<?xml version="1.0" encoding="UNICODE-1-1-UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>binaMUSLIM &#187; Penyakit Hati</title>
	<atom:link href="http://www.binamuslim.com/category/penyakit-hati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.binamuslim.com</link>
	<description>Menuju Generasi Tiada Hari Tanpa Al-Qur&#039;an</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 May 2011 12:52:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Macam-Macam Mahabbah (Kecintaan)</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/06/13/macam-macam-mahabbah-kecintaan.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/06/13/macam-macam-mahabbah-kecintaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 16:49:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Mahabbah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Ada empat macam kecintaan, berikut ini adalah penjelasan dan status kebolehannya dalam menempati hati kita: 1) Mahabatullah (cinta kepada Allah), adalah dasar utama keimanan. 2) Al-mahabbah fillah (cinta karena Allah), yaitu loyalitas kepada kaum mukminin dan mencintai mereka secara global. Adapun secara individu di antara mereka, masing-masing dicintai sesuai dengan kadar kedekatan dan ketaatannya kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada empat macam kecintaan, berikut ini adalah penjelasan dan status kebolehannya dalam menempati hati kita:</p>
<p>1) <strong>Mahabatullah</strong> (cinta kepada Allah), adalah dasar utama keimanan.</p>
<p>2) <strong>Al-mahabbah fillah</strong> (cinta karena Allah), yaitu loyalitas kepada kaum mukminin dan mencintai mereka secara global. Adapun secara individu di antara mereka, masing-masing dicintai sesuai dengan kadar kedekatan dan ketaatannya kepada Allah, dan kecintaan ini hukumnya wajib.</p>
<p>3) <strong>Mahabbah ma&#8217;allah</strong> (kecintaan bersama Allah), yaitu mencintai selain Allah dalam kecintaan yang wajib sama seperti mencintai Allah, seperti kecintaan kaum musyirikin terhadap berhala berhala mereka. Kecintaan seperti ini adalah pokok syirik.</p>
<p>4) <strong>Mahabbah thabi&#8217;iyyah</strong> (kecintaan yang wajar), seperti mencintai kedua orang tua, anak-anak, mencintai makanan dan lainnya, kecintaan ini adalah boleh.</p>
<p><em>(Sumber: Tafsir Al-’Usyr Al-Akhir dari Al’Qur’an Al Karim Disertai Hukum-Hukum Penting Bagi Seorang Muslim)</em></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Macam-Macam+Mahabbah+%28Kecintaan%29&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F06%2F13%2Fmacam-macam-mahabbah-kecintaan.html&b=Reading %22Macam-Macam+Mahabbah+%28Kecintaan%29%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/06/13/macam-macam-mahabbah-kecintaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FPI dan Laskarnya, Korban Perang Intelektual Melawan JIL</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/06/06/fpi-dan-laskarnya-korban-perang-intelektual-melawan-jil.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/06/06/fpi-dan-laskarnya-korban-perang-intelektual-melawan-jil.