<?xml version="1.0" encoding="UNICODE-1-1-UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>binaMUSLIM &#187; Umum</title>
	<atom:link href="http://www.binamuslim.com/category/umum/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.binamuslim.com</link>
	<description>Menuju Generasi Tiada Hari Tanpa Al-Qur'an</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Jul 2010 23:22:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Meninjau Kredit Lewat Pihak Ketiga</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/12/13/meninjau-kredit-lewat-pihak-ketiga.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/12/13/meninjau-kredit-lewat-pihak-ketiga.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 23:22:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Cicilan]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit]]></category>
		<category><![CDATA[Riba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[
Segala puji bagi Allah Ta’ala, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Suatu persoalan yang sering muncul di dunia bisnis adalah jual beli kredit melalui pihak ketiga. Kasusnya adalah semacam ini: Sebuah dealer menjual motor kepada Ahmad dengan cara kredit. Namun, Ahmad harus membayar cicilan kredit tersebut kepada sebuah bank atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-175 aligncenter" title="jebakan-hutang1" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2009/12/jebakan-hutang1.jpg" alt="jebakan-hutang1" width="345" height="399" /></p>
<p>Segala puji bagi Allah Ta’ala, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Suatu persoalan yang sering muncul di dunia bisnis adalah jual beli kredit melalui pihak ketiga. Kasusnya adalah semacam ini: Sebuah dealer menjual motor kepada Ahmad dengan cara kredit. Namun, Ahmad harus membayar cicilan kredit tersebut kepada sebuah bank atau BPR.</p>
<p>Praktek jual beli seperti inilah yang banyak dipraktekkan di banyak dealer atau showroom. Juga dapat kita temui praktek yang serupa pada beberapa KPR dan toko elektronik. Sekarang, apakah jual beli semacam ini dibenarkan? Mari kita simak pembahasan berikut, semoga kita bisa mendapatkan jawabannya.</p>
<p>Silakan buka link berikut:<br />
<a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/muamalah/2816-kredit-lewat-pihak-ketiga-bank.html" target="_blank">http://rumaysho.com/hukum-islam/muamalah/2816-kredit-lewat-pihak-ketiga-bank.html</a></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Meninjau+Kredit+Lewat+Pihak+Ketiga&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F12%2F13%2Fmeninjau-kredit-lewat-pihak-ketiga.html&b=Reading %22Meninjau+Kredit+Lewat+Pihak+Ketiga%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/12/13/meninjau-kredit-lewat-pihak-ketiga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stop Dreaming Start Action</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/09/14/stop-dreaming-start-action.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/09/14/stop-dreaming-start-action.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 01:20:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Tricks]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[3M]]></category>
		<category><![CDATA[Aa Gym]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[Durrotul Muqoffah]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Qur'ani]]></category>
		<category><![CDATA[hafidz]]></category>
		<category><![CDATA[hafidzah]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden RI]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Dreaming Start Action]]></category>
		<category><![CDATA[Tiada hari tanpa Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Yusuf Mansur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Ust. Yusuf Mansur: SBY Pilih Menteri dari Penghafal Al-Qur&#8217;an

Siapa yang tak kenal Boediono, calon Wakil Presiden RI terpilih yang sebelum Pilpres Juli 2009 lalu begitu ramai dibicarakan mengenai ke-Islamannya. Namun seakan menepis keraguan itu semua, sesuatu yang di luar dugaan telah terjadi, atas izin Allah SWT. Sepekan sebelum Ramadhan, Boediono menyetor hafalan surah Al-Kahfi dengan lancar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Ust. Yusuf Mansur: SBY Pilih Menteri dari Penghafal Al-Qur&#8217;an</h2>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-162" title="sby-boediono" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2009/09/sby-boediono-300x245.jpg" alt="" width="300" height="245" /><br />
Siapa yang tak kenal Boediono, calon Wakil Presiden RI terpilih yang sebelum Pilpres Juli 2009 lalu begitu ramai dibicarakan mengenai ke-Islamannya. Namun seakan menepis keraguan itu semua, sesuatu yang di luar dugaan telah terjadi, atas izin Allah SWT. Sepekan sebelum Ramadhan, Boediono menyetor hafalan surah Al-Kahfi dengan lancar dan fasih kepada Ustadz Yusuf Mansur, demikian tutur Ustadz Yusuf Mansur pada ceramah ba&#8217;da Shubuh MQFM Bandung, 24 Ramadhan 1430H.</p>
<p>Tak lama kemudian, Presiden SBY yang juga menyaksikan setoran hafalan tersebut mendekati Ustadz Yusuf Mansur. Beliau mengatakan bahwa ia akan memilih para penghafal Al-Qur&#8217;an sebagai menteri di kabinet barunya. Subhanallah, insya Allah para menteri di republik ini adalah penghafal Qur&#8217;an. Sebagai pendengar siaran <em>live</em> itu, rasa haru tentu tak terbendung, air mata tercurah atas berita bahagia tersebut.<span id="more-157"></span></p>
<p>Tiba-tiba Ustadz Yusuf Mansur terbangun dari tidurnya, dan tersadarlah ia bahwa semua itu hanya penghias tidur belaka. Saat cerita ini disampaikan, sontak pendengar yang tadinya terharu serentak berubah emosinya menjadi tawa, sambil menelan kekecewaan bahwa cerita itu tak lebih dari cuplikan mimpi.</p>
<p>Ceramah ba&#8217;da Shubuh MQFM tersebut disiarkan langsung dari Daarut Tauhiid, pesantren binaan Aa Gym di Bandung. Ceramah yang juga di-relay oleh puluhan stasiun radio di tanah air tersebut juga memperdengarkan hafalan Qur&#8217;an nan anggun yang dilantunkan oleh Durratul Muqoffah, hafidzah cilik yang masih duduk di kelas 1 Madrasah Tsanawiyah.</p>
<p>Ia hadir ditemani ayahnya, Ustadz Sulaiman, seorang hafidz. Karena ditanya oleh Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Sulaiman berkisah bahwa ia memiliki 7 anak yang semuanya insya Allah disiapkan untuk menjadi penghafal Al-Qur&#8217;an. Sejak usia 3,5 tahun anaknya mulai diajar membaca Al-Qur&#8217;an, usia 4 tahun sudah lancar, dan usia 5 tahun sudah mulai meniru ibunya yang juga hafidzah, untuk melantunkan ayat suci Al-Qur&#8217;an tanpa memegang mushaf.</p>
<p>Ustadz Yusuf Mansur juga menimpali, ia baru saja memberikan kata pengantar bagi sebuah buku baru berjudul 11 Bintang. Penulis buku tersebut juga merupakan kepala keluarga, yang mulai dari Ayah, Ibu dan ke-11 anaknya semuanya adalah hafidz dan hafidzah, istilah bahasa Arab bagi para penghafal Al-Qur&#8217;an. Salah satu anak dari keluarga tersebut bersekolah di Pesantren Daarul Qur&#8217;an yang dibina oleh Ustadz Yusuf Mansur.</p>
