<?xml version="1.0" encoding="UNICODE-1-1-UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>binaMUSLIM &#187; Miftah Faridl</title>
	<atom:link href="http://www.binamuslim.com/category/miftah-faridl/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.binamuslim.com</link>
	<description>Menuju Generasi Tiada Hari Tanpa Al-Qur'an</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Jul 2010 23:22:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Aliran Sesat di Indonesia dan Penyebab Kemunculannya</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2007/11/04/aliran-sesat-di-indonesia-dan-penyebab-kemunculannya.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2007/11/04/aliran-sesat-di-indonesia-dan-penyebab-kemunculannya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 23:45:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miftah Faridl]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2007/11/04/aliran-sesat-di-indonesia-dan-penyebab-kemunculannya.html</guid>
		<description><![CDATA[Di bulan syawal 1428 H santer terdengar pemberitaan di Indonesia mengenai munculnya aliran sesat Al-Qiyadah yang pemimpinnya mengaku sebagai nabi. Sebelumnya kita juga mendengar mengenai aliran al-qur&#8217;an suci yang hanya mengakui Al-Qur&#8217;an dan tidak mengakui As-Sunnah sebagai sumber hukum. Sebelumnya lagi kita juga mengenal Ahmadiyah, yang mengakui Ghulam Ahmad sebagai nabi setelah Rasulullah, dan menjadikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img ALIGN="left" ALT="Miftah Faridl" SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2007/11/miftah_faridl.gif" />Di bulan syawal 1428 H santer terdengar pemberitaan di Indonesia mengenai munculnya aliran sesat Al-Qiyadah yang pemimpinnya mengaku sebagai nabi. Sebelumnya kita juga mendengar mengenai aliran al-qur&#8217;an suci yang hanya mengakui Al-Qur&#8217;an dan tidak mengakui As-Sunnah sebagai sumber hukum. Sebelumnya lagi kita juga mengenal Ahmadiyah, yang mengakui Ghulam Ahmad sebagai nabi setelah Rasulullah, dan menjadikan pidato-pidatonya yang dikumpulkan dalam At-Tadzkirah sebagai sumber hukum tambahan selain Qur&#8217;an dan Sunnah.</p>
<p>Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah ada di Jawa Barat sejak 1955 (dahulu Majelis Ulama, disingkat MU) dan diresmikan secara nasional tahun 1970 sebagai wadah berkumpulnya para ulama dari berbagai organisasi Islam telah beberapa kali mengeluarkan fatwa mengenai aliran sesat yang meresahkan ummat karena menggoyahkan aqidah. Tujuan MUI mengeluarkan fatwa adalah agar aparat keamanan dapat mengambil tindakan hukum sesuai dengan aturan dan perundang-undangan di Indonesia.</p>
<p>Kalau kita melihat perbandingan di zaman khalifah Abu Bakar As-Shiddiq, di propinsi Yamamah ada juga Musailamah Al-Kadzdzab yang mengaku sebagai nabi bahkan didukung penuh oleh orang-orang di daerahnya. Musailamah kemudian dibunuh oleh  <a HREF="http://id.wikipedia.org/wiki/Wahsyi" TARGET="_blank" TITLE="Wahsyi di Wikipedia">Wahsyi</a> pada pertempuran Yamamah.</p>
<p>Bila diteliti, kemunculan aliran-aliran tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal:<span id="more-45"></span></p>
<ol>
<li>Karena mencari hidayah Allah dengan cara yang salah: bertapa dan merenung.<br />
Islam tidak mengenal bertapa. Ibadah yang dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dapat melalui shaum, tahajjud dan dzikir. Justru ketika bertapa atau merenung, syaitan akan lebih mudah masuk, sampai-sampai ada orang yang mengaku menjadi nabi.</li>
<li>Karena ada orang yang dipuji secara berlebihan, dikultuskan, dianggap suci.<br />