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 21:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/06/06/fpi-dan-laskarnya-korban-perang-intelektual-melawan-jil.html</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah yang meraup keuntungan dengan adanya wacana pembubaran FPI? 1. Pelaku maksiat, mulaiÂ dari bandar narkoba, pengusaha perjudian, pedagang miras, pemilik warung remang-remang dan protitusi terselubung, empunya majalahÂ asusila,Â hingga pembuat karikatur pelecehan Rasulullah SAW. 2. Pemerintah, karena berhasil mengalihkan demonstrasi dan perhatian masyarakat mengenai melonjaknya harga barang akibat kenaikan BBM. 3. Kaum islam liberal, karenaÂ satpamnya berkurang. Sayang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img ALIGN="left" ALT="FPI" SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/06/fpi1.jpg" />Siapakah yang meraup keuntungan dengan adanya wacana pembubaran FPI?</p>
<p>1. <strong>Pelaku maksiat</strong>, mulaiÂ dari bandar narkoba, pengusaha perjudian, pedagang miras, pemilik warung remang-remang dan protitusi terselubung, empunya majalahÂ asusila,Â hingga pembuat karikatur pelecehan Rasulullah SAW.</p>
<p>2. <strong>Pemerintah,</strong> karena berhasil  mengalihkan demonstrasi dan perhatian masyarakat mengenai melonjaknya harga barang akibat kenaikan BBM.</p>
<p>3. <strong>Kaum islam liberal</strong>, karenaÂ satpamnya berkurang. Sayang sekali, mereka adalah anak-anak para ulama yang jauh dari hidayah Allah SWT. Orang tua mereka sibuk mengurusi pesantren namun tidak menyadari tingkah polah anak-anak mereka yang menjadi musuh Allah SWT dan mengajak orang lain untuk tidak mengindahkan aturan Allah SWT.</p>
<p>&#8220;<em>Kalau mau ke neraka sendiri aja dong, gak usah ngajak-ngajak orang lain. Jangan sok membela kebebasan beragama kalau Anda sendiri tidak menjalankan syariat.</em>&#8220;, demikian komentar panas kami (BinaMuslim) mengenai kehadiran AKKBB, gerombolanÂ JIL dan kawan-kawannya yang sudah nyata sesatnya, tapi mampu &#8220;mengendalikan&#8221; ucapan dan tindakan SBY tanpa disadarinya. Motor penggerak utama dari AKKBB adalah orang-orang JIL (sumber: http://nongmahmada.blogspot.com/2008/06/iklan-petisi-kita.html ).</p>
<p>[Bagian berikut dikutip dari http://suburraya.multiply.com/journal/item/6/Bahaya_JIL_Jaringan_Islam_Liberal ]</p>
<p><strong>Agenda dan Gagasan Firqah Liberal</strong><br />
Dalam tulisan berjudul â€œEmpat Agenda islam Yang Membebaskan; Luthfi AsySyaukani, salah seorang penggagas JIL yang juga dosen di Universitas Paramadina Mulya memperkenalkan empat agenda Islam Liberal:<span id="more-68"></span><br />
(1) Agenda politik. Menurutnya urusan negara adalah murni urusan dunia, sistem kerajaan dan parlementer (demokrasi) sama saja.<br />
(2) Mengangkat kehidupan antara agama. Menurutnya perlu pencarian teologi pluralisme mengingat semakin majemuknya kehidupan bermasyarakat di negeri-negeri Islam.<br />
(3) Emansipasi wanita; dan<br />
(4) Kebebasan berpendapat (secara mutlak).</p>
<p>Sementara dari sumber lain diperoleh bahwa empat agenda mereka adalah<br />
(1) pentingnya konstekstualisasi ijtihad<br />
(2) komitmen terhadap rasionalitas dan pembaruan<br />
(3) penerimaan terhadap pluralisme sosial dan pluralisme agama-agama<br />
(4) permisahan agama dari partai politik dan adanya posisi non-sektarian negara<br />
(lihat Greg Bertan, Gagasan Islam Liberal di Indonesia, Pustaka Antara Paramadina 1999: XXI)</p>
<p><strong>Front Pembela Islam</strong></p>
<p>Firman Allah Subhanahu Wa Taâ€™ala:<br />
<img STYLE="width: 580px; height: 119px" HEIGHT="119" WIDTH="580" ALIGN="middle" SRC="http://web1hari.com/file/gif/3/3_104.gif" /><br />
â€œDan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntungâ€. Qs.Ali Imran (3):104</p>