<p>Subhanallah, semoga Allah SWT memperbanyak generasi Qur&#8217;ani di negeri kita tercinta dan menjadikan kita dan keturunan kita adalah salah satu di antaranya. Malu kita kepada Palestina yang tiada henti dari peperangan, namun pada perayaan tahun baru lalu mewisuda 3000 penghafal Qur&#8217;an, bahkan Perdana Menteri Palestina Ismail Haniya adalah juga seorang hafidz. Sudah saatnya kita <em>stop dreaming start action</em>.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Yusuf Mansur juga berharap bahwa di tahun 2024 nanti, para pemimpin dan calon pemimpin negara kita, siapapun orangnya adalah berasal dari generasi penghafal Al-Qur&#8217;an. Yah, sudah ada sedikit tanda kemajuan, calon Wakil Presiden kita sudah setor hafalan Al-Kahfi, walaupun masih di dalam mimpi Ustadz Yusuf Mansur.</p>
<h2>Stop Dreaming Start Action</h2>
<p>Ya, stop dreaming start action. Dari mimpi semua bermula, tapi tanpa usaha mimpi itu tiada guna. Kalau kita kombinasikan konsep stop dreaming start action dengan jurus 3M dari Aa Gym, berikut ini langkah-langkah yang perlu kita lakukan untuk mewujudkan mimpi tersebut.</p>
<p>Pertama, <strong>mulai dari diri sendiri, stop dreaming start action,</strong> marilah kita:</p>
<ul>
<li>mendeklarasikan niat dan senantiasa <a href="http://www.binamuslim.com/category/motivasi-berinteraksi-dengan-al-quran" target="_blank">memotivasi diri untuk menghafal Al-Qur&#8217;an</a></li>
<li>mencari komunitas penghafal Al-Qur&#8217;an untuk menumbuhkan iklim kompetisi dalam kelompok</li>
<li>tetap istiqamah dalam menempuh cara menggapai tujuan menjadi penghafal Al-Qur&#8217;an</li>
</ul>
<p>Yang kedua, <strong>mulailah saat ini, stop dreaming start action,</strong> marilah kita:</p>
<ul>
<li>menyediakan slot khusus untuk agenda harian dan pekanan dalam menghafal Al-Qur&#8217;an</li>
<li>menyetorkan hafalan kepada Ustadz/Ustadzah/Murabbi kita setiap pekan secara teratur</li>
<li>menjadikan Al-Qur&#8217;an sebagai <a href="http://www.binamuslim.com/download-gratis" target="_blank">hiburan dan bacaan utama</a></li>
</ul>
<p>Yang ketiga, <strong>mulailah dari hal-hal yang kecil dan sepele, stop dreaming start action,</strong> marilah kita:</p>
<ul>
<li>mengurangi tidur dan waktu luang yang terbuang utamanya saat berada di ruang tunggu atau perjalanan</li>
<li>mengurangi menonton televisi, mendengar radio dan browsing internet di luar agenda</li>
<li>menghindari <em>overload</em> alunan musik, syair lagu dan cerita film yang menyesakkan memori kita</li>
</ul>
<p>Sambil menghafalkan Al-Qur&#8217;an, insya Allah itu akan lebih memudahkan kita untuk mengerti makna Al-Qur&#8217;an sambil berusaha mengamalkannya sebagaimana teladan kita Rasulullah SAW yang mampu menjadi Al-Qur&#8217;an yang hidup. Semoga Allah meridhai rencana dan upaya kita untuk menjadi generasi Qur&#8217;ani yang tiada hari tanpa Al-Qur&#8217;an, amin, ya Rabbal &#8216;Alamin. <em></em></p>
<p><em>Stop dreaming start action</em>, Allah SWT yang menentukan hasilnya, tetapi kita bebas memilih jalan yang mana yang akan kita tempuh. Bangunlah dari mimpi, gapai tujuanmu dengan langkah nyata. <em>Stop dreaming start action.</em></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Stop+Dreaming+Start+Action&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F09%2F14%2Fstop-dreaming-start-action.html&b=Reading %22Stop+Dreaming+Start+Action%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/09/14/stop-dreaming-start-action.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Boediono: &#8220;Om Swastiastu&#8221;</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/07/06/boediono-om-swastiastu.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/07/06/boediono-om-swastiastu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 00:05:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[cincin emas]]></category>
		<category><![CDATA[Free]]></category>
		<category><![CDATA[FUI]]></category>
		<category><![CDATA[GBK]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[JIL]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[
Sabtu sore 4 Juli 2009 adalah hari yang menyebalkan untuk menonton TV. Trans7, TvOne, SCTV dan MetroTV menyiarkan siaran langsung acara perusakan rumput GBK, Senayan oleh pendukung SBY-Boediono. Sambil pindah-pindah saluran, sampailah pada pidato Boediono. Cukup mencengangkan. Selain mengucapkan salam sebagai muslim (dan salam sejahtera), Boediono juga mengucapkan salam sebagai orang Hindu, &#8220;Om Swastiastu&#8221;.
Salam (milik) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://farm3.static.flickr.com/2515/3680940870_5c4e3908f3.jpg?v=0" alt="" width="374" height="373" /></p>
<p>Sabtu sore 4 Juli 2009 adalah hari yang menyebalkan untuk menonton TV. Trans7, TvOne, SCTV dan MetroTV menyiarkan siaran langsung acara perusakan rumput GBK, Senayan oleh pendukung SBY-Boediono. Sambil pindah-pindah saluran, sampailah pada pidato Boediono. Cukup mencengangkan. Selain mengucapkan salam sebagai muslim (dan salam sejahtera), Boediono juga mengucapkan salam sebagai orang Hindu, &#8220;Om Swastiastu&#8221;.</p>
<p>Salam (milik) orang Hindu tersebut sangat jarang digunakan pada acara formal, dalam konteks kampanye maupun kenegaraan. Kalau Boediono tidak tahu arti dan maknanya, artinya beliau professor yang kurang pandai. Secara sadar, ia berani mengatakan salam Hindu tersebut di depan massa koalisi yang suara mayoritasnya dari partai-partai Islam.</p>
<p>Mengapa salam menjadi begitu penting untuk dipersoalkan oleh seorang muslim? <span id="more-146"></span>Salam tersebut punya makna yang sangat dalam. Dari situs web www.pustakahindu.info dapat dipahami bahwa salam &#8220;Om Swastiastu&#8221; mengandung arti “Semoga ada dalam keadaan baik atas karunia Hyang Widhi”. Dengan mengucapkan salam tersebut, telah ada pengakuan terhadap Sang Hyang Widi sebagai Tuhan, padahal seorang muslim tidak patut mengakui adanya Tuhan selain Allah SWT. Hal ini tidak semestinya dilakukan seorang muslim, karena menyentuh sisi aqidah, sama halnya dengan dilarangnya muslim untuk mengucapkan selamat hari raya agama lain.</p>
<p>Walaupun SBY menyatakan bahwa Boediono adalah muslim yang baik, ada beberapa hal yang patut diragukan dari keislaman Boediono selain salam Hindu tadi.</p>
<ol>
<li>Rukun Islam yang pertama adalah syahadat, isinya menyangkut keyakinan kepada Yang Maha Kuasa, mengerdilkan selain-Nya, dan pengakuan bahwa Muhammad SAW adalah Rasul-Nya. Ketika ditanya tentang agama pada suatu wawancara/debat sebagai cawapres, Boediono menempatkan agama di atas untuk dijunjung, padahal seharusnya di bawah sebagai dasar/pondasi/landasan berpijak dan bertindak. Ini adalah pertanda pemahaman yang kurang dalam memposisikan Islam sebagai agama.<br/><br/></li>
<li>Dari Abi Musa ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Telah diharamkan memakai sutera dan emas bagi laki-laki dari umatku dan dihalalkan bagi wanitanya.” (HR Turmuzi dengan sanad hasan shahih). Ali bin Abu Thalib berkata, ”Aku melihat Rasulullah SAW memegang sutera di tangan kanan dan emas di tangan kiri seraya bersabda,”Keduanya ini haram bagi laki-laki dari umatku.” (HR Abu Daud dengan sanad hasan). Saat siaran langsung deklarasi SBY-Boediono 15 Mei 2009 di Bandung, maupun saat kampanye 4 Juli 2009 di Jakarta, Boediono terlihat menggunakan cincin berwarna emas di jari tengah tangan kanannya. Bila ternyata bahannya bukan emas, tetap saja ia menyerupai kaum yang menggunakan emas. “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia telah menjadi golongan mereka”. – Dari Ibn Umar .ra dari Rasulullah SAW.<br />
