<?xml version="1.0" encoding="UNICODE-1-1-UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>binaMUSLIM &#187; Ghazwul Fikr</title>
	<atom:link href="http://www.binamuslim.com/category/ghazwul-fikr/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.binamuslim.com</link>
	<description>Menuju Generasi Tiada Hari Tanpa Al-Qur'an</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Jul 2010 23:22:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Dibiayai Dari Uang Haram, Bagaimana Indonesia Mau Dapat Berkah?</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2010/04/14/dibiayai-dari-uang-haram-bagaimana-indonesia-mau-dapat-berkah.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2010/04/14/dibiayai-dari-uang-haram-bagaimana-indonesia-mau-dapat-berkah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 06:52:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[Miras]]></category>
		<category><![CDATA[Riba]]></category>
		<category><![CDATA[Rokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[
Negara butuh biaya operasional, segala cara ditempuh oleh pemerintah untuk menutupi biaya tersebut. Ada yang strategis, yaitu melalui industri pertambangan, komunikasi, transportasi dan penyediaan energi, namun tidak sedikit pula pendapatan haram yang legal, yang dibenarkan ketika dipertanggungjawabkan di hadapan pengadilan dunia namun haram bila ditinjau dari sisi Islam. Sungguh berat ancaman siksaan yang akan diterima [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2010/04/uang.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-180" title="uang" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2010/04/uang.jpg" alt="" width="394" height="502" /></a><br />
Negara butuh biaya operasional, segala cara ditempuh oleh pemerintah untuk menutupi biaya tersebut. Ada yang strategis, yaitu melalui industri pertambangan, komunikasi, transportasi dan penyediaan energi, namun tidak sedikit pula pendapatan haram yang legal, yang dibenarkan ketika dipertanggungjawabkan di hadapan pengadilan dunia namun haram bila ditinjau dari sisi Islam. Sungguh berat ancaman siksaan yang akan diterima para pemimpin kita di akhirat kelak, kita berlindung kepada Allah dari adzab sedemikian.</p>
<ol>
<li><strong>Uang Riba</strong><br />
Setiap pemilik tabungan di bank konvensional, tentu akan mendapatkan bunga. Bila tabungan tersebut di atas Rp 7.500.000, maka pada setiap bunga yang timbul dikenakan pajak 20%. Pajak bunga tersebut diambil dan dikelola oleh negara. Ada sekian banyak orang kaya di Indonesia yang punya milyaran bahkan trilyunan rupiah di tabungannya. Mereka menyimpan uang di bank konvensional, dan tentu bunganya pun tidak sedikit. Bukan cuma bunganya, pemerintah sendiri sebagai pemilik beberapa bank konvensional pelat merah juga mendapatkan untung luar biasa dari industri perbankan konvensional. Selain itu, dikenal pula instrumen investasi berupa surat utang negara dan obligasi negara ritel yang menjanjikan bunga yang cukup tinggi.Bagi muslim, bunga adalah riba, dan riba itu haram untuk dikonsumsi. Bila bunga riba saja haram, apalagi dengan pajak yang diambil dari bunganya. Demikian pula diharamkannya keuntungan bank-bank pemerintah yang masih konvensional. Ironis sekali, karena pajak bunga dan keuntungan industri perbankan tersebut katanya digunakan untuk membiayai gaji guru!</p>
<p>“<em>Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya</em>”.<br />
(QS. Al-Baqarah : 278-279)<br />
<span id="more-179"></span>
</li>
<li><strong>Uang Miras</strong><br />
