Menuju Generasi Tiada Hari Tanpa Al-Qur'anPosts RSS Comments RSS

anis_matta.jpgBagaimana mendefinisikan pendidikan (tarbiyah) dalam tiga kata? Saya yakin, kesulitan akan menanti anda bila anda mencoba mencari definisi pendidikan dengan kualifikasi seperti tadi dalam berbagai buku ilmu pendidikan. Saya yakin itu. Mengapa ?

Barangkali, dimensi yang termuat dalam kata pendidikan (tarbiyah) terlalu banyak, dan sulit untuk dirangkum dalam hanya tiga kata. Tapi, saya telah menemukan definisi itu. Pendidikan (tarbiyah), kata Muhammad Quthb dalam Manhaj Tarbiyah Islamiyah, adalah “Seni Membentuk Manusia” (Fannu Tasykilil Insan).

Kita semua tahu, dimensi-dimensi manusia yang harus dibentuk adalah akal, hati, dan badan. Bila ketiga hal itu dilihat dari sisi proses tarbiyah yang telah dilakukan oleh Harakah Islam, patutlah sejenak kita bergembira. Sebab, ada banyak angka keberhasilan yang dapat kita raba, lihat dan saksikan. Continue Reading »

Ayat-Ayat Cinta (AAC), Novel vs Film

ayat_ayat_cinta.gifTahun 2004, Ayat-Ayat Cinta hanyalah rangkaian cerita bersambung yang hadir hampir setiap hari di surat kabar Republika. Di dalamnya ada Fahri, Maria, Aisha, Nurul dan Noura. Gaya bahasa serta lingkungan ceritanya yang sangat Islami tentu menarik perhatian para ikhwah, terutama yang sedang bersemangat mendalami Al-Qur’an, apalagi yang belum menemukan pasangan hidupnya.

Setelah dibukukan, saking larisnya, novel pembangun jiwa ini cukup sulit untuk diperoleh, bahkan pada sebuah pameran buku sekalipun. Hingga tulisan ini dibuat, diperoleh keterangan bahwa Ayat-Ayat Cinta telah dicetak 37 kali , dengan jumlah lebih dari 750 ribu eksemplar. Melihat potensi itu, juragan sinetron Indonesia pun tertarik membuat film berlatarkan cerita pada novel ini.

aac.jpgFilm Ayat-Ayat Cinta telah disajikan kepada publik, sound track-nya pun terdengar di setiap kesempatan. Namun apa yang disajikan di dalam film tersebut masih sangat jauh dari novel aslinya. Dari cuplikan-cuplikannya, dapat ditebak bahwa sang produser lebih ingin menguatkan ‘cinta’ daripada ‘ayat’. Penonton mungkin dengan mudahnya akan menuduh bahwa penulis skenario dan sutradara lebih mengedepankan nuansa percintaan karena nafsu, dibandingkan kecintaan para tokoh utamanya kepada Al-Qur’an serta percintaan mereka yang didasari kecintaan kepada Allah SWT.

Tapi apa kata sutradaranya?

hanung.jpgDemi Alloh, gajiku tidak sebanding dengan persoalan yang aku hadapi. Kalau orang mengira aku melakukan ini semua demi uang? Demi jualan? Kehormatan? Wallohi, orang itu benar-benar picik. Tidak ada keuntungan materi yang aku dapat di film ini. Semata-mata hanya idealismeku saja yang berharap Film Indonesia tidak hanya diisi oleh Horor dan percintaan remaja Kota. Tapi apa itu idealisme? Apakah Kang Abik (Habiburrahman El Shirazy, penulis novel) dan jutaan pembaca AAC mengerti soal idealisme ini? Apa yang mereka bisa berikan buat mengganti segudang persoalan kami disini? Mereka tidak lebih dari sekedar penonton yang menuntut hiburan atau membanding-bandingkan Film dengan Novelnya. Lantas jika tidak sama dengan Novelnya terus mencaci maki, menganggap bodoh dan kafir sutradara yang membuat. Karena hal-hal islami dalam Novel tidak tampak, tidak terasa.Lagi-lagi dadaku sesak. Tapi aku tidak bisa lari. Aku sudah berjanji kepada diriku, anakku dan ibuku untuk memberikan yang terbaik. ‘Kalau kamu sudah bisa membuat film, buatlah film tentang agamamu.’, kata ibuku yang terus menerus terngiang. (Hanung Bramantyo)

Jadi, apa kesimpulannya? Sebagai nilai positif, dari film tersebut semoga semakin banyak yang tertarik untuk membaca novel aslinya kemudian mendapatkan hidayah berupa pencerahan ruhiyah, penyadaran pemikiran serta penambahan keimanan kepada Allah SWT.