<p>Ø¹Ù† Ø£Ø¨ÙŠ Ø³Ø¹ÙŠØ¯ Ø§Ù„Ø®Ø¯Ø±ÙŠ -Ø±Ø¶ÙŠ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù†Ù‡- Ù‚Ø§Ù„: Ø³Ù…Ø¹Øª Ø±Ø³ÙˆÙ„ Ø§Ù„Ù„Ù‡ ØµÙ„Ù‰ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù„ÙŠÙ‡ ÙˆØ³Ù„Ù… ÙŠÙ‚ÙˆÙ„: Ù…Ù† Ø±Ø£Ù‰ Ù…Ù†ÙƒÙ… Ù…Ù†ÙƒØ±Ø§ ÙÙ„ÙŠØºÙŠØ±Ù‡ Ø¨ÙŠØ¯Ù‡ØŒ ÙØ¥Ù† Ù„Ù… ÙŠØ³ØªØ·Ø¹ ÙØ¨Ù„Ø³Ø§Ù†Ù‡ØŒ ÙØ¥Ù† Ù„Ù… ÙŠØ³ØªØ·Ø¹ ÙØ¨Ù‚Ù„Ø¨Ù‡ØŒ ÙˆØ°Ù„Ùƒ Ø£Ø¶Ø¹Ù Ø§Ù„Ø¥ÙŠÙ…Ø§Ù†</p>
<p>ÙˆÙÙŠ Ø±ÙˆØ§ÙŠØ© : Ù„ÙŠØ³ ÙˆØ±Ø§Ø¡ Ø°Ù„Ùƒ Ù…Ù† Ø§Ù„Ø¥ÙŠÙ…Ø§Ù† Ø­Ø¨Ø© Ø®Ø±Ø¯Ù„</p>
<p>Dari Abu Saâ€™id Al Khudry -radhiyallahu â€˜anhu- berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu â€˜alahi wa sallam bersabda, â€œBarang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.â€ (HR. Muslim no. 49)</p>
<p>Ayat dan hadits inilah yang mungkin menjadi landasan FPI dalam bertindak selama ini. Setiap aksi dan tindakan FPI ternyata membuat ketir para perusak aqidah Islam, antara lain Ahmadiyah dan Jaringan Islam Liberal (JIL).</p>
<p>[Bagian berikut dikutip dari http://fpi-frontpembelaislam.blogspot.com/ ]</p>
<p><img ALIGN="left" ALT="logokecilfpi.jpg" SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/06/logokecilfpi.jpg" /></p>
<p><strong>Visi FPI</strong><br />
FPI berpandangan bahwa penegakan amar maâ€™ruf nahi munkar adalah satu-satunya solusi untuk menjauhkan kezholiman dan kemungkaran. FPI berkeinginan untuk menegakkan amar maâ€™ruf nahi munkar secara kaffah (sempurna) di semua segi kehidupan manusia, dengan tujuan menciptakan umat sholihat yang hidup dalam baldah thoyyibah (negeri yang baik) dengan limpahan keberkahan dan keridhoan Allah â€˜Azza wa Jalla.</p>
<p><strong>Misi FPI</strong><br />
Amar maâ€™ruf nahi munkar untuk penerapan syariat Islam secara kaffah.</p>
<p><strong>Asas Perjuangan FPI</strong><br />
Â· FPI adalah organisasi amar maâ€™ruf nahi munkar<br />
Â· Berdasarkan Islam<br />
Â· Beraqidahkan Ahlus Sunnah wal Jamaâ€™ah (berpegangh teguh pada Al Qurâ€™an dan As-Sunnah)</p>
<p><strong>Pedoman Perjuangan FPI</strong><br />
1. Allah SWT adalah Tuhan kami dan Dia lah tujuan kami<br />
2. Muhammad Rasulullah SAW adalah teladan kami<br />
3. Al Qurâ€™an Karim adalah Imam kami (sumber segala sumber hukum Islam)<br />
4. Al-Jihad adalah jalan kami (jihad tenaga, jihad lisan, jihad hati, jihad ibadah, jihad ilmu, jihad harta, jihad nafkah, dsbnya)<br />
5. Asy-Syahadah (mati syahid) adalah cita-cita kami</p>
<p><img ALIGN="left" ALT="fpi2.jpg" SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/06/fpi2.jpg" /><strong>Semboyan FPI</strong><br />
â€œHidup Mulia atau Mati Syahidâ€</p>
<p><strong>Motto FPI</strong><br />
â€˜Haq (kebenaran) yang tidak memiliki sistem yang (terorganisasi dengan) baik dapat dikalahkan oleh Bathil (kejahatan) yang tersistemâ€™</p>
<p>Tampaknya motto inilah yang sedang menimpa FPI ketika JIL dengan dukungan media mengubah isu penolakan Ahmadiyah berbalik arah menjadi wacana pembubaran FPI.</p>
<p><strong>Dalil Al-Qurâ€™an Mengenai Amar Maâ€™ruf Nahi Munkar</strong></p>
<p>Amar Maâ€™ruf (mengajak kepada perbuatan baik) Nahi Munkar (mencegah perbuatan buruk) merupakan :<br />
<strong>1. Cara untuk mendapat keberuntungan, dunia dan akhirat</strong> (QS Ali Imran 104)<br />
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.<br />
<strong>2. Ciri umat manusia yang terbaik</strong> (QS Ali Imran 110)<br />
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.<br />
<strong>3. Dasar-dasar pembangunan akhlak sholih</strong> (Qs Ali Imran 114)<br />
Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.<br />
<strong>4. Tugas mulia para nabi sejak dulu</strong> (Qs Al-Aâ€™raf 157)<br />
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur&#8217;an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.<br />
<strong>5. Sebab-sebab turunnya rahmat</strong> (Qs At-Taubah 71)<br />
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.<br />
<strong>6. Sifat seorang mukmin sejati </strong>(Qs Al-Hajj 41)<br />
(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.<br />
<strong>7. Kewajiban yang diperintahkan Allah SWT</strong> (Qs Luqman 17)<br />
Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).</p>
<p>[Bagian berikut dikutip dari http://muslim.or.id/manhaj-salaf/amar-maruf-nahi-mungkar-1.html ]</p>
<p>Dalam amar maâ€™ruf dan nahi mungkar ada berapa kaidah penting dan prinsip dasar yang harus diperhatikan, jika tidak diindahkan niscaya akan menimbulkan kemungkaran yang lebih besar dan banyak:</p>
<p><strong>Mempertimbangkan antara maslahat dan mafsadah</strong><br />
Ini adalah kaidah yang sangat penting dalam syariâ€™at Islam secara umum dan dalam beramar maâ€™ruf dan nahi mungkar secara khusus, maksudnya ialah seseorang yang beramar maâ€™ruf dan nahi mungkar ia harus memperhatikan dan mempertimbangkan antara maslahat dan mafsadat dari perbuatannya tersebut. Jika maslahat yang ditimbulkan lebih besar dari mafsadatnya maka ia boleh melakukannya, tetapi jika menyebabkan kejahatan dan kemungkaran yang lebih besar maka haram ia melakukannya, sebab yang demikian itu bukanlah sesuatu yang di perintahkan oleh Allah Taâ€™ala, sekalipun kemungkaran tersebut berbentuk suatu perbuatan yang meninggalkan kewajiban dan melakukan yang haram.</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, â€œJika amar maâ€™ruf dan nahi mungkar merupakan kewajiban dan amalan sunah yang sangat agung (mulia) maka sesuatu yang wajib dan sunah hendaklah maslahat di dalamnya lebih kuat/besar dari mafsadatnya, karena para rasul diutus dan kitab-kitab diturunkan dengan membawa hal ini, dan Allah tidak menyukai kerusakan, bahkan setiap apa yang diperintahkan Allah adalah kebaikan, dan Dia telah memuji kebaikan dan orang-orang yang berbuat baik dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, serta mencela orang-orang yang berbuat kerusakan dalam beberapa tempat, apabila mafsadat amar maâ€™ruf dan nahi mungkar lebih besar dari maslahatnya maka ia bukanlah sesuatu yang diperintahkan Allah, sekalipun telah ditinggalkan kewajiban dan dilakukan yang haram, sebab seorang mukmin hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam menghadapi hamba-Nya, karena ia tidak memiliki petunjuk untuk mereka, dan inilah makna firman Allah:</p>
<p>ÙŠØ§ Ø£ÙŠÙ‡Ø§ Ø§Ù„Ø°ÙŠÙ† Ø¢Ù…Ù†ÙˆØ§ Ø¹Ù„ÙŠÙƒÙ… Ø£Ù†ÙØ³ÙƒÙ… Ù„Ø§ ÙŠØ¶Ø±ÙƒÙ… Ù…Ù† Ø¶Ù„ Ø¥Ø°Ø§ Ø§Ù‡ØªØ¯ÙŠØªÙ…</p>
<p>â€œWahai orang-orang yang beriman perhatikanlah dirimu, orang yang sesat tidak akan membahayakanmu jika kamu mendapat petunjuk.â€ (QS. Al-Maaâ€™idah: 105)</p>
<p>Dan mendapat petunjuk hanya dengan melakukan kewajiban.â€ (Al Amru bil Maâ€™ruf wan Nahyu â€˜anil Mungkar, hal. 10. cet. Wizarah Syuun al Islamiyah)</p>
<p>Dan beliau juga menambahkan, â€œSesungguhnya perintah dan larangan jika menimbulkan maslahat dan menghilangkan mafsadat maka harus dilihat sesuatu yang berlawanan dengannya, jika maslahat yang hilang atau kerusakan yang muncul lebih besar maka bukanlah sesuatu yang diperintahkan, bahkan sesuatu yang diharamkan apabila kerusakannya lebih banyak dari maslahatnya, akan tetapi ukuran dari maslahat dan mafsadat adalah kacamata syariâ€™at.â€</p>