Minuman keras adalah perusak generasi. Indonesia, negara dengan populasi muslim terbesar di dunia ternyata tidak punya aturan yang melarang peredaran minuman keras karena keharamannya. Peredarannya hanya dilarang bila belum mendapat izin. Izin bernama cukai tersebut dapat dibeli oleh penyalur dan pembuat miras. Sebagian dari cukai haram itu kemudian digunakan untuk membayar gaji wakil rakyat, gaji presiden, gaji menteri, gaji PNS serta gaji TNI dan Polri!</p>
</li>
<li><strong>Uang Rokok</strong><br />
Rokok dapat merusak kesehatan, tulisan itu tertera di iklan maupun bungkus rokok itu sendiri. Tidak ada pecandu narkoba yang tidak merokok. Saking pintarnya perokok mencari-cari alasan untuk merokok, pujangga Taufik Ismail menyebut rokok dengan julukan tuhan sembilan centi.</p>
<p>Tidak ada orang yang kaya karena merokok. Yang terjadi adalah pemilik pabrik rokok di Indonesia selalu menjadi urutan atas dalam daftar orang terkaya. Pita cukai rokok adalah bukti bahwa pemerintah juga mendapatkan uang dari tiap bungkus rokok yang terjual. Ketika Muhammadiyah tegas mengharamkan rokok, semakin bertambahlah keyakinan kita bahwa pemerintah mendapatkan uang dari barang haram. Ironisnya lagi, uang cukai rokok itulah yang digunakan untuk membangun rumah sakit, membayar gaji dokter serta tenaga kesehatan dan subsidi obat.</li>
</ol>
<p>Harta adalah cobaan yang berat. Pertanyaan tentang harta selalu 2 macam. Dari mana diperoleh, dan ke mana dibelanjakan. Bila sumber pendapatan negara ternyata dikotori oleh uang haram, keberkahan Allah SWT akan jauh dari bayangan. Kita perlu pemimpin dan pembuat undang-undang yang paham mengenai Islam secara menyeluruh dan pentingnya pengelolaan keuangan negara yang mengundang keberkahan, bukan pemimpin yang dididik oleh Amerika dengan paham liberalnya.</p>
<p>Pemerintah Kota Batam saja sudah mulai mencanangkan akan memungut pajak untuk setiap transaksi di lokalisasi pelacuran. Mungkin sebentar lagi pemerintah daerah yang lain juga akan memungut pajak daerah dari tempat perjudian. Kenapa tidak sekalian pajak perampok, pajak koruptor, dan pajak pembunuh? Apa kata akhirat?</p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Dibiayai+Dari+Uang+Haram%2C+Bagaimana+Indonesia+Mau+Dapat+Berkah%3F&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2010%2F04%2F14%2Fdibiayai-dari-uang-haram-bagaimana-indonesia-mau-dapat-berkah.html&b=Reading %22Dibiayai+Dari+Uang+Haram%2C+Bagaimana+Indonesia+Mau+Dapat+Berkah%3F%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2010/04/14/dibiayai-dari-uang-haram-bagaimana-indonesia-mau-dapat-berkah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meninjau Kredit Lewat Pihak Ketiga</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/12/13/meninjau-kredit-lewat-pihak-ketiga.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/12/13/meninjau-kredit-lewat-pihak-ketiga.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 23:22:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Cicilan]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit]]></category>
		<category><![CDATA[Riba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[
Segala puji bagi Allah Ta’ala, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Suatu persoalan yang sering muncul di dunia bisnis adalah jual beli kredit melalui pihak ketiga. Kasusnya adalah semacam ini: Sebuah dealer menjual motor kepada Ahmad dengan cara kredit. Namun, Ahmad harus membayar cicilan kredit tersebut kepada sebuah bank atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-175 aligncenter" title="jebakan-hutang1" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2009/12/jebakan-hutang1.jpg" alt="jebakan-hutang1" width="345" height="399" /></p>