Adapun bagi yang telah membaca novel Ayat-Ayat Cinta dan belum menyaksikan filmnya, Anda berhak untuk tidak menontonnya, bila merasa bahwa apa yang disajikan di dalam film Ayat-Ayat Cinta tidaklah lebih baik daripada apa yang tercantum di dalam novel aslinya.
Continue Reading »

Al-Qur-an in 20 languages

quran_nu.jpgBagi yang memiliki rekan yang tertarik dengan Al-Qur’an namun kurang mengerti Bahasa Arab atau Bahasa Indonesia, mungkin situs http://quran.nu/quran/index.asp dapat membantu. Di sana terdapat Al-Qur’an dalam 20 bahasa, termasuk Bahasa Jepang, Cina, Korea dan Bahasa Inggris.

cybermq.jpgSumber: http://www.cybermq.com

Kalau Al-Qur’an sudah dibukukan dalam satu mushhaf, padahal ayat masih turun, niscaya Al-Qur’an akan mengalami perubahan dan pergantian selaras dengan terjadinya naskh (ralat), selain itu perlengkapan menulis tidak mudah diperoleh.

Kondisinya tidak memungkinkan untuk melepaskan mushhaf yang lebih dahulu dan harus berpegang pada mushhaf yang baru karena tidak mungkin setiap bulan ada satu mushhaf yang mencakup tiap ayat Al-Qur’an yang diturunkan. Namun setelah masalahnya stabil yaitu dengan berakhirnya penurunan wahyu, wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi ralat, dan diketahuinya susunan, maka mungkinlah dibukukan menjadi satu mushhaf. Dan inilah yang dilakukan oleh Abu Bakar r.a. khalifah yang bijaksana, semoga Allah membalas jasanya atas perbuatan beliau dalam mengumpulkan Al-Qur’an beserta orang-orang Islam yang mengikuti jejaknya dengan balasan yang berlipat anda.

Baca juga artikel-artikel lain tentang Ulumul Qur’an dari Pustaka CyberMQ.

Aidh Al Qarni
1. Sikap jujur dalam berbicara
2. Berlaku sopan dan lembut kepada orang lain
3. Bangun pagi, berusaha mendapatkan sesuatu yang disyukuri
4. Selamat dari transaksi riba
5. Menunaikan zakat harta
6. Menolong yang lemah
7. Memuliakan tamu
8. Memelihara waktu shalat wajib
9. Ikhlas niatnya dalam ber-shadaqah

Continue Reading »

Yusuf QardhawyAda baiknya saya mengingatkan di sini –ketika kita berbicara tentang prioritas pengetahuan atas amal perbuatan– kepada sesuatu yang penting, yang juga termasuk di dalam perbincangan kita mengenai fiqh prioritas. Yaitu prioritas pemahaman atas penguasaan yang sekadar hafalan. Ilmu yang hakiki ialah ilmu yang betul-betul kita fahami dan kita cerna dalam otak kita.

Itulah yang sebenarnya diinginkan oleh Islam dari kita; yaitu pemahaman terhadap ajaran agama, dan bukan sekadar belajar agama; sebagaimana dijelaskan di dalam firman Allah SWT:


Continue Reading »

Dinar untuk transaksi DMRAnda punya uang kertas atau uang logam di saku? Berapa nilainya? Ya, nilainya adalah angka yang tertera pada uang itu sendiri. Siapa yang menjamin atau menentukan nilainya? Penjaminnya adalah bank sentral sebagai representasi negara yang menerbitkan uang tersebut.