<p>Imam Ibnu Qoyyim berkata, â€œJika mengingkari kemungkaran menimbulkan sesuatu yang lebih mungkar dan di benci oleh Allah dan Rasul-Nya, maka tidak boleh dilakukan, sekalipun Allah membenci pelaku kemungkaran dan mengutuknya.â€ (Iâ€™laamul Muwaqqiâ€™iin, 3/4)</p>
<p>Oleh karena itu perlu dipahami dan diperhatikan empat tingkatan kemungkaran dalam ber-nahi mungkar berikut ini:</p>
<ol>
<li>Hilangnya kemungkaran secara total dan digantikan oleh kebaikan.</li>
<li>Berkurangnya kemungkaran, sekalipun tidak tuntas secara keseluruhan.</li>
<li>Digantikan oleh kemungkaran yang serupa.</li>
<li>Digantikan oleh kemungkaran yang lebih besar.</li>
</ol>
<p>Pada tingkatan pertama dan kedua disyariâ€™atkan untuk ber-nahi mungkar, tingkatan ketiga butuh ijtihad, sedangkan yang keempat terlarang dan haram melakukannya.</p>
<p><strong>Bahan pelengkap:</strong></p>
<p>1. <a TARGET="_blank" HREF="http://fuui.wordpress.com/2008/06/06/insiden-monas-untuk-jegal-penerbitan-skb-ahmadiyah/">http://fuui.wordpress.com/2008/06/06/insiden-monas-untuk-jegal-penerbitan-skb-ahmadiyah/</a></p>
<p>2.Â <a TARGET="_blank" HREF="http://amaduq01.wordpress.com/2008/06/04/mereka-yang-dibalik-akk-bb/">http://amaduq01.wordpress.com/2008/06/04/mereka-yang-dibalik-akk-bb/</a></p>
<p>3.Â <a TARGET="_blank" HREF="http://groups.yahoo.com/group/eramuslim/message/28054">http://groups.yahoo.com/group/eramuslim/message/28054</a></p>
<p>4.Â <a TARGET="_blank" HREF="http://eramuslim.com/berita/nas/8603141915-soeripto-as-tidak-usah-ikut-campur-soal-insiden-monas.htm">http://eramuslim.com/berita/nas/8603141915-soeripto-as-tidak-usah-ikut-campur-soal-insiden-monas.htm</a></p>
<p>5.Â <a TARGET="_blank" HREF="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/amar-maruf-nahi-mungkar-1.html">http://muslim.or.id/manhaj-salaf/amar-maruf-nahi-mungkar-1.html</a></p>
<p>6.Â <a TARGET="_blank" HREF="http://www.eramuslim.com/berita/nas/8606194544-ketua-mui-kh.-kholil-ridwan-umat-islam-wajib-bela-fpi.htm">http://www.eramuslim.com/berita/nas/8606194544-ketua-mui-kh.-kholil-ridwan-umat-islam-wajib-bela-fpi.htmÂ </a></p>
<p>7.Â <a TARGET="_blank" HREF="http://amaduq01.wordpress.com/2008/06/05/jil-berada-dibalik-skenario-bentrok-monas-sby-pun-tahu/">http://amaduq01.wordpress.com/2008/06/05/jil-berada-dibalik-skenario-bentrok-monas-sby-pun-tahu/</a></p>
<p>Berita padaÂ link nomor 7 mungkin ada yang tidak benar, tetapi bisa jadi ada benarnya juga.  Yang patut kita cermati adalah komentar nomor 66 berikut ini. Daftar ini dimuat agar kita berhati-hati, menghindari dan menjauhi pemikiran JIL dan antek-anteknya.</p>
<p><em>Abu Hafizh Berkata:</em></p>
<p><em>Juni 6, 2008 pada 10:27 pm</em></p>
<p>Pokoknya hati-hati dengan Pemahaman/Pemikiran/Pola Pikir JIL dan juga Buku-buku mereka, sekolah foundation atau apapun bentuknya yg dikelola oleh org-2 JIL harus kita hindari dan jauhi karena mereka adalah Kelompok/Orang yang SESAT dan MENYESATKAN UMAT, Be Careful !!</p>
<p><strong>Daftar 50 TOKOH JIL INDONESIA</strong></p>
<p>A. Para Pelopor<br />
1. Abdul Mukti Ali<br />
2. Abdurrahman Wahid<br />
3. Ahmad Wahib<br />
4. Djohan Effendi<br />
5. Harun Nasution<br />
6. M. Dawam Raharjo<br />
7. Munawir Sjadzali<br />
8. Nurcholish Madjid</p>
<p>B. Para Senior<br />
9. Abdul Munir Mulkhan<br />