<p>Segala puji bagi Allah Ta’ala, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Suatu persoalan yang sering muncul di dunia bisnis adalah jual beli kredit melalui pihak ketiga. Kasusnya adalah semacam ini: Sebuah dealer menjual motor kepada Ahmad dengan cara kredit. Namun, Ahmad harus membayar cicilan kredit tersebut kepada sebuah bank atau BPR.</p>
<p>Praktek jual beli seperti inilah yang banyak dipraktekkan di banyak dealer atau showroom. Juga dapat kita temui praktek yang serupa pada beberapa KPR dan toko elektronik. Sekarang, apakah jual beli semacam ini dibenarkan? Mari kita simak pembahasan berikut, semoga kita bisa mendapatkan jawabannya.</p>
<p>Silakan buka link berikut:<br />
<a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/muamalah/2816-kredit-lewat-pihak-ketiga-bank.html" target="_blank">http://rumaysho.com/hukum-islam/muamalah/2816-kredit-lewat-pihak-ketiga-bank.html</a></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Meninjau+Kredit+Lewat+Pihak+Ketiga&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F12%2F13%2Fmeninjau-kredit-lewat-pihak-ketiga.html&b=Reading %22Meninjau+Kredit+Lewat+Pihak+Ketiga%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/12/13/meninjau-kredit-lewat-pihak-ketiga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stop Dreaming Start Action</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/09/14/stop-dreaming-start-action.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/09/14/stop-dreaming-start-action.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 01:20:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Tricks]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[3M]]></category>
		<category><![CDATA[Aa Gym]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[Durrotul Muqoffah]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Qur'ani]]></category>
		<category><![CDATA[hafidz]]></category>
		<category><![CDATA[hafidzah]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden RI]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Dreaming Start Action]]></category>
		<category><![CDATA[Tiada hari tanpa Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Yusuf Mansur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Ust. Yusuf Mansur: SBY Pilih Menteri dari Penghafal Al-Qur&#8217;an

Siapa yang tak kenal Boediono, calon Wakil Presiden RI terpilih yang sebelum Pilpres Juli 2009 lalu begitu ramai dibicarakan mengenai ke-Islamannya. Namun seakan menepis keraguan itu semua, sesuatu yang di luar dugaan telah terjadi, atas izin Allah SWT. Sepekan sebelum Ramadhan, Boediono menyetor hafalan surah Al-Kahfi dengan lancar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Ust. Yusuf Mansur: SBY Pilih Menteri dari Penghafal Al-Qur&#8217;an</h2>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-162" title="sby-boediono" src="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2009/09/sby-boediono-300x245.jpg" alt="" width="300" height="245" /><br />
Siapa yang tak kenal Boediono, calon Wakil Presiden RI terpilih yang sebelum Pilpres Juli 2009 lalu begitu ramai dibicarakan mengenai ke-Islamannya. Namun seakan menepis keraguan itu semua, sesuatu yang di luar dugaan telah terjadi, atas izin Allah SWT. Sepekan sebelum Ramadhan, Boediono menyetor hafalan surah Al-Kahfi dengan lancar dan fasih kepada Ustadz Yusuf Mansur, demikian tutur Ustadz Yusuf Mansur pada ceramah ba&#8217;da Shubuh MQFM Bandung, 24 Ramadhan 1430H.</p>
<p>Tak lama kemudian, Presiden SBY yang juga menyaksikan setoran hafalan tersebut mendekati Ustadz Yusuf Mansur. Beliau mengatakan bahwa ia akan memilih para penghafal Al-Qur&#8217;an sebagai menteri di kabinet barunya. Subhanallah, insya Allah para menteri di republik ini adalah penghafal Qur&#8217;an. Sebagai pendengar siaran <em>live</em> itu, rasa haru tentu tak terbendung, air mata tercurah atas berita bahagia tersebut.<span id="more-157"></span></p>
