<?xml version="1.0" encoding="UNICODE-1-1-UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>binaMUSLIM</title>
	<atom:link href="http://www.binamuslim.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.binamuslim.com</link>
	<description>Menuju Generasi Tiada Hari Tanpa Al-Qur'an</description>
	<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 03:01:54 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Mengapa Ramadhan 1429H di Mekkah Hanya 29 Hari?</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/10/06/mengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/10/06/mengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 02:31:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pasca Ramadhan]]></category>

		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<category><![CDATA[GMT]]></category>

		<category><![CDATA[Hilal]]></category>

		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>

		<category><![CDATA[Penanggalan Hijriah]]></category>

		<category><![CDATA[Ramdahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Dalam penanggalan hijriah, siklus 1 bulan bagi penduduk bumi adalah 29,5305882 hari (http://www.moonconnection.com/moon_phases.phtml). Agar dapat sinkron dengan perubahan siang-malam sebagai siklus 1 hari, penanggalan hijriah dibulatkan menjadi 29 atau 30 hari.
Ternyata, pembulatan 29 atau 30 hari tersebut tidaklah berlaku sama di semua tempat di bumi. Ada daerah yang mendapat pembulatan 29 hari, ada pula yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam penanggalan hijriah, siklus 1 bulan bagi penduduk bumi adalah 29,5305882 hari (http://www.moonconnection.com/moon_phases.phtml). Agar dapat sinkron dengan perubahan siang-malam sebagai siklus 1 hari, penanggalan hijriah dibulatkan menjadi 29 atau 30 hari.</p>
<p>Ternyata, pembulatan 29 atau 30 hari tersebut tidaklah berlaku sama di semua tempat di bumi. Ada daerah yang mendapat pembulatan 29 hari, ada pula yang 30 hari. Buktinya, tahun 1429H ini, Ramadhan di Mekkah hanya 29 hari sedangkan di Indonesia 30 hari. Apakah ada penghitungan atau observasi hilal yang salah?<span id="more-81"></span></p>
<p><img title="gmt" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/10/gmt.png" alt="" width="297" height="448" align="left" /> Untuk patokan jam internasional dan penentuan hari pada penanggalan matahari, dikenal istilah Greenwich Mean Time (GMT). Zona waktu Mekkah dan Riyadh adalah GMT+3, sedangkan Jakarta adalah GMT+7. Dengan demikian, menurut penanggalan matahari, Jakarta selalu dianggap lebih dahulu 4 jam daripada Mekkah.</p>
<p>Dalam penentuan 1 Syawal, Ketua Badan Hisab dan Rukyat yang juga Direktur Urusan Agama Islam Depag, Muchtar Iljas menyampaikan hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan baru) bahwa dari hasil pemantauan di 25 lokasi dari Banda Aceh hingga Jayapura semua melaporkan tidak melihat hilal pada 29 Ramadhan 1429H (http://www.dakwatuna.com/2008/persatuan-umat-harus-dijaga/).</p>
<p>Penjelasan logisnya begini. Ketika penentuan 1 Ramadhan, hilal terlihat pertama kali di timur Indonesia (sekitar GMT-6 hingga GMT-8), sehingga Jakarta dan Mekkah sama-sama memulai puasa pada 1 September 2008. Nah, sesuai dengan siklusnya yang 29,5 hari, di akhir Ramadhan, hilal Syawal akan pertama kali terlihat di GMT+6 hingga GMT+4, di sebelah barat Indonesia, tetapi masih di sebelah timur Saudi.</p>
<p>Bagi kelompok yang berlebaran tanggal 30 September 2008 di Jakarta, mereka malah mendahului lebaran di Saudi yang baru berlangsung 4 jam kemudian, dan saat itu sebenarnya masih 30 Ramadhan di Indonesia. Adapun yang berlebaran di Jakarta tanggal 1 Oktober 2008 dapat dipandang bahwa lebarannya sama-sama 1 Syawal tetapi Mekkah lebih dahulu 20 jam memasukinya.</p>
<p>Kebingungan dan perbedaan hari lebaran di Indonesia yang sering terjadi lebih disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:<br />
1. Patuhnya kita kepada sistem penanggalan matahari yang digunakan oleh dunia internasional.<br />
2. Butanya kita terhadap ilmu penanggalan bulan.<br />
3. Kepatuhan berlebihan kepada kelompok sehingga kurang kritis terhadap pimpinan yang bisa saja salah.<br />
4. Patokan untuk penanggalan matahari adalah tetap dan absolut yang  kini dikenal dengan istilah GMT, sedangkan untuk penanggalan bulan patokannya relatif dan berpindah-pindah, oleh karena itu diperlukan pengamatan (rukyatul hilal). Dengan rumus yang sudah diketahui, pengamatan dapat disimulasikan atau ditebak melalui perhitungan.</p>
<p>Semua yang benar datangnya dari Allah SWT, dan bila ada yang salah adalah kelemahan penulis. Selamat hari raya Idul Fitri, taqabbalahhu minnaa waminkum shaalihal a’maali, wa kullu ‘aamin wa antum bikhairin (semoga Allah menerima amal-amal baik kita, dan semoga dalam semua hari-hari sepanjang tahun kita selalu dalam kebaikan). Amin. Wallahu a’lam bishshowwab.</p>
<p>Arif Rahmat, BinaMuslim.Com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/10/06/mengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Piknik Jelang Imsak, Masjid PTDI Penuh Sesak!!!</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/09/23/piknik-jelang-imsak-masjid-ptdi-penuh-sesak.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/09/23/piknik-jelang-imsak-masjid-ptdi-penuh-sesak.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 07:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>

		<category><![CDATA[I'tikaf]]></category>

		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/09/23/piknik-jelang-imsak-masjid-ptdi-penuh-sesak.html</guid>
		<description><![CDATA[Ketika di akhir Ramadhan sebagian besar masjid justru ditinggalkan oleh jamaah tarawihnya, pemandangan yang berbeda terjadi pada beberapa masjid di Bandung, salah satunya adalah Masjid Raya Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia. Sebagai tempat pelaksanaan i&#8217;tikaf, masjid ini penuh sesak dengan jamaah, dari kalangan lanjut usia, dewasa, remaja, bahkan bayi dan balita turut meramaikan suasana.
Selain menghidupkan malam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.binamuslim.com/images/habiburrahman_ptdi_ustadz_abdul_aziz1.jpg" align="left" />Ketika di akhir Ramadhan sebagian besar masjid justru ditinggalkan oleh jamaah tarawihnya, pemandangan yang berbeda terjadi pada beberapa masjid di Bandung, salah satunya adalah Masjid Raya Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia. Sebagai tempat pelaksanaan i&#8217;tikaf, masjid ini penuh sesak dengan jamaah, dari kalangan lanjut usia, dewasa, remaja, bahkan bayi dan balita turut meramaikan suasana.</p>
<p>Selain menghidupkan malam dengan beribadah di masjid, salah satu ciri i&#8217;tikaf adalah menjadikan masjid sebagai tempat beraktifitas sepanjang hari yang disunnahkan selama 10 hari terakhir Ramadhan. Di Masjid Raya Habiburrahman, kegiatan malamnya diawali dengan tarawih ba&#8217;da isya dengan bacaan shalat 1/2 hingga 1 juz, diselingi dengan tidur 2 jam, dilanjutkan dengan Qiyamullail berjamaah dari pukul 00.30 selama 3 jam dengan bacaan shalat 2,5 juz sehingga diharapkan dapat khatam dalam 9-10 hari.<span id="more-80"></span></p>
<p><strong>Qiyamullail</strong><br />
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, komando masih di tangan Ustadz Abdul &#8216;Aziz Abdur Rauf yang bertugas menjadi imam bersama para hafidz (penghafal Qur&#8217;an) tim LTQ Habiburrahman.</p>
<p>Ruku&#8217; &amp; sujud sepanjang 30-60 detik terasa begitu nikmat setelah berdiri yang lama karena panjangnya bacaan shalat. Bayangkan saja, untuk menyelesaikan 2 rakaat shalat dibutuhkan waktu sekitar 30-40 menit. Berdirinya orang yang shalat malam tidaklah sama dengan berdirinya orang di bis kota, di antrian loket BLT, atau di tengah konser pemusik terkenal. Berdirinya orang yang shalat malam akan dinilai ibadah oleh Allah SWT, bila diawali dengan niat mengharap ridha-Nya.</p>
<p>Selain shalat malam, ada pula tausiah/ceramah, kajian tafsir, serta kajian riyadhusshalihin. Untuk ibadah pribadi, tilawah Al-Qur&#8217;an dapat digeber sebanyak 1, 3, 5 bahkan 10 juz dalam sehari, dengan mengoptimalkan waktu luang yang ada dan meminimalkan tidur.</p>
<p><strong>Menu Sahur</strong><br />
Untuk makan sahur, panitia menjual kupon yang ditukarkan dengan nasi bungkus setelah Qiyamullail selesai. Untuk jamaah yang lebih senang jajan, juga tersedia beberapa pilihan menu dari penjaja minuman, makanan ringan maupun berat. Air minum gratis disediakan oleh panitia, dalam kemasan cup dan botol galon. Saat makan sahur, ternyata banyak juga yang telah membawa bekal untuk sekeluarga, menggelar tikar lalu makan bersama, sehingga terlihat bagaikan piknik menjelang imsak.</p>
<p><strong>Membudayanya I&#8217;tikaf</strong><br />
I&#8217;tikaf adalah budaya tahunan underground orang-orang shalih yang tenggelam oleh publikasi arus mudik, serta penyediaan penganan dan pakaian lebaran. Berita kecelakaan dan kesulitan mendapat tiket mudik ternyata lebih mengalihkan perhatian orang daripada berita kemuliaan dan keutamaan Ramadhan.</p>
<p>Ramadhan cuma sekali setahun, momen yang begitu berharga, manfaatkan sebaik-baiknya dengan bertaqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah SWT). Tak ada jaminan bahwa Ramadhan depan waktu Anda bisa lebih senggang, atau bahkan bisa jadi, Ramadhan depan bukan jatah kita lagi. Mari ber-i&#8217;tikaf!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/09/23/piknik-jelang-imsak-masjid-ptdi-penuh-sesak.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perbanyaklah Istighfar di Waktu Sahur</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/09/16/perbanyaklah-istighfar-di-waktu-sahur.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/09/16/perbanyaklah-istighfar-di-waktu-sahur.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 07:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ayat Pilihan]]></category>

