<?xml version="1.0" encoding="UNICODE-1-1-UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>binaMUSLIM</title>
	<atom:link href="http://www.binamuslim.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.binamuslim.com</link>
	<description>Menuju Generasi Tiada Hari Tanpa Al-Qur'an</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Jul 2010 23:22:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bulan Rajab, Saatnya Menyambut Ramadhan</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2010/07/03/bulan-rajab-saatnya-menyambut-ramadhan.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2010/07/03/bulan-rajab-saatnya-menyambut-ramadhan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 17:38:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Rajab]]></category>
		<category><![CDATA[Sambut Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Rajab adalah bulan yang tepat untuk menyambut Ramadhan, adapun bulan Sya’ban adalah bulan yang disediakan bagi kita untuk belajar mengisi Ramadhan.

Artinya:
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Rajab adalah bulan yang tepat untuk menyambut Ramadhan, adapun bulan Sya’ban adalah bulan yang disediakan bagi kita untuk belajar mengisi Ramadhan.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://web1hari.com/file/gif/9/9_36.gif" alt="" width="580" height="213" /></p>
<p>Artinya:</p>
<p><em>Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. </em><strong>(Q.S. At-Taubah: 36)</strong></p>
<p>Bulan Rajab adalah bulan yang istimewa, karena merupakan salah satu dari empat bulan yang termasuk bulan haram, selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Di dalam keempat bulan tersebut, setiap kita dilarang menganiaya diri dengan tidak berbuat dzalim, baik berbuat dzalim kepada diri sendiri alias bermaksiat, ataupun berbuat dzalim kepada orang lain. Kita perlu memerangi kaum musyrikin hanya jika kita diserang lebih dahulu. Apabila itu semua kita patuhi, Allah SWT menjanjikan bagi orang-orang yang bertakwa kebersamaan dengan-Nya.</p>
<p>Bentuk kebersamaan dengan Allah bagi orang yang bertakwa dapat berupa solusi permasalahan yang dapat dengan cepat diperoleh, serta rezeki yang tidak disangka-sangka. Rezeki itu tidak hanya berupa materi maupun harta. Rezeki itu dapat berupa kemauan untuk mendengar atau membaca Al-Qur’an, ilmu yang bermanfaat, keinginan mengikuti ajaran yang benar serta dorongan untuk menjauhi yang salah.</p>
<p>Mengenai interaksi dengan Al-Qur’an, jangan sampai ada perasaan terepotkan (<em>haraj</em>) oleh Al Qur’an. Rutinitas bersama Al-Qur’an akan kita temukan bila fungsi Al-Qur’an sudah terdapat dalam diri kita. Betapa ruginya kita bila fungsi Al-Qur’an yang kita peroleh hanya dari pahala bacaan semata, fungsi yang lain belum dioptimalkan, antara lain dipahami artinya, diamalkan isinya, serta dijadikan sebagai landasan berpikir. Alangkah baiknya bila jiwa kita terwarnai oleh Al-Qur’an, sebagaimana Rasulullah SAW.</p>
<p><strong>Menyambut Ramadhan ala Rasulullah SAW</strong></p>
<p>Dalam menyambut Ramadhan, ada 4 karakteristik Rasulullah dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT yang perlu kita teladani:<span id="more-209"></span></p>
<ol>
<li>Selalu terpadukan antara wajib dan sunnah</li>
<p>Baik itu shalat, shaum, zakat/shadaqah, haji/umrah Rasulullah tidak pernah meninggalkan yang wajib, dan selalu melengkapinya dengan amalan sunnah. Amalan wajib dan sunnah selalu berpasangan, amalan sunnah selalu hadir melengkapi yang wajib. Sudahkah kita seperti itu?</p>
<li> Berlangsung      dalam waktu yg panjang, kontinyu,      pengecualiannya sakit atau safar<br />
Konsistensi Rasululllah SAW dalam pelaksanaan ibadah benar-benar berkesinambungan, kecuali dalam keadaan sakit atau perjalanan jauh (<em>safar</em>). Dengan mencontoh Rasulullah SAW, tidak ada alasan bagi kita untuk menurunkan kualitas dan kuantitas amal dengan disebabkan karena kini telah berkeluarga, atau karena saat ini mengemban jabatan duniawi yang begitu menyibukkan.<br />
Nabi SAW pernah ditanya : “Apakah amalan yang paling dicintai Allah?”. Beliau menjawab : “Amalan yang dilaksanakan secara berkesinambungan walaupun sedikit”. (HR Bukhori).Ummul Mu’minin Aisyah RA menjelaskan bahwa Rasulullah adalah orang yang paling konsisten dalam melakukan amal ibadah. (HR Muslim).</li>
<li>Memiliki      spesialisasi (<em>tamayyuz</em>)</li>
<p>Bilal bin Rabah sangat terkenal dengan kebiasaannya shalat 2 rakaat setiap kali selesai berwudhu. Abdurrrahman bin ‘Auf sangat terkenal dengan kedermawanannya dalam setiap kesempatan. Mayoritas sahabat juga memiliki spesialisasi menjadi penghafal Al-Qur’an. Walaupun ada sahabat yang hafalannya sedikit, tetapi dia memiliki spesialisasi paling banyak menghancurkan musuh Allah di medan peperangan. Rasulullah SAW adalah tauladan dalam setiap ibadah yang dicontohkannya. Alangkah baiknya jika kita memiliki ibadah unggulan yang dapat menjadikan kita ahli surga di akhirat kelak.</p>
<li>Prinsip qadha, mengganti dengan amal lain, atau melaksanakannya di waktu yang lain<br />
Apabila Rasulullah SAW melewatkan sebuah amalan karena sibuk atau lupa, maka Rasulullah menambahkan kuantitas amalannya pada kesempatan yang lain sebagai pengganti amalan yang sebelumnya terlewat. Contoh lain dari prinsip qadha itu juga dapat kita buat berupa niat pribadi untuk berinfak tambahan untuk setiap shalat fardhu yang tidak kita (pria muslim) lakukan berjamaah di masjid. Tentu saja pahala shalat berjamaah itu tidak sebanding dengan nilai uang yang kita infakkan, tetapi berinfak tambahan itu adalah lebih baik daripada tidak melakukan sesuatu sama sekali, bukan hanya demi pahala dari Allah SWT, tetapi juga demi membangun kedisiplinan beribadah.</li>
</ol>
<p><img class="aligncenter" src="http://www.binamuslim.com/images/habiburrahman_ptdi_ustadz_abdul_aziz1.jpg" alt="" width="303" height="198" /></p>
<p>[<strong>Dirangkum dari ceramah ba’da isya, Ustadz ‘Abdul ‘Aziz ‘Abdur Ra’uf, Al Hafidz, Lc, pada acara Mabit di Masjid Habiburrahman, PTDI, Bandung, 14 Rajab 1431H / 26 Juni 2010</strong>]</p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Bulan+Rajab%2C+Saatnya+Menyambut+Ramadhan&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2010%2F07%2F03%2Fbulan-rajab-saatnya-menyambut-ramadhan.html&b=Reading %22Bulan+Rajab%2C+Saatnya+Menyambut+Ramadhan%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2010/07/03/bulan-rajab-saatnya-menyambut-ramadhan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pacaran Setelah Menikah?</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2010/06/13/pacaran-setelah-menikah.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2010/06/13/pacaran-setelah-menikah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 19:27:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[Pacaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[
Dalam konteks kehidupan jangka panjang, ada gejala sosial yang perlu dikoreksi terkait dengan hubungan muda-mudi. Masyarakat umum kini telah dibentuk pikirannya untuk menerima aktifitas bernama pacaran yang terselip di antara sekolah/kuliah dan menikah atau berimpit dengan masa-masa sekolah/kuliah.