Bila Anda belum pernah mendengarnya, perlu diketahui bahwa di dunia ini, saat ini, masih terdapat mata uang yang tidak perlu bank sentral sebagai penjaminnya. Itulah dinar (dan dirham). Dinar adalah koin emas 22 karat seberat 4.25 gram, sebuah standar klasik yang dibuat oleh Khalifah Umar bin Khattab, dan kini berlaku secara internasional. Dinar dijamin oleh dirinya sendiri secara fisik karena terbuat dari emas. Tahun 2005 dinar bernilai 500 – 600 ribuan rupiah, tapi awal tahun 2008 nilai dinar lebih dari 1,1 juta rupiah, sebuah fakta yang cukup menjadi dilema.

Pendapatan per kapita, sebuah standar penentuan kemajuan sebuah negara biasanya dihitung dalam kurs dollar AS. Padahal dalam kurun enam tahun terakhir, dollar AS sesungguhnya telah kehilangan nilainya secara dramatis. Bila diukur dengan Euro, nilainya merosot dari sekitar 0.8 dollar AS/Euro ke 1.4 dollar AS/Euro atau 75%. Bila diukur dengan harga dinar emas, merosot lebih drastis lagi sampai 190%, dari kurs dinar 37 dollar AS/dinar pada Oktober 2001, menjadi 107 dollar AS/dinar pada tahun Oktober 2007. Rata-rata apresiasi dinar terhadap dollar AS dalam kurun enam tahun terakhir ini (2001-2006) adalah sekitar 25% per tahun.

Ada 2 motivasi masyarakat menyimpan dinar, pertama untuk investasi, kedua adalah karena ingin ikut kebiasaan yang sedang tren, misalnya dinar sebagai mahar pernikahan. Apapun motivasi kita, penggunaan dinar sebaiknya diluruskan niatnya, dan tidak lupa dipublikasikan alias didakwahkan melalui segala cara. Penggunaannyapun diharapkan bukan cuma untuk disimpan tetapi digunakan dalam setiap transaksi. Kapan ya, kita menerima gaji dalam dinar?

Referensi: http://wakalasauqi.blogspot.com/
Baca juga: Dinar untuk Transaksi DMR

Berdoa

1. Subhanallah, Alhamdulillah, Allah telah memberikan kami hidayah sehingga mampu membuat sebuah produk yang berguna bagi ummat.

2. Dari riset dan pengalaman kami selama bertahun-tahun, diramu dari bahan-bahan terbaik, kami dapat menghasilkan produk berkualitas yang tidak ada tandingannya, terbaik dipandang dari sisi manapun, tanpa cacat, tanpa cela, buktikan sendiri!

Pernyataan nomor 1 berusaha tidak ‘ujub, sedangkan nomor 2 cenderung lupa kepada Allah SWT.

Allahu Akbar! La hawla wa laa quwwata illaa billaah.
Kita harus sering melafadzkan dan memahami dzikir agar dapat menghindari bahaya ‘ujub. Sifat ‘ujub ternyata bukan hanya dapat menimpa seseorang tetapi juga dapat menular pada sebuah kelompok, baik itu organisasi kecil hingga perusahaan besar. Sifat ‘ujub itu aslinya hanya terbesit di dalam hati, namun tidak jarang ditemukan dalam ucapan, tulisan, dan perbuatan sebagai hasil proyeksi apa yang ada di dalam hati pembuatnya, termasuk pada iklan.

Kelebihan yang diberikan oleh Allah kepada kita maupun kelompok kita ternyata berpotensi menimbulkan sifat ‘ujub. Kelebihan itu dapat berupa fisik, kekuatan, intelektualitas, nasab, harta, serta kemampuan berpendapat atau mengulas permasalahan. Kelebihan tersebut akan menimbulkan rasa kagum dan kebanggaan yang berlebihan terhadap diri atau kelompok, serta percaya diri yang terlampau tinggi. Rasulullah SAW telah mengingatkan dalam sabdanya, ”Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan seberat dzarrah pun.” (HR Muslim)

Amatlah tipis perbedaan antara ‘ujub dengan rasa bangga yang biasa. ‘Ujub dapat membawa kita kepada meremehkan orang lain sehingga menolak nasihat yang diberikan oleh orang terdekat sekalipun. ‘Ujub dapat menggiring kita menjadi takabbur. ‘Ujub dapat membuat kita terlena seakan-akan menang pada sebuah peperangan, padahal mungkin kemenangan itu hanya pada tingkat pertempuran. ‘Ujub membuat kita lupa akan besarnya campur tangan Allah dalam setiap detik yang kita lalui, membuat kita lupa akan banyaknya nikmat gratis dari Allah yang kita tidak akan mampu membalasnya.

