Menuju Generasi Tiada Hari Tanpa Al-Qur’anPosts RSS Comments RSS

Archive for the 'Umum' Category

Dalam penanggalan hijriah, siklus 1 bulan bagi penduduk bumi adalah 29,5305882 hari (http://www.moonconnection.com/moon_phases.phtml). Agar dapat sinkron dengan perubahan siang-malam sebagai siklus 1 hari, penanggalan hijriah dibulatkan menjadi 29 atau 30 hari.

Ternyata, pembulatan 29 atau 30 hari tersebut tidaklah berlaku sama di semua tempat di bumi. Ada daerah yang mendapat pembulatan 29 hari, ada pula yang 30 hari. Buktinya, tahun 1429H ini, Ramadhan di Mekkah hanya 29 hari sedangkan di Indonesia 30 hari. Apakah ada penghitungan atau observasi hilal yang salah? (more…)

Ketika di akhir Ramadhan sebagian besar masjid justru ditinggalkan oleh jamaah tarawihnya, pemandangan yang berbeda terjadi pada beberapa masjid di Bandung, salah satunya adalah Masjid Raya Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia. Sebagai tempat pelaksanaan i’tikaf, masjid ini penuh sesak dengan jamaah, dari kalangan lanjut usia, dewasa, remaja, bahkan bayi dan balita turut meramaikan suasana.

Selain menghidupkan malam dengan beribadah di masjid, salah satu ciri i’tikaf adalah menjadikan masjid sebagai tempat beraktifitas sepanjang hari yang disunnahkan selama 10 hari terakhir Ramadhan. Di Masjid Raya Habiburrahman, kegiatan malamnya diawali dengan tarawih ba’da isya dengan bacaan shalat 1/2 hingga 1 juz, diselingi dengan tidur 2 jam, dilanjutkan dengan Qiyamullail berjamaah dari pukul 00.30 selama 3 jam dengan bacaan shalat 2,5 juz sehingga diharapkan dapat khatam dalam 9-10 hari. (more…)

Diriwayatkan bahwa Ubay bin Ka’ab memiliki sebaskom kurma (yang sedang dikeringkan). Tiba-tiba saja kurma tersebut berkurang. Maka suatu malam dia menjaga kurma tersebut berkurang. Maka suatu malam dia menjaga kurma tersebut, ternyata datang sesosok makhluk yang mirip dengan seorang anak kecil yang sudah baligh, lalu dia memberi salam kepada Ubay, maka Ubay pun membalas salamnya, dan bertanya, “Siapa kamu, jin atau manusia?” Dia menjawab, “Bukan, saya dari bangsa jin”. Ubay berkata lagi, “Serahkan tanganmu!”

Lalu jin tersebut menyerahkan tangannya, ternyata tangannya seperti anjing dan rambutnya seperti rambut (bulu) anjing. Ubay berkata, “Beginikah bentuk jin itu?” Jin tersebut menjawab, “Engkau telah mengetahui bentuk jin, bahkan di antara mereka ada yang lebih jelek dariku.”

Ubay bertanya kembali, “Lalu apa yang mendorongmu datang ke mari?” Ia menjawab, “Telah sampai kepada kami berita bahwa engkau suka bersedekah, maka kami datang untuk mendapatkan bagian kami dari makananmu.”

Lantas Ubay bertanya, “Apa yang bisa membuat kami selamat dari (gangguan) kalian?” Ia menjawab, “Ayat ini, yaitu yang terdapat dalam surat Al-Baqarah: Allahu Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyul Qayyuum…(Ayat Kursi, Surat Al-Baqarah:255)

(Allah, tidak ada Ilah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya)

Barangsiapa membacanya di waktu sore maka dia akan selamat dari gangguan kami hingga pagi hari, dan barangsiapa yang membacanya di waktu pagi maka ia selamat dari gangguan kami hingga sore hari.”

Ketika pagi hari, Ubay bin Ka’ab melaporkan kejadian tersebut kepada Rasulullah SAW maka beliau bersabda, “Jin laki-laki tersebut telah berkata benar”
(Shahih At-Targhib wa At-Tarhib nomor 622; hadits Shahih)

[Dikutip dari buku 24 Jam Bersama Allah, Muhammad Hasan Yusuf, Penerbit Aqwam]

Keajaiban Al-Qur’an

Pesona Al-Qur’anAl-Qur’an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al-Qur’an sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al-Qur’an tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat akurat dan benar yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke-20. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui di masa Al-Qur’an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah.