Jebakan syaitan ini bahkan dapat menimpa para ulama. Ketika doa sering dikabulkan, makin banyak orang yang datang untuk meminta pertolongan, baik untuk disembuhkan dari penyakit maupun untuk hal-hal yang lain. Pak Miftah sendiri pernah dimarahi oleh ayahnya karena beberapa kali mendoakan orang agar sembuh dari penyakitnya (dan ternyata benar-benar sembuh) dan kebetulan hal tersebut terekspos oleh wartawan. Alasan ayahnya marah adalah karena hal tersebut dapat menjadikan ulama beralih profesi menjadi dukun, dapat memudahkan iblis menggoda ulama untuk lebih mementingkan perdukunannya daripada fungsi utamanya, dan lebih parah lagi dapat membuat ulama dikultuskan, hal yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam.</li>
<li>Ujung-ujungnya duit, atau hal porno.<br />
Ada pula aliran sesat yang tujuannya mengumpulkan harta, salah satunya LDII. Mereka punya baiat setelah syahadat, harus patuh kepada imam jauh di atas kepatuhan terhadap orang tua dan kepada suami (bagi wanita). Bentuk kepatuhan tersebut juga dapat berupa pengalihan nama surat-surat tanah menjadi milik imam atau guru, sehingga si imam menjadi orang yang sangat kaya dengan kekayaan yang berasal dari muridnya. Ada pula aliran di Jawa Barat yang cara ibadahnya ialah di dalam kegelapan, cenderung kepada perdukunan. Setelah diteliti, ternyata mereka beribadah tanpa busana, sungguh hal yang sangat jauh dari petunjuk Allah Swt, naudzu billah min dzalik. Ujung-ujungnya tentu agar si imam dapat memilih wanita sesuka nafsunya, sangat jauh dari ajaran Islam.</li>
<li>Penyebaran da&#8217;wah belum merata.
<ul>
<li>Bila ada yang mengaku sebagai nabi, pastilah ia berbohong, karena Rasulullah Muhammad Saw adalah rasul terakhir.<br />
â€œRasulullah keluar menuju perang Tabuk, dan beliau mewakilkan Ali (untuk tinggal di kota Madinah), maka Ali pun berkata, â€œApakah engkau tinggalkan aku dengan para wanita dan anak-anak?â€ Rasulullah bersabda, â€œApakah engkau tidak rela apabila kedudukanmu di sisiku sebagaimana kedudukan Harun di sisi Musa, namun tidak ada nabi setelahku.â€(HR. Bukhari)</li>
<li>Bila ada yang mengingkari Al-Qur&#8217;an, mengingkari sunnah atau menambahkan sumber hukum sendiri selain Al-Qur&#8217;an, As-Sunnah, dan Ijtima&#8217; para ulama maka dapat dipastikan kesesatannya.<br />
<img SRC="http://web1hari.com/file/gif/4/4_59.gif" /><br />
â€œ<em>Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur&#8217;an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.</em>â€ <strong>(Q.S An Nisaa:59)</strong></li>
</ul>
<p>Ternyata, kedua prinsip mendasar tersebut banyak sekali yang belum sampai kepada ummat Islam. Padahal dengan prinsip tersebut, begitu banyak aliran sesat yang dapat terbantahkan dengan mudah. Semoga kita dilindungi Allah Swt dari hal-hal yang menyesatkan.</li>
</ol>
<p><em><br />
[Disarikan dari ceramah ba'da shubuh ustadz Miftah Faridh, Ketua MUI Kota Bandung di masjid Ad-Da'wah, Sukaluyu, Bandung, 5 Nopember 2007]</em></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Aliran+Sesat+di+Indonesia+dan+Penyebab+Kemunculannya&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2007%2F11%2F04%2Faliran-sesat-di-indonesia-dan-penyebab-kemunculannya.html&b=Reading %22Aliran+Sesat+di+Indonesia+dan+Penyebab+Kemunculannya%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2007/11/04/aliran-sesat-di-indonesia-dan-penyebab-kemunculannya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Evaluasi Pasca Ramadhan (Part 2: Peduli)</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2007/10/24/evaluasi-pasca-ramadhan-part-2-peduli.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2007/10/24/evaluasi-pasca-ramadhan-part-2-peduli.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 16:39:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miftah Faridl]]></category>
		<category><![CDATA[Pasca Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2007/10/24/evaluasi-pasca-ramadhan-part-2-peduli.html</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya telah dibahas bahwa ciri orang yang berhasil dalam Ramadhan antara lain adalah:
- Mantap dalam shalatnya
- Terbiasa untuk shalat malam
- Senantiasa beristighfar di akhir malam
Ciri keempat adalah memiliki kepedulian sosial, membelanjakan harta di jalan Allah.