Pacaran yang dimaksud adalah aktifitas terbuka maupun rahasia, yang melibatkan sepasang manusia berlawanan jenis yang sedang mewujudkan perasaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2010/06/siluet-pacaran.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-202" title="siluet-pacaran" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2010/06/siluet-pacaran.jpg" alt="" width="290" height="300" /></a></p>
<p>Dalam konteks kehidupan jangka panjang, ada gejala sosial yang perlu dikoreksi terkait dengan hubungan muda-mudi. Masyarakat umum kini telah dibentuk pikirannya untuk menerima aktifitas bernama pacaran yang terselip di antara sekolah/kuliah dan menikah atau berimpit dengan masa-masa sekolah/kuliah.</p>
<p>Pacaran yang dimaksud adalah aktifitas terbuka maupun rahasia, yang melibatkan sepasang manusia berlawanan jenis yang sedang mewujudkan perasaan kasih sayang berupa perilaku mencari kesenangan baik berupa menghabiskan waktu bersama sekadar untuk bercakap-cakap yang tidak perlu, maupun tindakan lain di luar kendali akal dan logika.</p>
<p>Apabila aktifitas berpacaran tersebut dilakukan dalam ikatan pernikahan, maka keindahan dunia yang terasa akan semakin lengkap dengan adanya jaminan keamanan saat di akhirat kelak. Adapun bagi yang menjalaninya sebelum ada ikatan pernikahan, sungguh banyak ranjau cobaan yang siap untuk meledak, mencelakakan pelakunya di dunia dan di akhirat.</p>
<p>Mengapa sebaiknya tidak berpacaran sebelum menikah?<br />
- membuang waktu untuk sesuatu yang dapat merusak masa depan dan mempermainkan hati<br />
- menghabiskan biaya yang tidak sedikit<br />
untuk manfaat yang belum nyata dan jauh dari kemuliaan<br />
- tidak aman karena tidak ada kontrak, lemah di sisi hukum, berpotensi konflik dengan merugikan pihak wanita<br />
- berbohong dan berdusta menjadi hal biasa demi menyembunyikan tabiat asli atau menenangkan hati lawan jenis<br />
- wanita dapat berpacaran dengan lebih dari satu pria, dan sebaliknya, tanpa saling mengetahui<br />
- godaan syaitan untuk berzina sangat kuat, seperti kuatnya godaan kepada Nabi Adam untuk memakan buah khuldi<br />
- setelah zina, ada potensi munculnya anak di luar pernikahan, status hukumnya lemah bila tanpa ada ayah<br />
- bila anak tidak diinginkan oleh ibu atau ayahnya, ada potensi pembunuhan terhadap janin maupun bayi<br />
- si pria harus bertanggung jawab bila si wanita hamil, padahal belum tentu wanita itu berpacaran hanya dengan 1 pria<br />
- dokumentasi mesum yang memalukan dapat saja muncul beberapa tahun kemudian, bahkan setelah menikah dengan orang lain<br />
- menularnya penyakit kelamin, hingga AIDS yang mematikan<br />
- kualitas diri menjadi rendah, tak ubahnya barang <em>display</em> yang bebas disentuh siapa saja yang sedang menjadi pacar, padahal yang dinikahinya nanti besar kemungkinan adalah orang lain<br />
- mengundang ghibah, menjadi gunjingan kerabat, dapat mempermalukan orang tua<br />
- anak (di masa depan) sulit dilarang berpacaran, karena tahu bahwa orang tuanya pun dulu berpacaran</p>
<p>Manusia diciptakan dengan keunggulan dan kelemahan. Salah satu kelemahan manusia adalah ketertarikan terhadap lawan jenis yang timbul dari interaksi yang sering maupun spontan. Hubungan tanpa komitmen dapat dianggap mempermainkan hati dengan sengaja, dan sulit untuk dicari penawarnya apabila salah satu merasa dikecewakan.</p>
<p>Tips: <strong>Jangan dekati lawan jenis (target), kecuali tujuan Anda adalah untuk menikah dengannya. Apabila Anda belum siap untuk menikah, jangan mau didekati, maupun mendekati lawan jenis.</strong></p>
<p>Jadi, urutan yang benar bukanlah pacaran lalu menikah, tetapi <strong>menikahlah dulu</strong>, baru pacaran.</p>
<p>Bila tidak berpacaran, bagaimana kita bisa tahu tentang calon pasangan yang akan menikah dengan kita? <span id="more-201"></span><br />
1. Cukup dengan berkenalan, tanyakan hal-hal yang perlu untuk ditanyakan, misalnya pekerjaannya, penghasilannya, misinya berkeluarga, hobi dan kesenangannya, kesehatannya, jumlah tanggungannya dalam keluarga, dll.<br />
2. Temui calon pasangan di bawah pengawasan muhrimnya/muhrim kita, pandanglah hal yang menarik dari dirinya.<br />
3. Cari referensi dari orang ketiga, konfirmasikan tentang yang ingin diketahui.<br />
4. Amati dari jauh seperlunya, tanpa perlu diketahui oleh yang sedang diamati.<br />
5. Pertimbangkan persamaan dan perbedaan, antisipasi hal-hal yang berpotensi menjadi penyebab konflik.<br />
6. Memohon petunjuk kepada Allah SWT untuk diberikan yang terbaik sebagai pasangan.</p>
<p>Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, yang artinya: &#8220;<em>Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi anak cucu Adam bagian dari zina, yang ia pasti mengetahuinya. Zina mata berupa pandangan, zina lisan berupa ucapan, dan jiwa mengharap dan menginginkan. Dan kemaluan yang membenarkan atau mendustainya</em>”. [Hadits Riwayat Muttafaqun 'alaihi]</p>
<p>“<em>Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku</em>” (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)</p>
<p>“<em>Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah</em>” (HR. Tirmidzi)</p>
<p>“<em>Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya</em>” (HR. Bukhori-Muslim)</p>
<p>Lihat Juga:</p>
<p><a href="http://www.binamuslim.com/2010/06/13/mewaspadai-bahaya-khalwat.html" target="_blank">- Mewaspadai Bahaya Khalwat</a></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Pacaran+Setelah+Menikah%3F&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2010%2F06%2F13%2Fpacaran-setelah-menikah.html&b=Reading %22Pacaran+Setelah+Menikah%3F%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2010/06/13/pacaran-setelah-menikah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mewaspadai Bahaya Khalwat</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2010/06/13/mewaspadai-bahaya-khalwat.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2010/06/13/mewaspadai-bahaya-khalwat.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 19:15:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Khalwat]]></category>
		<category><![CDATA[Pacaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[
Dikutip dan disarikan dari tulisan Mewaspadai Bahaya Khalwat (Artikel www.muslim.or.id)
Penulis: Ustadz Firanda Andirja
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad 1/18, Ibnu Hibban [lihat Shahih Ibnu Hibban 1/436], At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awshoth 2/184, dan Al-Baihaqi dalam sunannya 7/91. Dishahihkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2010/06/pacaran-di-pantai.jpg"><img class="size-full wp-image-194 aligncenter" title="pacaran-di-pantai" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2010/06/pacaran-di-pantai.jpg" alt="" width="210" height="158" /></a></p>
<p>Dikutip dan disarikan dari tulisan <a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/mewaspadai-bahaya-khalwat.html" target="_blank">Mewaspadai Bahaya Khalwat (Artikel www.muslim.or.id)</a><br />
Penulis: Ustadz Firanda Andirja</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:<br />
“<em>Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.</em>” (HR. Ahmad 1/18, Ibnu Hibban [lihat Shahih Ibnu Hibban 1/436], At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awshoth 2/184, dan Al-Baihaqi dalam sunannya 7/91. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah 1/792 no. 430)</p>