Sebuah tantangan bagi orang-orang yang berkecimpung dalam bidang marketing, bagaimana membuat pernyataan maupun iklan yang menyentuh hati, bukan mengumbar janji dan terkesan ‘ujub dalam menjual produknya. Semoga Allah menghindarkan kita dari penyakit hati yang berbahaya ini dan kita tetap dalam lindungan-Nya.

Arif Rahmat
Pengasuh Situs Web Bina Muslim

Referensi:
All About Ujub
Bahaya Kesombongan

Beragam bentuk mushaf Al-Qur’an yang tidak lagi berbahan kertas kini dengan mudah diperoleh. Ada yang berupa ponsel, perangkat lunak untuk HP/PDA, file Microsoft Word, PDF, maupun gadget/widget pada desktop.

Ternyata, masih ada bentuk lain mushaf yang tidak kalah mudah dalam penggunaannya.

Qur'an Insan Islam

1. http://quran.insanislam.com/ menyediakan pencarian per ayat, per kumpulan ayat serta pencarian per kata dalam Bahasa Indonesia. Kelebihannya yang cukup memukau adalah bahwa teks terjemah dalam Bahasa Indonesianya dilengkapi dengan tulisan arab yang dapat dicopy-paste, serta disertai pula dengan streaming suara dari ayat yang bersangkutan.

Qur'an Flash

2. http://www.quranflash.com/quranflash.html membuat kita serasa membuka mushaf Al Qur’an dalam bentuk kertas. Tulisannya jelas dengan resolusi yang cukup nyaman di mata. Tersedia beragam pilihan mushaf, termasuk yang dilengkapi dengan panduan tajwid berwarna. Ada pula versi yang dapat didownload. Walaupun antar muka yang tersedia hanya yang berbahasa arab, Anda masih dapat menggunakannya dengan mudah.

Mari, bersama kita bertekad, menjadi generasi tiada hari tanpa Al-Qur’an.

Miftah FaridlDi bulan syawal 1428 H santer terdengar pemberitaan di Indonesia mengenai munculnya aliran sesat Al-Qiyadah yang pemimpinnya mengaku sebagai nabi. Sebelumnya kita juga mendengar mengenai aliran al-qur’an suci yang hanya mengakui Al-Qur’an dan tidak mengakui As-Sunnah sebagai sumber hukum. Sebelumnya lagi kita juga mengenal Ahmadiyah, yang mengakui Ghulam Ahmad sebagai nabi setelah Rasulullah, dan menjadikan pidato-pidatonya yang dikumpulkan dalam At-Tadzkirah sebagai sumber hukum tambahan selain Qur’an dan Sunnah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah ada di Jawa Barat sejak 1955 (dahulu Majelis Ulama, disingkat MU) dan diresmikan secara nasional tahun 1970 sebagai wadah berkumpulnya para ulama dari berbagai organisasi Islam telah beberapa kali mengeluarkan fatwa mengenai aliran sesat yang meresahkan ummat karena menggoyahkan aqidah. Tujuan MUI mengeluarkan fatwa adalah agar aparat keamanan dapat mengambil tindakan hukum sesuai dengan aturan dan perundang-undangan di Indonesia.

Kalau kita melihat perbandingan di zaman khalifah Abu Bakar As-Shiddiq, di propinsi Yamamah ada juga Musailamah Al-Kadzdzab yang mengaku sebagai nabi bahkan didukung penuh oleh orang-orang di daerahnya. Musailamah kemudian dibunuh oleh Wahsyi pada pertempuran Yamamah.

Bila diteliti, kemunculan aliran-aliran tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal: Continue Reading »

« Prev - Next »

DigitalMarkReader - Pembuat dan Pemroses LJK