Artinya: &#8220;(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.&#8221; (QS Al-Baqarah:3)
Kepedulian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img SRC="http://www.sabah.gov.my/jheains/BIL_213.gif" ALIGN="left" /><a HREF="http://www.binamuslim.com/2007/10/24/evaluasi-pasca-ramadhan-part-1.html">Sebelumnya telah dibahas</a> bahwa ciri orang yang berhasil dalam Ramadhan antara lain adalah:<br />
- Mantap dalam shalatnya<br />
- Terbiasa untuk shalat malam<br />
- Senantiasa beristighfar di akhir malam</p>
<p>Ciri keempat adalah memiliki kepedulian sosial, membelanjakan harta di jalan Allah.<br />
<img SRC="http://web1hari.com/file/gif/2/2_3.gif" /><br />
Artinya: &#8220;<em>(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.</em>&#8221; <strong>(QS Al-Baqarah:3)</strong></p>
<p>Kepedulian sosial tersebut hendaknya terwujud bukan hanya di saat lapang, tetapi juga di saat sempit.<br />
<span id="more-43"></span><br />
<img SRC="http://web1hari.com/file/gif/3/3_133.gif" /><br />
<img SRC="http://web1hari.com/file/gif/3/3_134.gif" /><br />
<img SRC="http://web1hari.com/file/gif/3/3_135.gif" /><br />
<img SRC="http://web1hari.com/file/gif/3/3_136.gif" /><br />
&#8220;<em>Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yag menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal.</em>&#8221; <strong>(QS Ali-Imran:133-136)</strong></p>
<p>Dalam sebuah hadis Qudsi, Allah Swt berfirman, yang artinya : Berinfaqlah kamu, niscaya Allah akan memberi belanja kepadamu (Muttafaqâ€™Alaih).</p>
<p>Bila ada yang meminta pertolongan kepada kita dan lingkungan sekitar maka berebutlah untuk memberikan pertolongan karena sesungguhnya hal tersebut adalah lahan kebajikan.</p>
<p><em>Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya </em>â€œ <strong>(QS Al Baqarah:93 )</strong></p>
<p>Kalaulah kita tidak bisa memberikan pertolongan, setidaknya berusahalah menjadi pribadi yang mandiri, tidak tergantung kepada pertolongan orang lain. Adapun mengenai hal tolong menolong, hendaknya hanya pada yang membawa kebaikan atau yang dapat mencegah kemungkaran.</p>
<p>&#8220;&#8230; <em>Dan tolong menolonglah kamu dalam kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan</em>&#8230;..&#8221; (QS Al-Ma&#8217;idah: 2)</p>
<p><em>[Resume dari ceramah baâ€™da Shubuh Ustadz Miftah Faridl di Masjid Ad-Daâ€™wah, 24 Oktober 2007]</em></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Evaluasi+Pasca+Ramadhan+%28Part+2%3A+Peduli%29&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2007%2F10%2F24%2Fevaluasi-pasca-ramadhan-part-2-peduli.html&b=Reading %22Evaluasi+Pasca+Ramadhan+%28Part+2%3A+Peduli%29%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2007/10/24/evaluasi-pasca-ramadhan-part-2-peduli.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Evaluasi Pasca Ramadhan (Part 1: Shalat Malam)</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2007/10/24/evaluasi-pasca-ramadhan-part-1.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2007/10/24/evaluasi-pasca-ramadhan-part-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 15:53:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miftah Faridl]]></category>