		<category><![CDATA[Tips &amp; Tricks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/09/16/perbanyaklah-istighfar-di-waktu-sahur.html</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda shalat dan tinggal 10-15 menit sebelum Shubuh, maka ketahuilah bahwa waktu ini adalah waktu yang diberkahi, yaitu waktu sahur. Firman Allah SWT dalam Al-Qur&#8217;an:


&#8220;(Yaitu) orang-orang yang berdoa, &#8216;Ya, Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,&#8217; (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda shalat dan tinggal 10-15 menit sebelum Shubuh, maka ketahuilah bahwa waktu ini adalah waktu yang diberkahi, yaitu waktu sahur. Firman Allah SWT dalam Al-Qur&#8217;an:</p>
<p><img src="http://web1hari.com/file/gif/3/3_16.gif" /><br />
<img src="http://web1hari.com/file/gif/3/3_17.gif" /></p>
<p><em>&#8220;(Yaitu) orang-orang yang berdoa, &#8216;Ya, Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,&#8217; (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.&#8221;</em> (QS. Ali &#8216;Imran:16-17)</p>
<p>Hendaknya Anda tidak hanya sebatas menggerakkan lisan saja dalam beristighfar, namun ingat-ingatlah dosa-dosa dan kesalahan yang telah lalu, kemudian beristighfarlah karenanya.</p>
<p>[Dikutip dari 24 Jam Bersama Allah, ditulis oleh Muhammad Hasan Yusuf, diterbitkan Aqwam Jembatan Ilmu]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/09/16/perbanyaklah-istighfar-di-waktu-sahur.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah di Balik Faedah Ayat Kursi</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/09/01/kisah-di-balik-faedah-ayat-kursi.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/09/01/kisah-di-balik-faedah-ayat-kursi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 04:45:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ayat Pilihan]]></category>

		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/09/01/kisah-di-balik-faedah-ayat-kursi.html</guid>
		<description><![CDATA[
Diriwayatkan bahwa Ubay bin Ka&#8217;ab memiliki sebaskom kurma (yang sedang dikeringkan). Tiba-tiba saja kurma tersebut berkurang. Maka suatu malam dia menjaga kurma tersebut berkurang. Maka suatu malam dia menjaga kurma tersebut, ternyata datang sesosok makhluk yang mirip dengan seorang anak kecil yang sudah baligh, lalu dia memberi salam kepada Ubay, maka Ubay pun membalas salamnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://web1hari.com/file/gif/2/2_255.gif" /></p>
<p>Diriwayatkan bahwa Ubay bin Ka&#8217;ab memiliki sebaskom kurma (yang sedang dikeringkan). Tiba-tiba saja kurma tersebut berkurang. Maka suatu malam dia menjaga kurma tersebut berkurang. Maka suatu malam dia menjaga kurma tersebut, ternyata datang sesosok makhluk yang mirip dengan seorang anak kecil yang sudah baligh, lalu dia memberi salam kepada Ubay, maka Ubay pun membalas salamnya, dan bertanya, &#8220;Siapa kamu, jin atau manusia?&#8221; Dia menjawab, &#8220;Bukan, saya dari bangsa jin&#8221;. Ubay berkata lagi, &#8220;Serahkan tanganmu!&#8221;</p>
<p>Lalu jin tersebut menyerahkan tangannya, ternyata tangannya seperti anjing dan rambutnya seperti rambut (bulu) anjing. Ubay berkata, &#8220;Beginikah bentuk jin itu?&#8221; Jin tersebut menjawab, &#8220;Engkau telah mengetahui bentuk jin, bahkan di antara mereka ada yang lebih jelek dariku.&#8221;</p>
<p>Ubay bertanya kembali, &#8220;Lalu apa yang mendorongmu datang ke mari?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Telah sampai kepada kami berita bahwa engkau suka bersedekah, maka kami datang untuk mendapatkan bagian kami dari makananmu.&#8221;</p>
<p>Lantas Ubay bertanya, &#8220;Apa yang bisa membuat kami selamat dari (gangguan) kalian?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Ayat ini, yaitu yang terdapat dalam surat Al-Baqarah: <em>Allahu Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyul Qayyuum&#8230;</em>(Ayat Kursi, Surat Al-Baqarah:255)</p>
<p><em>(Allah, tidak ada Ilah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya)</em></p>
<p>Barangsiapa membacanya di waktu sore maka dia akan selamat dari gangguan kami hingga pagi hari, dan barangsiapa yang membacanya di waktu pagi maka ia selamat dari gangguan kami hingga sore hari.&#8221;</p>
<p>Ketika pagi hari, Ubay bin Ka&#8217;ab melaporkan kejadian tersebut kepada Rasulullah SAW maka beliau bersabda, &#8220;Jin laki-laki tersebut telah berkata benar&#8221;<br />
(Shahih At-Targhib wa At-Tarhib nomor 622; hadits Shahih)</p>
<p>[Dikutip dari buku 24 Jam Bersama Allah, Muhammad Hasan Yusuf, Penerbit Aqwam]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/09/01/kisah-di-balik-faedah-ayat-kursi.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/07/13/keajaiban-al-quran.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/07/13/keajaiban-al-quran.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 08:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>

		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/07/13/keajaiban-al-quran.html</guid>
		<description><![CDATA[Al-Qur&#8217;an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al-Qur&#8217;an sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al-Qur&#8217;an tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/07/pesona_al_quran_harun_yahya.jpg" ALT="Pesona Al-Qurâ€™an" ALIGN="left" />Al-Qur&#8217;an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al-Qur&#8217;an sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al-Qur&#8217;an tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat akurat dan benar yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke-20. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui di masa Al-Qur&#8217;an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al-Qur&#8217;an adalah firman Allah.</p>
<p><span id="more-75"></span><strong>AL-QUR&#8217;AN DAN ASTRONOMI</strong></p>
<p>Banyak fakta, seperti penciptaan alam semesta dari ketiadaan, mengembangnya alam semesta, serta garis-garis edar planet di jagat raya, yang hanya mampu diketahui melalui astronomi modern, telah diberitakan dalam Al-Qur&#8217;an sekitar 1400 tahun lalu.</p>
<p><strong>AL-QUR&#8217;AN DAN FISIKA</strong></p>
<p>Tahukah Anda bahwa unsur besi pada awalnya terbentuk di bintang-bintang di luar angkasa, bahwa materi diciptakan berpasang-pasangan, dan bahwa waktu adalah suatu konsep yang relatif? Al-Qur&#8217;an telah mengisyaratkan tentang semua fakta ilmiah ini.</p>
<p><strong>AL-QUR&#8217;AN DAN PLANET BUMI</strong></p>
<p>Banyak fakta ilmiah, dari lapisan-lapisan atmosfir hingga fungsi geologis gunung, dari proses pembentukan hujan hingga struktur dunia bawah laut, dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Qur&#8217;an.</p>
<p><strong>AL-QUR&#8217;AN DAN BIOLOGI</strong></p>
<p>Al-Qur&#8217;an memaparkan perkembangan embrio manusia dalam rahim ibu melalui penjelasan yang benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern.</p>
<p><strong>INFORMASI MENGENAI PERISTIWA MASA DEPAN DALAM AL QUR&#8217;AN</strong></p>
<p>Allah mengisahkan dalam Al-Qur&#8217;an tentang sejumlah peristiwa penting yang akan terjadi di masa depan, dan berbagai peristiwa ini terjadi persis sebagaimana kisah tersebut.<br />
Sumber: <a HREF="http://keajaibanalquran.com/" TARGET="_blank">http://keajaibanalquran.com/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/07/13/keajaiban-al-quran.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>(Ternyata) Indonesia Belum Lepas dari Penjajahan</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/06/10/ternyata-indonesia-belum-lepas-dari-penjajahan.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/06/10/ternyata-indonesia-belum-lepas-dari-penjajahan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 00:31:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>

