<?xml version="1.0" encoding="UNICODE-1-1-UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>binaMUSLIM &#187; Pasca Ramadhan</title>
	<atom:link href="http://www.binamuslim.com/category/pasca-ramadhan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.binamuslim.com</link>
	<description>Menuju Generasi Tiada Hari Tanpa Al-Qur'an</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Jul 2010 23:22:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengapa Ramadhan 1429H di Mekkah Hanya 29 Hari?</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/10/06/mengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/10/06/mengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 02:31:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pasca Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[GMT]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Penanggalan Hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[Ramdahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Dalam penanggalan hijriah, siklus 1 bulan bagi penduduk bumi adalah 29,5305882 hari (http://www.moonconnection.com/moon_phases.phtml). Agar dapat sinkron dengan perubahan siang-malam sebagai siklus 1 hari, penanggalan hijriah dibulatkan menjadi 29 atau 30 hari.
Ternyata, pembulatan 29 atau 30 hari tersebut tidaklah berlaku sama di semua tempat di bumi. Ada daerah yang mendapat pembulatan 29 hari, ada pula yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam penanggalan hijriah, siklus 1 bulan bagi penduduk bumi adalah 29,5305882 hari (http://www.moonconnection.com/moon_phases.phtml). Agar dapat sinkron dengan perubahan siang-malam sebagai siklus 1 hari, penanggalan hijriah dibulatkan menjadi 29 atau 30 hari.</p>
<p>Ternyata, pembulatan 29 atau 30 hari tersebut tidaklah berlaku sama di semua tempat di bumi. Ada daerah yang mendapat pembulatan 29 hari, ada pula yang 30 hari. Buktinya, tahun 1429H ini, Ramadhan di Mekkah hanya 29 hari sedangkan di Indonesia 30 hari. Apakah ada penghitungan atau observasi hilal yang salah?<span id="more-81"></span></p>
<p><img title="gmt" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/10/gmt.png" alt="" width="297" height="448" align="left" /> Untuk patokan jam internasional dan penentuan hari pada penanggalan matahari, dikenal istilah Greenwich Mean Time (GMT). Zona waktu Mekkah dan Riyadh adalah GMT+3, sedangkan Jakarta adalah GMT+7. Dengan demikian, menurut penanggalan matahari, Jakarta selalu dianggap lebih dahulu 4 jam daripada Mekkah.</p>
<p>Dalam penentuan 1 Syawal, Ketua Badan Hisab dan Rukyat yang juga Direktur Urusan Agama Islam Depag, Muchtar Iljas menyampaikan hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan baru) bahwa dari hasil pemantauan di 25 lokasi dari Banda Aceh hingga Jayapura semua melaporkan tidak melihat hilal pada 29 Ramadhan 1429H (http://www.dakwatuna.com/2008/persatuan-umat-harus-dijaga/).</p>
<p>Penjelasan logisnya begini. Ketika penentuan 1 Ramadhan, hilal terlihat pertama kali di timur Indonesia (sekitar GMT-6 hingga GMT-8), sehingga Jakarta dan Mekkah sama-sama memulai puasa pada 1 September 2008. Nah, sesuai dengan siklusnya yang 29,5 hari, di akhir Ramadhan, hilal Syawal akan pertama kali terlihat di GMT+6 hingga GMT+4, di sebelah barat Indonesia, tetapi masih di sebelah timur Saudi.</p>
<p>Bagi kelompok yang berlebaran tanggal 30 September 2008 di Jakarta, mereka malah mendahului lebaran di Saudi yang baru berlangsung 4 jam kemudian, dan saat itu sebenarnya masih 30 Ramadhan di Indonesia. Adapun yang berlebaran di Jakarta tanggal 1 Oktober 2008 dapat dipandang bahwa lebarannya sama-sama 1 Syawal tetapi Mekkah lebih dahulu 20 jam memasukinya.</p>
<p>Kebingungan dan perbedaan hari lebaran di Indonesia yang sering terjadi lebih disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:<br />
1. Patuhnya kita kepada sistem penanggalan matahari yang digunakan oleh dunia internasional.<br />
2. Butanya kita terhadap ilmu penanggalan bulan.<br />
3. Kepatuhan berlebihan kepada kelompok sehingga kurang kritis terhadap pimpinan yang bisa saja salah.<br />