<p>Tiba-tiba Ustadz Yusuf Mansur terbangun dari tidurnya, dan tersadarlah ia bahwa semua itu hanya penghias tidur belaka. Saat cerita ini disampaikan, sontak pendengar yang tadinya terharu serentak berubah emosinya menjadi tawa, sambil menelan kekecewaan bahwa cerita itu tak lebih dari cuplikan mimpi.</p>
<p>Ceramah ba&#8217;da Shubuh MQFM tersebut disiarkan langsung dari Daarut Tauhiid, pesantren binaan Aa Gym di Bandung. Ceramah yang juga di-relay oleh puluhan stasiun radio di tanah air tersebut juga memperdengarkan hafalan Qur&#8217;an nan anggun yang dilantunkan oleh Durratul Muqoffah, hafidzah cilik yang masih duduk di kelas 1 Madrasah Tsanawiyah.</p>
<p>Ia hadir ditemani ayahnya, Ustadz Sulaiman, seorang hafidz. Karena ditanya oleh Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Sulaiman berkisah bahwa ia memiliki 7 anak yang semuanya insya Allah disiapkan untuk menjadi penghafal Al-Qur&#8217;an. Sejak usia 3,5 tahun anaknya mulai diajar membaca Al-Qur&#8217;an, usia 4 tahun sudah lancar, dan usia 5 tahun sudah mulai meniru ibunya yang juga hafidzah, untuk melantunkan ayat suci Al-Qur&#8217;an tanpa memegang mushaf.</p>
<p>Ustadz Yusuf Mansur juga menimpali, ia baru saja memberikan kata pengantar bagi sebuah buku baru berjudul 11 Bintang. Penulis buku tersebut juga merupakan kepala keluarga, yang mulai dari Ayah, Ibu dan ke-11 anaknya semuanya adalah hafidz dan hafidzah, istilah bahasa Arab bagi para penghafal Al-Qur&#8217;an. Salah satu anak dari keluarga tersebut bersekolah di Pesantren Daarul Qur&#8217;an yang dibina oleh Ustadz Yusuf Mansur.</p>
<p>Subhanallah, semoga Allah SWT memperbanyak generasi Qur&#8217;ani di negeri kita tercinta dan menjadikan kita dan keturunan kita adalah salah satu di antaranya. Malu kita kepada Palestina yang tiada henti dari peperangan, namun pada perayaan tahun baru lalu mewisuda 3000 penghafal Qur&#8217;an, bahkan Perdana Menteri Palestina Ismail Haniya adalah juga seorang hafidz. Sudah saatnya kita <em>stop dreaming start action</em>.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Yusuf Mansur juga berharap bahwa di tahun 2024 nanti, para pemimpin dan calon pemimpin negara kita, siapapun orangnya adalah berasal dari generasi penghafal Al-Qur&#8217;an. Yah, sudah ada sedikit tanda kemajuan, calon Wakil Presiden kita sudah setor hafalan Al-Kahfi, walaupun masih di dalam mimpi Ustadz Yusuf Mansur.</p>
<h2>Stop Dreaming Start Action</h2>
<p>Ya, stop dreaming start action. Dari mimpi semua bermula, tapi tanpa usaha mimpi itu tiada guna. Kalau kita kombinasikan konsep stop dreaming start action dengan jurus 3M dari Aa Gym, berikut ini langkah-langkah yang perlu kita lakukan untuk mewujudkan mimpi tersebut.</p>
<p>Pertama, <strong>mulai dari diri sendiri, stop dreaming start action,</strong> marilah kita:</p>
<ul>
<li>mendeklarasikan niat dan senantiasa <a href="http://www.binamuslim.com/category/motivasi-berinteraksi-dengan-al-quran" target="_blank">memotivasi diri untuk menghafal Al-Qur&#8217;an</a></li>
<li>mencari komunitas penghafal Al-Qur&#8217;an untuk menumbuhkan iklim kompetisi dalam kelompok</li>
<li>tetap istiqamah dalam menempuh cara menggapai tujuan menjadi penghafal Al-Qur&#8217;an</li>
</ul>
<p>Yang kedua, <strong>mulailah saat ini, stop dreaming start action,</strong> marilah kita:</p>
<ul>
<li>menyediakan slot khusus untuk agenda harian dan pekanan dalam menghafal Al-Qur&#8217;an</li>
<li>menyetorkan hafalan kepada Ustadz/Ustadzah/Murabbi kita setiap pekan secara teratur</li>
<li>menjadikan Al-Qur&#8217;an sebagai <a href="http://www.binamuslim.com/download-gratis" target="_blank">hiburan dan bacaan utama</a></li>
</ul>
