<?xml version="1.0" encoding="UNICODE-1-1-UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>binaMUSLIM</title>
	<atom:link href="http://www.binamuslim.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.binamuslim.com</link>
	<description>Menuju Generasi Tiada Hari Tanpa Al-Qur'an</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Dec 2009 23:23:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Meninjau Kredit Lewat Pihak Ketiga</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/12/13/meninjau-kredit-lewat-pihak-ketiga.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/12/13/meninjau-kredit-lewat-pihak-ketiga.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 23:22:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Cicilan]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit]]></category>
		<category><![CDATA[Riba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[
Segala puji bagi Allah Ta’ala, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Suatu persoalan yang sering muncul di dunia bisnis adalah jual beli kredit melalui pihak ketiga. Kasusnya adalah semacam ini: Sebuah dealer menjual motor kepada Ahmad dengan cara kredit. Namun, Ahmad harus membayar cicilan kredit tersebut kepada sebuah bank atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-175 aligncenter" title="jebakan-hutang1" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2009/12/jebakan-hutang1.jpg" alt="jebakan-hutang1" width="345" height="399" /></p>
<p>Segala puji bagi Allah Ta’ala, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Suatu persoalan yang sering muncul di dunia bisnis adalah jual beli kredit melalui pihak ketiga. Kasusnya adalah semacam ini: Sebuah dealer menjual motor kepada Ahmad dengan cara kredit. Namun, Ahmad harus membayar cicilan kredit tersebut kepada sebuah bank atau BPR.</p>
<p>Praktek jual beli seperti inilah yang banyak dipraktekkan di banyak dealer atau showroom. Juga dapat kita temui praktek yang serupa pada beberapa KPR dan toko elektronik. Sekarang, apakah jual beli semacam ini dibenarkan? Mari kita simak pembahasan berikut, semoga kita bisa mendapatkan jawabannya.</p>
<p>Silakan buka link berikut:<br />
<a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/muamalah/2816-kredit-lewat-pihak-ketiga-bank.html" target="_blank">http://rumaysho.com/hukum-islam/muamalah/2816-kredit-lewat-pihak-ketiga-bank.html</a></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Meninjau+Kredit+Lewat+Pihak+Ketiga&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F12%2F13%2Fmeninjau-kredit-lewat-pihak-ketiga.html&b=Reading %22Meninjau+Kredit+Lewat+Pihak+Ketiga%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/12/13/meninjau-kredit-lewat-pihak-ketiga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stop Dreaming Start Action</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/09/14/stop-dreaming-start-action.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/09/14/stop-dreaming-start-action.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 01:20:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Tricks]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[3M]]></category>
		<category><![CDATA[Aa Gym]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[Durrotul Muqoffah]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Qur'ani]]></category>
		<category><![CDATA[hafidz]]></category>
		<category><![CDATA[hafidzah]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden RI]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Dreaming Start Action]]></category>
		<category><![CDATA[Tiada hari tanpa Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Yusuf Mansur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Ust. Yusuf Mansur: SBY Pilih Menteri dari Penghafal Al-Qur&#8217;an

Siapa yang tak kenal Boediono, calon Wakil Presiden RI terpilih yang sebelum Pilpres Juli 2009 lalu begitu ramai dibicarakan mengenai ke-Islamannya. Namun seakan menepis keraguan itu semua, sesuatu yang di luar dugaan telah terjadi, atas izin Allah SWT. Sepekan sebelum Ramadhan, Boediono menyetor hafalan surah Al-Kahfi dengan lancar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Ust. Yusuf Mansur: SBY Pilih Menteri dari Penghafal Al-Qur&#8217;an</h2>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-162" title="sby-boediono" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2009/09/sby-boediono-300x245.jpg" alt="" width="300" height="245" /><br />
Siapa yang tak kenal Boediono, calon Wakil Presiden RI terpilih yang sebelum Pilpres Juli 2009 lalu begitu ramai dibicarakan mengenai ke-Islamannya. Namun seakan menepis keraguan itu semua, sesuatu yang di luar dugaan telah terjadi, atas izin Allah SWT. Sepekan sebelum Ramadhan, Boediono menyetor hafalan surah Al-Kahfi dengan lancar dan fasih kepada Ustadz Yusuf Mansur, demikian tutur Ustadz Yusuf Mansur pada ceramah ba&#8217;da Shubuh MQFM Bandung, 24 Ramadhan 1430H.</p>
<p>Tak lama kemudian, Presiden SBY yang juga menyaksikan setoran hafalan tersebut mendekati Ustadz Yusuf Mansur. Beliau mengatakan bahwa ia akan memilih para penghafal Al-Qur&#8217;an sebagai menteri di kabinet barunya. Subhanallah, insya Allah para menteri di republik ini adalah penghafal Qur&#8217;an. Sebagai pendengar siaran <em>live</em> itu, rasa haru tentu tak terbendung, air mata tercurah atas berita bahagia tersebut.<span id="more-157"></span></p>
<p>Tiba-tiba Ustadz Yusuf Mansur terbangun dari tidurnya, dan tersadarlah ia bahwa semua itu hanya penghias tidur belaka. Saat cerita ini disampaikan, sontak pendengar yang tadinya terharu serentak berubah emosinya menjadi tawa, sambil menelan kekecewaan bahwa cerita itu tak lebih dari cuplikan mimpi.</p>
<p>Ceramah ba&#8217;da Shubuh MQFM tersebut disiarkan langsung dari Daarut Tauhiid, pesantren binaan Aa Gym di Bandung. Ceramah yang juga di-relay oleh puluhan stasiun radio di tanah air tersebut juga memperdengarkan hafalan Qur&#8217;an nan anggun yang dilantunkan oleh Durratul Muqoffah, hafidzah cilik yang masih duduk di kelas 1 Madrasah Tsanawiyah.</p>