Orang menjadi terbiasa melakukan yang diharamkan Allah bisa karena 2 hal. Pertama, belum tahu karena pemahaman agamanya kurang, rekan-rekannya tidak mengingatkan karena mereka sama-sama melakukan perilaku yang diharamkan. Kedua, sudah tahu tetapi menganggap remeh hal tersebut, imannya sulit untuk diperkuat.<br/><br/></li>
<li>Kawan-kawan dekat Boediono yang mendampinginya berkampanye ke mana-mana adalah musuh Islam, khususnya para ulama. Mereka adalah para pemikir islam liberal alias JIL, yang sebagai lembaga formal kadang menamakan dirinya Freedom Institute. Di Freedom Institute, Rizal Mallarangeng dibantu oleh barisan tokoh JIL, seperti Luthfi Assyaukanie (deputi direktur), Saiful Mujani (direktur riset), Hamid Basyaib (direktur program), Ahmad Sahal (Associates), Ulil Abshar Abdalla (Associates), dan Nong Darol Mahmada. Associates Freedom lainnya adalah Andi Mallarangeng, M. Chatib Basri, Mohamad Iksan, dan Nirwan Dewanto. Kericuhan AKKBB di Monas adalah ulah JIL yang begitu dibela SBY, dan menjadikan mereka seakan-akan menjadi korban. Sedangkan persoalan intinya, yaitu pembubaran Ahmadiyah yang sudah nyata sesatnya malah tidak diacuhkan, tidak ada ketegasan presiden untuk melarangnya. Apakah Boediono tidak tahu, atau justru telah menjadi bagian dari JIL juga?</li>
</ol>
<p>Dokter, polisi dan tentara adalah profesi yang dapat dikenali dari seragamnya. Adapun identitas dan karakteristik diri kita dikenali dari perbuatan, sikap dan perkataan serta siapa rekan-rekan dalam keseharian kita. Sudahkah kita mampu menunjukkan identitas keislaman kita sehingga orang lain tidak memiliki keraguan? Mari kita berbuat yang terbaik, dan semoga Indonesia mendapatkan yang terbaik pula.</p>
<p>Tulisan ini merupakan kompilasi dari apa yang tersaji secara umum di media massa, tidak mewakili pernyataan organisasi manapun.</p>
<p>Pranala acuan:</p>
<ul>
<li><a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/07/04/21294460/Rumput.GBK.Rusak..Tim.SBY-Boediono.Didenda.Rp.150.Juta." target="_blank">http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/07/04/21294460/Rumput.GBK.Rusak..Tim.SBY-Boediono.Didenda.Rp.150.Juta.</a></li>
<li><a href="http://www.pustakahindu.info/2008/11/25/om-swastiastu-dan-swastika/ " target="_blank">http://www.pustakahindu.info/2008/11/25/om-swastiastu-dan-swastika/</a></li>
<li><a href="http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1151900527" target="_blank">http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1151900527</a></li>
<li><a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/mengapa-umat-memilih-antara-liberal-syirik.htm" target="_blank">http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/mengapa-umat-memilih-antara-liberal-syirik.htm</a></li>
<li><a href="http://www.eramuslim.com/berita/nasional/demo-fui-sby-ditantang-untuk-bubarkan-ahmadiyah.htm" target="_blank">http://www.eramuslim.com/berita/nasional/demo-fui-sby-ditantang-untuk-bubarkan-ahmadiyah.htm</a></li>
<li><a href="http://www.freedom-institute.org/id/index.php?page=profil&amp;detail=organisasi" target="_blank">http://www.freedom-institute.org/id/index.php?page=profil&amp;detail=organisasi</a></li>
<li><a href="http://www.pk-sejahtera.org/v2/main.php?op=isi&amp;id=5691" target="_blank">http://www.pk-sejahtera.org/v2/main.php?op=isi&amp;id=5691</a></li>
<li><a href="http://www.flickr.com/photos/32297585@N05/3680940870/" target="_blank">http://www.flickr.com/photos/32297585@N05/3680940870/</a></li>
</ul>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Boediono%3A+%E2%80%9COm+Swastiastu%E2%80%9D&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F07%2F06%2Fboediono-om-swastiastu.html&b=Reading %22Boediono%3A+%E2%80%9COm+Swastiastu%E2%80%9D%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/07/06/boediono-om-swastiastu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Macam-Macam Mahabbah (Kecintaan)</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/06/13/macam-macam-mahabbah-kecintaan.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/06/13/macam-macam-mahabbah-kecintaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 16:49:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Mahabbah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Ada empat macam kecintaan, berikut ini adalah penjelasan dan status kebolehannya dalam menempati hati kita:
1) Mahabatullah (cinta kepada Allah), adalah dasar utama keimanan.
2) Al-mahabbah fillah (cinta karena Allah), yaitu loyalitas kepada kaum mukminin dan mencintai mereka secara global. Adapun secara individu di antara mereka, masing-masing dicintai sesuai dengan kadar kedekatan dan ketaatannya kepada Allah, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada empat macam kecintaan, berikut ini adalah penjelasan dan status kebolehannya dalam menempati hati kita:</p>
<p>1) <strong>Mahabatullah</strong> (cinta kepada Allah), adalah dasar utama keimanan.</p>
<p>2) <strong>Al-mahabbah fillah</strong> (cinta karena Allah), yaitu loyalitas kepada kaum mukminin dan mencintai mereka secara global. Adapun secara individu di antara mereka, masing-masing dicintai sesuai dengan kadar kedekatan dan ketaatannya kepada Allah, dan kecintaan ini hukumnya wajib.</p>
<p>3) <strong>Mahabbah ma&#8217;allah</strong> (kecintaan bersama Allah), yaitu mencintai selain Allah dalam kecintaan yang wajib sama seperti mencintai Allah, seperti kecintaan kaum musyirikin terhadap berhala berhala mereka. Kecintaan seperti ini adalah pokok syirik.</p>
<p>4) <strong>Mahabbah thabi&#8217;iyyah</strong> (kecintaan yang wajar), seperti mencintai kedua orang tua, anak-anak, mencintai makanan dan lainnya, kecintaan ini adalah boleh.</p>
<p><em>(Sumber: Tafsir Al-’Usyr Al-Akhir dari Al’Qur’an Al Karim Disertai Hukum-Hukum Penting Bagi Seorang Muslim)</em></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Macam-Macam+Mahabbah+%28Kecintaan%29&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F06%2F13%2Fmacam-macam-mahabbah-kecintaan.html&b=Reading %22Macam-Macam+Mahabbah+%28Kecintaan%29%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/06/13/macam-macam-mahabbah-kecintaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Membaca Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/01/24/keutamaan-membaca-al-quran.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/01/24/keutamaan-membaca-al-quran.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 08:28:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Keutamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan kekasih kita, Rasulullah SAW, keluarga beserta para shahabat beliau. Amma ba&#8217;du; Al-Qur&#8217;an adalah kalam (firman) Allah. Keutamaannya atas segala perkataan seperti keutamaan Allah atas seluruh makhluk-Nya. Membacanya adalah amalan yang paling utama dilakukan oleh lisan.