		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/06/10/ternyata-indonesia-belum-lepas-dari-penjajahan.html</guid>
		<description><![CDATA[Eramuslim.com, Senin, 9 Jun 08 08:32, judul asli: Pemimpin yang Takut kepada Pihak Asing
Oleh: Ustadz Ahmad Sarwat Lc
Tekanan pihak asing pada semua kebijakan pemerintahan kita tidak hanya terjadi pada hari ini. Tekanan ini adalah bagian utuh dari rangkaian pola dan modus penjajahan (kolonialisme) asing terhadap negeri Islam yang belum selesai-selesai juga sampai sekarang.
Kalau kita berpikir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Eramuslim.com, Senin, 9 Jun 08 08:32, judul asli: <a HREF="http://eramuslim.com/ustadz/fqk/8604204017-pemimpin-takut-pihak-asing.htm" TARGET="_blank">Pemimpin yang Takut kepada Pihak Asing</a></p>
<p><img SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/06/ahmad_sarwat.jpg" ALT="ahmad_sarwat.jpg" ALIGN="left" />Oleh: Ustadz Ahmad Sarwat Lc</p>
<p>Tekanan pihak asing pada semua kebijakan pemerintahan kita tidak hanya terjadi pada hari ini. Tekanan ini adalah bagian utuh dari rangkaian pola dan modus penjajahan (kolonialisme) asing terhadap negeri Islam yang belum selesai-selesai juga sampai sekarang.</p>
<p>Kalau kita berpikir bahwa tanggal 17 Agustus 1945 kita sudah sepenuhnya merdeka, maka silahkan kecewa. Karena kenyataannya, kemerdekaan itu tidak bulat seutuhnya. Kemerdekaan itu hanya pada tataran formal dan juridis saja. Bedak dan lipstiknya memang merdeka. Tapi isi perutnya masih saja terjajah. Ya, pada hakikatnya negeri kita tercinta ini masih dijajah.</p>
<p>Hanya modusnya memang beda. Belanda dan kekuatan asing itu memang hengkang secara fisik dari negeri ini. Tidak ada tentara asing berkeliaran di negeri kita. Secara formal kita punya bendera, lagu kebangsaan, batas wilayah, bahkan punya pemerintahan.</p>
<p>Tapi,<span id="more-72"></span></p>
<p>Apalah artinya semua itu kalau mentalitas para penguasanya hanya boneka dan budak yang kerjanya setiap hari membungkukkan badannya kepada kekuatan asing itu?</p>
<p>Apalah artinya lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan kalau para pejabatnya sibuk menjual semua asset bangsa?</p>
<p>Kelemahan kita pada hakikatnya pada mentalitas sebagian penguasa lokal, yang entah bagaimana caranya, seolah bekerja demi kepentingan asing. Entah apa motivasinya, apakah takut, ataukah karena memang mentalnya mental inlander. Rasanya, alasan kedua ini yang lebih dominan.</p>
<p><strong>Mentalitas<em> Inlander</em></strong></p>
<p>Kalau kita kembali kepada sejarah bangsa ini, sejak awal mula penjajahan ketika dahulu VOC masuk dan merampas kekayaan alam lewat permainan dagang yang curang, kita sudah menyaksikan banyak pihak yang bermental inlander ini.</p>
<p>VOC tidak akan &#8217;sukses&#8217; menjajah negeri ini kalau tidak dibantu oleh para pamong dan penguasa lokal yang ikut memberi jalan masuk bagi para penjarah, demi sekedar mendapat keuntungan yang sangat kecil.</p>
<p>Belanda tidak akan menjajah kita sampai 3,5 abad kalau tidak karena adanya kacung-kacung lokal yang mau saja diperdaya, diperalat dan dijadikan kaki tangan penjajah. Mereka, para kacung itu, memang dibutuhkan, bahkan kalau perlu diternakkan, agar nantinya siap bermitra dengan para penjarah.</p>
<p>Setidaknya menjadi jaminan atas langgengnya upaya kecurangan para penjajah. Mental-mental semacam inilah yang hari ini terjadi lagi sebagai pengulangan sejarah.</p>
<p>Memang benar dahulu kita punya pemimpin besar sekelas Bung Karno yang masyhur dengan jargonnya, &#8220;Go to hell with your aid.&#8221; Tapi pada akhirnya dia malah terjungkal oleh konspirasi kekuatan asing.</p>
<p><strong>Mafia BerkeleySalah satu sumber masalah buat negeri kita ini adalah adanya mafia di level para penentu kebijakan poitik dan ekonomi. Di antaranya yang disebut dengan mafia Berkeley.</p>
<p></strong>Mafia ini memang diciptakan oleh para penjarah di Amerika berupa pusat pendidikan dan perguruan tinggi. Antara lain Universitas Berkeley, Cornell, MIT (Massachusette Institute of Technology), Harvard dan lainnya. Berbagai perguruan tinggi yang menjadi favorite ini ternyata merupakan sarang dan dapur CIA untuk mencekokkan ilmu-ilmu liberal. Termasuk menjadi pusat untuk meng-Amerika-kan para mahasiswa yang datang ke negeri itu (termasuk Indonesia) dan menggemblengnya menjadi agen dan kaki tangan Amerika yang setia.</p>
<p>Bahkan sebenarnya menurut David Ransom, bebagai perguruan tinggi itu pada hakikatnya hanya kedok saja. Isinya tidak lain adalah wadah bagi CIA untuk melakukan cuci otak. Luar biasa bukan?</p>
<p>Para mahasiswa jebolan Berkeley dan yang lainnya, setelah mendapat gelar Phd dan sejenisnya, kemudian pulang negeri kita dan berkerumun di sekitar pusat kekuasaan dan menguasai berbagai Fakultas Ekonomi. Tujuannya, selain menjadi penyambung lidah Amerika, memelintir cara berpikir bangsa, juga mengambil alih kebijasanaan negara dalam masalah ekonomi.</p>
<p>Mafia ini kemudian duduk menjadi pejabat yang paling menentukan arah langkah kebijakan ekonomi di negeri ini. Semua jabatan menteri di bidang perekonomian dikuasai, siapa pun yang jadi presidennya. Jabatan Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Bapenas, Penanaman Modal Asing, Menteri Perindustrian, Dirjen Pemasaran dan Perdagangan, dan jabatan penting lainnya adalah tempat yang paling strategis untuk menjalankan agenda kolonialisme Amerika modern di negeri kita.</p>
<p>Untuk itu, semua pejabatnya harus orang-orang yang sangat mengabdi buat kepentingan Amerika, setidaknya harus sudah dicuci otaknya di berbagai perguruan tinggi di negeri Paman Sam itu.</p>
<p>Sebagian pengamat mengatakan bahwa Istilah PELITA dan REPELITA yang akrab di telinga kita sejak masa rezim Soeharto, adalah hasil godokan team ini.</p>
<p>Keberadaan mafia Berkeley ini merupakan bentuk implementasi dari ungkapan Ricahrd Nixon, Presiden Amerika di tahun 1967 tentang Indonesia yang sedang dinikmati hasil jarahannya. Nixon mengatakan bahwa Indonesia adalah &#8220;The Greates Prize&#8221;, Indonesia adalah anugerah terbesar buat Amerika.</p>
<p>Anugerah?</p>
<p>Ya, anugerah yang terbesar untuk dijarah, karena tanpa perlawanan apapun, tanpa repot mengirim pasukan, tanpa ba dan bu, para pejabatnya siap mempersembahkan semua kekayaan alam kepada kepentingan komprador negeri Paman Sam itu. Termasuk pada akhirnya mengobral murah 44 BUMN yang dengan susah payah dibangun oleh putera puteri terbaik bangsa ini.</p>
<p>Prestasi mafia ini memang luas biasa. Salah satu jerih payah mereka antara lain adalah kontrak-kontrak kerja yang sangat merugikan bangsa. Nyaris tidak ada kekayaan alam negeri ini yang disisakan lagi.</p>
