Salah Kaprah Menyambut Bulan Ramadhan
Posted in Ramadhan on Aug 18th, 2009

Tema ini sengaja kami bahas, dengan harapan bisa lebih memurnikan niat dan aktivitas selama bulan Ramadhan tahun ini. Penulis menyadari bahwa sebenarnya kita sudah mengerti dan mengamalkan ibadah Ramadhan ini selama bertahun-tahun, namun ada baiknya kita review sejenak hal-hal yang tidak relevan dengan ibadah Ramadhan. Ibarat mau makan, mari kita singkirkan dulu hal-hal yang tidak layak untuk dimakan misalnya kemasan plastik, bungkus dan lain-lain, agar kita benar-benar dapat merasakan nikmatnya ibadah Ramadhan. Berikut beberapa kekeliruan yang sering kita jumpai atau dilakukan terkait dengan ibadah Ramadhan.
1. Istilah Bulan Suci Ramadhan
Kita sering mendengar istilah Bulan Suci Ramadhan. Istilah ‘bulan suci’ memang ada dalam Al-Quran surat At-Taubah 5, “Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu…”. Yang dimaksud dengan bulan suci atau bulan haram dalam ayat ini ialah bulan Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Bulan ramadhan bukanlah bulan suci seperti disebut dalam ayat tersebut. Jadi istilah bulan suci Ramadhan sebenarnya kurang tepat digunakan.
Istilah yang cocok dan boleh dipadankan ialah bulan ibadah, bulan barakah dan bulan magfirah. Continue Reading »



Ketika di akhir Ramadhan sebagian besar masjid justru ditinggalkan oleh jamaah tarawihnya, pemandangan yang berbeda terjadi pada beberapa masjid di Bandung, salah satunya adalah Masjid Raya Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia. Sebagai tempat pelaksanaan i’tikaf, masjid ini penuh sesak dengan jamaah, dari kalangan lanjut usia, dewasa, remaja, bahkan bayi dan balita turut meramaikan suasana.


Al-Qur’an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al-Qur’an sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al-Qur’an tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat akurat dan benar yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke-20. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui di masa Al-Qur’an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah.
Oleh: Ustadz Ahmad Sarwat Lc