Keutamaan Mempelajari, Mengajarkan dan Membaca al-Qur&#8217;an

Pahala mengajarkannya: Sabda Nabi: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2009/01/agus_jatnika_effendi_baca_quran.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-91" title="agus_jatnika_effendi_baca_quran" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2009/01/agus_jatnika_effendi_baca_quran.jpg" alt="" width="477" height="335" /></a>Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan kekasih kita, Rasulullah SAW, keluarga beserta para shahabat beliau. Amma ba&#8217;du; Al-Qur&#8217;an adalah kalam (firman) Allah. Keutamaannya atas segala perkataan seperti keutamaan Allah atas seluruh makhluk-Nya. Membacanya adalah amalan yang paling utama dilakukan oleh lisan.</p>
<p><strong>Keutamaan Mempelajari, Mengajarkan dan Membaca al-Qur&#8217;an</strong></p>
<ul>
<li>Pahala mengajarkannya: Sabda Nabi: &#8220;Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari al-Qur&#8217;an dan mengajarkannya.&#8221; (Al-Bukhari).<span id="more-89"></span></li>
<li>Pahala membacanya: Sabda Nabi: &#8220;Siapa saja membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.&#8221; (At-Tirmidzi).</li>
<li>Keutamaan mempelajari al-Qur&#8217;an, menghafalnya dan pandai membacanya:<br />
Sabda Nabi: &#8220;Perumpamaan orang yang membaca al-Qur&#8217;an sedang ia hafal dengannya bersama para malaikat yang suci dan mulia, sedang perumpamaan orang yang membaca al-Qur&#8217;an sedang ia senantiasa melakukannya meskipun hal itu sulit baginya maka baginya dua pahala.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih). Dan sabda Nabi: &#8220;Dikatakan kepada ahli al-Qur&#8217;an, &#8216;Bacalah, naiklah dan bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membaca di dunia, karena kedudukanmu terletak pada akhir ayat yang kamu baca.&#8221; (At-Tirmidzi).<br />
Al-Khaththabi mengatakan: &#8220;Disebutkan dalam atsar bahwa jumlah ayat al-Qur&#8217;an adalah sesuai dengan jumlah tingkatan dalam surga. Dikatakan kepada pembaca (al-Qur&#8217;an), &#8216;Naiklah dalam tingkatan sesuai dengan ayat al-Qur&#8217;an yang sebelumnya kamu baca (di dunia).&#8217; Karena itu siapa yang membaca dengan sempurna seluruhnya al-Qur&#8217;an, maka ia menempati tingkatan surga yang paling atas di akhirat. Sedang siapa yang membaca sesuatu juz darinya, maka kenaikannya dalam tingkatan surga sesuai dengan bacaannya itu. Dengan demikian, akhir pahalanya adalah pada akhir bacaannya.</li>
<li>Pahala bagi orang yang anaknya mempelajari al-Qur&#8217;an: &#8220;Siapa saja membaca al-Qur&#8217;an, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orangtuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya yang sinarnya bagaikan sinar matahari, dan dikenakan kepada kedua orangtuanya dua perhiasan yang nilainya tidak tertandingi oleh dunia. Keduanya pun bertanya-tanya:<br />
&#8220;Bagaimana dipakaikan kepada kami semuanya itu?&#8221;, Dijawab: &#8220;Karena anakmu telah membawa al-Qur&#8217;an.&#8221; (al-Hakim).</li>
<li>Al-Qur&#8217;an memberi syafa&#8217;at kepada ahlinya di Akhirat: Sabda Nabi: &#8220;Bacalah al-Qur&#8217;an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafa&#8217;at kepada para ahlinya.&#8221; (HR. Muslim). Dan sabda beliau: &#8221;Puasa dan al-Qur&#8217;an keduanya akan memberikan syafa&#8217;at kepada seorang hamba pada hari Kiamat …&#8221; (Ahmad dan al-Hakim).</li>
<li>Pahala bagi orang yang berkumpul untuk membaca dan mengkajinya: Sabda Nabi: &#8220;Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah Ta&#8217;ala, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjung oleh Allah di hadapan para makhluk yang di sisi-Nya.&#8221; (Abu Dawud).</li>
</ul>
<p><strong>Adab membaca al-Qur&#8217;an</strong></p>
<p>Ada beberapa adab disebutkan oleh Ibnu Katsir, di antaranya:</p>
<ol>
<li>Tidak menyentuh al-Qur&#8217;an atau membacanya kecuali dalam keadaan suci.</li>
<li>Bersiwak sebelum membacanya.</li>
<li>Mengenakan pakaiannya yang terbaik.</li>
<li>Menghadap kiblat.</li>
<li>Berhenti membaca jika menguap.</li>
<li>Tidak memotong bacaan dengan suatu perkataan kecuali memang ada keperluan.</li>
<li>Pikirannya terkonsentrasi.</li>
<li>Ketika melalui ayat yang berisi janji berhenti untuk memohon kepada Allah dan ketika melalui ayat yang berisi ancaman memohon perlindungan kepada-Nya.</li>
<li>Tidak meletakkan al-Qur&#8217;an tercerai berai juga tidak meletakkan sesuatu di atasnya.</li>
<li>Tidak saling mengeraskan bacaan terhadap orang lain.</li>
<li>Tidak membaca di dalam pasar dan di tempat-tempat hiburan.</li>
</ol>
<p><strong>Bagaimana membaca al-Qur&#8217;an</strong></p>
<p>Anas ketika ditanya tentang bacaan Nabi, ia menjawab: &#8220;Beliau senantiasa membaca dengan perlahan (sesuai dengan panjang pendeknya). Jika beliau membaca Bimillahirrahmanirrahim, beliau baca dengan perlahan Bismillah, beliau baca dengan perlahan Ar-Rahman dan beliau baca dengan perlahan Ar-Rahim.&#8221; (Al-Bukhari)<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Pelipat-gandaan Pahala Bacaan </strong></p>
<p>Setiap orang yang membaca al-Qur&#8217;an dengan ikhlas <em>Lillah</em> maka ia mendapatkan pahala. Namun pahala ini dilipatgandakan jika disertai dengan kehadiran hati, penghayatan dan pemahaman terhadap ayat yang dibaca. Maka satu huruf bisa dilipatgandakan pahalanya menjadi sepuluh kebaikan, bahkan tujuh ratus kali lipat.</p>
<p><strong>Jumlah Ayat yang Dibaca Dalam Sehari Semalam</strong></p>
<p>Para sahabat Nabi biasanya membuat untuk diri mereka sendiri sejumlah ayat al-Qur&#8217;an untuk dibaca setiap hari. Tidak seorang pun dari mereka yang senantiasa mengkhatamkan al-Qur&#8217;an dalam waktu kurang dari tujuh hari. Bahkan ada larangan berkenaan dengan mengkhatamkan al-Qur&#8217;an dalam waktu kurang dari tiga hari. <strong>Maka berupayalah dengan sungguh-sungguh saudaraku yang budiman, untuk memanfaatkan waktu Anda dengan membacanya</strong>. Buatlah untuk diri anda kadar bacaan harian, dan janganlah anda meninggalkannya dalam keadaan bagaimanapun.</p>
<p>Sedikit tapi terus menerus lebih baik daripada banyak namun terputus. Karena itu, jika anda lalai atau ketiduran maka laksanakan gantinya pada esok hari. Nabi bersabda: &#8220;Siapa saja tidur melupakan hizbnya atau sesuatu darinya, lalu membacanya pada waktu antara Shalat Subuh dan Shalat Zhuhur, maka dicatat baginya pahala seakan-akan ia telah membacanya di malam hari.&#8221; (Muslim).</p>
<p>Janganlah anda termasuk orang yang menjauhi al-Qur&#8217;an, atau melupakannya <strong>dengan cara apa pun</strong>, seperti menjauhi pembacaannya, pemahaman maknanya, pengamalannya, atau berobat dengannya.</p>
<p><em>(Sumber: Tafsir Al-&#8217;Usyr Al-Akhir dari Al&#8217;Qur&#8217;an Al Karim Disertai Hukum-Hukum Penting Bagi Seorang Muslim) </em></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Keutamaan+Membaca+Al-Qur%E2%80%99an&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F01%2F24%2Fkeutamaan-membaca-al-quran.html&b=Reading %22Keutamaan+Membaca+Al-Qur%E2%80%99an%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/01/24/keutamaan-membaca-al-quran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Ramadhan 1429H di Mekkah Hanya 29 Hari?</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/10/06/mengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/10/06/mengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 02:31:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pasca Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[GMT]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Penanggalan Hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[Ramdahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Dalam penanggalan hijriah, siklus 1 bulan bagi penduduk bumi adalah 29,5305882 hari (http://www.moonconnection.com/moon_phases.phtml). Agar dapat sinkron dengan perubahan siang-malam sebagai siklus 1 hari, penanggalan hijriah dibulatkan menjadi 29 atau 30 hari.