<p>Ia hadir ditemani ayahnya, Ustadz Sulaiman, seorang hafidz. Karena ditanya oleh Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Sulaiman berkisah bahwa ia memiliki 7 anak yang semuanya insya Allah disiapkan untuk menjadi penghafal Al-Qur&#8217;an. Sejak usia 3,5 tahun anaknya mulai diajar membaca Al-Qur&#8217;an, usia 4 tahun sudah lancar, dan usia 5 tahun sudah mulai meniru ibunya yang juga hafidzah, untuk melantunkan ayat suci Al-Qur&#8217;an tanpa memegang mushaf.</p>
<p>Ustadz Yusuf Mansur juga menimpali, ia baru saja memberikan kata pengantar bagi sebuah buku baru berjudul 11 Bintang. Penulis buku tersebut juga merupakan kepala keluarga, yang mulai dari Ayah, Ibu dan ke-11 anaknya semuanya adalah hafidz dan hafidzah, istilah bahasa Arab bagi para penghafal Al-Qur&#8217;an. Salah satu anak dari keluarga tersebut bersekolah di Pesantren Daarul Qur&#8217;an yang dibina oleh Ustadz Yusuf Mansur.</p>
<p>Subhanallah, semoga Allah SWT memperbanyak generasi Qur&#8217;ani di negeri kita tercinta dan menjadikan kita dan keturunan kita adalah salah satu di antaranya. Malu kita kepada Palestina yang tiada henti dari peperangan, namun pada perayaan tahun baru lalu mewisuda 3000 penghafal Qur&#8217;an, bahkan Perdana Menteri Palestina Ismail Haniya adalah juga seorang hafidz. Sudah saatnya kita <em>stop dreaming start action</em>.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Yusuf Mansur juga berharap bahwa di tahun 2024 nanti, para pemimpin dan calon pemimpin negara kita, siapapun orangnya adalah berasal dari generasi penghafal Al-Qur&#8217;an. Yah, sudah ada sedikit tanda kemajuan, calon Wakil Presiden kita sudah setor hafalan Al-Kahfi, walaupun masih di dalam mimpi Ustadz Yusuf Mansur.</p>
<h2>Stop Dreaming Start Action</h2>
<p>Ya, stop dreaming start action. Dari mimpi semua bermula, tapi tanpa usaha mimpi itu tiada guna. Kalau kita kombinasikan konsep stop dreaming start action dengan jurus 3M dari Aa Gym, berikut ini langkah-langkah yang perlu kita lakukan untuk mewujudkan mimpi tersebut.</p>
<p>Pertama, <strong>mulai dari diri sendiri, stop dreaming start action,</strong> marilah kita:</p>
<ul>
<li>mendeklarasikan niat dan senantiasa <a href="http://www.binamuslim.com/category/motivasi-berinteraksi-dengan-al-quran" target="_blank">memotivasi diri untuk menghafal Al-Qur&#8217;an</a></li>
<li>mencari komunitas penghafal Al-Qur&#8217;an untuk menumbuhkan iklim kompetisi dalam kelompok</li>
<li>tetap istiqamah dalam menempuh cara menggapai tujuan menjadi penghafal Al-Qur&#8217;an</li>
</ul>
<p>Yang kedua, <strong>mulailah saat ini, stop dreaming start action,</strong> marilah kita:</p>
<ul>
<li>menyediakan slot khusus untuk agenda harian dan pekanan dalam menghafal Al-Qur&#8217;an</li>
<li>menyetorkan hafalan kepada Ustadz/Ustadzah/Murabbi kita setiap pekan secara teratur</li>
<li>menjadikan Al-Qur&#8217;an sebagai <a href="http://www.binamuslim.com/download-gratis" target="_blank">hiburan dan bacaan utama</a></li>
</ul>
<p>Yang ketiga, <strong>mulailah dari hal-hal yang kecil dan sepele, stop dreaming start action,</strong> marilah kita:</p>
<ul>
<li>mengurangi tidur dan waktu luang yang terbuang utamanya saat berada di ruang tunggu atau perjalanan</li>
<li>mengurangi menonton televisi, mendengar radio dan browsing internet di luar agenda</li>
<li>menghindari <em>overload</em> alunan musik, syair lagu dan cerita film yang menyesakkan memori kita</li>
</ul>
<p>Sambil menghafalkan Al-Qur&#8217;an, insya Allah itu akan lebih memudahkan kita untuk mengerti makna Al-Qur&#8217;an sambil berusaha mengamalkannya sebagaimana teladan kita Rasulullah SAW yang mampu menjadi Al-Qur&#8217;an yang hidup. Semoga Allah meridhai rencana dan upaya kita untuk menjadi generasi Qur&#8217;ani yang tiada hari tanpa Al-Qur&#8217;an, amin, ya Rabbal &#8216;Alamin. <em></em></p>
<p><em>Stop dreaming start action</em>, Allah SWT yang menentukan hasilnya, tetapi kita bebas memilih jalan yang mana yang akan kita tempuh. Bangunlah dari mimpi, gapai tujuanmu dengan langkah nyata. <em>Stop dreaming start action.</em></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Stop+Dreaming+Start+Action&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F09%2F14%2Fstop-dreaming-start-action.html&b=Reading %22Stop+Dreaming+Start+Action%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/09/14/stop-dreaming-start-action.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salah Kaprah Menyambut Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/08/18/salah-kaprah-menyambut-bulan-ramadhan.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/08/18/salah-kaprah-menyambut-bulan-ramadhan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 16:26:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[
Tema ini sengaja kami bahas, dengan harapan bisa lebih memurnikan niat dan aktivitas selama bulan Ramadhan tahun ini. Penulis menyadari bahwa sebenarnya kita sudah mengerti dan mengamalkan ibadah Ramadhan ini selama bertahun-tahun, namun ada baiknya kita review sejenak hal-hal yang tidak relevan dengan ibadah Ramadhan. Ibarat mau makan, mari kita singkirkan dulu hal-hal yang tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://binamuslim.com/images/ramadhan.jpg" alt="" /></p>
<p>Tema ini sengaja kami bahas, dengan harapan bisa lebih memurnikan niat dan aktivitas selama bulan Ramadhan tahun ini. Penulis menyadari bahwa sebenarnya kita sudah mengerti dan mengamalkan ibadah Ramadhan ini selama bertahun-tahun, namun ada baiknya kita review sejenak hal-hal yang tidak relevan dengan ibadah Ramadhan. Ibarat mau makan, mari kita singkirkan dulu hal-hal yang tidak layak untuk dimakan misalnya kemasan plastik, bungkus dan lain-lain, agar kita benar-benar dapat merasakan nikmatnya ibadah Ramadhan. Berikut beberapa kekeliruan yang sering kita jumpai atau dilakukan terkait dengan ibadah Ramadhan.</p>
<p>1. Istilah Bulan Suci Ramadhan</p>
<p>Kita sering mendengar istilah Bulan Suci Ramadhan. Istilah ‘bulan suci’ memang ada dalam Al-Quran surat At-Taubah 5, “Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu…”. Yang dimaksud dengan bulan suci atau bulan haram dalam ayat ini ialah bulan Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Bulan ramadhan bukanlah bulan suci seperti disebut dalam ayat tersebut. Jadi istilah bulan suci Ramadhan sebenarnya kurang tepat digunakan.</p>
