Menuju Generasi Tiada Hari Tanpa Al-Qur'anPosts RSS Comments RSS

Archive for the 'Tips & Tricks' Category

Sejak 2 hari sebelum Ramadhan, setiap tahunnya begitu banyak muslim Indonesia yang memadati Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Mereka akan menjalankan ibadah umrah, di Saudi. Umrah Ramadhan memang padat peminat, mungkin karena pahalanya setara dengan pahala haji. Ada yang setengah bulan, ada pula yang sebulan penuh dan kembali setelah Idul Fitri.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui muslim Indonesia bila belum pernah melaksanakan haji atau umrah, apa saja itu?

1. Tidak perlu membawa air zam-zam dari Mekkah ke Madinah. Di Madinah tersedia air zam-zam yang berlimpah, sebagaimana halnya di Mekkah. Air tersebut tersedia di dekat pilar-pilar masjid Nabawi, sebagaimana di Masjidil Haram.

2. Penduduk Madinah menjuluki Masjid Nabawi sebagai Al-Haram, sebagaimana penduduk Mekkah memiliki Masjidil Haram. Jangan bingung dengan petunjuk jalan yang bertuliskan Al-Haram di Kota Madinah, karena maksudnya adalah Masjid Nabawi.

3. Suhu udara di kompleks Masjidil Haram sangat bervariasi. Bagian basement hangat sepanjang hari, demikian pula lantainya. Bagian paling atas yang beratapkan langit sangat dingin pada waktu shubuh. Bagian tengah atau lantai 1 dan 2 juga dingin karena AC dan kipas yang bertiup hampir dari semua arah untuk mendinginkan orang yang berthawaf.

4. Di Masjidil Haram, untuk mendapatkan tempat duduk menjelang shalat fardhu begitu sulit. Bagian bawah, di mana Ka’bah terlihat langsung, didominasi oleh orang Afrika. Mereka tidak segan untuk menyelip di antara dua orang yang duduk bersila, lalu duduk di sana hingga shalat dimulai. Bagian atas, didominasi oleh orang Asia, persaingan tidak seketat di bagian bawah. Adzan Shubuh dilakukan dua kali dengan selang waktu 1 jam antara adzan pertama dan kedua.

5. Agar tidak terpapar langsung angin dari kipas angin di lantai 2 Masjidil Haram, carilah lampu gantung, dan duduk di bawahnya. Agar bawaan tidak banyak, gunakan jaket sebagai sajadah.

6. Agar sandal tidak hilang, bawalah tas lipat khusus untuk menyimpan sandal. Bagi wanita, sandal yang terbungkus tas tersebut dapat melindungi bagian dada saat melakukan thawaf. Menggunakan kaos kaki bagi lelaki saat thawaf (ketika tidak sedang berpakaian ihram) akan membantu menghindari kaki pecah-pecah. Bagi suami isteri, sebaiknya suami berada di belakang isterinya untuk menahan dorongan dari belakang dan samping kiri-kanan, sedangkan isteri berusaha melindungi dirinya sendiri dari depan.

7. Jagalah wudhu, dan jadwalkan buang air kecil. Jarak toilet yang jauh dari masjid dapat memakan waktu 15 hingga 30 menit. Hindari ke toilet di antara shalat Magrib dan Isya, karena jalan dan pelataran akan penuh dengan orang yang tidak mau kehilangan tempat shalatnya. Semua toilet ada di basement. Bila penuh, cari toilet lain satu lantai di bawahnya.

8. Jangan kuatir dengan bau badan. Kelembaban udara di Saudi membuat Anda akan terhindar dari bau badan walaupun sering berkeringat saat thawaf dan sa’i.

9. Hindari desak-desakan terutama di escalator kompleks Masjidil Haram. Penumpukan manusia di escalator telah beberapa kali menimbulkan musibah. Sabarlah saat mengantri untuk shalat di Raudhah Masjid Nabawi, sebagaimana antrian thawaf di Masjidil Haram. Jangan desak orang di depan Anda, walaupun ada yang mendesak Anda dari belakang. Bila perlu, berjalanlah sambil membebankan diri ke belakang untuk menetralkan dorongan dari belakang.

10. Warna putih di Saudi adalah warna untuk pakaian lelaki. Warna hitam adalah warna untuk pakaian perempuan, dan imam besar Masjidil Haram. Mukena putih yang hanya digunakan oleh jamaah wanita Asia Tenggara justru menjadi anomali bagi aturan tidak tertulis tersebut. Mukena jamaah wanita Afrika malah berwarna-warni, hijau, biru, kuning, dsb.