<p>Yang ketiga, <strong>mulailah dari hal-hal yang kecil dan sepele, stop dreaming start action,</strong> marilah kita:</p>
<ul>
<li>mengurangi tidur dan waktu luang yang terbuang utamanya saat berada di ruang tunggu atau perjalanan</li>
<li>mengurangi menonton televisi, mendengar radio dan browsing internet di luar agenda</li>
<li>menghindari <em>overload</em> alunan musik, syair lagu dan cerita film yang menyesakkan memori kita</li>
</ul>
<p>Sambil menghafalkan Al-Qur&#8217;an, insya Allah itu akan lebih memudahkan kita untuk mengerti makna Al-Qur&#8217;an sambil berusaha mengamalkannya sebagaimana teladan kita Rasulullah SAW yang mampu menjadi Al-Qur&#8217;an yang hidup. Semoga Allah meridhai rencana dan upaya kita untuk menjadi generasi Qur&#8217;ani yang tiada hari tanpa Al-Qur&#8217;an, amin, ya Rabbal &#8216;Alamin. <em></em></p>
<p><em>Stop dreaming start action</em>, Allah SWT yang menentukan hasilnya, tetapi kita bebas memilih jalan yang mana yang akan kita tempuh. Bangunlah dari mimpi, gapai tujuanmu dengan langkah nyata. <em>Stop dreaming start action.</em></p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Stop+Dreaming+Start+Action&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F09%2F14%2Fstop-dreaming-start-action.html&b=Reading %22Stop+Dreaming+Start+Action%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/09/14/stop-dreaming-start-action.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Boediono: &#8220;Om Swastiastu&#8221;</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2009/07/06/boediono-om-swastiastu.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2009/07/06/boediono-om-swastiastu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 00:05:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[cincin emas]]></category>
		<category><![CDATA[Free]]></category>
		<category><![CDATA[FUI]]></category>
		<category><![CDATA[GBK]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[JIL]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[
Sabtu sore 4 Juli 2009 adalah hari yang menyebalkan untuk menonton TV. Trans7, TvOne, SCTV dan MetroTV menyiarkan siaran langsung acara perusakan rumput GBK, Senayan oleh pendukung SBY-Boediono. Sambil pindah-pindah saluran, sampailah pada pidato Boediono. Cukup mencengangkan. Selain mengucapkan salam sebagai muslim (dan salam sejahtera), Boediono juga mengucapkan salam sebagai orang Hindu, &#8220;Om Swastiastu&#8221;.
Salam (milik) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://farm3.static.flickr.com/2515/3680940870_5c4e3908f3.jpg?v=0" alt="" width="374" height="373" /></p>
<p>Sabtu sore 4 Juli 2009 adalah hari yang menyebalkan untuk menonton TV. Trans7, TvOne, SCTV dan MetroTV menyiarkan siaran langsung acara perusakan rumput GBK, Senayan oleh pendukung SBY-Boediono. Sambil pindah-pindah saluran, sampailah pada pidato Boediono. Cukup mencengangkan. Selain mengucapkan salam sebagai muslim (dan salam sejahtera), Boediono juga mengucapkan salam sebagai orang Hindu, &#8220;Om Swastiastu&#8221;.</p>
<p>Salam (milik) orang Hindu tersebut sangat jarang digunakan pada acara formal, dalam konteks kampanye maupun kenegaraan. Kalau Boediono tidak tahu arti dan maknanya, artinya beliau professor yang kurang pandai. Secara sadar, ia berani mengatakan salam Hindu tersebut di depan massa koalisi yang suara mayoritasnya dari partai-partai Islam.</p>
<p>Mengapa salam menjadi begitu penting untuk dipersoalkan oleh seorang muslim? <span id="more-146"></span>Salam tersebut punya makna yang sangat dalam. Dari situs web www.pustakahindu.info dapat dipahami bahwa salam &#8220;Om Swastiastu&#8221; mengandung arti “Semoga ada dalam keadaan baik atas karunia Hyang Widhi”. Dengan mengucapkan salam tersebut, telah ada pengakuan terhadap Sang Hyang Widi sebagai Tuhan, padahal seorang muslim tidak patut mengakui adanya Tuhan selain Allah SWT. Hal ini tidak semestinya dilakukan seorang muslim, karena menyentuh sisi aqidah, sama halnya dengan dilarangnya muslim untuk mengucapkan selamat hari raya agama lain.</p>