<p>Entah bagaimana ceritanya, di Papua ada emas sebesar gunung yang kemudian tiba-tiba menjadi milik Amerika 100%. Indonesia tidak dapat apa-apa kecuali remah-remah roti buat para pejabatnya yang konon semakin kaya saja.</p>
<p>International Nickel tiba-tiba berhasil mendapatkan hak eksklusif di Sulawesi. Harta terpendam bangsa Indonesia itu tiba-tiba jadi milik asing, kita tidak disisakan sedikit pun.</p>
<p>Alcoa juga mendapat jatah yang lain, yaitu hak untuk menjarah hasil alam Indonesia berupa bauksit.</p>
<p>Weyerhaeuser, International Paper, Biose Cascade dan perusahaan kayu dari Jepang, Korea, dan Pilipina menebangi kayu-kayu di hutang Kalimantan, Sumatera, dan Irian.</p>
<p>Namun hadiah terbesar adalah minyak bumi. Pada tahun 1969, 23 perusahaan minyak telah mengajukan proposal untuk mendapatkan hak melakukan eksplorasi, eksploitasi dan menjual minyak di bawah laut perairan Indonesia. Dari 23 perusahaan itu, 19 di antaranya perusahaan Amerika.</p>
<p><strong>Mental Terjajah<br />
</strong><br />
Semua kegagalan bangsa di atas berikut kebangkrutannya itu, tidak akan terjadi kalau mental bangsa ini, termasuk penguasanya, tidak terjajah. Tetapi sayangnya, itulah realita mental kita dan juga mental para penguasa kita. Tidak berani bilang tidak, ketika dipaksa-paksa bilang iya.</p>
<p>Sebagai perbandingan, tidak ada salahnya kalau kita melirik tetangga kanan kiri. Beberapa negara miskin lainnya sebenarnya bernasib tidak jauh beda dengan kita. Bedanya, mereka tidak terlalu lama tidur, ada waktunya mereka bangkit dan menegakkan kepala, lalu bilang kepada para penjarah internasional itu sebuah kata tegas: TIDAK!!!.</p>
<p><strong>Malaysia</strong></p>
<p>Malaysia kini telah bangkit perekonomiannya, setelah sebelumnya mau di-Indonesia-kan. Pak Mahathir, lepas dari urusan politik dalam negerina, boleh dibilang sangat banyak jasanya dan patut dicontoh untuk urusan menolak penjarahan asing.</p>
<p>Malaysia patut ditiru ketika mereka tidak mau tunduk kepada dukun palsu IMF, World Bank atau WTO, bahkan termasuk Soros, si lintah darat itu. Dan hasilnya luar biasa.</p>
<p>Angka kemiskinan menurun drastis dari 25% hingga kini tinggal 5%. Penghasilan perkapita meninggak tiga kali lipat. Kini sekitar 10 ribu dolar. Industri dalam negeri mereka maju. Bahkan sudah punya produk mobil nasioal yang 100% murni, bukan seperti kita yang konon namanya mobil nasional, ternyata turun dari kapal sudah bisa hidup mesinnya.</p>
<p><strong>BoliviaSetelah menasionalisasi semua aset negara, pendapatan Bolivia di tahun 2006 melonjak 6 kali dari sebelumnya di tahun 2002.</p>
<p></strong>Akhirnya para penguasa negeri di Amerika Latin itu bangun dari tidurnya. Mereka menyadari betapa selama ini mereka dikibuli habis-habisan oleh penjarah dari Amerika dan negeri asing lainnya.</p>
<p>Akhinya dengan semua keberanian dan kelelakian, semua perusahaan asing yang bercokol di negeri itu, seperti Exxon Mobile, Total milik Perancis, Repsol milik Spanyol, termasuk British Petrolium dan lainnya hanya diberi pilihan, ikut aturan baru mereka atau silahkan pulang kampung.</p>
<p>Maka perusahaan asing itu tidak bisa bilang apa-apa. Mereka tahu siapa yang jadi bos: Whos The Boss. Ternyata bukan mereka tapi penguasa negeri itu yang jadi bos. Mereka harus taat, patuh dan tunduk kepada kebijakan jantan penguasa negeri itu, kalau masih mau hidup. Luar biasa bukan?</p>
<p><strong>Ecuador</strong></p>
<p>Yang juga perlu ditiru adalah tindakan berani Presiden Ecuador, Rafael Careera, yang tidak memperpanjang kontrak pangkalan militer Amerika di Manta tahun 2009.</p>
<p>Perhatikan syarat yang diajukan pak Careera itu. Kalau Amerika masih mau berpangkalan militer di Ecuador, silahkan saja. Asalkan Amerika juga harus rela wilayah negerinya juga dijadikan pangkalan militer Ecuador di Miami, wilayah Amerika Serikat.</p>
<p>Jadi seimbang, sederajat, setara dan resiprokal. Tidak berat sebelah sebagaimana kebijakan para pejabat kita yang membolehkan militer Singapura masuk ke wilayah kedaulatan kita.</p>
<p>Asal tahu saja, negara kita telah menandatangani perjanjian sangat tidak seimbang dengan Singapura, sehingga tentara negeri agen Zionis itu bebas main perang-perangan dengan peluru tajam di Indonesia, seperti Wilayah Alfa I, Alfa II, Bravo, dan Baturaja. Bahkan dibolehkan mengundang pihak ketiga dari negara lain. Gila kan?</p>
<p><strong>Apa Kabar Presiden Kita?Jadi kalau kita mau pilih Presiden lagi nanti, itu pun kalau masih mau, satu saja syaratnya. Apakah si calon presiden itu berani bilang TIDAK kepada Amerika dan penjajah asing? Beranikah dia mengusir pergi semua perusahaan asing yang kerja menjarah itu? Beranikah dia bubarkan mafia Berkeley di pemerintahannya?</p>
<p></strong>Apa pun janji-janji gombalnya, selama masih membungkuk-bungkuk dan mencium jempol kaki Amerika yang bau itu, percuma saja kita punya pemerintahan baru. Kita hanya akan kejeblos di lubang yang sama. Apesnya, bukan untuk yang kedua kalinya, tapi untuk yang kesekian kalinya. Kebodohan yang selalu saja berulang. Bodoh atau memang gila, agak kurang jelas memang.</p>
<p><strong>Menggebuk FPI: Order Pihak Asing<br />
</strong><br />
Kalau sekarang FPI lagi digebuki, diprovokasi, lalu pecah bentrok, kemudian ditangkapi, jelas sekali semua itu adalah order dari pihak asing. Jelas ada banyak kepentingan di dalamnya. Mulai dari masalah Ahmadiyah yang memang sangat dilindungi oleh zionis dan Amerika, hingga urusan ketaatan para penguasa terhadap penguasa asing.</p>
<p>Bahkan yang paling menyedihkan, order itu masuk juga ke pihak media di negeri ini. Ingat-ingatlah, sejak kejadian Ahad di Monas pekan lalu, nyaris semua TV nasional di negeri ini secara ijma&#8217; dan muttafaqun alaihi, kompak, se-iya sekata, untuk menyalah-nyalahkan FPI.</p>
<p>Siapa saja yang menonton TV selama sepekan ini, kalau otaknya kurang cerdas akan berkesimpulan sederhana: Pokoknya FPI itu biang kerok, pokoknya FPI itu harus dibubarkan, pokoknya aktifisnya harus ditangkap. Dan seribu pokoknya yang lain.</p>
<p>Padahal sangat jelas semua itu pesanan asing. Dan yang paling konyol serta menyakitkan hati, masih ada saja oknum dari bangsa kita sendiri yang mau-maunya diperintah melakukan kekejian hanya sekedar membuktikan bahwa dirinya adalah anjing yang setia kepada tuannya. Naudzubillah tsumma naudzu billah.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/06/10/ternyata-indonesia-belum-lepas-dari-penjajahan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>FPI dan Laskarnya, Korban Perang Intelektual Melawan JIL</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/06/06/fpi-dan-laskarnya-korban-perang-intelektual-melawan-jil.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/06/06/fpi-dan-laskarnya-korban-perang-intelektual-melawan-jil.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 21:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>

