Menuju Generasi Tiada Hari Tanpa Al-Qur’anPosts RSS Comments RSS

 

DigitalMarkReader - Pembuat dan Pemroses LJK

“Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS Al-Qalam [68]:4)

Ketika iman kita semakin baik, tanpa terasa semakin banyak kebiasaan sehari-hari kita yang dipengaruhi oleh figur Rasulullah Saw yang kita cintai, kagumi, ikuti dan teladani. Figur seseorang dalam kadar tertentu biasanya sangat bermanfaat untuk menjadi sumber motivasi dan inspirasi dalam meraih suatu keinginan, termasuk untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Untuk itu, beberapa hal yang harus diperhatikan adalah:

  1. Jangan sampai mempunyai sikap hanya mau beramal shalih jika figurnya ada di sampingnya, sebagaimana sikap membelotnya bani Israil ketika ditinggalkan Nabi Musa As untuk menerima wahyu dari Allah Swt. Mereka syirik kepada Allah Swt dengan menyembah patung anak sapi dari emas.
  2. Continue Reading »

“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.’ ” (QS Al-Mu’min [40]: 60)

Berdoa adalah lambang rasa rendah diri dan ketidakberdayaan manusia di hadapan Allah yang dapat menumbuhkan perasaan ubudiyah (penghambaan) kepada Allah Swt.

Rasulullah Saw menjelaskan masalah ini dalam sebuah hadits: “Tidaklah di atas bumi ini seorang muslim berdoa kepada Allah, kecuali Allah akan memberinya tiga hal:
Continue Reading »



“Mereka itu tidak sama. Di antara ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud. Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang yang shalih.” (QS Ali ‘Imran [3]: 113-114)

Berinteraksi dengan Al-Qur’an sesungguhnya merupakan dampak dari sekian banyak amal shalih yang telah kita lakukan. Antara Al-Qur’an dan amal shalih saling menimbulkan motivasi antara satu dengan yang lain. Hari-hari yang diisi tilawah satu atau dua juz tentu beda dengan yang tidak diisi dengan tilawah sama sekali. Perbedaan akan tampak dalam semangat shalat wajib dan sunnah, atau ketenangan dalam mengatasi berbagai permasalahan kehidupan.

Jika sepakat dengan cara berpikir tersebut, maka dapat dipastikan bahwa orang-orang yang memiliki kemampuan berinteraksi dengan Al-Qur’an akan memiliki kebiasaan beramal shalih, misalnya:
Continue Reading »

“Tidak boleh iri kecuali dalam dua kenikmatan: seseorang yang diberi Al-Qur’an oleh Allah kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, dan orang yang diberi harta oleh Allah lalu ia membelanjakannya di jalan Allah sepanjang malam dan siang.” (Muttafaqun ‘alaih)

Melihat orang yang hartanya berlimpah tentu membuat kitapun mendambakannya. Hal itu lumrah dan fitrah sekaligus fitnah bagi manusia. Tetapi percayalah bahwa keimanan yang baik tidak saja menjadikan manusia memimpikan kepemilikan dunia tetapi juga memimpikan dan menginginkan akhirat. Dengan iman, ketika melihat orang lain yang memiliki kelebihan dalam urusan akhiratnya - misalnya sangat baik interaksinya dengan Al-Qur’an, hafalannya banyak, rajin beribadah, serta banyak kontribusinya dalam dakwah - maka kita pun sangat mendambakannya.
Itulah ghibthah, menginginkan kenikmatan orang lain tanpa membenci dan mengharapkan hilangnya nikmat dari orang tersebut.

Berikut ini beberapa perasaan yang harus menjadi pertanyaan dan perhatian kita:
Continue Reading »

“Hudzaifah Ibnul Yaman menjelaskan pengalamannya dalam bermujahadah bersama Rasulullah. ‘Pada suatu malam aku shalat bersama Rasulullah mulai dengan membaca surah Al-Baqarah. Hatiku berkata, ‘beliau akan ruku’ pada ayat ke-100′. Namun kemudian beliau melanjutkannya. Hatiku berkata lagi ‘barangkali beliau akan menghabiskan satu surah kemudian ruku’. Ternyata beliau melanjutkannya dengan menghabiskan surah An-Nisa. Begitulah perasaanku selalu berkata. Ternyata beliau melanjutkannya dengan surah Ali ‘Imran. Tiga surah di atas (yang hampir sama dengan 5,5 juz) dibacanya dengan tartil. Jika membaca ayat yang terdapat perintah tasbih beliau bertasbih. Jika membaca ayat yang memerintahkan untuk berdoa beliau berdoa. Begitu juga jika ayatnya memerintahkan untuk meminta perlindungan, Rasulullah berdoa meminta perlindungan. Kemudian belia ruku’, dan ternyata panjang ruku’nya hampir sama dengan lama berdirinya. Begitu juga saat i’tidal dan sujud.” (HR. Muslim)

Bagaimana perasaan kita pada saat membaca hadits ini? Apakah terobesesi untuk mencobanya walaupun sekali seumur hidup? Atau kita menganggap hadits ini sekedar sekilas info saja dan kita pesimistis untuk bisa melakukannya? Padahal Allah telah memberikan kita berbagai macam daya dukung lahir dan batin. Al-Qur’an dan As-Sunnahlah yang dapat menjadikan kita mampu melaksanakannya.