<p>“<em>Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa ada mahrom wanita tersebut, karena syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.</em>” (HR. Ahmad dari hadits Jabir 3/339. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Gholil jilid 6 no. 1813)</p>
<p>“<em>Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Janganlah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita kecuali jika bersama dengan mahrom sang wanita tersebut.’ Lalu berdirilah seseorang dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, istriku keluar untuk berhaji, dan aku telah mendaftarkan diriku untuk berjihad pada perang ini dan itu,’ maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Kembalilah!, dan berhajilah bersama istrimu</em>.’” (HR. Al-Bukhari no. 5233 dan Muslim 2/975)</p>
<p>Hikmah diharamkannya khalwat adalah karena <span id="more-193"></span> khalwat merupakan salah satu sarana yang mengantarakan kepada perbuatan zina, sebagaimana mengumbar pandangan merupakan awal langkah yang akhirnya mengantarkan pada perbuatan zina. Oleh karena itu bentuk khalwat yang dilakukan oleh kebanyakan pemuda di tempat keramaian meskipun jika ditinjau dari hakikat khalwat itu sendiri bukanlah khalwat yang diharamkan, namun jika ditinjau dari fitnah yang timbul akibat khalwat tersebut maka hukumnya adalah haram.</p>
<p>Para pemuda-pemudi yang berdua-duaan tersebut telah jatuh dalam hal-hal yang haram lainnya seperti saling memandang antara satu dengan yang lainnya, sang wanita mendayu-dayukan suaranya dengan menggoda, belum lagi pakaian sang wanita yang tidak sesuai dengan syari’at, dan lain sebagaianya yang jauh lebih parah. Khalwat (red: di tempat keramaian, misalnya pinggir jalan) yang asalnya dibolehkan ini namun jika tercampur dengan hal-hal yang haram (red: cara, perilaku dan busananya) maka hukumnya menjadi haram. Khalwat yang tidak aman dari munculnya fitnah maka hukumnya haram.</p>
<p>Baca Juga:</p>
<p><a href="http://www.binamuslim.com/2010/06/13/pacaran-setelah-menikah.html" target="_blank">- Pacaran Setelah Menikah?</a></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Mewaspadai+Bahaya+Khalwat&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2010%2F06%2F13%2Fmewaspadai-bahaya-khalwat.html&b=Reading %22Mewaspadai+Bahaya+Khalwat%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2010/06/13/mewaspadai-bahaya-khalwat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibiayai Dari Uang Haram, Bagaimana Indonesia Mau Dapat Berkah?</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2010/04/14/dibiayai-dari-uang-haram-bagaimana-indonesia-mau-dapat-berkah.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2010/04/14/dibiayai-dari-uang-haram-bagaimana-indonesia-mau-dapat-berkah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 06:52:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[Miras]]></category>
		<category><![CDATA[Riba]]></category>
		<category><![CDATA[Rokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[
Negara butuh biaya operasional, segala cara ditempuh oleh pemerintah untuk menutupi biaya tersebut. Ada yang strategis, yaitu melalui industri pertambangan, komunikasi, transportasi dan penyediaan energi, namun tidak sedikit pula pendapatan haram yang legal, yang dibenarkan ketika dipertanggungjawabkan di hadapan pengadilan dunia namun haram bila ditinjau dari sisi Islam. Sungguh berat ancaman siksaan yang akan diterima [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2010/04/uang.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-180" title="uang" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2010/04/uang.jpg" alt="" width="394" height="502" /></a><br />
Negara butuh biaya operasional, segala cara ditempuh oleh pemerintah untuk menutupi biaya tersebut. Ada yang strategis, yaitu melalui industri pertambangan, komunikasi, transportasi dan penyediaan energi, namun tidak sedikit pula pendapatan haram yang legal, yang dibenarkan ketika dipertanggungjawabkan di hadapan pengadilan dunia namun haram bila ditinjau dari sisi Islam. Sungguh berat ancaman siksaan yang akan diterima para pemimpin kita di akhirat kelak, kita berlindung kepada Allah dari adzab sedemikian.</p>
<ol>
<li><strong>Uang Riba</strong><br />
Setiap pemilik tabungan di bank konvensional, tentu akan mendapatkan bunga. Bila tabungan tersebut di atas Rp 7.500.000, maka pada setiap bunga yang timbul dikenakan pajak 20%. Pajak bunga tersebut diambil dan dikelola oleh negara. Ada sekian banyak orang kaya di Indonesia yang punya milyaran bahkan trilyunan rupiah di tabungannya. Mereka menyimpan uang di bank konvensional, dan tentu bunganya pun tidak sedikit. Bukan cuma bunganya, pemerintah sendiri sebagai pemilik beberapa bank konvensional pelat merah juga mendapatkan untung luar biasa dari industri perbankan konvensional. Selain itu, dikenal pula instrumen investasi berupa surat utang negara dan obligasi negara ritel yang menjanjikan bunga yang cukup tinggi.Bagi muslim, bunga adalah riba, dan riba itu haram untuk dikonsumsi. Bila bunga riba saja haram, apalagi dengan pajak yang diambil dari bunganya. Demikian pula diharamkannya keuntungan bank-bank pemerintah yang masih konvensional. Ironis sekali, karena pajak bunga dan keuntungan industri perbankan tersebut katanya digunakan untuk membiayai gaji guru!</p>
<p>“<em>Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya</em>”.<br />
(QS. Al-Baqarah : 278-279)<br />
<span id="more-179"></span>
</li>
<li><strong>Uang Miras</strong><br />
Minuman keras adalah perusak generasi. Indonesia, negara dengan populasi muslim terbesar di dunia ternyata tidak punya aturan yang melarang peredaran minuman keras karena keharamannya. Peredarannya hanya dilarang bila belum mendapat izin. Izin bernama cukai tersebut dapat dibeli oleh penyalur dan pembuat miras. Sebagian dari cukai haram itu kemudian digunakan untuk membayar gaji wakil rakyat, gaji presiden, gaji menteri, gaji PNS serta gaji TNI dan Polri!</p>
</li>
<li><strong>Uang Rokok</strong><br />
Rokok dapat merusak kesehatan, tulisan itu tertera di iklan maupun bungkus rokok itu sendiri. Tidak ada pecandu narkoba yang tidak merokok. Saking pintarnya perokok mencari-cari alasan untuk merokok, pujangga Taufik Ismail menyebut rokok dengan julukan tuhan sembilan centi.</p>
<p>Tidak ada orang yang kaya karena merokok. Yang terjadi adalah pemilik pabrik rokok di Indonesia selalu menjadi urutan atas dalam daftar orang terkaya. Pita cukai rokok adalah bukti bahwa pemerintah juga mendapatkan uang dari tiap bungkus rokok yang terjual. Ketika Muhammadiyah tegas mengharamkan rokok, semakin bertambahlah keyakinan kita bahwa pemerintah mendapatkan uang dari barang haram. Ironisnya lagi, uang cukai rokok itulah yang digunakan untuk membangun rumah sakit, membayar gaji dokter serta tenaga kesehatan dan subsidi obat.</li>
</ol>
<p>Harta adalah cobaan yang berat. Pertanyaan tentang harta selalu 2 macam. Dari mana diperoleh, dan ke mana dibelanjakan. Bila sumber pendapatan negara ternyata dikotori oleh uang haram, keberkahan Allah SWT akan jauh dari bayangan. Kita perlu pemimpin dan pembuat undang-undang yang paham mengenai Islam secara menyeluruh dan pentingnya pengelolaan keuangan negara yang mengundang keberkahan, bukan pemimpin yang dididik oleh Amerika dengan paham liberalnya.</p>