<p>Istilah yang cocok dan boleh dipadankan ialah bulan ibadah, bulan barakah dan bulan magfirah. <span id="more-152"></span>Di antara ketiga istilah ini yang paling tepat digunakan ialah bulan ibadah, karena tidak ada status shaum yang menjadi rukun islam ketiga selain shaum di bulan Ramadhan. Untuk memastikan bahwa ibadah shaum yang rukun Islam ketiga ini semata-mata hanya di bulan Ramadhan, secara syari’at diharamkan berpuasa pada tanggal 30 Sya&#8217;ban dan 1 Syawal.</p>
<p>Status ibadah Ramadhan bukanlah dihitung harian, melainkan penuh selama satu bulan siang dan malam. Di siang hari kita melakukan shiyaam dan di malam hari melakukan qiyaam. Itulah yang dimaksud dengan shiyaamu Ramadhan dan qiyaamu Ramadhan. Jadi sepatutnya kita menggunakan waktu selama satu bulan Ramadhan itu dengan ibadah siang dan malam tidak sekedar puasa di siang hari saja.</p>
<p>2. Shalat 5 Waktu Berjamaah</p>
<p>Nabi Muhammad SAW seumur hidupnya selalu melaksanakan shalat berjamaah lima waktu di mesjid kecuali kalau ada perjalanan ke luar Madinah. Maka di bulan Ramadhan sudah seharusnya mesjid terisi penuh setiap waktu shalat, tidak hanya saat tarawih saja. Menjadi salah kaprah, kalau kita menganggap shalat tarawih lebih utama dibandingkan shalat isya berjamaah. Untuk itu marilah kita bulatkan niat dan tekad untuk selalu shalat berjamaah lima waktu di mesjid. Di manapun kita berada kalau sudah saatnya adzan, maka carilah mesjid untuk shalat berjamaah.</p>
<p>Rasul sangat menekankan shalat berjamaah ini, beliau bahkan mau membakar rumah yang penghuninya tidak shalat berjamaah. Begitupun saat seorang sahabat yang buta (Abdullah bin Ummi Maktum) minta dispensasi agar tidak shalat berjamaah, Nabi tetap menyuruhnya untuk shalat berjamaah di mesjid.</p>
<p>Selain shalat berjamaah lima waktu, wujud nyata qiyaam Ramadhan yang harus kita bangun dan dilakukan secara proaktif yaitu sebagai berikut: khatam al-Quran, i&#8217;tikaf pada sepuluh hari terakhir serta zakat dan sedekah.</p>
<p>3. Ngabuburit</p>
<p>Sudah menjadi tradisi di Indonesia, seseorang melaksanakan aktivitas ngabuburit untuk menunggu datangnya adzan maghrib dengan kegiatan yang kurang berpahala. Padahal yang paling utama untuk menunggu adzan adalah membaca al-Quran, berdzikir, dan ibadah lainnya di mesjid, sehingga bisa shalat maghrib berjamaah.</p>
<p>4. Berpuasa Tanpa Menutup Aurat</p>
<p>Khusus bagi kaum perempuan, dengan sadar kita selalu menutup aurat saat melaksanakan ibadah shalat, namun tidak sadar saat berpuasa tidak menutup aurat. Status ibadah shaum pada dasarnya sama dengan ibadah shalat, sehingga orang yang melakukan shaum wajib menutup aurat.</p>
<p>5. Undangan Buka Puasa di Rumah Pejabat (Hotel dan Restoran)</p>
<p>Undangan buka puasa di rumah pejabat atau hotel pada hakikatnya bertentangan dengan semangat ramadhan sebagai bulan ibadah dan bulan peduli faqir miskin. Saat buka bersama dilakukan di hotel, maka kemungkinan besar shalat maghribnya bukan di mesjid sehingga rumah Allah menjadi sepi.</p>
<p>Berdasarkan hal ini, bukan berarti kita tidak boleh melaksanakan buka puasa, namun alangkah baiknya kalau kita melaksanakannya dengan tidak bertentangan dengan sunnah yaitu sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Ta’jil dilaksanakan di mesjid terdekat rumah pengundang</li>
<li>Shalat maghrib dan isya dilaksanakan dengan berjamaah di mesjid terdekat</li>
<li>Undangan mencakup golongan fakir dan miskin</li>
<li>Makanan tidak mewah dan tidak berlebihan</li>
</ul>
<p>6. Bedug, Petasan dan Ketupat</p>
<p>Bedug bukanlah berasal dari tradisi islam dan tidak ada hubungan syariah dengan ibadah Islam, ia hanya tradisi semata. Sebenarnya bedug bermanfaat bagi umat islam yang hidup pada zaman belum ada jam dan pengeras suara. Kalau keberadaan bedug hanya sebagai hiasan mesjid maka boleh-boleh saja, namun kalau bedug dipercaya harus menjadi bagian dari kesempurnaan mesjid maka itu sudah termasuk perkara bid’ah.</p>
<p>Kalau melihat kuil-kuil yang ada di Thailand, maka akan kita jumpai bedug-bedug yang sama bentuknya dengan mesjid Indonesia. Jadi sebenarnya bedug di Indonesia sudah ada sejak jaman Budha sebelum Islam datang.</p>
<p>Petasan berasal dari tradisi china dan tidak relevan dengan ibadah dan syariah Islam. Namun petasan ada sifat yang bertentangan dengan Islam yakni merusak, mengganggu orang lain, riya atau ujub, tabdzir (mubadzir), dan israf (berlebihan).</p>
<p>Ketupat berasal dari tradisi lokal yang netral dan tidak dilarang syariah. Namun kita harus hati-hati kalau ketupat sudah masuk wilayah pemujaan maka ia menjadi bertentangan dengan tauhid Islam, misalnya gerebegan dan sekatenan. Dalam kegiatan ini seseorang mempercayai adanya berkah di dalam ketupat itu, bahkan ia rela berebut untuk mendapatinya.</p>
<p><em>(Dikutip dari Pengajian Ahad, Mesjid Darussalam Kota Wisata, 8 Agustus 2009, Narasumber: Ust. A. Chalil Ridwan Lc.)</em></p>
<p>(Disalin dari <a href="http://www.nasehatislam.com/?p=133" target="_blank">Nasehat Islam</a> dengan sedikit perbaikan teks)</p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Salah+Kaprah+Menyambut+Bulan+Ramadhan&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F08%2F18%2Fsalah-kaprah-menyambut-bulan-ramadhan.html&b=Reading %22Salah+Kaprah+Menyambut+Bulan+Ramadhan%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/08/18/salah-kaprah-menyambut-bulan-ramadhan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Boediono: &#8220;Om Swastiastu&#8221;</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/07/06/boediono-om-swastiastu.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/07/06/boediono-om-swastiastu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 00:05:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[cincin emas]]></category>
		<category><![CDATA[Free]]></category>
		<category><![CDATA[FUI]]></category>
		<category><![CDATA[GBK]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[JIL]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[
Sabtu sore 4 Juli 2009 adalah hari yang menyebalkan untuk menonton TV. Trans7, TvOne, SCTV dan MetroTV menyiarkan siaran langsung acara perusakan rumput GBK, Senayan oleh pendukung SBY-Boediono. Sambil pindah-pindah saluran, sampailah pada pidato Boediono. Cukup mencengangkan. Selain mengucapkan salam sebagai muslim (dan salam sejahtera), Boediono juga mengucapkan salam sebagai orang Hindu, &#8220;Om Swastiastu&#8221;.