Ternyata, pembulatan 29 atau 30 hari tersebut tidaklah berlaku sama di semua tempat di bumi. Ada daerah yang mendapat pembulatan 29 hari, ada pula yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam penanggalan hijriah, siklus 1 bulan bagi penduduk bumi adalah 29,5305882 hari (http://www.moonconnection.com/moon_phases.phtml). Agar dapat sinkron dengan perubahan siang-malam sebagai siklus 1 hari, penanggalan hijriah dibulatkan menjadi 29 atau 30 hari.</p>
<p>Ternyata, pembulatan 29 atau 30 hari tersebut tidaklah berlaku sama di semua tempat di bumi. Ada daerah yang mendapat pembulatan 29 hari, ada pula yang 30 hari. Buktinya, tahun 1429H ini, Ramadhan di Mekkah hanya 29 hari sedangkan di Indonesia 30 hari. Apakah ada penghitungan atau observasi hilal yang salah?<span id="more-81"></span></p>
<p><img title="gmt" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/10/gmt.png" alt="" width="297" height="448" align="left" /> Untuk patokan jam internasional dan penentuan hari pada penanggalan matahari, dikenal istilah Greenwich Mean Time (GMT). Zona waktu Mekkah dan Riyadh adalah GMT+3, sedangkan Jakarta adalah GMT+7. Dengan demikian, menurut penanggalan matahari, Jakarta selalu dianggap lebih dahulu 4 jam daripada Mekkah.</p>
<p>Dalam penentuan 1 Syawal, Ketua Badan Hisab dan Rukyat yang juga Direktur Urusan Agama Islam Depag, Muchtar Iljas menyampaikan hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan baru) bahwa dari hasil pemantauan di 25 lokasi dari Banda Aceh hingga Jayapura semua melaporkan tidak melihat hilal pada 29 Ramadhan 1429H (http://www.dakwatuna.com/2008/persatuan-umat-harus-dijaga/).</p>
<p>Penjelasan logisnya begini. Ketika penentuan 1 Ramadhan, hilal terlihat pertama kali di timur Indonesia (sekitar GMT-6 hingga GMT-8), sehingga Jakarta dan Mekkah sama-sama memulai puasa pada 1 September 2008. Nah, sesuai dengan siklusnya yang 29,5 hari, di akhir Ramadhan, hilal Syawal akan pertama kali terlihat di GMT+6 hingga GMT+4, di sebelah barat Indonesia, tetapi masih di sebelah timur Saudi.</p>
<p>Bagi kelompok yang berlebaran tanggal 30 September 2008 di Jakarta, mereka malah mendahului lebaran di Saudi yang baru berlangsung 4 jam kemudian, dan saat itu sebenarnya masih 30 Ramadhan di Indonesia. Adapun yang berlebaran di Jakarta tanggal 1 Oktober 2008 dapat dipandang bahwa lebarannya sama-sama 1 Syawal tetapi Mekkah lebih dahulu 20 jam memasukinya.</p>
<p>Kebingungan dan perbedaan hari lebaran di Indonesia yang sering terjadi lebih disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:<br />
1. Patuhnya kita kepada sistem penanggalan matahari yang digunakan oleh dunia internasional.<br />
2. Butanya kita terhadap ilmu penanggalan bulan.<br />
3. Kepatuhan berlebihan kepada kelompok sehingga kurang kritis terhadap pimpinan yang bisa saja salah.<br />
4. Patokan untuk penanggalan matahari adalah tetap dan absolut yang  kini dikenal dengan istilah GMT, sedangkan untuk penanggalan bulan patokannya relatif dan berpindah-pindah, oleh karena itu diperlukan pengamatan (rukyatul hilal). Dengan rumus yang sudah diketahui, pengamatan dapat disimulasikan atau ditebak melalui perhitungan.</p>
<p>Semua yang benar datangnya dari Allah SWT, dan bila ada yang salah adalah kelemahan penulis. Selamat hari raya Idul Fitri, taqabbalahhu minnaa waminkum shaalihal a’maali, wa kullu ‘aamin wa antum bikhairin (semoga Allah menerima amal-amal baik kita, dan semoga dalam semua hari-hari sepanjang tahun kita selalu dalam kebaikan). Amin. Wallahu a’lam bishshowwab.</p>
<p>Arif Rahmat, BinaMuslim.Com</p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Mengapa+Ramadhan+1429H+di+Mekkah+Hanya+29+Hari%3F&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2008%2F10%2F06%2Fmengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html&b=Reading %22Mengapa+Ramadhan+1429H+di+Mekkah+Hanya+29+Hari%3F%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/10/06/mengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Piknik Jelang Imsak, Masjid PTDI Penuh Sesak!!!</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/09/23/piknik-jelang-imsak-masjid-ptdi-penuh-sesak.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/09/23/piknik-jelang-imsak-masjid-ptdi-penuh-sesak.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 07:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[I'tikaf]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/09/23/piknik-jelang-imsak-masjid-ptdi-penuh-sesak.html</guid>
		<description><![CDATA[Ketika di akhir Ramadhan sebagian besar masjid justru ditinggalkan oleh jamaah tarawihnya, pemandangan yang berbeda terjadi pada beberapa masjid di Bandung, salah satunya adalah Masjid Raya Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia. Sebagai tempat pelaksanaan i&#8217;tikaf, masjid ini penuh sesak dengan jamaah, dari kalangan lanjut usia, dewasa, remaja, bahkan bayi dan balita turut meramaikan suasana.
Selain menghidupkan malam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.binamuslim.com/images/habiburrahman_ptdi_ustadz_abdul_aziz1.jpg" align="left" />Ketika di akhir Ramadhan sebagian besar masjid justru ditinggalkan oleh jamaah tarawihnya, pemandangan yang berbeda terjadi pada beberapa masjid di Bandung, salah satunya adalah Masjid Raya Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia. Sebagai tempat pelaksanaan i&#8217;tikaf, masjid ini penuh sesak dengan jamaah, dari kalangan lanjut usia, dewasa, remaja, bahkan bayi dan balita turut meramaikan suasana.</p>
<p>Selain menghidupkan malam dengan beribadah di masjid, salah satu ciri i&#8217;tikaf adalah menjadikan masjid sebagai tempat beraktifitas sepanjang hari yang disunnahkan selama 10 hari terakhir Ramadhan. Di Masjid Raya Habiburrahman, kegiatan malamnya diawali dengan tarawih ba&#8217;da isya dengan bacaan shalat 1/2 hingga 1 juz, diselingi dengan tidur 2 jam, dilanjutkan dengan Qiyamullail berjamaah dari pukul 00.30 selama 3 jam dengan bacaan shalat 2,5 juz sehingga diharapkan dapat khatam dalam 9-10 hari.<span id="more-80"></span></p>
<p><strong>Qiyamullail</strong><br />
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, komando masih di tangan Ustadz Abdul &#8216;Aziz Abdur Rauf yang bertugas menjadi imam bersama para hafidz (penghafal Qur&#8217;an) tim LTQ Habiburrahman.</p>
<p>Ruku&#8217; &amp; sujud sepanjang 30-60 detik terasa begitu nikmat setelah berdiri yang lama karena panjangnya bacaan shalat. Bayangkan saja, untuk menyelesaikan 2 rakaat shalat dibutuhkan waktu sekitar 30-40 menit. Berdirinya orang yang shalat malam tidaklah sama dengan berdirinya orang di bis kota, di antrian loket BLT, atau di tengah konser pemusik terkenal. Berdirinya orang yang shalat malam akan dinilai ibadah oleh Allah SWT, bila diawali dengan niat mengharap ridha-Nya.</p>
<p>Selain shalat malam, ada pula tausiah/ceramah, kajian tafsir, serta kajian riyadhusshalihin. Untuk ibadah pribadi, tilawah Al-Qur&#8217;an dapat digeber sebanyak 1, 3, 5 bahkan 10 juz dalam sehari, dengan mengoptimalkan waktu luang yang ada dan meminimalkan tidur.</p>
<p><strong>Menu Sahur</strong><br />
Untuk makan sahur, panitia menjual kupon yang ditukarkan dengan nasi bungkus setelah Qiyamullail selesai. Untuk jamaah yang lebih senang jajan, juga tersedia beberapa pilihan menu dari penjaja minuman, makanan ringan maupun berat. Air minum gratis disediakan oleh panitia, dalam kemasan cup dan botol galon. Saat makan sahur, ternyata banyak juga yang telah membawa bekal untuk sekeluarga, menggelar tikar lalu makan bersama, sehingga terlihat bagaikan piknik menjelang imsak.</p>
<p><strong>Membudayanya I&#8217;tikaf</strong><br />
I&#8217;tikaf adalah budaya tahunan underground orang-orang shalih yang tenggelam oleh publikasi arus mudik, serta penyediaan penganan dan pakaian lebaran. Berita kecelakaan dan kesulitan mendapat tiket mudik ternyata lebih mengalihkan perhatian orang daripada berita kemuliaan dan keutamaan Ramadhan.</p>