<p>Pemerintah Kota Batam saja sudah mulai mencanangkan akan memungut pajak untuk setiap transaksi di lokalisasi pelacuran. Mungkin sebentar lagi pemerintah daerah yang lain juga akan memungut pajak daerah dari tempat perjudian. Kenapa tidak sekalian pajak perampok, pajak koruptor, dan pajak pembunuh? Apa kata akhirat?</p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Dibiayai+Dari+Uang+Haram%2C+Bagaimana+Indonesia+Mau+Dapat+Berkah%3F&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2010%2F04%2F14%2Fdibiayai-dari-uang-haram-bagaimana-indonesia-mau-dapat-berkah.html&b=Reading %22Dibiayai+Dari+Uang+Haram%2C+Bagaimana+Indonesia+Mau+Dapat+Berkah%3F%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2010/04/14/dibiayai-dari-uang-haram-bagaimana-indonesia-mau-dapat-berkah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meninjau Kredit Lewat Pihak Ketiga</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/12/13/meninjau-kredit-lewat-pihak-ketiga.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/12/13/meninjau-kredit-lewat-pihak-ketiga.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 23:22:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Cicilan]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit]]></category>
		<category><![CDATA[Riba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[
Segala puji bagi Allah Ta’ala, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Suatu persoalan yang sering muncul di dunia bisnis adalah jual beli kredit melalui pihak ketiga. Kasusnya adalah semacam ini: Sebuah dealer menjual motor kepada Ahmad dengan cara kredit. Namun, Ahmad harus membayar cicilan kredit tersebut kepada sebuah bank atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-175 aligncenter" title="jebakan-hutang1" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2009/12/jebakan-hutang1.jpg" alt="jebakan-hutang1" width="345" height="399" /></p>
<p>Segala puji bagi Allah Ta’ala, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Suatu persoalan yang sering muncul di dunia bisnis adalah jual beli kredit melalui pihak ketiga. Kasusnya adalah semacam ini: Sebuah dealer menjual motor kepada Ahmad dengan cara kredit. Namun, Ahmad harus membayar cicilan kredit tersebut kepada sebuah bank atau BPR.</p>
<p>Praktek jual beli seperti inilah yang banyak dipraktekkan di banyak dealer atau showroom. Juga dapat kita temui praktek yang serupa pada beberapa KPR dan toko elektronik. Sekarang, apakah jual beli semacam ini dibenarkan? Mari kita simak pembahasan berikut, semoga kita bisa mendapatkan jawabannya.</p>
<p>Silakan buka link berikut:<br />
<a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/muamalah/2816-kredit-lewat-pihak-ketiga-bank.html" target="_blank">http://rumaysho.com/hukum-islam/muamalah/2816-kredit-lewat-pihak-ketiga-bank.html</a></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Meninjau+Kredit+Lewat+Pihak+Ketiga&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F12%2F13%2Fmeninjau-kredit-lewat-pihak-ketiga.html&b=Reading %22Meninjau+Kredit+Lewat+Pihak+Ketiga%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/12/13/meninjau-kredit-lewat-pihak-ketiga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stop Dreaming Start Action</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/09/14/stop-dreaming-start-action.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/09/14/stop-dreaming-start-action.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 01:20:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Tricks]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[3M]]></category>
		<category><![CDATA[Aa Gym]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[Durrotul Muqoffah]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Qur'ani]]></category>
		<category><![CDATA[hafidz]]></category>
		<category><![CDATA[hafidzah]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden RI]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Dreaming Start Action]]></category>
		<category><![CDATA[Tiada hari tanpa Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Yusuf Mansur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Ust. Yusuf Mansur: SBY Pilih Menteri dari Penghafal Al-Qur&#8217;an

Siapa yang tak kenal Boediono, calon Wakil Presiden RI terpilih yang sebelum Pilpres Juli 2009 lalu begitu ramai dibicarakan mengenai ke-Islamannya. Namun seakan menepis keraguan itu semua, sesuatu yang di luar dugaan telah terjadi, atas izin Allah SWT. Sepekan sebelum Ramadhan, Boediono menyetor hafalan surah Al-Kahfi dengan lancar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Ust. Yusuf Mansur: SBY Pilih Menteri dari Penghafal Al-Qur&#8217;an</h2>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-162" title="sby-boediono" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2009/09/sby-boediono-300x245.jpg" alt="" width="300" height="245" /><br />
Siapa yang tak kenal Boediono, calon Wakil Presiden RI terpilih yang sebelum Pilpres Juli 2009 lalu begitu ramai dibicarakan mengenai ke-Islamannya. Namun seakan menepis keraguan itu semua, sesuatu yang di luar dugaan telah terjadi, atas izin Allah SWT. Sepekan sebelum Ramadhan, Boediono menyetor hafalan surah Al-Kahfi dengan lancar dan fasih kepada Ustadz Yusuf Mansur, demikian tutur Ustadz Yusuf Mansur pada ceramah ba&#8217;da Shubuh MQFM Bandung, 24 Ramadhan 1430H.</p>
<p>Tak lama kemudian, Presiden SBY yang juga menyaksikan setoran hafalan tersebut mendekati Ustadz Yusuf Mansur. Beliau mengatakan bahwa ia akan memilih para penghafal Al-Qur&#8217;an sebagai menteri di kabinet barunya. Subhanallah, insya Allah para menteri di republik ini adalah penghafal Qur&#8217;an. Sebagai pendengar siaran <em>live</em> itu, rasa haru tentu tak terbendung, air mata tercurah atas berita bahagia tersebut.<span id="more-157"></span></p>
<p>Tiba-tiba Ustadz Yusuf Mansur terbangun dari tidurnya, dan tersadarlah ia bahwa semua itu hanya penghias tidur belaka. Saat cerita ini disampaikan, sontak pendengar yang tadinya terharu serentak berubah emosinya menjadi tawa, sambil menelan kekecewaan bahwa cerita itu tak lebih dari cuplikan mimpi.</p>
<p>Ceramah ba&#8217;da Shubuh MQFM tersebut disiarkan langsung dari Daarut Tauhiid, pesantren binaan Aa Gym di Bandung. Ceramah yang juga di-relay oleh puluhan stasiun radio di tanah air tersebut juga memperdengarkan hafalan Qur&#8217;an nan anggun yang dilantunkan oleh Durratul Muqoffah, hafidzah cilik yang masih duduk di kelas 1 Madrasah Tsanawiyah.</p>
<p>Ia hadir ditemani ayahnya, Ustadz Sulaiman, seorang hafidz. Karena ditanya oleh Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Sulaiman berkisah bahwa ia memiliki 7 anak yang semuanya insya Allah disiapkan untuk menjadi penghafal Al-Qur&#8217;an. Sejak usia 3,5 tahun anaknya mulai diajar membaca Al-Qur&#8217;an, usia 4 tahun sudah lancar, dan usia 5 tahun sudah mulai meniru ibunya yang juga hafidzah, untuk melantunkan ayat suci Al-Qur&#8217;an tanpa memegang mushaf.</p>
<p>Ustadz Yusuf Mansur juga menimpali, ia baru saja memberikan kata pengantar bagi sebuah buku baru berjudul 11 Bintang. Penulis buku tersebut juga merupakan kepala keluarga, yang mulai dari Ayah, Ibu dan ke-11 anaknya semuanya adalah hafidz dan hafidzah, istilah bahasa Arab bagi para penghafal Al-Qur&#8217;an. Salah satu anak dari keluarga tersebut bersekolah di Pesantren Daarul Qur&#8217;an yang dibina oleh Ustadz Yusuf Mansur.</p>