Salam (milik) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://farm3.static.flickr.com/2515/3680940870_5c4e3908f3.jpg?v=0" alt="" width="374" height="373" /></p>
<p>Sabtu sore 4 Juli 2009 adalah hari yang menyebalkan untuk menonton TV. Trans7, TvOne, SCTV dan MetroTV menyiarkan siaran langsung acara perusakan rumput GBK, Senayan oleh pendukung SBY-Boediono. Sambil pindah-pindah saluran, sampailah pada pidato Boediono. Cukup mencengangkan. Selain mengucapkan salam sebagai muslim (dan salam sejahtera), Boediono juga mengucapkan salam sebagai orang Hindu, &#8220;Om Swastiastu&#8221;.</p>
<p>Salam (milik) orang Hindu tersebut sangat jarang digunakan pada acara formal, dalam konteks kampanye maupun kenegaraan. Kalau Boediono tidak tahu arti dan maknanya, artinya beliau professor yang kurang pandai. Secara sadar, ia berani mengatakan salam Hindu tersebut di depan massa koalisi yang suara mayoritasnya dari partai-partai Islam.</p>
<p>Mengapa salam menjadi begitu penting untuk dipersoalkan oleh seorang muslim? <span id="more-146"></span>Salam tersebut punya makna yang sangat dalam. Dari situs web www.pustakahindu.info dapat dipahami bahwa salam &#8220;Om Swastiastu&#8221; mengandung arti “Semoga ada dalam keadaan baik atas karunia Hyang Widhi”. Dengan mengucapkan salam tersebut, telah ada pengakuan terhadap Sang Hyang Widi sebagai Tuhan, padahal seorang muslim tidak patut mengakui adanya Tuhan selain Allah SWT. Hal ini tidak semestinya dilakukan seorang muslim, karena menyentuh sisi aqidah, sama halnya dengan dilarangnya muslim untuk mengucapkan selamat hari raya agama lain.</p>
<p>Walaupun SBY menyatakan bahwa Boediono adalah muslim yang baik, ada beberapa hal yang patut diragukan dari keislaman Boediono selain salam Hindu tadi.</p>
<ol>
<li>Rukun Islam yang pertama adalah syahadat, isinya menyangkut keyakinan kepada Yang Maha Kuasa, mengerdilkan selain-Nya, dan pengakuan bahwa Muhammad SAW adalah Rasul-Nya. Ketika ditanya tentang agama pada suatu wawancara/debat sebagai cawapres, Boediono menempatkan agama di atas untuk dijunjung, padahal seharusnya di bawah sebagai dasar/pondasi/landasan berpijak dan bertindak. Ini adalah pertanda pemahaman yang kurang dalam memposisikan Islam sebagai agama.<br/><br/></li>
<li>Dari Abi Musa ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Telah diharamkan memakai sutera dan emas bagi laki-laki dari umatku dan dihalalkan bagi wanitanya.” (HR Turmuzi dengan sanad hasan shahih). Ali bin Abu Thalib berkata, ”Aku melihat Rasulullah SAW memegang sutera di tangan kanan dan emas di tangan kiri seraya bersabda,”Keduanya ini haram bagi laki-laki dari umatku.” (HR Abu Daud dengan sanad hasan). Saat siaran langsung deklarasi SBY-Boediono 15 Mei 2009 di Bandung, maupun saat kampanye 4 Juli 2009 di Jakarta, Boediono terlihat menggunakan cincin berwarna emas di jari tengah tangan kanannya. Bila ternyata bahannya bukan emas, tetap saja ia menyerupai kaum yang menggunakan emas. “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia telah menjadi golongan mereka”. – Dari Ibn Umar .ra dari Rasulullah SAW.<br />
Orang menjadi terbiasa melakukan yang diharamkan Allah bisa karena 2 hal. Pertama, belum tahu karena pemahaman agamanya kurang, rekan-rekannya tidak mengingatkan karena mereka sama-sama melakukan perilaku yang diharamkan. Kedua, sudah tahu tetapi menganggap remeh hal tersebut, imannya sulit untuk diperkuat.<br/><br/></li>
<li>Kawan-kawan dekat Boediono yang mendampinginya berkampanye ke mana-mana adalah musuh Islam, khususnya para ulama. Mereka adalah para pemikir islam liberal alias JIL, yang sebagai lembaga formal kadang menamakan dirinya Freedom Institute. Di Freedom Institute, Rizal Mallarangeng dibantu oleh barisan tokoh JIL, seperti Luthfi Assyaukanie (deputi direktur), Saiful Mujani (direktur riset), Hamid Basyaib (direktur program), Ahmad Sahal (Associates), Ulil Abshar Abdalla (Associates), dan Nong Darol Mahmada. Associates Freedom lainnya adalah Andi Mallarangeng, M. Chatib Basri, Mohamad Iksan, dan Nirwan Dewanto. Kericuhan AKKBB di Monas adalah ulah JIL yang begitu dibela SBY, dan menjadikan mereka seakan-akan menjadi korban. Sedangkan persoalan intinya, yaitu pembubaran Ahmadiyah yang sudah nyata sesatnya malah tidak diacuhkan, tidak ada ketegasan presiden untuk melarangnya. Apakah Boediono tidak tahu, atau justru telah menjadi bagian dari JIL juga?</li>
</ol>
<p>Dokter, polisi dan tentara adalah profesi yang dapat dikenali dari seragamnya. Adapun identitas dan karakteristik diri kita dikenali dari perbuatan, sikap dan perkataan serta siapa rekan-rekan dalam keseharian kita. Sudahkah kita mampu menunjukkan identitas keislaman kita sehingga orang lain tidak memiliki keraguan? Mari kita berbuat yang terbaik, dan semoga Indonesia mendapatkan yang terbaik pula.</p>
<p>Tulisan ini merupakan kompilasi dari apa yang tersaji secara umum di media massa, tidak mewakili pernyataan organisasi manapun.</p>
<p>Pranala acuan:</p>
<ul>
<li><a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/07/04/21294460/Rumput.GBK.Rusak..Tim.SBY-Boediono.Didenda.Rp.150.Juta." target="_blank">http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/07/04/21294460/Rumput.GBK.Rusak..Tim.SBY-Boediono.Didenda.Rp.150.Juta.</a></li>
<li><a href="http://www.pustakahindu.info/2008/11/25/om-swastiastu-dan-swastika/ " target="_blank">http://www.pustakahindu.info/2008/11/25/om-swastiastu-dan-swastika/</a></li>
<li><a href="http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1151900527" target="_blank">http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1151900527</a></li>
<li><a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/mengapa-umat-memilih-antara-liberal-syirik.htm" target="_blank">http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/mengapa-umat-memilih-antara-liberal-syirik.htm</a></li>
<li><a href="http://www.eramuslim.com/berita/nasional/demo-fui-sby-ditantang-untuk-bubarkan-ahmadiyah.htm" target="_blank">http://www.eramuslim.com/berita/nasional/demo-fui-sby-ditantang-untuk-bubarkan-ahmadiyah.htm</a></li>
<li><a href="http://www.freedom-institute.org/id/index.php?page=profil&amp;detail=organisasi" target="_blank">http://www.freedom-institute.org/id/index.php?page=profil&amp;detail=organisasi</a></li>
<li><a href="http://www.pk-sejahtera.org/v2/main.php?op=isi&amp;id=5691" target="_blank">http://www.pk-sejahtera.org/v2/main.php?op=isi&amp;id=5691</a></li>
<li><a href="http://www.flickr.com/photos/32297585@N05/3680940870/" target="_blank">http://www.flickr.com/photos/32297585@N05/3680940870/</a></li>
</ul>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Boediono%3A+%E2%80%9COm+Swastiastu%E2%80%9D&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F07%2F06%2Fboediono-om-swastiastu.html&b=Reading %22Boediono%3A+%E2%80%9COm+Swastiastu%E2%80%9D%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/07/06/boediono-om-swastiastu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Macam-Macam Mahabbah (Kecintaan)</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/06/13/macam-macam-mahabbah-kecintaan.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/06/13/macam-macam-mahabbah-kecintaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 16:49:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Mahabbah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Ada empat macam kecintaan, berikut ini adalah penjelasan dan status kebolehannya dalam menempati hati kita:
1) Mahabatullah (cinta kepada Allah), adalah dasar utama keimanan.