<p>Walaupun SBY menyatakan bahwa Boediono adalah muslim yang baik, ada beberapa hal yang patut diragukan dari keislaman Boediono selain salam Hindu tadi.</p>
<ol>
<li>Rukun Islam yang pertama adalah syahadat, isinya menyangkut keyakinan kepada Yang Maha Kuasa, mengerdilkan selain-Nya, dan pengakuan bahwa Muhammad SAW adalah Rasul-Nya. Ketika ditanya tentang agama pada suatu wawancara/debat sebagai cawapres, Boediono menempatkan agama di atas untuk dijunjung, padahal seharusnya di bawah sebagai dasar/pondasi/landasan berpijak dan bertindak. Ini adalah pertanda pemahaman yang kurang dalam memposisikan Islam sebagai agama.<br/><br/></li>
<li>Dari Abi Musa ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Telah diharamkan memakai sutera dan emas bagi laki-laki dari umatku dan dihalalkan bagi wanitanya.” (HR Turmuzi dengan sanad hasan shahih). Ali bin Abu Thalib berkata, ”Aku melihat Rasulullah SAW memegang sutera di tangan kanan dan emas di tangan kiri seraya bersabda,”Keduanya ini haram bagi laki-laki dari umatku.” (HR Abu Daud dengan sanad hasan). Saat siaran langsung deklarasi SBY-Boediono 15 Mei 2009 di Bandung, maupun saat kampanye 4 Juli 2009 di Jakarta, Boediono terlihat menggunakan cincin berwarna emas di jari tengah tangan kanannya. Bila ternyata bahannya bukan emas, tetap saja ia menyerupai kaum yang menggunakan emas. “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia telah menjadi golongan mereka”. – Dari Ibn Umar .ra dari Rasulullah SAW.<br />
Orang menjadi terbiasa melakukan yang diharamkan Allah bisa karena 2 hal. Pertama, belum tahu karena pemahaman agamanya kurang, rekan-rekannya tidak mengingatkan karena mereka sama-sama melakukan perilaku yang diharamkan. Kedua, sudah tahu tetapi menganggap remeh hal tersebut, imannya sulit untuk diperkuat.<br/><br/></li>
<li>Kawan-kawan dekat Boediono yang mendampinginya berkampanye ke mana-mana adalah musuh Islam, khususnya para ulama. Mereka adalah para pemikir islam liberal alias JIL, yang sebagai lembaga formal kadang menamakan dirinya Freedom Institute. Di Freedom Institute, Rizal Mallarangeng dibantu oleh barisan tokoh JIL, seperti Luthfi Assyaukanie (deputi direktur), Saiful Mujani (direktur riset), Hamid Basyaib (direktur program), Ahmad Sahal (Associates), Ulil Abshar Abdalla (Associates), dan Nong Darol Mahmada. Associates Freedom lainnya adalah Andi Mallarangeng, M. Chatib Basri, Mohamad Iksan, dan Nirwan Dewanto. Kericuhan AKKBB di Monas adalah ulah JIL yang begitu dibela SBY, dan menjadikan mereka seakan-akan menjadi korban. Sedangkan persoalan intinya, yaitu pembubaran Ahmadiyah yang sudah nyata sesatnya malah tidak diacuhkan, tidak ada ketegasan presiden untuk melarangnya. Apakah Boediono tidak tahu, atau justru telah menjadi bagian dari JIL juga?</li>
</ol>
<p>Dokter, polisi dan tentara adalah profesi yang dapat dikenali dari seragamnya. Adapun identitas dan karakteristik diri kita dikenali dari perbuatan, sikap dan perkataan serta siapa rekan-rekan dalam keseharian kita. Sudahkah kita mampu menunjukkan identitas keislaman kita sehingga orang lain tidak memiliki keraguan? Mari kita berbuat yang terbaik, dan semoga Indonesia mendapatkan yang terbaik pula.</p>
<p>Tulisan ini merupakan kompilasi dari apa yang tersaji secara umum di media massa, tidak mewakili pernyataan organisasi manapun.</p>
<p>Pranala acuan:</p>
<ul>