10. Ahmad Syafiâ€™i Maâ€™arif<br />
11. Alwi Abdurrahman Shihab<br />
12. Azyumardi Azra<br />
13. Goenawan Mohammad<br />
14. Jalaluddin Rahmat<br />
15. Kautsar Azhari Noer<br />
16. Komaruddin Hidayat<br />
17. M. Amin Abdullah<br />
18. M. Syafiâ€™i Anwar<br />
19. Masdar F. Masâ€™udi<br />
20. Moeslim Abdurrahman<br />
21. Nasaruddin Umar<br />
22. Said Aqiel Siradj<br />
23. Zainun Kamal</p>
<p>C. Para Penerus â€œPerjuanganâ€<br />
24. Abd Aâ€™la<br />
25. Abdul Moqsith Ghazali<br />
26. Ahmad Fuad Fanani<br />
27. Ahmad Gaus AF<br />
28. Ahmad Sahal<br />
29. Bahtiar Effendy<br />
30. Budhy Munawar-Rahman<br />
31. Denny JA<br />
32. Fathimah Usman<br />
33. Hamid Basyaib<br />
34. Husein Muhammad<br />
35. Ihsan Ali Fauzi<br />
36. M. Jadul Maula<br />
37. M. Luthfie Assyaukanie<br />
38. Muhammad Ali<br />
39. Munâ€™im A. Sirry<br />
40. Nong Darol Mahmada<br />
41. Rizal Malarangeng<br />
42. Saiful Mujani<br />
43. Siti Musdah Mulia<br />
44. Sukidi<br />
45. Sumanto al-Qurthuby<br />
46. Syamsu Rizal Panggabean<br />
47. Taufik Adnan Amal<br />
48. Ulil Abshar-Abdalla<br />
49. Zuhairi Misrawi<br />
50. Zuly Qodir</p>
<p>Sumber :<br />
Judul Buku : 50 Tokoh Islam Liberal Indonesia : Pengusung Ide Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme</p>
<p>Penulis : Budi Handrianto<br />
Halaman : 295 + xxvi paperback (softcover)<br />
Cetakan 1 : Juni 2007<br />
Penerbit : Hujjah Press (kelompok Penerbit Al Kautsar)</p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=FPI+dan+Laskarnya%2C+Korban+Perang+Intelektual+Melawan+JIL&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2008%2F06%2F06%2Ffpi-dan-laskarnya-korban-perang-intelektual-melawan-jil.html&b=Reading %22FPI+dan+Laskarnya%2C+Korban+Perang+Intelektual+Melawan+JIL%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/06/06/fpi-dan-laskarnya-korban-perang-intelektual-melawan-jil.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>9 Etika Berdagang versi Abu Real, Dinar bin Matsqal</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/01/23/9-etika-berdagang-versi-abu-real-dinar-bin-matsqal.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/01/23/9-etika-berdagang-versi-abu-real-dinar-bin-matsqal.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 00:47:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Tricks]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/01/23/9-etika-berdagang-versi-abu-real-dinar-bin-matsqal.html</guid>
		<description><![CDATA[1. Sikap jujur dalam berbicara 2. Berlaku sopan dan lembut kepada orang lain 3. Bangun pagi, berusaha mendapatkan sesuatu yang disyukuri 4. Selamat dari transaksi riba 5. Menunaikan zakat harta 6. Menolong yang lemah 7. Memuliakan tamu 8. Memelihara waktu shalat wajib 9. Ikhlas niatnya dalam ber-shadaqah Merekalah orang -orang yang akan mendapat balasan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img ALIGN="right" ALT="Aidh Al Qarni" SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/01/aidh_al_qarni.jpg" /><br />
1. Sikap jujur dalam berbicara<br />
2. Berlaku sopan dan lembut kepada orang lain<br />
3. Bangun pagi, berusaha mendapatkan sesuatu yang disyukuri<br />
4. Selamat dari transaksi riba<br />
5. Menunaikan zakat harta<br />
6. Menolong yang lemah<br />
7. Memuliakan tamu<br />
8. Memelihara waktu shalat wajib<br />
9. Ikhlas niatnya dalam ber-shadaqah</p>