2) Al-mahabbah fillah (cinta karena Allah), yaitu loyalitas kepada kaum mukminin dan mencintai mereka secara global. Adapun secara individu di antara mereka, masing-masing dicintai sesuai dengan kadar kedekatan dan ketaatannya kepada Allah, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada empat macam kecintaan, berikut ini adalah penjelasan dan status kebolehannya dalam menempati hati kita:</p>
<p>1) <strong>Mahabatullah</strong> (cinta kepada Allah), adalah dasar utama keimanan.</p>
<p>2) <strong>Al-mahabbah fillah</strong> (cinta karena Allah), yaitu loyalitas kepada kaum mukminin dan mencintai mereka secara global. Adapun secara individu di antara mereka, masing-masing dicintai sesuai dengan kadar kedekatan dan ketaatannya kepada Allah, dan kecintaan ini hukumnya wajib.</p>
<p>3) <strong>Mahabbah ma&#8217;allah</strong> (kecintaan bersama Allah), yaitu mencintai selain Allah dalam kecintaan yang wajib sama seperti mencintai Allah, seperti kecintaan kaum musyirikin terhadap berhala berhala mereka. Kecintaan seperti ini adalah pokok syirik.</p>
<p>4) <strong>Mahabbah thabi&#8217;iyyah</strong> (kecintaan yang wajar), seperti mencintai kedua orang tua, anak-anak, mencintai makanan dan lainnya, kecintaan ini adalah boleh.</p>
<p><em>(Sumber: Tafsir Al-’Usyr Al-Akhir dari Al’Qur’an Al Karim Disertai Hukum-Hukum Penting Bagi Seorang Muslim)</em></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Macam-Macam+Mahabbah+%28Kecintaan%29&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F06%2F13%2Fmacam-macam-mahabbah-kecintaan.html&b=Reading %22Macam-Macam+Mahabbah+%28Kecintaan%29%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/06/13/macam-macam-mahabbah-kecintaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Membaca Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/01/24/keutamaan-membaca-al-quran.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/01/24/keutamaan-membaca-al-quran.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 08:28:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Keutamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan kekasih kita, Rasulullah SAW, keluarga beserta para shahabat beliau. Amma ba&#8217;du; Al-Qur&#8217;an adalah kalam (firman) Allah. Keutamaannya atas segala perkataan seperti keutamaan Allah atas seluruh makhluk-Nya. Membacanya adalah amalan yang paling utama dilakukan oleh lisan.
Keutamaan Mempelajari, Mengajarkan dan Membaca al-Qur&#8217;an

Pahala mengajarkannya: Sabda Nabi: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2009/01/agus_jatnika_effendi_baca_quran.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-91" title="agus_jatnika_effendi_baca_quran" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2009/01/agus_jatnika_effendi_baca_quran.jpg" alt="" width="477" height="335" /></a>Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan kekasih kita, Rasulullah SAW, keluarga beserta para shahabat beliau. Amma ba&#8217;du; Al-Qur&#8217;an adalah kalam (firman) Allah. Keutamaannya atas segala perkataan seperti keutamaan Allah atas seluruh makhluk-Nya. Membacanya adalah amalan yang paling utama dilakukan oleh lisan.</p>
<p><strong>Keutamaan Mempelajari, Mengajarkan dan Membaca al-Qur&#8217;an</strong></p>
<ul>
<li>Pahala mengajarkannya: Sabda Nabi: &#8220;Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari al-Qur&#8217;an dan mengajarkannya.&#8221; (Al-Bukhari).<span id="more-89"></span></li>
<li>Pahala membacanya: Sabda Nabi: &#8220;Siapa saja membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.&#8221; (At-Tirmidzi).</li>
<li>Keutamaan mempelajari al-Qur&#8217;an, menghafalnya dan pandai membacanya:<br />
Sabda Nabi: &#8220;Perumpamaan orang yang membaca al-Qur&#8217;an sedang ia hafal dengannya bersama para malaikat yang suci dan mulia, sedang perumpamaan orang yang membaca al-Qur&#8217;an sedang ia senantiasa melakukannya meskipun hal itu sulit baginya maka baginya dua pahala.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih). Dan sabda Nabi: &#8220;Dikatakan kepada ahli al-Qur&#8217;an, &#8216;Bacalah, naiklah dan bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membaca di dunia, karena kedudukanmu terletak pada akhir ayat yang kamu baca.&#8221; (At-Tirmidzi).<br />
Al-Khaththabi mengatakan: &#8220;Disebutkan dalam atsar bahwa jumlah ayat al-Qur&#8217;an adalah sesuai dengan jumlah tingkatan dalam surga. Dikatakan kepada pembaca (al-Qur&#8217;an), &#8216;Naiklah dalam tingkatan sesuai dengan ayat al-Qur&#8217;an yang sebelumnya kamu baca (di dunia).&#8217; Karena itu siapa yang membaca dengan sempurna seluruhnya al-Qur&#8217;an, maka ia menempati tingkatan surga yang paling atas di akhirat. Sedang siapa yang membaca sesuatu juz darinya, maka kenaikannya dalam tingkatan surga sesuai dengan bacaannya itu. Dengan demikian, akhir pahalanya adalah pada akhir bacaannya.</li>
<li>Pahala bagi orang yang anaknya mempelajari al-Qur&#8217;an: &#8220;Siapa saja membaca al-Qur&#8217;an, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orangtuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya yang sinarnya bagaikan sinar matahari, dan dikenakan kepada kedua orangtuanya dua perhiasan yang nilainya tidak tertandingi oleh dunia. Keduanya pun bertanya-tanya:<br />