		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>

		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/06/06/fpi-dan-laskarnya-korban-perang-intelektual-melawan-jil.html</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah yang meraup keuntungan dengan adanya wacana pembubaran FPI?
1. Pelaku maksiat, mulaiÂ dari bandar narkoba, pengusaha perjudian, pedagang miras, pemilik warung remang-remang dan protitusi terselubung, empunya majalahÂ asusila,Â hingga pembuat karikatur pelecehan Rasulullah SAW.
2. Pemerintah, karena berhasil  mengalihkan demonstrasi dan perhatian masyarakat mengenai melonjaknya harga barang akibat kenaikan BBM.
3. Kaum islam liberal, karenaÂ satpamnya berkurang. Sayang sekali, mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img ALIGN="left" ALT="FPI" SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/06/fpi1.jpg" />Siapakah yang meraup keuntungan dengan adanya wacana pembubaran FPI?</p>
<p>1. <strong>Pelaku maksiat</strong>, mulaiÂ dari bandar narkoba, pengusaha perjudian, pedagang miras, pemilik warung remang-remang dan protitusi terselubung, empunya majalahÂ asusila,Â hingga pembuat karikatur pelecehan Rasulullah SAW.</p>
<p>2. <strong>Pemerintah,</strong> karena berhasil  mengalihkan demonstrasi dan perhatian masyarakat mengenai melonjaknya harga barang akibat kenaikan BBM.</p>
<p>3. <strong>Kaum islam liberal</strong>, karenaÂ satpamnya berkurang. Sayang sekali, mereka adalah anak-anak para ulama yang jauh dari hidayah Allah SWT. Orang tua mereka sibuk mengurusi pesantren namun tidak menyadari tingkah polah anak-anak mereka yang menjadi musuh Allah SWT dan mengajak orang lain untuk tidak mengindahkan aturan Allah SWT.</p>
<p>&#8220;<em>Kalau mau ke neraka sendiri aja dong, gak usah ngajak-ngajak orang lain. Jangan sok membela kebebasan beragama kalau Anda sendiri tidak menjalankan syariat.</em>&#8220;, demikian komentar panas kami (BinaMuslim) mengenai kehadiran AKKBB, gerombolanÂ JIL dan kawan-kawannya yang sudah nyata sesatnya, tapi mampu &#8220;mengendalikan&#8221; ucapan dan tindakan SBY tanpa disadarinya. Motor penggerak utama dari AKKBB adalah orang-orang JIL (sumber: http://nongmahmada.blogspot.com/2008/06/iklan-petisi-kita.html ).</p>
<p>[Bagian berikut dikutip dari http://suburraya.multiply.com/journal/item/6/Bahaya_JIL_Jaringan_Islam_Liberal ]</p>
<p><strong>Agenda dan Gagasan Firqah Liberal</strong><br />
Dalam tulisan berjudul â€œEmpat Agenda islam Yang Membebaskan; Luthfi AsySyaukani, salah seorang penggagas JIL yang juga dosen di Universitas Paramadina Mulya memperkenalkan empat agenda Islam Liberal:<span id="more-68"></span><br />
(1) Agenda politik. Menurutnya urusan negara adalah murni urusan dunia, sistem kerajaan dan parlementer (demokrasi) sama saja.<br />
(2) Mengangkat kehidupan antara agama. Menurutnya perlu pencarian teologi pluralisme mengingat semakin majemuknya kehidupan bermasyarakat di negeri-negeri Islam.<br />
(3) Emansipasi wanita; dan<br />
(4) Kebebasan berpendapat (secara mutlak).</p>
<p>Sementara dari sumber lain diperoleh bahwa empat agenda mereka adalah<br />
(1) pentingnya konstekstualisasi ijtihad<br />
(2) komitmen terhadap rasionalitas dan pembaruan<br />
(3) penerimaan terhadap pluralisme sosial dan pluralisme agama-agama<br />
(4) permisahan agama dari partai politik dan adanya posisi non-sektarian negara<br />
(lihat Greg Bertan, Gagasan Islam Liberal di Indonesia, Pustaka Antara Paramadina 1999: XXI)</p>
<p><strong>Front Pembela Islam</strong></p>
<p>Firman Allah Subhanahu Wa Taâ€™ala:<br />
<img STYLE="width: 580px; height: 119px" HEIGHT="119" WIDTH="580" ALIGN="middle" SRC="http://web1hari.com/file/gif/3/3_104.gif" /><br />
â€œDan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntungâ€. Qs.Ali Imran (3):104</p>
<p>Ø¹Ù† Ø£Ø¨ÙŠ Ø³Ø¹ÙŠØ¯ Ø§Ù„Ø®Ø¯Ø±ÙŠ -Ø±Ø¶ÙŠ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù†Ù‡- Ù‚Ø§Ù„: Ø³Ù…Ø¹Øª Ø±Ø³ÙˆÙ„ Ø§Ù„Ù„Ù‡ ØµÙ„Ù‰ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù„ÙŠÙ‡ ÙˆØ³Ù„Ù… ÙŠÙ‚ÙˆÙ„: Ù…Ù† Ø±Ø£Ù‰ Ù…Ù†ÙƒÙ… Ù…Ù†ÙƒØ±Ø§ ÙÙ„ÙŠØºÙŠØ±Ù‡ Ø¨ÙŠØ¯Ù‡ØŒ ÙØ¥Ù† Ù„Ù… ÙŠØ³ØªØ·Ø¹ ÙØ¨Ù„Ø³Ø§Ù†Ù‡ØŒ ÙØ¥Ù† Ù„Ù… ÙŠØ³ØªØ·Ø¹ ÙØ¨Ù‚Ù„Ø¨Ù‡ØŒ ÙˆØ°Ù„Ùƒ Ø£Ø¶Ø¹Ù Ø§Ù„Ø¥ÙŠÙ…Ø§Ù†</p>
<p>ÙˆÙÙŠ Ø±ÙˆØ§ÙŠØ© : Ù„ÙŠØ³ ÙˆØ±Ø§Ø¡ Ø°Ù„Ùƒ Ù…Ù† Ø§Ù„Ø¥ÙŠÙ…Ø§Ù† Ø­Ø¨Ø© Ø®Ø±Ø¯Ù„</p>
<p>Dari Abu Saâ€™id Al Khudry -radhiyallahu â€˜anhu- berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu â€˜alahi wa sallam bersabda, â€œBarang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.â€ (HR. Muslim no. 49)</p>
<p>Ayat dan hadits inilah yang mungkin menjadi landasan FPI dalam bertindak selama ini. Setiap aksi dan tindakan FPI ternyata membuat ketir para perusak aqidah Islam, antara lain Ahmadiyah dan Jaringan Islam Liberal (JIL).</p>
<p>[Bagian berikut dikutip dari http://fpi-frontpembelaislam.blogspot.com/ ]</p>
<p><img ALIGN="left" ALT="logokecilfpi.jpg" SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/06/logokecilfpi.jpg" /></p>
<p><strong>Visi FPI</strong><br />
FPI berpandangan bahwa penegakan amar maâ€™ruf nahi munkar adalah satu-satunya solusi untuk menjauhkan kezholiman dan kemungkaran. FPI berkeinginan untuk menegakkan amar maâ€™ruf nahi munkar secara kaffah (sempurna) di semua segi kehidupan manusia, dengan tujuan menciptakan umat sholihat yang hidup dalam baldah thoyyibah (negeri yang baik) dengan limpahan keberkahan dan keridhoan Allah â€˜Azza wa Jalla.</p>
<p><strong>Misi FPI</strong><br />
Amar maâ€™ruf nahi munkar untuk penerapan syariat Islam secara kaffah.</p>
<p><strong>Asas Perjuangan FPI</strong><br />
Â· FPI adalah organisasi amar maâ€™ruf nahi munkar<br />
Â· Berdasarkan Islam<br />
Â· Beraqidahkan Ahlus Sunnah wal Jamaâ€™ah (berpegangh teguh pada Al Qurâ€™an dan As-Sunnah)</p>
<p><strong>Pedoman Perjuangan FPI</strong><br />
1. Allah SWT adalah Tuhan kami dan Dia lah tujuan kami<br />
2. Muhammad Rasulullah SAW adalah teladan kami<br />
3. Al Qurâ€™an Karim adalah Imam kami (sumber segala sumber hukum Islam)<br />
4. Al-Jihad adalah jalan kami (jihad tenaga, jihad lisan, jihad hati, jihad ibadah, jihad ilmu, jihad harta, jihad nafkah, dsbnya)<br />
5. Asy-Syahadah (mati syahid) adalah cita-cita kami</p>
<p><img ALIGN="left" ALT="fpi2.jpg" SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/06/fpi2.jpg" /><strong>Semboyan FPI</strong><br />
â€œHidup Mulia atau Mati Syahidâ€</p>
<p><strong>Motto FPI</strong><br />
â€˜Haq (kebenaran) yang tidak memiliki sistem yang (terorganisasi dengan) baik dapat dikalahkan oleh Bathil (kejahatan) yang tersistemâ€™</p>
<p>Tampaknya motto inilah yang sedang menimpa FPI ketika JIL dengan dukungan media mengubah isu penolakan Ahmadiyah berbalik arah menjadi wacana pembubaran FPI.</p>
<p><strong>Dalil Al-Qurâ€™an Mengenai Amar Maâ€™ruf Nahi Munkar</strong></p>
<p>Amar Maâ€™ruf (mengajak kepada perbuatan baik) Nahi Munkar (mencegah perbuatan buruk) merupakan :<br />
<strong>1. Cara untuk mendapat keberuntungan, dunia dan akhirat</strong> (QS Ali Imran 104)<br />
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.<br />
<strong>2. Ciri umat manusia yang terbaik</strong> (QS Ali Imran 110)<br />
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.<br />
<strong>3. Dasar-dasar pembangunan akhlak sholih</strong> (Qs Ali Imran 114)<br />
Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.<br />
<strong>4. Tugas mulia para nabi sejak dulu</strong> (Qs Al-Aâ€™raf 157)<br />
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur&#8217;an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.<br />
<strong>5. Sebab-sebab turunnya rahmat</strong> (Qs At-Taubah 71)<br />
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.<br />
<strong>6. Sifat seorang mukmin sejati </strong>(Qs Al-Hajj 41)<br />
(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.<br />
<strong>7. Kewajiban yang diperintahkan Allah SWT</strong> (Qs Luqman 17)<br />
Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).</p>
<p>[Bagian berikut dikutip dari http://muslim.or.id/manhaj-salaf/amar-maruf-nahi-mungkar-1.html ]</p>