<p>Subhanallah, semoga Allah SWT memperbanyak generasi Qur&#8217;ani di negeri kita tercinta dan menjadikan kita dan keturunan kita adalah salah satu di antaranya. Malu kita kepada Palestina yang tiada henti dari peperangan, namun pada perayaan tahun baru lalu mewisuda 3000 penghafal Qur&#8217;an, bahkan Perdana Menteri Palestina Ismail Haniya adalah juga seorang hafidz. Sudah saatnya kita <em>stop dreaming start action</em>.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Yusuf Mansur juga berharap bahwa di tahun 2024 nanti, para pemimpin dan calon pemimpin negara kita, siapapun orangnya adalah berasal dari generasi penghafal Al-Qur&#8217;an. Yah, sudah ada sedikit tanda kemajuan, calon Wakil Presiden kita sudah setor hafalan Al-Kahfi, walaupun masih di dalam mimpi Ustadz Yusuf Mansur.</p>
<h2>Stop Dreaming Start Action</h2>
<p>Ya, stop dreaming start action. Dari mimpi semua bermula, tapi tanpa usaha mimpi itu tiada guna. Kalau kita kombinasikan konsep stop dreaming start action dengan jurus 3M dari Aa Gym, berikut ini langkah-langkah yang perlu kita lakukan untuk mewujudkan mimpi tersebut.</p>
<p>Pertama, <strong>mulai dari diri sendiri, stop dreaming start action,</strong> marilah kita:</p>
<ul>
<li>mendeklarasikan niat dan senantiasa <a href="http://www.binamuslim.com/category/motivasi-berinteraksi-dengan-al-quran" target="_blank">memotivasi diri untuk menghafal Al-Qur&#8217;an</a></li>
<li>mencari komunitas penghafal Al-Qur&#8217;an untuk menumbuhkan iklim kompetisi dalam kelompok</li>
<li>tetap istiqamah dalam menempuh cara menggapai tujuan menjadi penghafal Al-Qur&#8217;an</li>
</ul>
<p>Yang kedua, <strong>mulailah saat ini, stop dreaming start action,</strong> marilah kita:</p>
<ul>
<li>menyediakan slot khusus untuk agenda harian dan pekanan dalam menghafal Al-Qur&#8217;an</li>
<li>menyetorkan hafalan kepada Ustadz/Ustadzah/Murabbi kita setiap pekan secara teratur</li>
<li>menjadikan Al-Qur&#8217;an sebagai <a href="http://www.binamuslim.com/download-gratis" target="_blank">hiburan dan bacaan utama</a></li>
</ul>
<p>Yang ketiga, <strong>mulailah dari hal-hal yang kecil dan sepele, stop dreaming start action,</strong> marilah kita:</p>
<ul>
<li>mengurangi tidur dan waktu luang yang terbuang utamanya saat berada di ruang tunggu atau perjalanan</li>
<li>mengurangi menonton televisi, mendengar radio dan browsing internet di luar agenda</li>
<li>menghindari <em>overload</em> alunan musik, syair lagu dan cerita film yang menyesakkan memori kita</li>
</ul>
<p>Sambil menghafalkan Al-Qur&#8217;an, insya Allah itu akan lebih memudahkan kita untuk mengerti makna Al-Qur&#8217;an sambil berusaha mengamalkannya sebagaimana teladan kita Rasulullah SAW yang mampu menjadi Al-Qur&#8217;an yang hidup. Semoga Allah meridhai rencana dan upaya kita untuk menjadi generasi Qur&#8217;ani yang tiada hari tanpa Al-Qur&#8217;an, amin, ya Rabbal &#8216;Alamin. <em></em></p>
<p><em>Stop dreaming start action</em>, Allah SWT yang menentukan hasilnya, tetapi kita bebas memilih jalan yang mana yang akan kita tempuh. Bangunlah dari mimpi, gapai tujuanmu dengan langkah nyata. <em>Stop dreaming start action.</em></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Stop+Dreaming+Start+Action&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F09%2F14%2Fstop-dreaming-start-action.html&b=Reading %22Stop+Dreaming+Start+Action%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/09/14/stop-dreaming-start-action.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salah Kaprah Menyambut Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/08/18/salah-kaprah-menyambut-bulan-ramadhan.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/08/18/salah-kaprah-menyambut-bulan-ramadhan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 16:26:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[
Tema ini sengaja kami bahas, dengan harapan bisa lebih memurnikan niat dan aktivitas selama bulan Ramadhan tahun ini. Penulis menyadari bahwa sebenarnya kita sudah mengerti dan mengamalkan ibadah Ramadhan ini selama bertahun-tahun, namun ada baiknya kita review sejenak hal-hal yang tidak relevan dengan ibadah Ramadhan. Ibarat mau makan, mari kita singkirkan dulu hal-hal yang tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://binamuslim.com/images/ramadhan.jpg" alt="" /></p>
<p>Tema ini sengaja kami bahas, dengan harapan bisa lebih memurnikan niat dan aktivitas selama bulan Ramadhan tahun ini. Penulis menyadari bahwa sebenarnya kita sudah mengerti dan mengamalkan ibadah Ramadhan ini selama bertahun-tahun, namun ada baiknya kita review sejenak hal-hal yang tidak relevan dengan ibadah Ramadhan. Ibarat mau makan, mari kita singkirkan dulu hal-hal yang tidak layak untuk dimakan misalnya kemasan plastik, bungkus dan lain-lain, agar kita benar-benar dapat merasakan nikmatnya ibadah Ramadhan. Berikut beberapa kekeliruan yang sering kita jumpai atau dilakukan terkait dengan ibadah Ramadhan.</p>
<p>1. Istilah Bulan Suci Ramadhan</p>
<p>Kita sering mendengar istilah Bulan Suci Ramadhan. Istilah ‘bulan suci’ memang ada dalam Al-Quran surat At-Taubah 5, “Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu…”. Yang dimaksud dengan bulan suci atau bulan haram dalam ayat ini ialah bulan Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Bulan ramadhan bukanlah bulan suci seperti disebut dalam ayat tersebut. Jadi istilah bulan suci Ramadhan sebenarnya kurang tepat digunakan.</p>
<p>Istilah yang cocok dan boleh dipadankan ialah bulan ibadah, bulan barakah dan bulan magfirah. <span id="more-152"></span>Di antara ketiga istilah ini yang paling tepat digunakan ialah bulan ibadah, karena tidak ada status shaum yang menjadi rukun islam ketiga selain shaum di bulan Ramadhan. Untuk memastikan bahwa ibadah shaum yang rukun Islam ketiga ini semata-mata hanya di bulan Ramadhan, secara syari’at diharamkan berpuasa pada tanggal 30 Sya&#8217;ban dan 1 Syawal.</p>
<p>Status ibadah Ramadhan bukanlah dihitung harian, melainkan penuh selama satu bulan siang dan malam. Di siang hari kita melakukan shiyaam dan di malam hari melakukan qiyaam. Itulah yang dimaksud dengan shiyaamu Ramadhan dan qiyaamu Ramadhan. Jadi sepatutnya kita menggunakan waktu selama satu bulan Ramadhan itu dengan ibadah siang dan malam tidak sekedar puasa di siang hari saja.</p>
<p>2. Shalat 5 Waktu Berjamaah</p>
<p>Nabi Muhammad SAW seumur hidupnya selalu melaksanakan shalat berjamaah lima waktu di mesjid kecuali kalau ada perjalanan ke luar Madinah. Maka di bulan Ramadhan sudah seharusnya mesjid terisi penuh setiap waktu shalat, tidak hanya saat tarawih saja. Menjadi salah kaprah, kalau kita menganggap shalat tarawih lebih utama dibandingkan shalat isya berjamaah. Untuk itu marilah kita bulatkan niat dan tekad untuk selalu shalat berjamaah lima waktu di mesjid. Di manapun kita berada kalau sudah saatnya adzan, maka carilah mesjid untuk shalat berjamaah.</p>
<p>Rasul sangat menekankan shalat berjamaah ini, beliau bahkan mau membakar rumah yang penghuninya tidak shalat berjamaah. Begitupun saat seorang sahabat yang buta (Abdullah bin Ummi Maktum) minta dispensasi agar tidak shalat berjamaah, Nabi tetap menyuruhnya untuk shalat berjamaah di mesjid.</p>