&#8220;Bagaimana dipakaikan kepada kami semuanya itu?&#8221;, Dijawab: &#8220;Karena anakmu telah membawa al-Qur&#8217;an.&#8221; (al-Hakim).</li>
<li>Al-Qur&#8217;an memberi syafa&#8217;at kepada ahlinya di Akhirat: Sabda Nabi: &#8220;Bacalah al-Qur&#8217;an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafa&#8217;at kepada para ahlinya.&#8221; (HR. Muslim). Dan sabda beliau: &#8221;Puasa dan al-Qur&#8217;an keduanya akan memberikan syafa&#8217;at kepada seorang hamba pada hari Kiamat …&#8221; (Ahmad dan al-Hakim).</li>
<li>Pahala bagi orang yang berkumpul untuk membaca dan mengkajinya: Sabda Nabi: &#8220;Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah Ta&#8217;ala, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjung oleh Allah di hadapan para makhluk yang di sisi-Nya.&#8221; (Abu Dawud).</li>
</ul>
<p><strong>Adab membaca al-Qur&#8217;an</strong></p>
<p>Ada beberapa adab disebutkan oleh Ibnu Katsir, di antaranya:</p>
<ol>
<li>Tidak menyentuh al-Qur&#8217;an atau membacanya kecuali dalam keadaan suci.</li>
<li>Bersiwak sebelum membacanya.</li>
<li>Mengenakan pakaiannya yang terbaik.</li>
<li>Menghadap kiblat.</li>
<li>Berhenti membaca jika menguap.</li>
<li>Tidak memotong bacaan dengan suatu perkataan kecuali memang ada keperluan.</li>
<li>Pikirannya terkonsentrasi.</li>
<li>Ketika melalui ayat yang berisi janji berhenti untuk memohon kepada Allah dan ketika melalui ayat yang berisi ancaman memohon perlindungan kepada-Nya.</li>
<li>Tidak meletakkan al-Qur&#8217;an tercerai berai juga tidak meletakkan sesuatu di atasnya.</li>
<li>Tidak saling mengeraskan bacaan terhadap orang lain.</li>
<li>Tidak membaca di dalam pasar dan di tempat-tempat hiburan.</li>
</ol>
<p><strong>Bagaimana membaca al-Qur&#8217;an</strong></p>
<p>Anas ketika ditanya tentang bacaan Nabi, ia menjawab: &#8220;Beliau senantiasa membaca dengan perlahan (sesuai dengan panjang pendeknya). Jika beliau membaca Bimillahirrahmanirrahim, beliau baca dengan perlahan Bismillah, beliau baca dengan perlahan Ar-Rahman dan beliau baca dengan perlahan Ar-Rahim.&#8221; (Al-Bukhari)<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Pelipat-gandaan Pahala Bacaan </strong></p>
<p>Setiap orang yang membaca al-Qur&#8217;an dengan ikhlas <em>Lillah</em> maka ia mendapatkan pahala. Namun pahala ini dilipatgandakan jika disertai dengan kehadiran hati, penghayatan dan pemahaman terhadap ayat yang dibaca. Maka satu huruf bisa dilipatgandakan pahalanya menjadi sepuluh kebaikan, bahkan tujuh ratus kali lipat.</p>
<p><strong>Jumlah Ayat yang Dibaca Dalam Sehari Semalam</strong></p>
<p>Para sahabat Nabi biasanya membuat untuk diri mereka sendiri sejumlah ayat al-Qur&#8217;an untuk dibaca setiap hari. Tidak seorang pun dari mereka yang senantiasa mengkhatamkan al-Qur&#8217;an dalam waktu kurang dari tujuh hari. Bahkan ada larangan berkenaan dengan mengkhatamkan al-Qur&#8217;an dalam waktu kurang dari tiga hari. <strong>Maka berupayalah dengan sungguh-sungguh saudaraku yang budiman, untuk memanfaatkan waktu Anda dengan membacanya</strong>. Buatlah untuk diri anda kadar bacaan harian, dan janganlah anda meninggalkannya dalam keadaan bagaimanapun.</p>
<p>Sedikit tapi terus menerus lebih baik daripada banyak namun terputus. Karena itu, jika anda lalai atau ketiduran maka laksanakan gantinya pada esok hari. Nabi bersabda: &#8220;Siapa saja tidur melupakan hizbnya atau sesuatu darinya, lalu membacanya pada waktu antara Shalat Subuh dan Shalat Zhuhur, maka dicatat baginya pahala seakan-akan ia telah membacanya di malam hari.&#8221; (Muslim).</p>
<p>Janganlah anda termasuk orang yang menjauhi al-Qur&#8217;an, atau melupakannya <strong>dengan cara apa pun</strong>, seperti menjauhi pembacaannya, pemahaman maknanya, pengamalannya, atau berobat dengannya.</p>
<p><em>(Sumber: Tafsir Al-&#8217;Usyr Al-Akhir dari Al&#8217;Qur&#8217;an Al Karim Disertai Hukum-Hukum Penting Bagi Seorang Muslim) </em></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Keutamaan+Membaca+Al-Qur%E2%80%99an&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F01%2F24%2Fkeutamaan-membaca-al-quran.html&b=Reading %22Keutamaan+Membaca+Al-Qur%E2%80%99an%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/01/24/keutamaan-membaca-al-quran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Ramadhan 1429H di Mekkah Hanya 29 Hari?</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/10/06/mengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/10/06/mengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 02:31:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pasca Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[GMT]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Penanggalan Hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[Ramdahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Dalam penanggalan hijriah, siklus 1 bulan bagi penduduk bumi adalah 29,5305882 hari (http://www.moonconnection.com/moon_phases.phtml). Agar dapat sinkron dengan perubahan siang-malam sebagai siklus 1 hari, penanggalan hijriah dibulatkan menjadi 29 atau 30 hari.