<p>Dalam amar maâ€™ruf dan nahi mungkar ada berapa kaidah penting dan prinsip dasar yang harus diperhatikan, jika tidak diindahkan niscaya akan menimbulkan kemungkaran yang lebih besar dan banyak:</p>
<p><strong>Mempertimbangkan antara maslahat dan mafsadah</strong><br />
Ini adalah kaidah yang sangat penting dalam syariâ€™at Islam secara umum dan dalam beramar maâ€™ruf dan nahi mungkar secara khusus, maksudnya ialah seseorang yang beramar maâ€™ruf dan nahi mungkar ia harus memperhatikan dan mempertimbangkan antara maslahat dan mafsadat dari perbuatannya tersebut. Jika maslahat yang ditimbulkan lebih besar dari mafsadatnya maka ia boleh melakukannya, tetapi jika menyebabkan kejahatan dan kemungkaran yang lebih besar maka haram ia melakukannya, sebab yang demikian itu bukanlah sesuatu yang di perintahkan oleh Allah Taâ€™ala, sekalipun kemungkaran tersebut berbentuk suatu perbuatan yang meninggalkan kewajiban dan melakukan yang haram.</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, â€œJika amar maâ€™ruf dan nahi mungkar merupakan kewajiban dan amalan sunah yang sangat agung (mulia) maka sesuatu yang wajib dan sunah hendaklah maslahat di dalamnya lebih kuat/besar dari mafsadatnya, karena para rasul diutus dan kitab-kitab diturunkan dengan membawa hal ini, dan Allah tidak menyukai kerusakan, bahkan setiap apa yang diperintahkan Allah adalah kebaikan, dan Dia telah memuji kebaikan dan orang-orang yang berbuat baik dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, serta mencela orang-orang yang berbuat kerusakan dalam beberapa tempat, apabila mafsadat amar maâ€™ruf dan nahi mungkar lebih besar dari maslahatnya maka ia bukanlah sesuatu yang diperintahkan Allah, sekalipun telah ditinggalkan kewajiban dan dilakukan yang haram, sebab seorang mukmin hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam menghadapi hamba-Nya, karena ia tidak memiliki petunjuk untuk mereka, dan inilah makna firman Allah:</p>
<p>ÙŠØ§ Ø£ÙŠÙ‡Ø§ Ø§Ù„Ø°ÙŠÙ† Ø¢Ù…Ù†ÙˆØ§ Ø¹Ù„ÙŠÙƒÙ… Ø£Ù†ÙØ³ÙƒÙ… Ù„Ø§ ÙŠØ¶Ø±ÙƒÙ… Ù…Ù† Ø¶Ù„ Ø¥Ø°Ø§ Ø§Ù‡ØªØ¯ÙŠØªÙ…</p>
<p>â€œWahai orang-orang yang beriman perhatikanlah dirimu, orang yang sesat tidak akan membahayakanmu jika kamu mendapat petunjuk.â€ (QS. Al-Maaâ€™idah: 105)</p>
<p>Dan mendapat petunjuk hanya dengan melakukan kewajiban.â€ (Al Amru bil Maâ€™ruf wan Nahyu â€˜anil Mungkar, hal. 10. cet. Wizarah Syuun al Islamiyah)</p>
<p>Dan beliau juga menambahkan, â€œSesungguhnya perintah dan larangan jika menimbulkan maslahat dan menghilangkan mafsadat maka harus dilihat sesuatu yang berlawanan dengannya, jika maslahat yang hilang atau kerusakan yang muncul lebih besar maka bukanlah sesuatu yang diperintahkan, bahkan sesuatu yang diharamkan apabila kerusakannya lebih banyak dari maslahatnya, akan tetapi ukuran dari maslahat dan mafsadat adalah kacamata syariâ€™at.â€</p>
<p>Imam Ibnu Qoyyim berkata, â€œJika mengingkari kemungkaran menimbulkan sesuatu yang lebih mungkar dan di benci oleh Allah dan Rasul-Nya, maka tidak boleh dilakukan, sekalipun Allah membenci pelaku kemungkaran dan mengutuknya.â€ (Iâ€™laamul Muwaqqiâ€™iin, 3/4)</p>
<p>Oleh karena itu perlu dipahami dan diperhatikan empat tingkatan kemungkaran dalam ber-nahi mungkar berikut ini:</p>
<ol>
<li>Hilangnya kemungkaran secara total dan digantikan oleh kebaikan.</li>
<li>Berkurangnya kemungkaran, sekalipun tidak tuntas secara keseluruhan.</li>
<li>Digantikan oleh kemungkaran yang serupa.</li>
<li>Digantikan oleh kemungkaran yang lebih besar.</li>
</ol>
<p>Pada tingkatan pertama dan kedua disyariâ€™atkan untuk ber-nahi mungkar, tingkatan ketiga butuh ijtihad, sedangkan yang keempat terlarang dan haram melakukannya.</p>
<p><strong>Bahan pelengkap:</strong></p>
<p>1. <a TARGET="_blank" HREF="http://fuui.wordpress.com/2008/06/06/insiden-monas-untuk-jegal-penerbitan-skb-ahmadiyah/">http://fuui.wordpress.com/2008/06/06/insiden-monas-untuk-jegal-penerbitan-skb-ahmadiyah/</a></p>
<p>2.Â <a TARGET="_blank" HREF="http://amaduq01.wordpress.com/2008/06/04/mereka-yang-dibalik-akk-bb/">http://amaduq01.wordpress.com/2008/06/04/mereka-yang-dibalik-akk-bb/</a></p>
<p>3.Â <a TARGET="_blank" HREF="http://groups.yahoo.com/group/eramuslim/message/28054">http://groups.yahoo.com/group/eramuslim/message/28054</a></p>
<p>4.Â <a TARGET="_blank" HREF="http://eramuslim.com/berita/nas/8603141915-soeripto-as-tidak-usah-ikut-campur-soal-insiden-monas.htm">http://eramuslim.com/berita/nas/8603141915-soeripto-as-tidak-usah-ikut-campur-soal-insiden-monas.htm</a></p>
<p>5.Â <a TARGET="_blank" HREF="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/amar-maruf-nahi-mungkar-1.html">http://muslim.or.id/manhaj-salaf/amar-maruf-nahi-mungkar-1.html</a></p>
<p>6.Â <a TARGET="_blank" HREF="http://www.eramuslim.com/berita/nas/8606194544-ketua-mui-kh.-kholil-ridwan-umat-islam-wajib-bela-fpi.htm">http://www.eramuslim.com/berita/nas/8606194544-ketua-mui-kh.-kholil-ridwan-umat-islam-wajib-bela-fpi.htmÂ </a></p>
<p>7.Â <a TARGET="_blank" HREF="http://amaduq01.wordpress.com/2008/06/05/jil-berada-dibalik-skenario-bentrok-monas-sby-pun-tahu/">http://amaduq01.wordpress.com/2008/06/05/jil-berada-dibalik-skenario-bentrok-monas-sby-pun-tahu/</a></p>
<p>Berita padaÂ link nomor 7 mungkin ada yang tidak benar, tetapi bisa jadi ada benarnya juga.  Yang patut kita cermati adalah komentar nomor 66 berikut ini. Daftar ini dimuat agar kita berhati-hati, menghindari dan menjauhi pemikiran JIL dan antek-anteknya.</p>
<p><em>Abu Hafizh Berkata:</em></p>
<p><em>Juni 6, 2008 pada 10:27 pm</em></p>
<p>Pokoknya hati-hati dengan Pemahaman/Pemikiran/Pola Pikir JIL dan juga Buku-buku mereka, sekolah foundation atau apapun bentuknya yg dikelola oleh org-2 JIL harus kita hindari dan jauhi karena mereka adalah Kelompok/Orang yang SESAT dan MENYESATKAN UMAT, Be Careful !!</p>
<p><strong>Daftar 50 TOKOH JIL INDONESIA</strong></p>
<p>A. Para Pelopor<br />
1. Abdul Mukti Ali<br />
2. Abdurrahman Wahid<br />
3. Ahmad Wahib<br />
4. Djohan Effendi<br />
5. Harun Nasution<br />
6. M. Dawam Raharjo<br />
7. Munawir Sjadzali<br />
8. Nurcholish Madjid</p>
<p>B. Para Senior<br />
9. Abdul Munir Mulkhan<br />
10. Ahmad Syafiâ€™i Maâ€™arif<br />
11. Alwi Abdurrahman Shihab<br />
12. Azyumardi Azra<br />
13. Goenawan Mohammad<br />
14. Jalaluddin Rahmat<br />
15. Kautsar Azhari Noer<br />
16. Komaruddin Hidayat<br />
17. M. Amin Abdullah<br />
18. M. Syafiâ€™i Anwar<br />
19. Masdar F. Masâ€™udi<br />
20. Moeslim Abdurrahman<br />
21. Nasaruddin Umar<br />
22. Said Aqiel Siradj<br />
23. Zainun Kamal</p>
<p>C. Para Penerus â€œPerjuanganâ€<br />
24. Abd Aâ€™la<br />
25. Abdul Moqsith Ghazali<br />
26. Ahmad Fuad Fanani<br />
27. Ahmad Gaus AF<br />
28. Ahmad Sahal<br />
29. Bahtiar Effendy<br />
30. Budhy Munawar-Rahman<br />
31. Denny JA<br />
32. Fathimah Usman<br />
33. Hamid Basyaib<br />
34. Husein Muhammad<br />
35. Ihsan Ali Fauzi<br />
36. M. Jadul Maula<br />
37. M. Luthfie Assyaukanie<br />
38. Muhammad Ali<br />
39. Munâ€™im A. Sirry<br />
40. Nong Darol Mahmada<br />
41. Rizal Malarangeng<br />
42. Saiful Mujani<br />
43. Siti Musdah Mulia<br />
44. Sukidi<br />
45. Sumanto al-Qurthuby<br />
46. Syamsu Rizal Panggabean<br />
47. Taufik Adnan Amal<br />
48. Ulil Abshar-Abdalla<br />
49. Zuhairi Misrawi<br />
50. Zuly Qodir</p>
<p>Sumber :<br />
Judul Buku : 50 Tokoh Islam Liberal Indonesia : Pengusung Ide Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme</p>
<p>Penulis : Budi Handrianto<br />
Halaman : 295 + xxvi paperback (softcover)<br />
Cetakan 1 : Juni 2007<br />
Penerbit : Hujjah Press (kelompok Penerbit Al Kautsar)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/06/06/fpi-dan-laskarnya-korban-perang-intelektual-melawan-jil.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Shinaâ€™atul â€˜Uqul (Rekayasa Akal-Akal Baru)</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/04/16/shina%e2%80%99atul-%e2%80%98uqul-rekayasa-akal-akal-baru.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/04/16/shina%e2%80%99atul-%e2%80%98uqul-rekayasa-akal-akal-baru.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 06:09:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>