<li><a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/07/04/21294460/Rumput.GBK.Rusak..Tim.SBY-Boediono.Didenda.Rp.150.Juta." target="_blank">http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/07/04/21294460/Rumput.GBK.Rusak..Tim.SBY-Boediono.Didenda.Rp.150.Juta.</a></li>
<li><a href="http://www.pustakahindu.info/2008/11/25/om-swastiastu-dan-swastika/ " target="_blank">http://www.pustakahindu.info/2008/11/25/om-swastiastu-dan-swastika/</a></li>
<li><a href="http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1151900527" target="_blank">http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1151900527</a></li>
<li><a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/mengapa-umat-memilih-antara-liberal-syirik.htm" target="_blank">http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/mengapa-umat-memilih-antara-liberal-syirik.htm</a></li>
<li><a href="http://www.eramuslim.com/berita/nasional/demo-fui-sby-ditantang-untuk-bubarkan-ahmadiyah.htm" target="_blank">http://www.eramuslim.com/berita/nasional/demo-fui-sby-ditantang-untuk-bubarkan-ahmadiyah.htm</a></li>
<li><a href="http://www.freedom-institute.org/id/index.php?page=profil&amp;detail=organisasi" target="_blank">http://www.freedom-institute.org/id/index.php?page=profil&amp;detail=organisasi</a></li>
<li><a href="http://www.pk-sejahtera.org/v2/main.php?op=isi&amp;id=5691" target="_blank">http://www.pk-sejahtera.org/v2/main.php?op=isi&amp;id=5691</a></li>
<li><a href="http://www.flickr.com/photos/32297585@N05/3680940870/" target="_blank">http://www.flickr.com/photos/32297585@N05/3680940870/</a></li>
</ul>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Boediono%3A+%E2%80%9COm+Swastiastu%E2%80%9D&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2009%2F07%2F06%2Fboediono-om-swastiastu.html&b=Reading %22Boediono%3A+%E2%80%9COm+Swastiastu%E2%80%9D%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2009/07/06/boediono-om-swastiastu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Ternyata) Indonesia Belum Lepas dari Penjajahan</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/06/10/ternyata-indonesia-belum-lepas-dari-penjajahan.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/06/10/ternyata-indonesia-belum-lepas-dari-penjajahan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 00:31:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/06/10/ternyata-indonesia-belum-lepas-dari-penjajahan.html</guid>
		<description><![CDATA[Eramuslim.com, Senin, 9 Jun 08 08:32, judul asli: Pemimpin yang Takut kepada Pihak Asing
Oleh: Ustadz Ahmad Sarwat Lc
Tekanan pihak asing pada semua kebijakan pemerintahan kita tidak hanya terjadi pada hari ini. Tekanan ini adalah bagian utuh dari rangkaian pola dan modus penjajahan (kolonialisme) asing terhadap negeri Islam yang belum selesai-selesai juga sampai sekarang.
Kalau kita berpikir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Eramuslim.com, Senin, 9 Jun 08 08:32, judul asli: <a HREF="http://eramuslim.com/ustadz/fqk/8604204017-pemimpin-takut-pihak-asing.htm" TARGET="_blank">Pemimpin yang Takut kepada Pihak Asing</a></p>
<p><img SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/06/ahmad_sarwat.jpg" ALT="ahmad_sarwat.jpg" ALIGN="left" />Oleh: Ustadz Ahmad Sarwat Lc</p>
<p>Tekanan pihak asing pada semua kebijakan pemerintahan kita tidak hanya terjadi pada hari ini. Tekanan ini adalah bagian utuh dari rangkaian pola dan modus penjajahan (kolonialisme) asing terhadap negeri Islam yang belum selesai-selesai juga sampai sekarang.</p>
<p>Kalau kita berpikir bahwa tanggal 17 Agustus 1945 kita sudah sepenuhnya merdeka, maka silahkan kecewa. Karena kenyataannya, kemerdekaan itu tidak bulat seutuhnya. Kemerdekaan itu hanya pada tataran formal dan juridis saja. Bedak dan lipstiknya memang merdeka. Tapi isi perutnya masih saja terjajah. Ya, pada hakikatnya negeri kita tercinta ini masih dijajah.</p>