<p><span id="more-56"></span>Merekalah orang -orang yang akan mendapat balasan dari Allah SWT, orang-orang berharta yang akan pergi dengan pahala. Orang-orang yang bekerja dengan baik, memiliki usaha yang disyukuri serta perdagangan yang tidak akan merugi. Mereka membangun masjid sebagai tempat ruku dan sujud, memberi makan kepada fakir miskin, memberi keringanan kepada mereka yang membutuhkan, serta menanggung hidup anak yatim. Mereka menghimpun kebaikan setiap waktu.</p>
<p>Orang pelit itu buruk sikapnya, sedangkan orang yang memberi akan banyak balasannya. Celakalah hamba uang , karena uang akan menunjukkan pemiliknya pada neraka, sebagaimana uang akan mengitari pemiliknya dengan keinginan.</p>
<p>Jika orang-orang justru menyimpan harta mereka di bank-bank, memelihara uang dalam dokumen-dokumen dan melindungi hartanya dengan pagar kawat maka janganlah kita seperti mereka. Jadilah orang yang menyimpan uang di bank Ar Rahmaan, peliharalah amalan kita dari syaitan, pagari niat dari keculasan dan kejahatan, ramaikan rumah dengan taqwa, berikan kemuliaan kepada tetangga, serta syukurilah apa yang telah diterima.</p>
<p>Penyakit para pedagang adalah kekurangan darah, keinginan berlebih, dan selalu gelisah. Kurang darah karena sibuk sehingga lupa makan, atau makannya tidak teratur. Banyak keinginan karena selalu disibukkan dengan uang, cek, serta simpanan di bank. Pikirannya tertuju pada urusan pengiriman dan penerimaan barang dagangannya. Kegelisahan muncul karena ambisinya selalu bertambah, selalu kuatir dengan nasib anak cucunya. Lalu kebahagiaan pergi darinya dan kesibukan menjadikannya tak sempat lagi beribadah.</p>
<p>Tak heran bahwa tema ilmu yang paling disenangi oleh pedagang yang kikir adalah tema yang menganjurkan hidup secara ekonomis. Adapun ilmu yang dibencinya adalah tema anjuran untuk banyak memberi dan ber-shadaqah.</p>
<p><a TARGET="_blank" HREF="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/032006/12/99pekan.htm">Dr. Aidh bin Abdullah al Qarni, penulis Best Seller Laa Tahzan</a><br />
Disadur dari Rubrik Wahat, Hal 68-69 Tarbawi Edisi 171 Th 8/Muharram 1429 H/17 Januari 2008 M<br />
Judul asli: Tanamlah Uang di Bank Ar Rahmaan</p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=9+Etika+Berdagang+versi+Abu+Real%2C+Dinar+bin+Matsqal&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2008%2F01%2F23%2F9-etika-berdagang-versi-abu-real-dinar-bin-matsqal.html&b=Reading %229+Etika+Berdagang+versi+Abu+Real%2C+Dinar+bin+Matsqal%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/01/23/9-etika-berdagang-versi-abu-real-dinar-bin-matsqal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahaya &#8216;Ujub Dalam Marketing Produk</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2007/11/19/bahaya-ujub-dalam-marketing-produk.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2007/11/19/bahaya-ujub-dalam-marketing-produk.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 06:02:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2007/11/19/bahaya-ujub-dalam-marketing-produk.html</guid>
		<description><![CDATA[1. Subhanallah, Alhamdulillah, Allah telah memberikan kami hidayah sehingga mampu membuat sebuah produk yang berguna bagi ummat. 2. Dari riset dan pengalaman kami selama bertahun-tahun, diramu dari bahan-bahan terbaik, kami dapat menghasilkan produk berkualitas yang tidak ada tandingannya, terbaik dipandang dari sisi manapun, tanpa cacat, tanpa cela, buktikan sendiri! Pernyataan nomor 1 berusaha tidak &#8216;ujub, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2007/11/berdoa.jpg" ALT="Berdoa" ALIGN="left" /></p>