		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/04/16/shina%e2%80%99atul-%e2%80%98uqul-rekayasa-akal-akal-baru.html</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana mendefinisikan pendidikan (tarbiyah) dalam tiga kata? Saya yakin, kesulitan akan menanti anda bila anda mencoba mencari definisi pendidikan dengan kualifikasi seperti tadi dalam berbagai buku ilmu pendidikan. Saya yakin itu. Mengapa ?
Barangkali, dimensi yang termuat dalam kata pendidikan (tarbiyah) terlalu banyak, dan sulit untuk dirangkum dalam hanya tiga kata. Tapi, saya telah menemukan definisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img ALIGN="left" ALT="anis_matta.jpg" SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/04/anis_matta.jpg" />Bagaimana mendefinisikan pendidikan (tarbiyah) dalam tiga kata? Saya yakin, kesulitan akan menanti anda bila anda mencoba mencari definisi pendidikan dengan kualifikasi seperti tadi dalam berbagai buku ilmu pendidikan. Saya yakin itu. Mengapa ?</p>
<p>Barangkali, dimensi yang termuat dalam kata pendidikan (tarbiyah) terlalu banyak, dan sulit untuk dirangkum dalam hanya tiga kata. Tapi, saya telah menemukan definisi itu. Pendidikan (tarbiyah), kata Muhammad Quthb dalam Manhaj Tarbiyah Islamiyah, adalah â€œSeni  Membentuk  Manusiaâ€  (Fannu Tasykilil Insan).</p>
<p>Kita semua tahu, dimensi-dimensi manusia yang harus dibentuk adalah akal, hati, dan badan. Bila ketiga hal itu dilihat dari sisi proses tarbiyah yang telah dilakukan oleh Harakah Islam, patutlah sejenak kita bergembira. Sebab, ada banyak angka keberhasilan yang dapat kita raba, lihat dan saksikan. <span id="more-66"></span></p>
<p>Hanya ada satu hal yang nampaknya perlu difokuskan  lebih jauh di sini. Tantangan untuk merumuskan â€œ Manhajul Badailil Islamiyah â€œ perlu disikapi lebih jauh dalam bentuk implementasi nyata. Pada bagian ini, yang ingin menjadi fokus adalah implementasinya pada skala struktur.</p>
<p>Tantangan itu tentu membutuhkan sejumlah SDM Harakah Islamiyah. Dengan kata lain, sudah saatnya Harakah Islamiyah membibit â€œqiyadah-qiyadah fikriyahâ€ yang diantara fungsi-fungsinya adalah merumuskan Al-Badailul Islamiyah itu. Sebab, sejauh ini , Harakah Islamiyah terbilang berhasil melahirkan qiyadah ruhiyah (pemimpin jihad), qiyadah siyasiyah (pemimpin politik). Tapi, setelah Harakah Islam berhasil membobol tembok wilayah politik, seperti yang kita lihat pada pada kasus Turki, Yaman, Yordania, Kuwait, Sudan dan lainnya, tantangan selanjutnya secara langsung ditujukan kepada basis kepemimpinan pemikiran.</p>
<p>Dalam kaitan itu, makin terasa  urgensi memberi  orientasi baru yang lebih terfokus pada aspek â€œFannu  Shinaâ€™atul Uqul  (seni merekayasa akal-akal baru ) dalam Harakah Islam. Untuk itu, kita dituntut memahami sejumlah problema yang menimpa akal muslim, konsep strukturisasi tsaqafah muslim, konsep pembinaan manusia-manusia jenius dan lainnya.<br />
Pertimbangannya adalah, Harakah Islam telah berhasil melalui satu tangga dari fase kebangkitannya, yaitu â€œYaqizhah Ruhiyahâ€ (kebangunan spritual). Dan kini saatnya kita melangkah lebuh jauh menaiki tangga selanjutnya. Yaitu, fase â€œShahwah Fikriyahâ€ (Kebangkitan Pemikiran). Fase ini berfungsi memberi kontribusi konseptual pada proses aplikasi Islam secara kaffah dalam konteks kehidupan modern.</p>
<p>Walhasil, kita perlu memperluas wawasan konseptual kita tentang makna tarbiyah, sekaligus mencoba sumber-sumber pengayaan dalam menangani seni merekayasa akal-akal baru Muslim modern, yang mampu memadukan dimensi â€˜ashalahâ€™ (orisinalitas) dan â€˜muâ€™asharah (kekontemporeran). Karena, akal-akal Muslim sebelumnya, selalu hanya mampu mengambil  satu sisi dari karakter  kepemikiran ini. Ada pemikir yang memiliki ashalah tsaqafiyah, tapi tidak mampu berinteraksi dengan zamannya. Demikian pula sebaliknya. Ada juga yang kadang mencoba memadukannya, tapi gagal dan hanya berakibat split. Mungkinkah Harakah Islam kini mampu melewati batas-batas kegagalan itu ? Semoga!</p>
<p><em>(Disalin dari buku Arsitek Peradaban, karangan Anis Matta, diterbitkan tahun 2006 oleh Fitrah Rabbani)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/04/16/shina%e2%80%99atul-%e2%80%98uqul-rekayasa-akal-akal-baru.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ayat-Ayat Cinta (AAC), Novel vs Film</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/03/21/ayat-ayat-cinta-novel-vs-film.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/03/21/ayat-ayat-cinta-novel-vs-film.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 21:15:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/03/21/ayat-ayat-cinta-novel-vs-film.html</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2004, Ayat-Ayat Cinta hanyalah rangkaian cerita bersambung yang hadir hampir setiap hari di surat kabar Republika. Di dalamnya ada Fahri, Maria, Aisha, Nurul dan Noura. Gaya bahasa serta lingkungan ceritanya yang sangat Islami tentu menarik perhatian para ikhwah, terutama yang sedang bersemangat mendalami Al-Qur&#8217;an, apalagi yang belum menemukan pasangan hidupnya.
Setelah dibukukan, saking larisnya, novel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/03/ayat_ayat_cinta.gif" alt="ayat_ayat_cinta.gif" align="left" />Tahun 2004, Ayat-Ayat Cinta hanyalah rangkaian cerita bersambung yang hadir hampir setiap hari di surat kabar Republika. Di dalamnya ada Fahri, Maria, Aisha, Nurul dan Noura. Gaya bahasa serta lingkungan ceritanya yang sangat Islami tentu menarik perhatian para ikhwah, terutama yang sedang bersemangat mendalami Al-Qur&#8217;an, apalagi yang belum menemukan pasangan hidupnya.</p>
<p>Setelah dibukukan, saking larisnya, novel pembangun jiwa ini cukup sulit untuk diperoleh, bahkan pada sebuah pameran buku sekalipun. Hingga tulisan ini dibuat, diperoleh keterangan bahwa Ayat-Ayat Cinta telah dicetak 37 kali , dengan jumlah lebih dari 750 ribu eksemplar. Melihat potensi itu, juragan sinetron Indonesia pun tertarik membuat film berlatarkan cerita pada novel ini.</p>
<p><img src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/03/aac.jpg" alt="aac.jpg" align="left" />Film Ayat-Ayat Cinta telah disajikan kepada publik, <em>sound track</em>-nya pun terdengar di setiap kesempatan. Namun apa yang disajikan di dalam film tersebut masih sangat jauh dari novel aslinya. Dari cuplikan-cuplikannya, dapat ditebak bahwa sang produser lebih ingin menguatkan &#8216;cinta&#8217; daripada &#8216;ayat&#8217;. Penonton mungkin dengan mudahnya akan menuduh bahwa penulis skenario dan sutradara lebih mengedepankan nuansa percintaan karena nafsu, dibandingkan kecintaan para tokoh utamanya kepada Al-Qur&#8217;an serta percintaan mereka yang didasari kecintaan kepada Allah SWT.</p>
<p>Tapi apa kata sutradaranya?</p>
<p><img src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/03/hanung.jpg" alt="hanung.jpg" align="left" /><em>Demi Alloh, gajiku tidak sebanding dengan persoalan yang aku hadapi. Kalau orang mengira aku melakukan ini semua demi uang? Demi jualan? Kehormatan? Wallohi, orang itu benar-benar picik. Tidak ada keuntungan materi yang aku dapat di film ini. Semata-mata hanya idealismeku saja yang berharap Film Indonesia tidak hanya diisi oleh Horor dan percintaan remaja Kota. Tapi apa itu idealisme? Apakah Kang Abik (Habiburrahman El Shirazy, penulis novel) dan jutaan pembaca AAC mengerti soal idealisme ini? Apa yang mereka bisa berikan buat mengganti segudang persoalan kami disini? Mereka tidak lebih dari sekedar penonton yang menuntut hiburan atau membanding-bandingkan Film dengan Novelnya. Lantas jika tidak sama dengan Novelnya terus mencaci maki, menganggap bodoh dan kafir sutradara yang membuat. Karena hal-hal islami dalam Novel tidak tampak, tidak terasa.Lagi-lagi dadaku sesak. Tapi aku tidak bisa lari. Aku sudah berjanji kepada diriku, anakku dan ibuku untuk memberikan yang terbaik. â€˜Kalau kamu sudah bisa membuat film, buatlah film tentang agamamu.â€™, kata ibuku yang terus menerus terngiang.</em> (<a href="http://dearestmask.blogs.friendster.com/my_blog/2007/12/kisah_di_balik__1.html" target="_blank">Hanung Bramantyo</a>)</p>