(more…)

Eramuslim.com, Senin, 9 Jun 08 08:32, judul asli: Pemimpin yang Takut kepada Pihak Asing

ahmad_sarwat.jpgOleh: Ustadz Ahmad Sarwat Lc

Tekanan pihak asing pada semua kebijakan pemerintahan kita tidak hanya terjadi pada hari ini. Tekanan ini adalah bagian utuh dari rangkaian pola dan modus penjajahan (kolonialisme) asing terhadap negeri Islam yang belum selesai-selesai juga sampai sekarang.

Kalau kita berpikir bahwa tanggal 17 Agustus 1945 kita sudah sepenuhnya merdeka, maka silahkan kecewa. Karena kenyataannya, kemerdekaan itu tidak bulat seutuhnya. Kemerdekaan itu hanya pada tataran formal dan juridis saja. Bedak dan lipstiknya memang merdeka. Tapi isi perutnya masih saja terjajah. Ya, pada hakikatnya negeri kita tercinta ini masih dijajah.

Hanya modusnya memang beda. Belanda dan kekuatan asing itu memang hengkang secara fisik dari negeri ini. Tidak ada tentara asing berkeliaran di negeri kita. Secara formal kita punya bendera, lagu kebangsaan, batas wilayah, bahkan punya pemerintahan.

Tapi, (more…)

FPISiapakah yang meraup keuntungan dengan adanya wacana pembubaran FPI?

1. Pelaku maksiat, mulai dari bandar narkoba, pengusaha perjudian, pedagang miras, pemilik warung remang-remang dan protitusi terselubung, empunya majalah asusila, hingga pembuat karikatur pelecehan Rasulullah SAW.

2. Pemerintah, karena berhasil mengalihkan demonstrasi dan perhatian masyarakat mengenai melonjaknya harga barang akibat kenaikan BBM.

3. Kaum islam liberal, karena satpamnya berkurang. Sayang sekali, mereka adalah anak-anak para ulama yang jauh dari hidayah Allah SWT. Orang tua mereka sibuk mengurusi pesantren namun tidak menyadari tingkah polah anak-anak mereka yang menjadi musuh Allah SWT dan mengajak orang lain untuk tidak mengindahkan aturan Allah SWT.

Kalau mau ke neraka sendiri aja dong, gak usah ngajak-ngajak orang lain. Jangan sok membela kebebasan beragama kalau Anda sendiri tidak menjalankan syariat.“, demikian komentar panas kami (BinaMuslim) mengenai kehadiran AKKBB, gerombolan JIL dan kawan-kawannya yang sudah nyata sesatnya, tapi mampu “mengendalikan” ucapan dan tindakan SBY tanpa disadarinya. Motor penggerak utama dari AKKBB adalah orang-orang JIL (sumber: http://nongmahmada.blogspot.com/2008/06/iklan-petisi-kita.html ).

[Bagian berikut dikutip dari http://suburraya.multiply.com/journal/item/6/Bahaya_JIL_Jaringan_Islam_Liberal ]

Agenda dan Gagasan Firqah Liberal
Dalam tulisan berjudul “Empat Agenda islam Yang Membebaskan; Luthfi AsySyaukani, salah seorang penggagas JIL yang juga dosen di Universitas Paramadina Mulya memperkenalkan empat agenda Islam Liberal: (more…)

anis_matta.jpgBagaimana mendefinisikan pendidikan (tarbiyah) dalam tiga kata? Saya yakin, kesulitan akan menanti anda bila anda mencoba mencari definisi pendidikan dengan kualifikasi seperti tadi dalam berbagai buku ilmu pendidikan. Saya yakin itu. Mengapa ?

Barangkali, dimensi yang termuat dalam kata pendidikan (tarbiyah) terlalu banyak, dan sulit untuk dirangkum dalam hanya tiga kata. Tapi, saya telah menemukan definisi itu. Pendidikan (tarbiyah), kata Muhammad Quthb dalam Manhaj Tarbiyah Islamiyah, adalah “Seni Membentuk Manusia” (Fannu Tasykilil Insan).

Kita semua tahu, dimensi-dimensi manusia yang harus dibentuk adalah akal, hati, dan badan. Bila ketiga hal itu dilihat dari sisi proses tarbiyah yang telah dilakukan oleh Harakah Islam, patutlah sejenak kita bergembira. Sebab, ada banyak angka keberhasilan yang dapat kita raba, lihat dan saksikan. (more…)

ayat_ayat_cinta.gifTahun 2004, Ayat-Ayat Cinta hanyalah rangkaian cerita bersambung yang hadir hampir setiap hari di surat kabar Republika. Di dalamnya ada Fahri, Maria, Aisha, Nurul dan Noura. Gaya bahasa serta lingkungan ceritanya yang sangat Islami tentu menarik perhatian para ikhwah, terutama yang sedang bersemangat mendalami Al-Qur’an, apalagi yang belum menemukan pasangan hidupnya.