4. Patokan untuk penanggalan matahari adalah tetap dan absolut yang  kini dikenal dengan istilah GMT, sedangkan untuk penanggalan bulan patokannya relatif dan berpindah-pindah, oleh karena itu diperlukan pengamatan (rukyatul hilal). Dengan rumus yang sudah diketahui, pengamatan dapat disimulasikan atau ditebak melalui perhitungan.</p>
<p>Semua yang benar datangnya dari Allah SWT, dan bila ada yang salah adalah kelemahan penulis. Selamat hari raya Idul Fitri, taqabbalahhu minnaa waminkum shaalihal a’maali, wa kullu ‘aamin wa antum bikhairin (semoga Allah menerima amal-amal baik kita, dan semoga dalam semua hari-hari sepanjang tahun kita selalu dalam kebaikan). Amin. Wallahu a’lam bishshowwab.</p>
<p>Arif Rahmat, BinaMuslim.Com</p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Mengapa+Ramadhan+1429H+di+Mekkah+Hanya+29+Hari%3F&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2008%2F10%2F06%2Fmengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html&b=Reading %22Mengapa+Ramadhan+1429H+di+Mekkah+Hanya+29+Hari%3F%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/10/06/mengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Evaluasi Pasca Ramadhan (Part 2: Peduli)</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2007/10/24/evaluasi-pasca-ramadhan-part-2-peduli.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2007/10/24/evaluasi-pasca-ramadhan-part-2-peduli.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 16:39:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miftah Faridl]]></category>
		<category><![CDATA[Pasca Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2007/10/24/evaluasi-pasca-ramadhan-part-2-peduli.html</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya telah dibahas bahwa ciri orang yang berhasil dalam Ramadhan antara lain adalah:
- Mantap dalam shalatnya
- Terbiasa untuk shalat malam
- Senantiasa beristighfar di akhir malam
Ciri keempat adalah memiliki kepedulian sosial, membelanjakan harta di jalan Allah.

Artinya: &#8220;(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.&#8221; (QS Al-Baqarah:3)
Kepedulian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img SRC="http://www.sabah.gov.my/jheains/BIL_213.gif" ALIGN="left" /><a HREF="http://www.binamuslim.com/2007/10/24/evaluasi-pasca-ramadhan-part-1.html">Sebelumnya telah dibahas</a> bahwa ciri orang yang berhasil dalam Ramadhan antara lain adalah:<br />
- Mantap dalam shalatnya<br />
- Terbiasa untuk shalat malam<br />
- Senantiasa beristighfar di akhir malam</p>
<p>Ciri keempat adalah memiliki kepedulian sosial, membelanjakan harta di jalan Allah.<br />
<img SRC="http://web1hari.com/file/gif/2/2_3.gif" /><br />
Artinya: &#8220;<em>(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.</em>&#8221; <strong>(QS Al-Baqarah:3)</strong></p>
<p>Kepedulian sosial tersebut hendaknya terwujud bukan hanya di saat lapang, tetapi juga di saat sempit.<br />
<span id="more-43"></span><br />
<img SRC="http://web1hari.com/file/gif/3/3_133.gif" /><br />
<img SRC="http://web1hari.com/file/gif/3/3_134.gif" /><br />
<img SRC="http://web1hari.com/file/gif/3/3_135.gif" /><br />
<img SRC="http://web1hari.com/file/gif/3/3_136.gif" /><br />
&#8220;<em>Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yag menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal.</em>&#8221; <strong>(QS Ali-Imran:133-136)</strong></p>
<p>Dalam sebuah hadis Qudsi, Allah Swt berfirman, yang artinya : Berinfaqlah kamu, niscaya Allah akan memberi belanja kepadamu (Muttafaqâ€™Alaih).</p>
<p>Bila ada yang meminta pertolongan kepada kita dan lingkungan sekitar maka berebutlah untuk memberikan pertolongan karena sesungguhnya hal tersebut adalah lahan kebajikan.</p>
<p><em>Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya </em>â€œ <strong>(QS Al Baqarah:93 )</strong></p>
<p>Kalaulah kita tidak bisa memberikan pertolongan, setidaknya berusahalah menjadi pribadi yang mandiri, tidak tergantung kepada pertolongan orang lain. Adapun mengenai hal tolong menolong, hendaknya hanya pada yang membawa kebaikan atau yang dapat mencegah kemungkaran.</p>