<p>Selain shalat berjamaah lima waktu, wujud nyata qiyaam Ramadhan yang harus kita bangun dan dilakukan secara proaktif yaitu sebagai berikut: khatam al-Quran, i&#8217;tikaf pada sepuluh hari terakhir serta zakat dan sedekah.</p>
<p>3. Ngabuburit</p>
<p>Sudah menjadi tradisi di Indonesia, seseorang melaksanakan aktivitas ngabuburit untuk menunggu datangnya adzan maghrib dengan kegiatan yang kurang berpahala. Padahal yang paling utama untuk menunggu adzan adalah membaca al-Quran, berdzikir, dan ibadah lainnya di mesjid, sehingga bisa shalat maghrib berjamaah.</p>
<p>4. Berpuasa Tanpa Menutup Aurat</p>
<p>Khusus bagi kaum perempuan, dengan sadar kita selalu menutup aurat saat melaksanakan ibadah shalat, namun tidak sadar saat berpuasa tidak menutup aurat. Status ibadah shaum pada dasarnya sama dengan ibadah shalat, sehingga orang yang melakukan shaum wajib menutup aurat.</p>
<p>5. Undangan Buka Puasa di Rumah Pejabat (Hotel dan Restoran)</p>
<p>Undangan buka puasa di rumah pejabat atau hotel pada hakikatnya bertentangan dengan semangat ramadhan sebagai bulan ibadah dan bulan peduli faqir miskin. Saat buka bersama dilakukan di hotel, maka kemungkinan besar shalat maghribnya bukan di mesjid sehingga rumah Allah menjadi sepi.</p>
<p>Berdasarkan hal ini, bukan berarti kita tidak boleh melaksanakan buka puasa, namun alangkah baiknya kalau kita melaksanakannya dengan tidak bertentangan dengan sunnah yaitu sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Ta’jil dilaksanakan di mesjid terdekat rumah pengundang</li>
<li>Shalat maghrib dan isya dilaksanakan dengan berjamaah di mesjid terdekat</li>
<li>Undangan mencakup golongan fakir dan miskin</li>
<li>Makanan tidak mewah dan tidak berlebihan</li>
</ul>
<p>6. Bedug, Petasan dan Ketupat</p>
<p>Bedug bukanlah berasal dari tradisi islam dan tidak ada hubungan syariah dengan ibadah Islam, ia hanya tradisi semata. Sebenarnya bedug bermanfaat bagi umat islam yang hidup pada zaman belum ada jam dan pengeras suara. Kalau keberadaan bedug hanya sebagai hiasan mesjid maka boleh-boleh saja, namun kalau bedug dipercaya harus menjadi bagian dari kesempurnaan mesjid maka itu sudah termasuk perkara bid’ah.</p>
<p>Kalau melihat kuil-kuil yang ada di Thailand, maka akan kita jumpai bedug-bedug yang sama bentuknya dengan mesjid Indonesia. Jadi sebenarnya bedug di Indonesia sudah ada sejak jaman Budha sebelum Islam datang.</p>
<p>Petasan berasal dari tradisi china dan tidak relevan dengan ibadah dan syariah Islam. Namun petasan ada sifat yang bertentangan dengan Islam yakni merusak, mengganggu orang lain, riya atau ujub, tabdzir (mubadzir), dan israf (berlebihan).</p>
<p>Ketupat berasal dari tradisi lokal yang netral dan tidak dilarang syariah. Namun kita harus hati-hati kalau ketupat sudah masuk wilayah pemujaan maka ia menjadi bertentangan dengan tauhid Islam, misalnya gerebegan dan sekatenan. Dalam kegiatan ini seseorang mempercayai adanya berkah di dalam ketupat itu, bahkan ia rela berebut untuk mendapatinya.</p>
<p><em>(Dikutip dari Pengajian Ahad, Mesjid Darussalam Kota Wisata, 8 Agustus 2009, Narasumber: Ust. A. Chalil Ridwan Lc.)</em></p>
<p>(Disalin dari <a href="http://www.nasehatislam.com/?p=133" target="_blank">Nasehat Islam</a> dengan sedikit perbaikan teks)</p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Salah+Kaprah+Menyambut+Bulan+Ramadhan&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F08%2F18%2Fsalah-kaprah-menyambut-bulan-ramadhan.html&b=Reading %22Salah+Kaprah+Menyambut+Bulan+Ramadhan%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/08/18/salah-kaprah-menyambut-bulan-ramadhan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Boediono: &#8220;Om Swastiastu&#8221;</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/07/06/boediono-om-swastiastu.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/07/06/boediono-om-swastiastu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 00:05:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[cincin emas]]></category>
		<category><![CDATA[Free]]></category>
		<category><![CDATA[FUI]]></category>
		<category><![CDATA[GBK]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[JIL]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[
Sabtu sore 4 Juli 2009 adalah hari yang menyebalkan untuk menonton TV. Trans7, TvOne, SCTV dan MetroTV menyiarkan siaran langsung acara perusakan rumput GBK, Senayan oleh pendukung SBY-Boediono. Sambil pindah-pindah saluran, sampailah pada pidato Boediono. Cukup mencengangkan. Selain mengucapkan salam sebagai muslim (dan salam sejahtera), Boediono juga mengucapkan salam sebagai orang Hindu, &#8220;Om Swastiastu&#8221;.
Salam (milik) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://farm3.static.flickr.com/2515/3680940870_5c4e3908f3.jpg?v=0" alt="" width="374" height="373" /></p>
<p>Sabtu sore 4 Juli 2009 adalah hari yang menyebalkan untuk menonton TV. Trans7, TvOne, SCTV dan MetroTV menyiarkan siaran langsung acara perusakan rumput GBK, Senayan oleh pendukung SBY-Boediono. Sambil pindah-pindah saluran, sampailah pada pidato Boediono. Cukup mencengangkan. Selain mengucapkan salam sebagai muslim (dan salam sejahtera), Boediono juga mengucapkan salam sebagai orang Hindu, &#8220;Om Swastiastu&#8221;.</p>
<p>Salam (milik) orang Hindu tersebut sangat jarang digunakan pada acara formal, dalam konteks kampanye maupun kenegaraan. Kalau Boediono tidak tahu arti dan maknanya, artinya beliau professor yang kurang pandai. Secara sadar, ia berani mengatakan salam Hindu tersebut di depan massa koalisi yang suara mayoritasnya dari partai-partai Islam.</p>
<p>Mengapa salam menjadi begitu penting untuk dipersoalkan oleh seorang muslim? <span id="more-146"></span>Salam tersebut punya makna yang sangat dalam. Dari situs web www.pustakahindu.info dapat dipahami bahwa salam &#8220;Om Swastiastu&#8221; mengandung arti “Semoga ada dalam keadaan baik atas karunia Hyang Widhi”. Dengan mengucapkan salam tersebut, telah ada pengakuan terhadap Sang Hyang Widi sebagai Tuhan, padahal seorang muslim tidak patut mengakui adanya Tuhan selain Allah SWT. Hal ini tidak semestinya dilakukan seorang muslim, karena menyentuh sisi aqidah, sama halnya dengan dilarangnya muslim untuk mengucapkan selamat hari raya agama lain.</p>
<p>Walaupun SBY menyatakan bahwa Boediono adalah muslim yang baik, ada beberapa hal yang patut diragukan dari keislaman Boediono selain salam Hindu tadi.</p>
<ol>
<li>Rukun Islam yang pertama adalah syahadat, isinya menyangkut keyakinan kepada Yang Maha Kuasa, mengerdilkan selain-Nya, dan pengakuan bahwa Muhammad SAW adalah Rasul-Nya. Ketika ditanya tentang agama pada suatu wawancara/debat sebagai cawapres, Boediono menempatkan agama di atas untuk dijunjung, padahal seharusnya di bawah sebagai dasar/pondasi/landasan berpijak dan bertindak. Ini adalah pertanda pemahaman yang kurang dalam memposisikan Islam sebagai agama.<br/><br/></li>