<p>Ramadhan cuma sekali setahun, momen yang begitu berharga, manfaatkan sebaik-baiknya dengan bertaqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah SWT). Tak ada jaminan bahwa Ramadhan depan waktu Anda bisa lebih senggang, atau bahkan bisa jadi, Ramadhan depan bukan jatah kita lagi. Mari ber-i&#8217;tikaf!!!</p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Piknik+Jelang+Imsak%2C+Masjid+PTDI+Penuh+Sesak%21%21%21&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2008%2F09%2F23%2Fpiknik-jelang-imsak-masjid-ptdi-penuh-sesak.html&b=Reading %22Piknik+Jelang+Imsak%2C+Masjid+PTDI+Penuh+Sesak%21%21%21%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/09/23/piknik-jelang-imsak-masjid-ptdi-penuh-sesak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah di Balik Faedah Ayat Kursi</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/09/01/kisah-di-balik-faedah-ayat-kursi.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/09/01/kisah-di-balik-faedah-ayat-kursi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 04:45:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/09/01/kisah-di-balik-faedah-ayat-kursi.html</guid>
		<description><![CDATA[
Diriwayatkan bahwa Ubay bin Ka&#8217;ab memiliki sebaskom kurma (yang sedang dikeringkan). Tiba-tiba saja kurma tersebut berkurang. Maka suatu malam dia menjaga kurma tersebut berkurang. Maka suatu malam dia menjaga kurma tersebut, ternyata datang sesosok makhluk yang mirip dengan seorang anak kecil yang sudah baligh, lalu dia memberi salam kepada Ubay, maka Ubay pun membalas salamnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://web1hari.com/file/gif/2/2_255.gif" /></p>
<p>Diriwayatkan bahwa Ubay bin Ka&#8217;ab memiliki sebaskom kurma (yang sedang dikeringkan). Tiba-tiba saja kurma tersebut berkurang. Maka suatu malam dia menjaga kurma tersebut berkurang. Maka suatu malam dia menjaga kurma tersebut, ternyata datang sesosok makhluk yang mirip dengan seorang anak kecil yang sudah baligh, lalu dia memberi salam kepada Ubay, maka Ubay pun membalas salamnya, dan bertanya, &#8220;Siapa kamu, jin atau manusia?&#8221; Dia menjawab, &#8220;Bukan, saya dari bangsa jin&#8221;. Ubay berkata lagi, &#8220;Serahkan tanganmu!&#8221;</p>
<p>Lalu jin tersebut menyerahkan tangannya, ternyata tangannya seperti anjing dan rambutnya seperti rambut (bulu) anjing. Ubay berkata, &#8220;Beginikah bentuk jin itu?&#8221; Jin tersebut menjawab, &#8220;Engkau telah mengetahui bentuk jin, bahkan di antara mereka ada yang lebih jelek dariku.&#8221;</p>
<p>Ubay bertanya kembali, &#8220;Lalu apa yang mendorongmu datang ke mari?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Telah sampai kepada kami berita bahwa engkau suka bersedekah, maka kami datang untuk mendapatkan bagian kami dari makananmu.&#8221;</p>
<p>Lantas Ubay bertanya, &#8220;Apa yang bisa membuat kami selamat dari (gangguan) kalian?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Ayat ini, yaitu yang terdapat dalam surat Al-Baqarah: <em>Allahu Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyul Qayyuum&#8230;</em>(Ayat Kursi, Surat Al-Baqarah:255)</p>
<p><em>(Allah, tidak ada Ilah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya)</em></p>
<p>Barangsiapa membacanya di waktu sore maka dia akan selamat dari gangguan kami hingga pagi hari, dan barangsiapa yang membacanya di waktu pagi maka ia selamat dari gangguan kami hingga sore hari.&#8221;</p>
<p>Ketika pagi hari, Ubay bin Ka&#8217;ab melaporkan kejadian tersebut kepada Rasulullah SAW maka beliau bersabda, &#8220;Jin laki-laki tersebut telah berkata benar&#8221;<br />
(Shahih At-Targhib wa At-Tarhib nomor 622; hadits Shahih)</p>
<p>[Dikutip dari buku 24 Jam Bersama Allah, Muhammad Hasan Yusuf, Penerbit Aqwam]</p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Kisah+di+Balik+Faedah+Ayat+Kursi&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2008%2F09%2F01%2Fkisah-di-balik-faedah-ayat-kursi.html&b=Reading %22Kisah+di+Balik+Faedah+Ayat+Kursi%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/09/01/kisah-di-balik-faedah-ayat-kursi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/07/13/keajaiban-al-quran.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/07/13/keajaiban-al-quran.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 08:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/07/13/keajaiban-al-quran.html</guid>
		<description><![CDATA[Al-Qur&#8217;an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al-Qur&#8217;an sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al-Qur&#8217;an tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/07/pesona_al_quran_harun_yahya.jpg" ALT="Pesona Al-Qurâ€™an" ALIGN="left" />Al-Qur&#8217;an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al-Qur&#8217;an sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al-Qur&#8217;an tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat akurat dan benar yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke-20. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui di masa Al-Qur&#8217;an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al-Qur&#8217;an adalah firman Allah.</p>
<p><span id="more-75"></span><strong>AL-QUR&#8217;AN DAN ASTRONOMI</strong></p>
<p>Banyak fakta, seperti penciptaan alam semesta dari ketiadaan, mengembangnya alam semesta, serta garis-garis edar planet di jagat raya, yang hanya mampu diketahui melalui astronomi modern, telah diberitakan dalam Al-Qur&#8217;an sekitar 1400 tahun lalu.</p>
<p><strong>AL-QUR&#8217;AN DAN FISIKA</strong></p>
<p>Tahukah Anda bahwa unsur besi pada awalnya terbentuk di bintang-bintang di luar angkasa, bahwa materi diciptakan berpasang-pasangan, dan bahwa waktu adalah suatu konsep yang relatif? Al-Qur&#8217;an telah mengisyaratkan tentang semua fakta ilmiah ini.</p>
<p><strong>AL-QUR&#8217;AN DAN PLANET BUMI</strong></p>
<p>Banyak fakta ilmiah, dari lapisan-lapisan atmosfir hingga fungsi geologis gunung, dari proses pembentukan hujan hingga struktur dunia bawah laut, dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Qur&#8217;an.</p>
<p><strong>AL-QUR&#8217;AN DAN BIOLOGI</strong></p>
<p>Al-Qur&#8217;an memaparkan perkembangan embrio manusia dalam rahim ibu melalui penjelasan yang benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern.</p>
<p><strong>INFORMASI MENGENAI PERISTIWA MASA DEPAN DALAM AL QUR&#8217;AN</strong></p>
<p>Allah mengisahkan dalam Al-Qur&#8217;an tentang sejumlah peristiwa penting yang akan terjadi di masa depan, dan berbagai peristiwa ini terjadi persis sebagaimana kisah tersebut.<br />
Sumber: <a HREF="http://keajaibanalquran.com/" TARGET="_blank">http://keajaibanalquran.com/</a></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Keajaiban+Al-Qur%E2%80%99an&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2008%2F07%2F13%2Fkeajaiban-al-quran.html&b=Reading %22Keajaiban+Al-Qur%E2%80%99an%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/07/13/keajaiban-al-quran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Ternyata) Indonesia Belum Lepas dari Penjajahan</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/06/10/ternyata-indonesia-belum-lepas-dari-penjajahan.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/06/10/ternyata-indonesia-belum-lepas-dari-penjajahan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 00:31:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/06/10/ternyata-indonesia-belum-lepas-dari-penjajahan.html</guid>
		<description><![CDATA[Eramuslim.com, Senin, 9 Jun 08 08:32, judul asli: Pemimpin yang Takut kepada Pihak Asing
Oleh: Ustadz Ahmad Sarwat Lc
Tekanan pihak asing pada semua kebijakan pemerintahan kita tidak hanya terjadi pada hari ini. Tekanan ini adalah bagian utuh dari rangkaian pola dan modus penjajahan (kolonialisme) asing terhadap negeri Islam yang belum selesai-selesai juga sampai sekarang.