<p>&#8220;&#8230; <em>Dan tolong menolonglah kamu dalam kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan</em>&#8230;..&#8221; (QS Al-Ma&#8217;idah: 2)</p>
<p><em>[Resume dari ceramah baâ€™da Shubuh Ustadz Miftah Faridl di Masjid Ad-Daâ€™wah, 24 Oktober 2007]</em></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Evaluasi+Pasca+Ramadhan+%28Part+2%3A+Peduli%29&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2007%2F10%2F24%2Fevaluasi-pasca-ramadhan-part-2-peduli.html&b=Reading %22Evaluasi+Pasca+Ramadhan+%28Part+2%3A+Peduli%29%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2007/10/24/evaluasi-pasca-ramadhan-part-2-peduli.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Evaluasi Pasca Ramadhan (Part 1: Shalat Malam)</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2007/10/24/evaluasi-pasca-ramadhan-part-1.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2007/10/24/evaluasi-pasca-ramadhan-part-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 15:53:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miftah Faridl]]></category>
		<category><![CDATA[Pasca Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2007/10/24/evaluasi-pasca-ramadhan-part-1.html</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan telah berlalu, apakah kita termasuk orang yang berhasil mendapatkan yang dijanjikan Allah di bulan Ramadhan? Apa saja parameter keberhasilan seseorang menjalani Ramadhan? Lihatlah pada kualitas dan kuantitas ibadahnya setelah Ramadhan berakhir. Syawwal adalah bulan pertama setelah Ramadhan, 1 dari 11 bulan tempat kita mengevaluasi kualitas keimanan sesuai dengan tujuan shaum, menjadikan kita orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img ALT="Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H" SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2007/10/happyeid.jpg" ALIGN="left" />Ramadhan telah berlalu, apakah kita termasuk orang yang berhasil mendapatkan yang dijanjikan Allah di bulan Ramadhan? Apa saja parameter keberhasilan seseorang menjalani Ramadhan? Lihatlah pada kualitas dan kuantitas ibadahnya setelah Ramadhan berakhir. Syawwal adalah bulan pertama setelah Ramadhan, 1 dari 11 bulan tempat kita mengevaluasi kualitas keimanan sesuai dengan tujuan shaum, menjadikan kita orang yang bertaqwa. Orang yang Ramadhannya berhasil tentu makin mantap dalam shalatnya.</p>
<p><img SRC="http://web1hari.com/file/gif/51/51_17.gif" /><br />
<img SRC="http://web1hari.com/file/gif/51/51_18.gif" /><br />
Artinya: &#8220;<em>Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam<br />
Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah)</em>&#8220;.<strong> (QS. Adz-Dzariyat 17-18)</strong></p>
<p>Kebiasaan bangun untuk sahur di bulan Ramadhan hendaklah dijadikan kebiasaan bangun untuk mendirikan shalat tahajjud, baik itu yang panjangnya 8 rakaat plus 3 rakaat witir atau pun sekedar 2 rakaat plus 1 rakaat witir. Kemudian dilanjutkan dengan memohon ampunan kepada Allah Swt.<br />
Memohon  ampunan dapat diwujudkan dengan dzikir dan istighfar. Misalnya:<br />
<em>Subhanallahi wabihamdihi, subhanallahil &#8216;adziim, astaghfirullah.</em></p>
<p>Dzikir dan istighfar hendaklah bukan hanya terucap di mulut, tetapi juga dihayati dari sisi ruhiyah sebagai sesuatu yang sesuai dengan yang kita ucapkan serta tercermin dalam keseharian. Janganlah kita sok suci karena hanya Allah yang Maha Suci. Janganlah kita gila pujian, karena segala puji hanyalah milik Allah. Sadar maupun tidak, sejak baligh hingga kini, kita banyak bergelimang dosa, untuk itu kita butuh maaf dari sesama serta ampunan hanya dari Allah Swt.</p>
<p><em>[Resume dari ceramah ba'da Shubuh Ustadz Miftah Faridl di Masjid Ad-Da'wah, Bandung, 23 Oktober 2007]</em></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Evaluasi+Pasca+Ramadhan+%28Part+1%3A+Shalat+Malam%29&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2007%2F10%2F24%2Fevaluasi-pasca-ramadhan-part-1.html&b=Reading %22Evaluasi+Pasca+Ramadhan+%28Part+1%3A+Shalat+Malam%29%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2007/10/24/evaluasi-pasca-ramadhan-part-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
