahabbah ma’allah (kecintaan bersama Allah), yaitu mencintai selain Allah dalam kecintaan yang wajib sama seperti mencintai Allah, seperti kecintaan kaum musyirikin terhadap berhala berhala mereka. Kecintaan seperti ini adalah pokok syirik.

4) Mahabbah thabi’iyyah (kecintaan yang wajar), seperti mencintai kedua orang tua, anak-anak, mencintai makanan dan lainnya, kecintaan ini adalah boleh.

(Sumber: Tafsir Al-’Usyr Al-Akhir dari Al’Qur’an Al Karim Disertai Hukum-Hukum Penting Bagi Seorang Muslim)

Share

FPISiapakah yang meraup keuntungan dengan adanya wacana pembubaran FPI?

1. Pelaku maksiat, mulai dari bandar narkoba, pengusaha perjudian, pedagang miras, pemilik warung remang-remang dan protitusi terselubung, empunya majalah asusila, hingga pembuat karikatur pelecehan Rasulullah SAW.

2. Pemerintah, karena berhasil mengalihkan demonstrasi dan perhatian masyarakat mengenai melonjaknya harga barang akibat kenaikan BBM.

3. Kaum islam liberal, karena satpamnya berkurang. Sayang sekali, mereka adalah anak-anak para ulama yang jauh dari hidayah Allah SWT. Orang tua mereka sibuk mengurusi pesantren namun tidak menyadari tingkah polah anak-anak mereka yang menjadi musuh Allah SWT dan mengajak orang lain untuk tidak mengindahkan aturan Allah SWT.

Kalau mau ke neraka sendiri aja dong, gak usah ngajak-ngajak orang lain. Jangan sok membela kebebasan beragama kalau Anda sendiri tidak menjalankan syariat.“, demikian komentar panas kami (BinaMuslim) mengenai kehadiran AKKBB, gerombolan JIL dan kawan-kawannya yang sudah nyata sesatnya, tapi mampu “mengendalikan” ucapan dan tindakan SBY tanpa disadarinya. Motor penggerak utama dari AKKBB adalah orang-orang JIL (sumber: http://nongmahmada.blogspot.com/2008/06/iklan-petisi-kita.html ).

[Bagian berikut dikutip dari http://suburraya.multiply.com/journal/item/6/Bahaya_JIL_Jaringan_Islam_Liberal ]

Agenda dan Gagasan Firqah Liberal
Dalam tulisan berjudul “Empat Agenda islam Yang Membebaskan; Luthfi AsySyaukani, salah seorang penggagas JIL yang juga dosen di Universitas Paramadina Mulya memperkenalkan empat agenda Islam Liberal: (more…)

Share

Aidh Al Qarni
1. Sikap jujur dalam berbicara
2. Berlaku sopan dan lembut kepada orang lain
3. Bangun pagi, berusaha mendapatkan sesuatu yang disyukuri
4. Selamat dari transaksi riba
5. Menunaikan zakat harta
6. Menolong yang lemah
7. Memuliakan tamu
8. Memelihara waktu shalat wajib
9. Ikhlas niatnya dalam ber-shadaqah

(more…)

Share

Berdoa

1. Subhanallah, Alhamdulillah, Allah telah memberikan kami hidayah sehingga mampu membuat sebuah produk yang berguna bagi ummat.

2. Dari riset dan pengalaman kami selama bertahun-tahun, diramu dari bahan-bahan terbaik, kami dapat menghasilkan produk berkualitas yang tidak ada tandingannya, terbaik dipandang dari sisi manapun, tanpa cacat, tanpa cela, buktikan sendiri!

Pernyataan nomor 1 berusaha tidak ‘ujub, sedangkan nomor 2 cenderung lupa kepada Allah SWT.

Allahu Akbar! La hawla wa laa quwwata illaa billaah.
Kita harus sering melafadzkan dan memahami dzikir agar dapat menghindari bahaya ‘ujub. Sifat ‘ujub ternyata bukan hanya dapat menimpa seseorang tetapi juga dapat menular pada sebuah kelompok, baik itu organisasi kecil hingga perusahaan besar. Sifat ‘ujub itu aslinya hanya terbesit di dalam hati, namun tidak jarang ditemukan dalam ucapan, tulisan, dan perbuatan sebagai hasil proyeksi apa yang ada di dalam hati pembuatnya, termasuk pada iklan.

Kelebihan yang diberikan oleh Allah kepada kita maupun kelompok kita ternyata berpotensi menimbulkan sifat ‘ujub. Kelebihan itu dapat berupa fisik, kekuatan, intelektualitas, nasab, harta, serta kemampuan berpendapat atau mengulas permasalahan. Kelebihan tersebut akan menimbulkan rasa kagum dan kebanggaan yang berlebihan terhadap diri atau kelompok, serta percaya diri yang terlampau tinggi. Rasulullah SAW telah mengingatkan dalam sabdanya, ”Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan seberat dzarrah pun.” (HR Muslim)

Amatlah tipis perbedaan antara ‘ujub dengan rasa bangga yang biasa. ‘Ujub dapat membawa kita kepada meremehkan orang lain sehingga menolak nasihat yang diberikan oleh orang terdekat sekalipun. ‘Ujub dapat menggiring kita menjadi takabbur. ‘Ujub dapat membuat kita terlena seakan-akan menang pada sebuah peperangan, padahal mungkin kemenangan itu hanya pada tingkat pertempuran. ‘Ujub membuat kita lupa akan besarnya campur tangan Allah dalam setiap detik yang kita lalui, membuat kita lupa akan banyaknya nikmat gratis dari Allah yang kita tidak akan mampu membalasnya.

Sebuah tantangan bagi orang-orang yang berkecimpung dalam bidang marketing, bagaimana membuat pernyataan maupun iklan yang menyentuh hati, bukan mengumbar janji dan terkesan ‘ujub dalam menjual produknya. Semoga Allah menghindarkan kita dari penyakit hati yang berbahaya ini dan kita tetap dalam lindungan-Nya.

Arif Rahmat
Pengasuh Situs Web Bina Muslim

Referensi:
All About Ujub
Bahaya Kesombongan

Share