Kalau kita berpikir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Eramuslim.com, Senin, 9 Jun 08 08:32, judul asli: <a HREF="http://eramuslim.com/ustadz/fqk/8604204017-pemimpin-takut-pihak-asing.htm" TARGET="_blank">Pemimpin yang Takut kepada Pihak Asing</a></p>
<p><img SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/06/ahmad_sarwat.jpg" ALT="ahmad_sarwat.jpg" ALIGN="left" />Oleh: Ustadz Ahmad Sarwat Lc</p>
<p>Tekanan pihak asing pada semua kebijakan pemerintahan kita tidak hanya terjadi pada hari ini. Tekanan ini adalah bagian utuh dari rangkaian pola dan modus penjajahan (kolonialisme) asing terhadap negeri Islam yang belum selesai-selesai juga sampai sekarang.</p>
<p>Kalau kita berpikir bahwa tanggal 17 Agustus 1945 kita sudah sepenuhnya merdeka, maka silahkan kecewa. Karena kenyataannya, kemerdekaan itu tidak bulat seutuhnya. Kemerdekaan itu hanya pada tataran formal dan juridis saja. Bedak dan lipstiknya memang merdeka. Tapi isi perutnya masih saja terjajah. Ya, pada hakikatnya negeri kita tercinta ini masih dijajah.</p>
<p>Hanya modusnya memang beda. Belanda dan kekuatan asing itu memang hengkang secara fisik dari negeri ini. Tidak ada tentara asing berkeliaran di negeri kita. Secara formal kita punya bendera, lagu kebangsaan, batas wilayah, bahkan punya pemerintahan.</p>
<p>Tapi,<span id="more-72"></span></p>
<p>Apalah artinya semua itu kalau mentalitas para penguasanya hanya boneka dan budak yang kerjanya setiap hari membungkukkan badannya kepada kekuatan asing itu?</p>
<p>Apalah artinya lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan kalau para pejabatnya sibuk menjual semua asset bangsa?</p>
<p>Kelemahan kita pada hakikatnya pada mentalitas sebagian penguasa lokal, yang entah bagaimana caranya, seolah bekerja demi kepentingan asing. Entah apa motivasinya, apakah takut, ataukah karena memang mentalnya mental inlander. Rasanya, alasan kedua ini yang lebih dominan.</p>
<p><strong>Mentalitas<em> Inlander</em></strong></p>
<p>Kalau kita kembali kepada sejarah bangsa ini, sejak awal mula penjajahan ketika dahulu VOC masuk dan merampas kekayaan alam lewat permainan dagang yang curang, kita sudah menyaksikan banyak pihak yang bermental inlander ini.</p>
<p>VOC tidak akan &#8217;sukses&#8217; menjajah negeri ini kalau tidak dibantu oleh para pamong dan penguasa lokal yang ikut memberi jalan masuk bagi para penjarah, demi sekedar mendapat keuntungan yang sangat kecil.</p>
<p>Belanda tidak akan menjajah kita sampai 3,5 abad kalau tidak karena adanya kacung-kacung lokal yang mau saja diperdaya, diperalat dan dijadikan kaki tangan penjajah. Mereka, para kacung itu, memang dibutuhkan, bahkan kalau perlu diternakkan, agar nantinya siap bermitra dengan para penjarah.</p>
<p>Setidaknya menjadi jaminan atas langgengnya upaya kecurangan para penjajah. Mental-mental semacam inilah yang hari ini terjadi lagi sebagai pengulangan sejarah.</p>
<p>Memang benar dahulu kita punya pemimpin besar sekelas Bung Karno yang masyhur dengan jargonnya, &#8220;Go to hell with your aid.&#8221; Tapi pada akhirnya dia malah terjungkal oleh konspirasi kekuatan asing.</p>
<p><strong>Mafia BerkeleySalah satu sumber masalah buat negeri kita ini adalah adanya mafia di level para penentu kebijakan poitik dan ekonomi. Di antaranya yang disebut dengan mafia Berkeley.</p>
<p></strong>Mafia ini memang diciptakan oleh para penjarah di Amerika berupa pusat pendidikan dan perguruan tinggi. Antara lain Universitas Berkeley, Cornell, MIT (Massachusette Institute of Technology), Harvard dan lainnya. Berbagai perguruan tinggi yang menjadi favorite ini ternyata merupakan sarang dan dapur CIA untuk mencekokkan ilmu-ilmu liberal. Termasuk menjadi pusat untuk meng-Amerika-kan para mahasiswa yang datang ke negeri itu (termasuk Indonesia) dan menggemblengnya menjadi agen dan kaki tangan Amerika yang setia.</p>
<p>Bahkan sebenarnya menurut David Ransom, bebagai perguruan tinggi itu pada hakikatnya hanya kedok saja. Isinya tidak lain adalah wadah bagi CIA untuk melakukan cuci otak. Luar biasa bukan?</p>
<p>Para mahasiswa jebolan Berkeley dan yang lainnya, setelah mendapat gelar Phd dan sejenisnya, kemudian pulang negeri kita dan berkerumun di sekitar pusat kekuasaan dan menguasai berbagai Fakultas Ekonomi. Tujuannya, selain menjadi penyambung lidah Amerika, memelintir cara berpikir bangsa, juga mengambil alih kebijasanaan negara dalam masalah ekonomi.</p>
<p>Mafia ini kemudian duduk menjadi pejabat yang paling menentukan arah langkah kebijakan ekonomi di negeri ini. Semua jabatan menteri di bidang perekonomian dikuasai, siapa pun yang jadi presidennya. Jabatan Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Bapenas, Penanaman Modal Asing, Menteri Perindustrian, Dirjen Pemasaran dan Perdagangan, dan jabatan penting lainnya adalah tempat yang paling strategis untuk menjalankan agenda kolonialisme Amerika modern di negeri kita.</p>
<p>Untuk itu, semua pejabatnya harus orang-orang yang sangat mengabdi buat kepentingan Amerika, setidaknya harus sudah dicuci otaknya di berbagai perguruan tinggi di negeri Paman Sam itu.</p>
<p>Sebagian pengamat mengatakan bahwa Istilah PELITA dan REPELITA yang akrab di telinga kita sejak masa rezim Soeharto, adalah hasil godokan team ini.</p>
<p>Keberadaan mafia Berkeley ini merupakan bentuk implementasi dari ungkapan Ricahrd Nixon, Presiden Amerika di tahun 1967 tentang Indonesia yang sedang dinikmati hasil jarahannya. Nixon mengatakan bahwa Indonesia adalah &#8220;The Greates Prize&#8221;, Indonesia adalah anugerah terbesar buat Amerika.</p>
<p>Anugerah?</p>
<p>Ya, anugerah yang terbesar untuk dijarah, karena tanpa perlawanan apapun, tanpa repot mengirim pasukan, tanpa ba dan bu, para pejabatnya siap mempersembahkan semua kekayaan alam kepada kepentingan komprador negeri Paman Sam itu. Termasuk pada akhirnya mengobral murah 44 BUMN yang dengan susah payah dibangun oleh putera puteri terbaik bangsa ini.</p>
<p>Prestasi mafia ini memang luas biasa. Salah satu jerih payah mereka antara lain adalah kontrak-kontrak kerja yang sangat merugikan bangsa. Nyaris tidak ada kekayaan alam negeri ini yang disisakan lagi.</p>
<p>Entah bagaimana ceritanya, di Papua ada emas sebesar gunung yang kemudian tiba-tiba menjadi milik Amerika 100%. Indonesia tidak dapat apa-apa kecuali remah-remah roti buat para pejabatnya yang konon semakin kaya saja.</p>
<p>International Nickel tiba-tiba berhasil mendapatkan hak eksklusif di Sulawesi. Harta terpendam bangsa Indonesia itu tiba-tiba jadi milik asing, kita tidak disisakan sedikit pun.</p>