Ternyata, pembulatan 29 atau 30 hari tersebut tidaklah berlaku sama di semua tempat di bumi. Ada daerah yang mendapat pembulatan 29 hari, ada pula yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam penanggalan hijriah, siklus 1 bulan bagi penduduk bumi adalah 29,5305882 hari (http://www.moonconnection.com/moon_phases.phtml). Agar dapat sinkron dengan perubahan siang-malam sebagai siklus 1 hari, penanggalan hijriah dibulatkan menjadi 29 atau 30 hari.</p>
<p>Ternyata, pembulatan 29 atau 30 hari tersebut tidaklah berlaku sama di semua tempat di bumi. Ada daerah yang mendapat pembulatan 29 hari, ada pula yang 30 hari. Buktinya, tahun 1429H ini, Ramadhan di Mekkah hanya 29 hari sedangkan di Indonesia 30 hari. Apakah ada penghitungan atau observasi hilal yang salah?<span id="more-81"></span></p>
<p><img title="gmt" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/10/gmt.png" alt="" width="297" height="448" align="left" /> Untuk patokan jam internasional dan penentuan hari pada penanggalan matahari, dikenal istilah Greenwich Mean Time (GMT). Zona waktu Mekkah dan Riyadh adalah GMT+3, sedangkan Jakarta adalah GMT+7. Dengan demikian, menurut penanggalan matahari, Jakarta selalu dianggap lebih dahulu 4 jam daripada Mekkah.</p>
<p>Dalam penentuan 1 Syawal, Ketua Badan Hisab dan Rukyat yang juga Direktur Urusan Agama Islam Depag, Muchtar Iljas menyampaikan hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan baru) bahwa dari hasil pemantauan di 25 lokasi dari Banda Aceh hingga Jayapura semua melaporkan tidak melihat hilal pada 29 Ramadhan 1429H (http://www.dakwatuna.com/2008/persatuan-umat-harus-dijaga/).</p>
<p>Penjelasan logisnya begini. Ketika penentuan 1 Ramadhan, hilal terlihat pertama kali di timur Indonesia (sekitar GMT-6 hingga GMT-8), sehingga Jakarta dan Mekkah sama-sama memulai puasa pada 1 September 2008. Nah, sesuai dengan siklusnya yang 29,5 hari, di akhir Ramadhan, hilal Syawal akan pertama kali terlihat di GMT+6 hingga GMT+4, di sebelah barat Indonesia, tetapi masih di sebelah timur Saudi.</p>
<p>Bagi kelompok yang berlebaran tanggal 30 September 2008 di Jakarta, mereka malah mendahului lebaran di Saudi yang baru berlangsung 4 jam kemudian, dan saat itu sebenarnya masih 30 Ramadhan di Indonesia. Adapun yang berlebaran di Jakarta tanggal 1 Oktober 2008 dapat dipandang bahwa lebarannya sama-sama 1 Syawal tetapi Mekkah lebih dahulu 20 jam memasukinya.</p>
<p>Kebingungan dan perbedaan hari lebaran di Indonesia yang sering terjadi lebih disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:<br />
1. Patuhnya kita kepada sistem penanggalan matahari yang digunakan oleh dunia internasional.<br />
2. Butanya kita terhadap ilmu penanggalan bulan.<br />
3. Kepatuhan berlebihan kepada kelompok sehingga kurang kritis terhadap pimpinan yang bisa saja salah.<br />
4. Patokan untuk penanggalan matahari adalah tetap dan absolut yang  kini dikenal dengan istilah GMT, sedangkan untuk penanggalan bulan patokannya relatif dan berpindah-pindah, oleh karena itu diperlukan pengamatan (rukyatul hilal). Dengan rumus yang sudah diketahui, pengamatan dapat disimulasikan atau ditebak melalui perhitungan.</p>
<p>Semua yang benar datangnya dari Allah SWT, dan bila ada yang salah adalah kelemahan penulis. Selamat hari raya Idul Fitri, taqabbalahhu minnaa waminkum shaalihal a’maali, wa kullu ‘aamin wa antum bikhairin (semoga Allah menerima amal-amal baik kita, dan semoga dalam semua hari-hari sepanjang tahun kita selalu dalam kebaikan). Amin. Wallahu a’lam bishshowwab.</p>
<p>Arif Rahmat, BinaMuslim.Com</p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Mengapa+Ramadhan+1429H+di+Mekkah+Hanya+29+Hari%3F&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2008%2F10%2F06%2Fmengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html&b=Reading %22Mengapa+Ramadhan+1429H+di+Mekkah+Hanya+29+Hari%3F%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/10/06/mengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Piknik Jelang Imsak, Masjid PTDI Penuh Sesak!!!</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/09/23/piknik-jelang-imsak-masjid-ptdi-penuh-sesak.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/09/23/piknik-jelang-imsak-masjid-ptdi-penuh-sesak.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 07:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[I'tikaf]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/09/23/piknik-jelang-imsak-masjid-ptdi-penuh-sesak.html</guid>
		<description><![CDATA[Ketika di akhir Ramadhan sebagian besar masjid justru ditinggalkan oleh jamaah tarawihnya, pemandangan yang berbeda terjadi pada beberapa masjid di Bandung, salah satunya adalah Masjid Raya Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia. Sebagai tempat pelaksanaan i&#8217;tikaf, masjid ini penuh sesak dengan jamaah, dari kalangan lanjut usia, dewasa, remaja, bahkan bayi dan balita turut meramaikan suasana.
Selain menghidupkan malam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.binamuslim.com/images/habiburrahman_ptdi_ustadz_abdul_aziz1.jpg" align="left" />Ketika di akhir Ramadhan sebagian besar masjid justru ditinggalkan oleh jamaah tarawihnya, pemandangan yang berbeda terjadi pada beberapa masjid di Bandung, salah satunya adalah Masjid Raya Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia. Sebagai tempat pelaksanaan i&#8217;tikaf, masjid ini penuh sesak dengan jamaah, dari kalangan lanjut usia, dewasa, remaja, bahkan bayi dan balita turut meramaikan suasana.</p>
<p>Selain menghidupkan malam dengan beribadah di masjid, salah satu ciri i&#8217;tikaf adalah menjadikan masjid sebagai tempat beraktifitas sepanjang hari yang disunnahkan selama 10 hari terakhir Ramadhan. Di Masjid Raya Habiburrahman, kegiatan malamnya diawali dengan tarawih ba&#8217;da isya dengan bacaan shalat 1/2 hingga 1 juz, diselingi dengan tidur 2 jam, dilanjutkan dengan Qiyamullail berjamaah dari pukul 00.30 selama 3 jam dengan bacaan shalat 2,5 juz sehingga diharapkan dapat khatam dalam 9-10 hari.<span id="more-80"></span></p>
<p><strong>Qiyamullail</strong><br />
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, komando masih di tangan Ustadz Abdul &#8216;Aziz Abdur Rauf yang bertugas menjadi imam bersama para hafidz (penghafal Qur&#8217;an) tim LTQ Habiburrahman.</p>
<p>Ruku&#8217; &amp; sujud sepanjang 30-60 detik terasa begitu nikmat setelah berdiri yang lama karena panjangnya bacaan shalat. Bayangkan saja, untuk menyelesaikan 2 rakaat shalat dibutuhkan waktu sekitar 30-40 menit. Berdirinya orang yang shalat malam tidaklah sama dengan berdirinya orang di bis kota, di antrian loket BLT, atau di tengah konser pemusik terkenal. Berdirinya orang yang shalat malam akan dinilai ibadah oleh Allah SWT, bila diawali dengan niat mengharap ridha-Nya.</p>
<p>Selain shalat malam, ada pula tausiah/ceramah, kajian tafsir, serta kajian riyadhusshalihin. Untuk ibadah pribadi, tilawah Al-Qur&#8217;an dapat digeber sebanyak 1, 3, 5 bahkan 10 juz dalam sehari, dengan mengoptimalkan waktu luang yang ada dan meminimalkan tidur.</p>