<li>Dari Abi Musa ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Telah diharamkan memakai sutera dan emas bagi laki-laki dari umatku dan dihalalkan bagi wanitanya.” (HR Turmuzi dengan sanad hasan shahih). Ali bin Abu Thalib berkata, ”Aku melihat Rasulullah SAW memegang sutera di tangan kanan dan emas di tangan kiri seraya bersabda,”Keduanya ini haram bagi laki-laki dari umatku.” (HR Abu Daud dengan sanad hasan). Saat siaran langsung deklarasi SBY-Boediono 15 Mei 2009 di Bandung, maupun saat kampanye 4 Juli 2009 di Jakarta, Boediono terlihat menggunakan cincin berwarna emas di jari tengah tangan kanannya. Bila ternyata bahannya bukan emas, tetap saja ia menyerupai kaum yang menggunakan emas. “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia telah menjadi golongan mereka”. – Dari Ibn Umar .ra dari Rasulullah SAW.<br />
Orang menjadi terbiasa melakukan yang diharamkan Allah bisa karena 2 hal. Pertama, belum tahu karena pemahaman agamanya kurang, rekan-rekannya tidak mengingatkan karena mereka sama-sama melakukan perilaku yang diharamkan. Kedua, sudah tahu tetapi menganggap remeh hal tersebut, imannya sulit untuk diperkuat.<br/><br/></li>
<li>Kawan-kawan dekat Boediono yang mendampinginya berkampanye ke mana-mana adalah musuh Islam, khususnya para ulama. Mereka adalah para pemikir islam liberal alias JIL, yang sebagai lembaga formal kadang menamakan dirinya Freedom Institute. Di Freedom Institute, Rizal Mallarangeng dibantu oleh barisan tokoh JIL, seperti Luthfi Assyaukanie (deputi direktur), Saiful Mujani (direktur riset), Hamid Basyaib (direktur program), Ahmad Sahal (Associates), Ulil Abshar Abdalla (Associates), dan Nong Darol Mahmada. Associates Freedom lainnya adalah Andi Mallarangeng, M. Chatib Basri, Mohamad Iksan, dan Nirwan Dewanto. Kericuhan AKKBB di Monas adalah ulah JIL yang begitu dibela SBY, dan menjadikan mereka seakan-akan menjadi korban. Sedangkan persoalan intinya, yaitu pembubaran Ahmadiyah yang sudah nyata sesatnya malah tidak diacuhkan, tidak ada ketegasan presiden untuk melarangnya. Apakah Boediono tidak tahu, atau justru telah menjadi bagian dari JIL juga?</li>
</ol>
<p>Dokter, polisi dan tentara adalah profesi yang dapat dikenali dari seragamnya. Adapun identitas dan karakteristik diri kita dikenali dari perbuatan, sikap dan perkataan serta siapa rekan-rekan dalam keseharian kita. Sudahkah kita mampu menunjukkan identitas keislaman kita sehingga orang lain tidak memiliki keraguan? Mari kita berbuat yang terbaik, dan semoga Indonesia mendapatkan yang terbaik pula.</p>
<p>Tulisan ini merupakan kompilasi dari apa yang tersaji secara umum di media massa, tidak mewakili pernyataan organisasi manapun.</p>
<p>Pranala acuan:</p>
<ul>
<li><a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/07/04/21294460/Rumput.GBK.Rusak..Tim.SBY-Boediono.Didenda.Rp.150.Juta." target="_blank">http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/07/04/21294460/Rumput.GBK.Rusak..Tim.SBY-Boediono.Didenda.Rp.150.Juta.</a></li>
<li><a href="http://www.pustakahindu.info/2008/11/25/om-swastiastu-dan-swastika/ " target="_blank">http://www.pustakahindu.info/2008/11/25/om-swastiastu-dan-swastika/</a></li>
<li><a href="http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1151900527" target="_blank">http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1151900527</a></li>
<li><a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/mengapa-umat-memilih-antara-liberal-syirik.htm" target="_blank">http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/mengapa-umat-memilih-antara-liberal-syirik.htm</a></li>
<li><a href="http://www.eramuslim.com/berita/nasional/demo-fui-sby-ditantang-untuk-bubarkan-ahmadiyah.htm" target="_blank">http://www.eramuslim.com/berita/nasional/demo-fui-sby-ditantang-untuk-bubarkan-ahmadiyah.htm</a></li>
<li><a href="http://www.freedom-institute.org/id/index.php?page=profil&amp;detail=organisasi" target="_blank">http://www.freedom-institute.org/id/index.php?page=profil&amp;detail=organisasi</a></li>
<li><a href="http://www.pk-sejahtera.org/v2/main.php?op=isi&amp;id=5691" target="_blank">http://www.pk-sejahtera.org/v2/main.php?op=isi&amp;id=5691</a></li>
<li><a href="http://www.flickr.com/photos/32297585@N05/3680940870/" target="_blank">http://www.flickr.com/photos/32297585@N05/3680940870/</a></li>
</ul>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Boediono%3A+%E2%80%9COm+Swastiastu%E2%80%9D&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F07%2F06%2Fboediono-om-swastiastu.html&b=Reading %22Boediono%3A+%E2%80%9COm+Swastiastu%E2%80%9D%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/07/06/boediono-om-swastiastu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Macam-Macam Mahabbah (Kecintaan)</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/06/13/macam-macam-mahabbah-kecintaan.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/06/13/macam-macam-mahabbah-kecintaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 16:49:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Mahabbah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Ada empat macam kecintaan, berikut ini adalah penjelasan dan status kebolehannya dalam menempati hati kita:
1) Mahabatullah (cinta kepada Allah), adalah dasar utama keimanan.
2) Al-mahabbah fillah (cinta karena Allah), yaitu loyalitas kepada kaum mukminin dan mencintai mereka secara global. Adapun secara individu di antara mereka, masing-masing dicintai sesuai dengan kadar kedekatan dan ketaatannya kepada Allah, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada empat macam kecintaan, berikut ini adalah penjelasan dan status kebolehannya dalam menempati hati kita:</p>
<p>1) <strong>Mahabatullah</strong> (cinta kepada Allah), adalah dasar utama keimanan.</p>
<p>2) <strong>Al-mahabbah fillah</strong> (cinta karena Allah), yaitu loyalitas kepada kaum mukminin dan mencintai mereka secara global. Adapun secara individu di antara mereka, masing-masing dicintai sesuai dengan kadar kedekatan dan ketaatannya kepada Allah, dan kecintaan ini hukumnya wajib.</p>
<p>3) <strong>Mahabbah ma&#8217;allah</strong> (kecintaan bersama Allah), yaitu mencintai selain Allah dalam kecintaan yang wajib sama seperti mencintai Allah, seperti kecintaan kaum musyirikin terhadap berhala berhala mereka. Kecintaan seperti ini adalah pokok syirik.</p>
<p>4) <strong>Mahabbah thabi&#8217;iyyah</strong> (kecintaan yang wajar), seperti mencintai kedua orang tua, anak-anak, mencintai makanan dan lainnya, kecintaan ini adalah boleh.</p>
<p><em>(Sumber: Tafsir Al-’Usyr Al-Akhir dari Al’Qur’an Al Karim Disertai Hukum-Hukum Penting Bagi Seorang Muslim)</em></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Macam-Macam+Mahabbah+%28Kecintaan%29&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F06%2F13%2Fmacam-macam-mahabbah-kecintaan.html&b=Reading %22Macam-Macam+Mahabbah+%28Kecintaan%29%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/06/13/macam-macam-mahabbah-kecintaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Membaca Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/01/24/keutamaan-membaca-al-quran.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/01/24/keutamaan-membaca-al-quran.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 08:28:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Keutamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan kekasih kita, Rasulullah SAW, keluarga beserta para shahabat beliau. Amma ba&#8217;du; Al-Qur&#8217;an adalah kalam (firman) Allah. Keutamaannya atas segala perkataan seperti keutamaan Allah atas seluruh makhluk-Nya. Membacanya adalah amalan yang paling utama dilakukan oleh lisan.