<p>Alcoa juga mendapat jatah yang lain, yaitu hak untuk menjarah hasil alam Indonesia berupa bauksit.</p>
<p>Weyerhaeuser, International Paper, Biose Cascade dan perusahaan kayu dari Jepang, Korea, dan Pilipina menebangi kayu-kayu di hutang Kalimantan, Sumatera, dan Irian.</p>
<p>Namun hadiah terbesar adalah minyak bumi. Pada tahun 1969, 23 perusahaan minyak telah mengajukan proposal untuk mendapatkan hak melakukan eksplorasi, eksploitasi dan menjual minyak di bawah laut perairan Indonesia. Dari 23 perusahaan itu, 19 di antaranya perusahaan Amerika.</p>
<p><strong>Mental Terjajah<br />
</strong><br />
Semua kegagalan bangsa di atas berikut kebangkrutannya itu, tidak akan terjadi kalau mental bangsa ini, termasuk penguasanya, tidak terjajah. Tetapi sayangnya, itulah realita mental kita dan juga mental para penguasa kita. Tidak berani bilang tidak, ketika dipaksa-paksa bilang iya.</p>
<p>Sebagai perbandingan, tidak ada salahnya kalau kita melirik tetangga kanan kiri. Beberapa negara miskin lainnya sebenarnya bernasib tidak jauh beda dengan kita. Bedanya, mereka tidak terlalu lama tidur, ada waktunya mereka bangkit dan menegakkan kepala, lalu bilang kepada para penjarah internasional itu sebuah kata tegas: TIDAK!!!.</p>
<p><strong>Malaysia</strong></p>
<p>Malaysia kini telah bangkit perekonomiannya, setelah sebelumnya mau di-Indonesia-kan. Pak Mahathir, lepas dari urusan politik dalam negerina, boleh dibilang sangat banyak jasanya dan patut dicontoh untuk urusan menolak penjarahan asing.</p>
<p>Malaysia patut ditiru ketika mereka tidak mau tunduk kepada dukun palsu IMF, World Bank atau WTO, bahkan termasuk Soros, si lintah darat itu. Dan hasilnya luar biasa.</p>
<p>Angka kemiskinan menurun drastis dari 25% hingga kini tinggal 5%. Penghasilan perkapita meninggak tiga kali lipat. Kini sekitar 10 ribu dolar. Industri dalam negeri mereka maju. Bahkan sudah punya produk mobil nasioal yang 100% murni, bukan seperti kita yang konon namanya mobil nasional, ternyata turun dari kapal sudah bisa hidup mesinnya.</p>
<p><strong>BoliviaSetelah menasionalisasi semua aset negara, pendapatan Bolivia di tahun 2006 melonjak 6 kali dari sebelumnya di tahun 2002.</p>
<p></strong>Akhirnya para penguasa negeri di Amerika Latin itu bangun dari tidurnya. Mereka menyadari betapa selama ini mereka dikibuli habis-habisan oleh penjarah dari Amerika dan negeri asing lainnya.</p>
<p>Akhinya dengan semua keberanian dan kelelakian, semua perusahaan asing yang bercokol di negeri itu, seperti Exxon Mobile, Total milik Perancis, Repsol milik Spanyol, termasuk British Petrolium dan lainnya hanya diberi pilihan, ikut aturan baru mereka atau silahkan pulang kampung.</p>
<p>Maka perusahaan asing itu tidak bisa bilang apa-apa. Mereka tahu siapa yang jadi bos: Whos The Boss. Ternyata bukan mereka tapi penguasa negeri itu yang jadi bos. Mereka harus taat, patuh dan tunduk kepada kebijakan jantan penguasa negeri itu, kalau masih mau hidup. Luar biasa bukan?</p>
<p><strong>Ecuador</strong></p>
<p>Yang juga perlu ditiru adalah tindakan berani Presiden Ecuador, Rafael Careera, yang tidak memperpanjang kontrak pangkalan militer Amerika di Manta tahun 2009.</p>
<p>Perhatikan syarat yang diajukan pak Careera itu. Kalau Amerika masih mau berpangkalan militer di Ecuador, silahkan saja. Asalkan Amerika juga harus rela wilayah negerinya juga dijadikan pangkalan militer Ecuador di Miami, wilayah Amerika Serikat.</p>
<p>Jadi seimbang, sederajat, setara dan resiprokal. Tidak berat sebelah sebagaimana kebijakan para pejabat kita yang membolehkan militer Singapura masuk ke wilayah kedaulatan kita.</p>
<p>Asal tahu saja, negara kita telah menandatangani perjanjian sangat tidak seimbang dengan Singapura, sehingga tentara negeri agen Zionis itu bebas main perang-perangan dengan peluru tajam di Indonesia, seperti Wilayah Alfa I, Alfa II, Bravo, dan Baturaja. Bahkan dibolehkan mengundang pihak ketiga dari negara lain. Gila kan?</p>
<p><strong>Apa Kabar Presiden Kita?Jadi kalau kita mau pilih Presiden lagi nanti, itu pun kalau masih mau, satu saja syaratnya. Apakah si calon presiden itu berani bilang TIDAK kepada Amerika dan penjajah asing? Beranikah dia mengusir pergi semua perusahaan asing yang kerja menjarah itu? Beranikah dia bubarkan mafia Berkeley di pemerintahannya?</p>
<p></strong>Apa pun janji-janji gombalnya, selama masih membungkuk-bungkuk dan mencium jempol kaki Amerika yang bau itu, percuma saja kita punya pemerintahan baru. Kita hanya akan kejeblos di lubang yang sama. Apesnya, bukan untuk yang kedua kalinya, tapi untuk yang kesekian kalinya. Kebodohan yang selalu saja berulang. Bodoh atau memang gila, agak kurang jelas memang.</p>
<p><strong>Menggebuk FPI: Order Pihak Asing<br />
</strong><br />
Kalau sekarang FPI lagi digebuki, diprovokasi, lalu pecah bentrok, kemudian ditangkapi, jelas sekali semua itu adalah order dari pihak asing. Jelas ada banyak kepentingan di dalamnya. Mulai dari masalah Ahmadiyah yang memang sangat dilindungi oleh zionis dan Amerika, hingga urusan ketaatan para penguasa terhadap penguasa asing.</p>
<p>Bahkan yang paling menyedihkan, order itu masuk juga ke pihak media di negeri ini. Ingat-ingatlah, sejak kejadian Ahad di Monas pekan lalu, nyaris semua TV nasional di negeri ini secara ijma&#8217; dan muttafaqun alaihi, kompak, se-iya sekata, untuk menyalah-nyalahkan FPI.</p>
<p>Siapa saja yang menonton TV selama sepekan ini, kalau otaknya kurang cerdas akan berkesimpulan sederhana: Pokoknya FPI itu biang kerok, pokoknya FPI itu harus dibubarkan, pokoknya aktifisnya harus ditangkap. Dan seribu pokoknya yang lain.</p>
<p>Padahal sangat jelas semua itu pesanan asing. Dan yang paling konyol serta menyakitkan hati, masih ada saja oknum dari bangsa kita sendiri yang mau-maunya diperintah melakukan kekejian hanya sekedar membuktikan bahwa dirinya adalah anjing yang setia kepada tuannya. Naudzubillah tsumma naudzu billah.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc</p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=%28Ternyata%29+Indonesia+Belum+Lepas+dari+Penjajahan&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2008%2F06%2F10%2Fternyata-indonesia-belum-lepas-dari-penjajahan.html&b=Reading %22%28Ternyata%29+Indonesia+Belum+Lepas+dari+Penjajahan%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/06/10/ternyata-indonesia-belum-lepas-dari-penjajahan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