Nilai tarbiyah yang terkandung di dalam kisah tersebut:
Continue Reading »


Apabila kamu membaca Al Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. (QS. An-Nahl [16]:98)

Dari kesimpulan penafsiran Imam Ibnul Qayyim terhadap ayat di atas, dinyatakan bahwa tak ada pekerjaan manusia yang akan mendapat gangguan syaitan yang lebih besar dan dahsyat daripada kegiatan bersama Al-Qur’an. Godaan itu antara lain:

  1. Waswas syaitan bagi pengajar Al-Qur’an.
    Godaannya adalah “Berhentilah mengajar Al-Qur’an karena kegiatan itu tidak menjanjikan kekayaan, melainkan hidup dalam kemiskinan!” Seakan-akan bahwa dengan mengajarkan Al-Qur’an, maka manusia akan menjadi miskin dan jika meninggalkannya akan menjadi kaya. Bila tiap pengajar tunduk dengan waswas tersebut, akan hancurlah umat ini karena semakin sedikit generasi berikutnya yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
    Continue Reading »

9_111.GIF

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS. At-Taubah [9]:111)

Umumnya ayat tersebut sering dibahas berkaitan dengan motivasi berjihad di jalan Allah. Namun pada tulisan ini kami ingin mengajak kita semua untuk memahaminya dari sisi yang lain, yaitu yang menggambarkan keyakinan yang sedalam-dalamnya dalam diri orang -orang yang beriman terhadap nikmat dan keindahan surga. Keyakinan itulah yang memotivasi siapapun untuk bersusah payah dalam berjihad demi keyakinannya terhadap surga yang telah dijanjikan Allah Swt.

Beberapa mujahid yang keyakinannya terhadap surga begitu tinggi antara lain:
Continue Reading »

Apapun bentuk interaksi kita dengan Al-Qur’an membutuhkan modal utama berupa iman yang kuat kepada Allah Swt. Sebaliknya, kedekatan kita dengan Al-Qur’an merupakan indikator keimanan yang baik.

8_2.GIF

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal. (QS Al-Anfal [8]:2)

Untuk merintis peningkatan keimanan, ada beberapa langkah yang dapat ditempuh sebagai berikut.

  1. Mulailah belajar tentang Islam.
    Sadarilah bahwa Islam adalah agama pengetahuan. Belajar tentang Islam bagi orang beriman jangan pernah berhenti dan merasa selesai. Hal ini mengingat luasnya ilmu Islam itu sendiri dan beragamnya amal shalih yang harus kita lakukan, padahal setiap amal memerlukan ilmu dan iman tersendiri.
  2. Apalah arti ilmu jika tidak menghasilkan amal?
    Artinya perlu mengamalkan ilmu yang telah dipelajari agar iman selalu meningkat. Di balik peningkatan iman akan tumbuh rasa ingin leih dekat dengan Al-Qur’an
  3. Mulailah dari amal shalih yang paling utama, yaitu shalat lima waktu.
    Continue Reading »

2_121.GIF

Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (Q.S. Al-Baqarah [2]:121)

Kita dan para pelajar sering mengeluh mengenai Al-Qur’an. Tak punya waktu untuk tilawah, tak lagi cukup muda untuk memulai tahfidz (menghafal), dan tak mampu tadabbur karena tak paham Bahasa Arab. Jika kita kurang berinteraksi dengan Al-Qur’an, akan lahir para intelektual yang hanya kaya ilmu tapi tanpa ruh. Ilmu yang tanpa ruh akan kehilangan fungsi utamanya. Fungsi utama ilmu adalah untuk mengantarkan manusia kepada pengenalan (ma’rifah) kepada Allah Swt.

Menurut Sayyid Qutb, berinteraksi dengan Al-Qur’an perlu disertai dengan aktivitas:

  1. Rajin membacanya.
  2. Rajin mengkaji isi dan ilmu-ilmunya.
  3. Hidup dalam kondisi di mana aktivitas, upaya, sikap, perhatian dan pertarungan sebagaimana kondisi di mana pertama kali Al-Qur’an diturunkan.
  4. Continue Reading »

17 Motivasi Berinteraksi dengan Al-Qur’an

Ditulis Oleh: KH. ‘Abdul ‘Aziz ‘Abdur Ra’uf, Al-Hafidz Lc

Back Cover

Telah kita ketahui - dari hadits shahih yang bersumber dari Aisyah Ra. - bahwa tabi’at dan akhlaq Rasulullah Saw adalah Al-Qur’an. Beliau adalah The Living Qur’an, Al-Qur’an yang hidup. Sementara itu, para Sahabat, para Tabi’in dan para salafush shalih adalah ahlul Qur’an. Artinya nilai-nilai Al-Qur’an telah diinternalisasi ke dalam diri mereka dengan sangat baiknya. Dan sejarah umat manusia mencatat dengan tinta emas kiprah salafush shalih kita yang berhasil membangun peradaban dan masyarakat madani dengan beberapa ciri: berakhlaq, adil, toleran, intelek, harmonis, aman, dinamis dan sejahtera. Continue Reading »

« Prev - Next »

Rumah Scanner