Keutamaan Mempelajari, Mengajarkan dan Membaca al-Qur&#8217;an

Pahala mengajarkannya: Sabda Nabi: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2009/01/agus_jatnika_effendi_baca_quran.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-91" title="agus_jatnika_effendi_baca_quran" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2009/01/agus_jatnika_effendi_baca_quran.jpg" alt="" width="477" height="335" /></a>Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan kekasih kita, Rasulullah SAW, keluarga beserta para shahabat beliau. Amma ba&#8217;du; Al-Qur&#8217;an adalah kalam (firman) Allah. Keutamaannya atas segala perkataan seperti keutamaan Allah atas seluruh makhluk-Nya. Membacanya adalah amalan yang paling utama dilakukan oleh lisan.</p>
<p><strong>Keutamaan Mempelajari, Mengajarkan dan Membaca al-Qur&#8217;an</strong></p>
<ul>
<li>Pahala mengajarkannya: Sabda Nabi: &#8220;Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari al-Qur&#8217;an dan mengajarkannya.&#8221; (Al-Bukhari).<span id="more-89"></span></li>
<li>Pahala membacanya: Sabda Nabi: &#8220;Siapa saja membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.&#8221; (At-Tirmidzi).</li>
<li>Keutamaan mempelajari al-Qur&#8217;an, menghafalnya dan pandai membacanya:<br />
Sabda Nabi: &#8220;Perumpamaan orang yang membaca al-Qur&#8217;an sedang ia hafal dengannya bersama para malaikat yang suci dan mulia, sedang perumpamaan orang yang membaca al-Qur&#8217;an sedang ia senantiasa melakukannya meskipun hal itu sulit baginya maka baginya dua pahala.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih). Dan sabda Nabi: &#8220;Dikatakan kepada ahli al-Qur&#8217;an, &#8216;Bacalah, naiklah dan bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membaca di dunia, karena kedudukanmu terletak pada akhir ayat yang kamu baca.&#8221; (At-Tirmidzi).<br />
Al-Khaththabi mengatakan: &#8220;Disebutkan dalam atsar bahwa jumlah ayat al-Qur&#8217;an adalah sesuai dengan jumlah tingkatan dalam surga. Dikatakan kepada pembaca (al-Qur&#8217;an), &#8216;Naiklah dalam tingkatan sesuai dengan ayat al-Qur&#8217;an yang sebelumnya kamu baca (di dunia).&#8217; Karena itu siapa yang membaca dengan sempurna seluruhnya al-Qur&#8217;an, maka ia menempati tingkatan surga yang paling atas di akhirat. Sedang siapa yang membaca sesuatu juz darinya, maka kenaikannya dalam tingkatan surga sesuai dengan bacaannya itu. Dengan demikian, akhir pahalanya adalah pada akhir bacaannya.</li>
<li>Pahala bagi orang yang anaknya mempelajari al-Qur&#8217;an: &#8220;Siapa saja membaca al-Qur&#8217;an, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orangtuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya yang sinarnya bagaikan sinar matahari, dan dikenakan kepada kedua orangtuanya dua perhiasan yang nilainya tidak tertandingi oleh dunia. Keduanya pun bertanya-tanya:<br />
&#8220;Bagaimana dipakaikan kepada kami semuanya itu?&#8221;, Dijawab: &#8220;Karena anakmu telah membawa al-Qur&#8217;an.&#8221; (al-Hakim).</li>
<li>Al-Qur&#8217;an memberi syafa&#8217;at kepada ahlinya di Akhirat: Sabda Nabi: &#8220;Bacalah al-Qur&#8217;an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafa&#8217;at kepada para ahlinya.&#8221; (HR. Muslim). Dan sabda beliau: &#8221;Puasa dan al-Qur&#8217;an keduanya akan memberikan syafa&#8217;at kepada seorang hamba pada hari Kiamat …&#8221; (Ahmad dan al-Hakim).</li>
<li>Pahala bagi orang yang berkumpul untuk membaca dan mengkajinya: Sabda Nabi: &#8220;Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah Ta&#8217;ala, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjung oleh Allah di hadapan para makhluk yang di sisi-Nya.&#8221; (Abu Dawud).</li>
</ul>
<p><strong>Adab membaca al-Qur&#8217;an</strong></p>
<p>Ada beberapa adab disebutkan oleh Ibnu Katsir, di antaranya:</p>
<ol>
<li>Tidak menyentuh al-Qur&#8217;an atau membacanya kecuali dalam keadaan suci.</li>
<li>Bersiwak sebelum membacanya.</li>
<li>Mengenakan pakaiannya yang terbaik.</li>
<li>Menghadap kiblat.</li>
<li>Berhenti membaca jika menguap.</li>
<li>Tidak memotong bacaan dengan suatu perkataan kecuali memang ada keperluan.</li>
<li>Pikirannya terkonsentrasi.</li>
<li>Ketika melalui ayat yang berisi janji berhenti untuk memohon kepada Allah dan ketika melalui ayat yang berisi ancaman memohon perlindungan kepada-Nya.</li>
<li>Tidak meletakkan al-Qur&#8217;an tercerai berai juga tidak meletakkan sesuatu di atasnya.</li>
<li>Tidak saling mengeraskan bacaan terhadap orang lain.</li>
<li>Tidak membaca di dalam pasar dan di tempat-tempat hiburan.</li>
</ol>
<p><strong>Bagaimana membaca al-Qur&#8217;an</strong></p>
<p>Anas ketika ditanya tentang bacaan Nabi, ia menjawab: &#8220;Beliau senantiasa membaca dengan perlahan (sesuai dengan panjang pendeknya). Jika beliau membaca Bimillahirrahmanirrahim, beliau baca dengan perlahan Bismillah, beliau baca dengan perlahan Ar-Rahman dan beliau baca dengan perlahan Ar-Rahim.&#8221; (Al-Bukhari)<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Pelipat-gandaan Pahala Bacaan </strong></p>
<p>Setiap orang yang membaca al-Qur&#8217;an dengan ikhlas <em>Lillah</em> maka ia mendapatkan pahala. Namun pahala ini dilipatgandakan jika disertai dengan kehadiran hati, penghayatan dan pemahaman terhadap ayat yang dibaca. Maka satu huruf bisa dilipatgandakan pahalanya menjadi sepuluh kebaikan, bahkan tujuh ratus kali lipat.</p>
<p><strong>Jumlah Ayat yang Dibaca Dalam Sehari Semalam</strong></p>
<p>Para sahabat Nabi biasanya membuat untuk diri mereka sendiri sejumlah ayat al-Qur&#8217;an untuk dibaca setiap hari. Tidak seorang pun dari mereka yang senantiasa mengkhatamkan al-Qur&#8217;an dalam waktu kurang dari tujuh hari. Bahkan ada larangan berkenaan dengan mengkhatamkan al-Qur&#8217;an dalam waktu kurang dari tiga hari. <strong>Maka berupayalah dengan sungguh-sungguh saudaraku yang budiman, untuk memanfaatkan waktu Anda dengan membacanya</strong>. Buatlah untuk diri anda kadar bacaan harian, dan janganlah anda meninggalkannya dalam keadaan bagaimanapun.</p>
<p>Sedikit tapi terus menerus lebih baik daripada banyak namun terputus. Karena itu, jika anda lalai atau ketiduran maka laksanakan gantinya pada esok hari. Nabi bersabda: &#8220;Siapa saja tidur melupakan hizbnya atau sesuatu darinya, lalu membacanya pada waktu antara Shalat Subuh dan Shalat Zhuhur, maka dicatat baginya pahala seakan-akan ia telah membacanya di malam hari.&#8221; (Muslim).</p>
<p>Janganlah anda termasuk orang yang menjauhi al-Qur&#8217;an, atau melupakannya <strong>dengan cara apa pun</strong>, seperti menjauhi pembacaannya, pemahaman maknanya, pengamalannya, atau berobat dengannya.</p>
<p><em>(Sumber: Tafsir Al-&#8217;Usyr Al-Akhir dari Al&#8217;Qur&#8217;an Al Karim Disertai Hukum-Hukum Penting Bagi Seorang Muslim) </em></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Keutamaan+Membaca+Al-Qur%E2%80%99an&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F01%2F24%2Fkeutamaan-membaca-al-quran.html&b=Reading %22Keutamaan+Membaca+Al-Qur%E2%80%99an%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/01/24/keutamaan-membaca-al-quran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