<blockquote><p><em>1. Subhanallah, Alhamdulillah, Allah telah memberikan kami hidayah sehingga mampu membuat sebuah produk yang berguna bagi ummat.</em></p>
<p><em>2. Dari riset dan pengalaman kami selama bertahun-tahun, diramu dari bahan-bahan terbaik, kami dapat menghasilkan produk berkualitas yang tidak ada tandingannya, terbaik dipandang dari sisi manapun, tanpa cacat, tanpa cela, buktikan sendiri!</em></p></blockquote>
<p>Pernyataan nomor 1 berusaha tidak &#8216;ujub, sedangkan nomor 2 cenderung lupa kepada Allah SWT.</p>
<p>Allahu Akbar! La hawla wa laa quwwata illaa billaah.<br />
Kita harus sering melafadzkan dan memahami dzikir agar dapat menghindari bahaya &#8216;ujub. Sifat &#8216;ujub ternyata bukan hanya dapat menimpa seseorang tetapi juga dapat menular pada sebuah kelompok, baik itu organisasi kecil hingga perusahaan besar. Sifat &#8216;ujub itu aslinya hanya terbesit di dalam hati, namun tidak jarang ditemukan dalam ucapan, tulisan, dan perbuatan sebagai hasil proyeksi apa yang ada di dalam hati pembuatnya, termasuk pada iklan.</p>
<p>Kelebihan yang diberikan oleh Allah kepada kita maupun kelompok kita ternyata berpotensi menimbulkan sifat &#8216;ujub. Kelebihan itu dapat berupa fisik, kekuatan, intelektualitas, nasab, harta, serta kemampuan berpendapat atau mengulas permasalahan. Kelebihan tersebut akan menimbulkan rasa kagum dan kebanggaan yang berlebihan terhadap diri atau kelompok, serta percaya diri yang terlampau tinggi. Rasulullah SAW telah mengingatkan dalam sabdanya, &#8221;Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan seberat dzarrah pun.&#8221; (HR Muslim)</p>
<p>Amatlah tipis perbedaan antara &#8216;ujub dengan rasa bangga yang biasa. &#8216;Ujub dapat membawa kita kepada meremehkan orang lain sehingga menolak nasihat yang diberikan oleh orang terdekat sekalipun. &#8216;Ujub dapat menggiring kita menjadi takabbur. &#8216;Ujub dapat membuat kita terlena seakan-akan menang pada sebuah peperangan, padahal mungkin kemenangan itu hanya pada tingkat pertempuran. &#8216;Ujub membuat kita lupa akan besarnya campur tangan Allah dalam setiap detik yang kita lalui, membuat kita lupa akan banyaknya nikmat gratis dari Allah yang kita tidak akan mampu membalasnya.</p>
<p>Sebuah tantangan bagi orang-orang yang berkecimpung dalam bidang marketing, bagaimana membuat pernyataan maupun iklan yang menyentuh hati, bukan mengumbar janji dan terkesan &#8216;ujub dalam menjual produknya. Semoga Allah menghindarkan kita dari penyakit hati yang berbahaya ini dan kita tetap dalam lindungan-Nya.</p>
<p>Arif Rahmat<br />
Pengasuh Situs Web Bina Muslim</p>
<p>Referensi:<br />
<a TARGET="_blank" HREF="http://ummunadia.blogspot.com/2006/06/ujub.html">All About Ujub</a><br />
<a TARGET="_blank" HREF="http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=5&amp;id=246653&amp;kat_id=105&amp;kat_id1=147&amp;kat_id2=373">Bahaya Kesombongan</a></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Bahaya+%E2%80%98Ujub+Dalam+Marketing+Produk&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2007%2F11%2F19%2Fbahaya-ujub-dalam-marketing-produk.html&b=Reading %22Bahaya+%E2%80%98Ujub+Dalam+Marketing+Produk%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2007/11/19/bahaya-ujub-dalam-marketing-produk.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