		<category><![CDATA[Pasca Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2007/10/24/evaluasi-pasca-ramadhan-part-1.html</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan telah berlalu, apakah kita termasuk orang yang berhasil mendapatkan yang dijanjikan Allah di bulan Ramadhan? Apa saja parameter keberhasilan seseorang menjalani Ramadhan? Lihatlah pada kualitas dan kuantitas ibadahnya setelah Ramadhan berakhir. Syawwal adalah bulan pertama setelah Ramadhan, 1 dari 11 bulan tempat kita mengevaluasi kualitas keimanan sesuai dengan tujuan shaum, menjadikan kita orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img ALT="Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H" SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2007/10/happyeid.jpg" ALIGN="left" />Ramadhan telah berlalu, apakah kita termasuk orang yang berhasil mendapatkan yang dijanjikan Allah di bulan Ramadhan? Apa saja parameter keberhasilan seseorang menjalani Ramadhan? Lihatlah pada kualitas dan kuantitas ibadahnya setelah Ramadhan berakhir. Syawwal adalah bulan pertama setelah Ramadhan, 1 dari 11 bulan tempat kita mengevaluasi kualitas keimanan sesuai dengan tujuan shaum, menjadikan kita orang yang bertaqwa. Orang yang Ramadhannya berhasil tentu makin mantap dalam shalatnya.</p>
<p><img SRC="http://web1hari.com/file/gif/51/51_17.gif" /><br />
<img SRC="http://web1hari.com/file/gif/51/51_18.gif" /><br />
Artinya: &#8220;<em>Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam<br />
Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah)</em>&#8220;.<strong> (QS. Adz-Dzariyat 17-18)</strong></p>
<p>Kebiasaan bangun untuk sahur di bulan Ramadhan hendaklah dijadikan kebiasaan bangun untuk mendirikan shalat tahajjud, baik itu yang panjangnya 8 rakaat plus 3 rakaat witir atau pun sekedar 2 rakaat plus 1 rakaat witir. Kemudian dilanjutkan dengan memohon ampunan kepada Allah Swt.<br />
Memohon  ampunan dapat diwujudkan dengan dzikir dan istighfar. Misalnya:<br />
<em>Subhanallahi wabihamdihi, subhanallahil &#8216;adziim, astaghfirullah.</em></p>
<p>Dzikir dan istighfar hendaklah bukan hanya terucap di mulut, tetapi juga dihayati dari sisi ruhiyah sebagai sesuatu yang sesuai dengan yang kita ucapkan serta tercermin dalam keseharian. Janganlah kita sok suci karena hanya Allah yang Maha Suci. Janganlah kita gila pujian, karena segala puji hanyalah milik Allah. Sadar maupun tidak, sejak baligh hingga kini, kita banyak bergelimang dosa, untuk itu kita butuh maaf dari sesama serta ampunan hanya dari Allah Swt.</p>
<p><em>[Resume dari ceramah ba'da Shubuh Ustadz Miftah Faridl di Masjid Ad-Da'wah, Bandung, 23 Oktober 2007]</em></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Evaluasi+Pasca+Ramadhan+%28Part+1%3A+Shalat+Malam%29&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2007%2F10%2F24%2Fevaluasi-pasca-ramadhan-part-1.html&b=Reading %22Evaluasi+Pasca+Ramadhan+%28Part+1%3A+Shalat+Malam%29%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2007/10/24/evaluasi-pasca-ramadhan-part-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