<p><strong>Menu Sahur</strong><br />
Untuk makan sahur, panitia menjual kupon yang ditukarkan dengan nasi bungkus setelah Qiyamullail selesai. Untuk jamaah yang lebih senang jajan, juga tersedia beberapa pilihan menu dari penjaja minuman, makanan ringan maupun berat. Air minum gratis disediakan oleh panitia, dalam kemasan cup dan botol galon. Saat makan sahur, ternyata banyak juga yang telah membawa bekal untuk sekeluarga, menggelar tikar lalu makan bersama, sehingga terlihat bagaikan piknik menjelang imsak.</p>
<p><strong>Membudayanya I&#8217;tikaf</strong><br />
I&#8217;tikaf adalah budaya tahunan underground orang-orang shalih yang tenggelam oleh publikasi arus mudik, serta penyediaan penganan dan pakaian lebaran. Berita kecelakaan dan kesulitan mendapat tiket mudik ternyata lebih mengalihkan perhatian orang daripada berita kemuliaan dan keutamaan Ramadhan.</p>
<p>Ramadhan cuma sekali setahun, momen yang begitu berharga, manfaatkan sebaik-baiknya dengan bertaqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah SWT). Tak ada jaminan bahwa Ramadhan depan waktu Anda bisa lebih senggang, atau bahkan bisa jadi, Ramadhan depan bukan jatah kita lagi. Mari ber-i&#8217;tikaf!!!</p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Piknik+Jelang+Imsak%2C+Masjid+PTDI+Penuh+Sesak%21%21%21&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2008%2F09%2F23%2Fpiknik-jelang-imsak-masjid-ptdi-penuh-sesak.html&b=Reading %22Piknik+Jelang+Imsak%2C+Masjid+PTDI+Penuh+Sesak%21%21%21%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/09/23/piknik-jelang-imsak-masjid-ptdi-penuh-sesak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbanyaklah Istighfar di Waktu Sahur</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/09/16/perbanyaklah-istighfar-di-waktu-sahur.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/09/16/perbanyaklah-istighfar-di-waktu-sahur.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 07:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Tricks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/09/16/perbanyaklah-istighfar-di-waktu-sahur.html</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda shalat dan tinggal 10-15 menit sebelum Shubuh, maka ketahuilah bahwa waktu ini adalah waktu yang diberkahi, yaitu waktu sahur. Firman Allah SWT dalam Al-Qur&#8217;an:


&#8220;(Yaitu) orang-orang yang berdoa, &#8216;Ya, Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,&#8217; (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda shalat dan tinggal 10-15 menit sebelum Shubuh, maka ketahuilah bahwa waktu ini adalah waktu yang diberkahi, yaitu waktu sahur. Firman Allah SWT dalam Al-Qur&#8217;an:</p>
<p><img src="http://web1hari.com/file/gif/3/3_16.gif" /><br />
<img src="http://web1hari.com/file/gif/3/3_17.gif" /></p>
<p><em>&#8220;(Yaitu) orang-orang yang berdoa, &#8216;Ya, Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,&#8217; (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.&#8221;</em> (QS. Ali &#8216;Imran:16-17)</p>
<p>Hendaknya Anda tidak hanya sebatas menggerakkan lisan saja dalam beristighfar, namun ingat-ingatlah dosa-dosa dan kesalahan yang telah lalu, kemudian beristighfarlah karenanya.</p>
<p>[Dikutip dari 24 Jam Bersama Allah, ditulis oleh Muhammad Hasan Yusuf, diterbitkan Aqwam Jembatan Ilmu]</p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Perbanyaklah+Istighfar+di+Waktu+Sahur&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2008%2F09%2F16%2Fperbanyaklah-istighfar-di-waktu-sahur.html&b=Reading %22Perbanyaklah+Istighfar+di+Waktu+Sahur%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/09/16/perbanyaklah-istighfar-di-waktu-sahur.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah di Balik Faedah Ayat Kursi</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/09/01/kisah-di-balik-faedah-ayat-kursi.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/09/01/kisah-di-balik-faedah-ayat-kursi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 04:45:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/09/01/kisah-di-balik-faedah-ayat-kursi.html</guid>
		<description><![CDATA[
Diriwayatkan bahwa Ubay bin Ka&#8217;ab memiliki sebaskom kurma (yang sedang dikeringkan). Tiba-tiba saja kurma tersebut berkurang. Maka suatu malam dia menjaga kurma tersebut berkurang. Maka suatu malam dia menjaga kurma tersebut, ternyata datang sesosok makhluk yang mirip dengan seorang anak kecil yang sudah baligh, lalu dia memberi salam kepada Ubay, maka Ubay pun membalas salamnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://web1hari.com/file/gif/2/2_255.gif" /></p>
<p>Diriwayatkan bahwa Ubay bin Ka&#8217;ab memiliki sebaskom kurma (yang sedang dikeringkan). Tiba-tiba saja kurma tersebut berkurang. Maka suatu malam dia menjaga kurma tersebut berkurang. Maka suatu malam dia menjaga kurma tersebut, ternyata datang sesosok makhluk yang mirip dengan seorang anak kecil yang sudah baligh, lalu dia memberi salam kepada Ubay, maka Ubay pun membalas salamnya, dan bertanya, &#8220;Siapa kamu, jin atau manusia?&#8221; Dia menjawab, &#8220;Bukan, saya dari bangsa jin&#8221;. Ubay berkata lagi, &#8220;Serahkan tanganmu!&#8221;</p>
<p>Lalu jin tersebut menyerahkan tangannya, ternyata tangannya seperti anjing dan rambutnya seperti rambut (bulu) anjing. Ubay berkata, &#8220;Beginikah bentuk jin itu?&#8221; Jin tersebut menjawab, &#8220;Engkau telah mengetahui bentuk jin, bahkan di antara mereka ada yang lebih jelek dariku.&#8221;</p>
<p>Ubay bertanya kembali, &#8220;Lalu apa yang mendorongmu datang ke mari?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Telah sampai kepada kami berita bahwa engkau suka bersedekah, maka kami datang untuk mendapatkan bagian kami dari makananmu.&#8221;</p>
<p>Lantas Ubay bertanya, &#8220;Apa yang bisa membuat kami selamat dari (gangguan) kalian?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Ayat ini, yaitu yang terdapat dalam surat Al-Baqarah: <em>Allahu Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyul Qayyuum&#8230;</em>(Ayat Kursi, Surat Al-Baqarah:255)</p>
<p><em>(Allah, tidak ada Ilah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya)</em></p>
<p>Barangsiapa membacanya di waktu sore maka dia akan selamat dari gangguan kami hingga pagi hari, dan barangsiapa yang membacanya di waktu pagi maka ia selamat dari gangguan kami hingga sore hari.&#8221;</p>
<p>Ketika pagi hari, Ubay bin Ka&#8217;ab melaporkan kejadian tersebut kepada Rasulullah SAW maka beliau bersabda, &#8220;Jin laki-laki tersebut telah berkata benar&#8221;<br />
(Shahih At-Targhib wa At-Tarhib nomor 622; hadits Shahih)</p>
<p>[Dikutip dari buku 24 Jam Bersama Allah, Muhammad Hasan Yusuf, Penerbit Aqwam]</p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Kisah+di+Balik+Faedah+Ayat+Kursi&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2008%2F09%2F01%2Fkisah-di-balik-faedah-ayat-kursi.html&b=Reading %22Kisah+di+Balik+Faedah+Ayat+Kursi%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/09/01/kisah-di-balik-faedah-ayat-kursi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