<p>Jadi, apa kesimpulannya? Sebagai nilai positif, dari film tersebut semoga semakin  banyak yang tertarik untuk membaca novel aslinya kemudian mendapatkan hidayah berupa pencerahan ruhiyah, penyadaran pemikiran serta penambahan keimanan kepada Allah SWT.</p>
<p>Adapun bagi yang telah membaca novel Ayat-Ayat Cinta dan belum menyaksikan filmnya, Anda berhak untuk tidak menontonnya, bila merasa bahwa apa yang disajikan di dalam film Ayat-Ayat Cinta tidaklah lebih baik daripada apa yang tercantum di dalam novel aslinya.<br />
<span id="more-63"></span><br />
Dikutip dari novel Ayat-Ayat Cinta:</p>
<p>&#8220;Maria suka pada Al-Qurâ€™an. Ia sangat mengaguminya, meskipun ia tidak pernah mengaku muslimah. Penghormatannya pada Al-Qurâ€™an bahkan melebihi beberapa intelektual muslim&#8221;<br />
â€¦<br />
&#8220;Aku memandang ke arah Aisha, pada saat yang sama dua matanya yang bening di balik cadarnya juga sedang memandang ke arahku. Pandangan kami bertemu. Dan ces! Ada setetes embun dingin menetes di hatiku. Kurasakan tubuhku bergetar. Aku cepat-cepat menundukkan kepala. Dia kelihatannya melakukan hal yang sama. Kukira Aisha tidak setegang diriku, sebab dia merasa lebih santai. Wajahnya tersembunyi di balik cadarnya. Sementara diriku, aku tidak tahu seperti apa bentuk mukaku. Aku harus mencari cara untuk menghilangkan ketegangan ini.<br />
â€¦.<br />
â€œIni adalah majelis taâ€™aruf untuk dua orang yang sedang berniat untuk melangsungkan pernikahan. Menurut ajaran nabi, seorang pemuda boleh melihat wajah perempuan yang hendak dinikahinya. Untuk melihat daya tarik dan untuk menyejukkan hati.&#8221;<br />
â€¦<br />
&#8220;Suamiku, terserah mau kau atur bagaimana ATM yang ada di tanganmu itu. ATM yang aku pegang ini berisi dana dari aset bisnis di Jerman. Sekarang telah terisi dana 7 juta dollar. Sistemnya aku buat seperti yang di Turki. Tiap bulan cuma sepuluh persen dari laba bersih perusahaan yang masuk ke pemilik perusahaan. Dan yang ini tidak akan kita otak-atik dulu sampai nanti ketika kita tinggal di Indonesia. Kita akan menggunakannya sebaik mungkin bersama-sama. Jadi aku tidak akan mengutik-utik ATM yang ada di tanganku. Lapar kenyangku adalah atas kebijakanmu. Kaulah yang menjatah dana untuk diriku. Kaulah yang menentukan besarnya dana belanja tiap bulan. Kalau aku minta sesuatu maka aku akan minta padamu. Kaulah imamku.</p>
<p>â€ Mendengar apa yang dituturkan Aisha aku jadi sedih, pucat merinding dan bergetar. Aku memegang ATM senilai $ 3.430.000,- atau kira-kira sebesar 30 milyar rupiah. Aku merasa gunung Merapi hendak menimpaku.&#8221;<br />
â€¦.<br />
&#8220;Oh begitu cepat perubahan terjadi. Kemarin malam aku masih tidur nyaman di hotel berbintang di Alexandria bercinta dengan Aisha begitu mesranya. Malam ini aku meringkuk kedinginan di penjara bawah tanah. Aku nyaris tidak bisa memejamkan mata. Seluruh tulang terasa ngilu, kulit kedinginan, punggung perih bukan main, dan kemaluan sakit luar biasa. Bayang-bayang kematian mengintai di semua sudut ruangan, tapi aku bersikeras untuk bertahan.&#8221;<br />
â€¦..</p>
<p>â€œFahri, menikahlah dengan Maria. Aku ikhlas.â€<br />
â€œTidak Aisha, tidak! Aku tidak bisa.â€<br />
â€œMenikahlah dengan dia, demi anak kita. Kumohon! Jika Maria tidak memberikan kesaksiannya maka aku tak tahu lagi harus berbuat apa untuk menyelamatkan ayah dari anak yang kukandung iniâ€, setetes air bening keluar dari sudut matanya.<br />
â€œAisha, hidup dan mati ada di tangan Allah.â€<br />
â€œTapi manusia harus berusaha sekuat tenaga. Tidak boleh pasrah begitu saja. Menikahlah dengan Maria lalu lakukanlah seluruh petunjuk dokter untuk menyelamatkannya.â€<br />
â€œAku tak bisa Aisha. Aku sangat mencintaimu. Aku ingin kau yang pertama dan terakhir bagiku.â€<br />
â€œKalau kau mencintaiku maka kau harus berusaha melakukan yang terbaik untuk anak kita. Aku ini sebentar lagi menjadi ibu. Dan seorang ibu akan melakukan apa saja untuk ayah dari anaknya. Menikahlah dengan Maria. Dan kau akan menyelamatkan banyak orang. Kau menyelamatkan Maria. Menyelamatkan anak kita. Menyelamatkan diriku dari status janda yang terus membayang di depan mata dan menyelamatkan nama baikmu sendiri.â€<br />
â€œAku mencintai kalian semua. Tapi aku lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya. Budak hitam yang muslimah lebih baik dari yang bukan muslimah. Aku tak mungkin melakukannya isteriku.â€<br />
â€œAku yakin Maria seorang muslimah.â€<br />
â€œBagaimana kau bisa yakin begitu?â€<br />
â€œDengan sekilas membaca diarynya. Jika dia bukan seorang muslimah dia tidak akan mencintaimu sedemikian kuatnya. Kalau pun belum menjadi muslimah secara lisan dan perbuatan, aku yakin fitrahnya dia itu muslimah.â€<br />
â€œAku tidak bisa berspekulasi isteriku. Aku tidak bisa melakukannya. Dalam interaksi sosial kita bisa toleran pada siapa saja, berbuat baik kepada siapa saja. Tapi untuk masalah keyakinan aku tidak bisa main-main. Aku tidak bisa menikah kecuali dengan perempuan yang bersaksi dan meyakini tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Kalau untuk bertetangga, berteman, bermasyarakat aku bisa dengan siapa saja. Untuk berkeluarga tidak bisa Aisha. Tidak bisa!â€<br />
â€œSuamiku aku sependapat denganmu. Sekarang menikahlah dengannya. Anggaplah ini ijtihad dakwah dalam posisi yang sangat sulit ini. Nanti kita akan berusaha bersama untuk membawa Maria ke pintu hidayah. Jika tidak bisa, semoga Allah masih memberikan satu pahala atas usaha kita. Tapi aku sangat yakin dia telah menjadi seorang muslimah. Jika tidak bagaimana mungkin dia mau menerjemahkan buku yang membela Islam yang kau berikan pada Alicia itu. Itu firasatku. Kumohon menikahlah dan selamatkan Maria. Bukankah dalam Al-Qurâ€™an disebutkan, Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya?â€<br />
Aku diam tidak bisa bicara apa-apa. Aku tidak pernah membayangkan akan menghadapi suasana psikologis yang cukup berat seperti ini. Aisha mengambil cincin mahar yang aku berikan di jari manis tangan kanannya.</p>
<p><strike><strong>Format PDF dari novel Ayat-Ayat Cinta dapat diperoleh di </strong><strong>sini</strong></strike><strong>.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/03/21/ayat-ayat-cinta-novel-vs-film.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Al-Qur-an in 20 languages</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/03/12/al-qur-an-in-20-languages.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/03/12/al-qur-an-in-20-languages.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 04:20:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>

		<category><![CDATA[Tips &amp; Tricks]]></category>

		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/03/12/al-qur-an-in-20-languages.html</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang memiliki rekan yang tertarik dengan Al-Qur&#8217;an namun kurang mengerti Bahasa Arab atau Bahasa Indonesia, mungkin situs http://quran.nu/quran/index.asp dapat membantu. Di sana terdapat Al-Qur&#8217;an dalam 20 bahasa, termasuk Bahasa Jepang, Cina, Korea dan Bahasa Inggris.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img ALIGN="left" ALT="quran_nu.jpg" SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/03/quran_nu.jpg" />Bagi yang memiliki rekan yang tertarik dengan Al-Qur&#8217;an namun kurang mengerti Bahasa Arab atau Bahasa Indonesia, mungkin situs <a TARGET="_blank" HREF="http://quran.nu/quran/index.asp">http://quran.nu/quran/index.asp</a> dapat membantu. Di sana terdapat Al-Qur&#8217;an dalam 20 bahasa, termasuk Bahasa Jepang, Cina, Korea dan Bahasa Inggris.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/03/12/al-qur-an-in-20-languages.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