Share

Ust. Yusuf Mansur: SBY Pilih Menteri dari Penghafal Al-Qur’an


Siapa yang tak kenal Boediono, calon Wakil Presiden RI terpilih yang sebelum Pilpres Juli 2009 lalu begitu ramai dibicarakan mengenai ke-Islamannya. Namun seakan menepis keraguan itu semua, sesuatu yang di luar dugaan telah terjadi, atas izin Allah SWT. Sepekan sebelum Ramadhan, Boediono menyetor hafalan surah Al-Kahfi dengan lancar dan fasih kepada Ustadz Yusuf Mansur, demikian tutur Ustadz Yusuf Mansur pada ceramah ba’da Shubuh MQFM Bandung, 24 Ramadhan 1430H.

Tak lama kemudian, Presiden SBY yang juga menyaksikan setoran hafalan tersebut mendekati Ustadz Yusuf Mansur. Beliau mengatakan bahwa ia akan memilih para penghafal Al-Qur’an sebagai menteri di kabinet barunya. Subhanallah, insya Allah para menteri di republik ini adalah penghafal Qur’an. Sebagai pendengar siaran live itu, rasa haru tentu tak terbendung, air mata tercurah atas berita bahagia tersebut. (more…)

Share

Jika Anda shalat dan tinggal 10-15 menit sebelum Shubuh, maka ketahuilah bahwa waktu ini adalah waktu yang diberkahi, yaitu waktu sahur. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:


“(Yaitu) orang-orang yang berdoa, ‘Ya, Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,’ (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (QS. Ali ‘Imran:16-17)

Hendaknya Anda tidak hanya sebatas menggerakkan lisan saja dalam beristighfar, namun ingat-ingatlah dosa-dosa dan kesalahan yang telah lalu, kemudian beristighfarlah karenanya.

[Dikutip dari 24 Jam Bersama Allah, ditulis oleh Muhammad Hasan Yusuf, diterbitkan Aqwam Jembatan Ilmu]

Share

quran_nu.jpgBagi yang memiliki rekan yang tertarik dengan Al-Qur’an namun kurang mengerti Bahasa Arab atau Bahasa Indonesia, mungkin situs http://quran.nu/quran/index.asp dapat membantu. Di sana terdapat Al-Qur’an dalam 20 bahasa, termasuk Bahasa Jepang, Cina, Korea dan Bahasa Inggris.

Share

Aidh Al Qarni
1. Sikap jujur dalam berbicara
2. Berlaku sopan dan lembut kepada orang lain
3. Bangun pagi, berusaha mendapatkan sesuatu yang disyukuri
4. Selamat dari transaksi riba
5. Menunaikan zakat harta
6. Menolong yang lemah
7. Memuliakan tamu
8. Memelihara waktu shalat wajib
9. Ikhlas niatnya dalam ber-shadaqah

(more…)

Share

Beragam bentuk mushaf Al-Qur’an yang tidak lagi berbahan kertas kini dengan mudah diperoleh. Ada yang berupa ponsel, perangkat lunak untuk HP/PDA, file Microsoft Word, PDF, maupun gadget/widget pada desktop.

Ternyata, masih ada bentuk lain mushaf yang tidak kalah mudah dalam penggunaannya.

Qur'an Insan Islam

1. http://quran.insanislam.com/ menyediakan pencarian per ayat, per kumpulan ayat serta pencarian per kata dalam Bahasa Indonesia. Kelebihannya yang cukup memukau adalah bahwa teks terjemah dalam Bahasa Indonesianya dilengkapi dengan tulisan arab yang dapat dicopy-paste, serta disertai pula dengan streaming suara dari ayat yang bersangkutan.

Qur'an Flash

2. http://www.quranflash.com/quranflash.html membuat kita serasa membuka mushaf Al Qur’an dalam bentuk kertas. Tulisannya jelas dengan resolusi yang cukup nyaman di mata. Tersedia beragam pilihan mushaf, termasuk yang dilengkapi dengan panduan tajwid berwarna. Ada pula versi yang dapat didownload. Walaupun antar muka yang tersedia hanya yang berbahasa arab, Anda masih dapat menggunakannya dengan mudah.

Mari, bersama kita bertekad, menjadi generasi tiada hari tanpa Al-Qur’an.

Share

Pocket Qur'anAl-Qur’an Digital kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak yang telah memilikinya, tapi masih lebih banyak yang belum mengenalnya. Bagi yang belum memilikinya, hal itu tidak berarti bahwa ia belum mampu untuk membelinya atau tak ingin mendengarkannya, tetapi bisa saja karena lebih senang dengan mushaf Al-Qur’an (Al-Qur’an dalam bentuk kertas).

Ada alasan lain yang utamanya muncul dari orang-orang yang justru menjadi penikmat teknologi, yaitu ketidakpraktisan membawa alat al-qur’an digital itu sendiri (berikut dengan chargernya). Bayangkan saja bila harus membawa handphone/PDA dan notebook yang setiap benda punya charger sendiri-sendiri, masih harus bawa al-qur’an digital yang belum tentu punya waktu untuk membaca atau mendengarkannya.
(more…)

Share