Setelah dibukukan, saking larisnya, novel pembangun jiwa ini cukup sulit untuk diperoleh, bahkan pada sebuah pameran buku sekalipun. Hingga tulisan ini dibuat, diperoleh keterangan bahwa Ayat-Ayat Cinta telah dicetak 37 kali , dengan jumlah lebih dari 750 ribu eksemplar. Melihat potensi itu, juragan sinetron Indonesia pun tertarik membuat film berlatarkan cerita pada novel ini.

aac.jpgFilm Ayat-Ayat Cinta telah disajikan kepada publik, sound track-nya pun terdengar di setiap kesempatan. Namun apa yang disajikan di dalam film tersebut masih sangat jauh dari novel aslinya. Dari cuplikan-cuplikannya, dapat ditebak bahwa sang produser lebih ingin menguatkan ‘cinta’ daripada ‘ayat’. Penonton mungkin dengan mudahnya akan menuduh bahwa penulis skenario dan sutradara lebih mengedepankan nuansa percintaan karena nafsu, dibandingkan kecintaan para tokoh utamanya kepada Al-Qur’an serta percintaan mereka yang didasari kecintaan kepada Allah SWT.

Tapi apa kata sutradaranya?

hanung.jpgDemi Alloh, gajiku tidak sebanding dengan persoalan yang aku hadapi. Kalau orang mengira aku melakukan ini semua demi uang? Demi jualan? Kehormatan? Wallohi, orang itu benar-benar picik. Tidak ada keuntungan materi yang aku dapat di film ini. Semata-mata hanya idealismeku saja yang berharap Film Indonesia tidak hanya diisi oleh Horor dan percintaan remaja Kota. Tapi apa itu idealisme? Apakah Kang Abik (Habiburrahman El Shirazy, penulis novel) dan jutaan pembaca AAC mengerti soal idealisme ini? Apa yang mereka bisa berikan buat mengganti segudang persoalan kami disini? Mereka tidak lebih dari sekedar penonton yang menuntut hiburan atau membanding-bandingkan Film dengan Novelnya. Lantas jika tidak sama dengan Novelnya terus mencaci maki, menganggap bodoh dan kafir sutradara yang membuat. Karena hal-hal islami dalam Novel tidak tampak, tidak terasa.Lagi-lagi dadaku sesak. Tapi aku tidak bisa lari. Aku sudah berjanji kepada diriku, anakku dan ibuku untuk memberikan yang terbaik. ‘Kalau kamu sudah bisa membuat film, buatlah film tentang agamamu.’, kata ibuku yang terus menerus terngiang. (Hanung Bramantyo)

Jadi, apa kesimpulannya? Sebagai nilai positif, dari film tersebut semoga semakin banyak yang tertarik untuk membaca novel aslinya kemudian mendapatkan hidayah berupa pencerahan ruhiyah, penyadaran pemikiran serta penambahan keimanan kepada Allah SWT.

Adapun bagi yang telah membaca novel Ayat-Ayat Cinta dan belum menyaksikan filmnya, Anda berhak untuk tidak menontonnya, bila merasa bahwa apa yang disajikan di dalam film Ayat-Ayat Cinta tidaklah lebih baik daripada apa yang tercantum di dalam novel aslinya.
(more…)

quran_nu.jpgBagi yang memiliki rekan yang tertarik dengan Al-Qur’an namun kurang mengerti Bahasa Arab atau Bahasa Indonesia, mungkin situs http://quran.nu/quran/index.asp dapat membantu. Di sana terdapat Al-Qur’an dalam 20 bahasa, termasuk Bahasa Jepang, Cina, Korea dan Bahasa Inggris.

Aidh Al Qarni
1. Sikap jujur dalam berbicara
2. Berlaku sopan dan lembut kepada orang lain
3. Bangun pagi, berusaha mendapatkan sesuatu yang disyukuri
4. Selamat dari transaksi riba
5. Menunaikan zakat harta
6. Menolong yang lemah
7. Memuliakan tamu
8. Memelihara waktu shalat wajib
9. Ikhlas niatnya dalam ber-shadaqah

(more…)

Next »