<p>Hanya modusnya memang beda. Belanda dan kekuatan asing itu memang hengkang secara fisik dari negeri ini. Tidak ada tentara asing berkeliaran di negeri kita. Secara formal kita punya bendera, lagu kebangsaan, batas wilayah, bahkan punya pemerintahan.</p>
<p>Tapi,<span id="more-72"></span></p>
<p>Apalah artinya semua itu kalau mentalitas para penguasanya hanya boneka dan budak yang kerjanya setiap hari membungkukkan badannya kepada kekuatan asing itu?</p>
<p>Apalah artinya lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan kalau para pejabatnya sibuk menjual semua asset bangsa?</p>
<p>Kelemahan kita pada hakikatnya pada mentalitas sebagian penguasa lokal, yang entah bagaimana caranya, seolah bekerja demi kepentingan asing. Entah apa motivasinya, apakah takut, ataukah karena memang mentalnya mental inlander. Rasanya, alasan kedua ini yang lebih dominan.</p>
<p><strong>Mentalitas<em> Inlander</em></strong></p>
<p>Kalau kita kembali kepada sejarah bangsa ini, sejak awal mula penjajahan ketika dahulu VOC masuk dan merampas kekayaan alam lewat permainan dagang yang curang, kita sudah menyaksikan banyak pihak yang bermental inlander ini.</p>
<p>VOC tidak akan &#8217;sukses&#8217; menjajah negeri ini kalau tidak dibantu oleh para pamong dan penguasa lokal yang ikut memberi jalan masuk bagi para penjarah, demi sekedar mendapat keuntungan yang sangat kecil.</p>
<p>Belanda tidak akan menjajah kita sampai 3,5 abad kalau tidak karena adanya kacung-kacung lokal yang mau saja diperdaya, diperalat dan dijadikan kaki tangan penjajah. Mereka, para kacung itu, memang dibutuhkan, bahkan kalau perlu diternakkan, agar nantinya siap bermitra dengan para penjarah.</p>
<p>Setidaknya menjadi jaminan atas langgengnya upaya kecurangan para penjajah. Mental-mental semacam inilah yang hari ini terjadi lagi sebagai pengulangan sejarah.</p>
<p>Memang benar dahulu kita punya pemimpin besar sekelas Bung Karno yang masyhur dengan jargonnya, &#8220;Go to hell with your aid.&#8221; Tapi pada akhirnya dia malah terjungkal oleh konspirasi kekuatan asing.</p>
<p><strong>Mafia BerkeleySalah satu sumber masalah buat negeri kita ini adalah adanya mafia di level para penentu kebijakan poitik dan ekonomi. Di antaranya yang disebut dengan mafia Berkeley.</p>
<p></strong>Mafia ini memang diciptakan oleh para penjarah di Amerika berupa pusat pendidikan dan perguruan tinggi. Antara lain Universitas Berkeley, Cornell, MIT (Massachusette Institute of Technology), Harvard dan lainnya. Berbagai perguruan tinggi yang menjadi favorite ini ternyata merupakan sarang dan dapur CIA untuk mencekokkan ilmu-ilmu liberal. Termasuk menjadi pusat untuk meng-Amerika-kan para mahasiswa yang datang ke negeri itu (termasuk Indonesia) dan menggemblengnya menjadi agen dan kaki tangan Amerika yang setia.</p>
<p>Bahkan sebenarnya menurut David Ransom, bebagai perguruan tinggi itu pada hakikatnya hanya kedok saja. Isinya tidak lain adalah wadah bagi CIA untuk melakukan cuci otak. Luar biasa bukan?</p>
<p>Para mahasiswa jebolan Berkeley dan yang lainnya, setelah mendapat gelar Phd dan sejenisnya, kemudian pulang negeri kita dan berkerumun di sekitar pusat kekuasaan dan menguasai berbagai Fakultas Ekonomi. Tujuannya, selain menjadi penyambung lidah Amerika, memelintir cara berpikir bangsa, juga mengambil alih kebijasanaan negara dalam masalah ekonomi.</p>
<p>Mafia ini kemudian duduk menjadi pejabat yang paling menentukan arah langkah kebijakan ekonomi di negeri ini. Semua jabatan menteri di bidang perekonomian dikuasai, siapa pun yang jadi presidennya. Jabatan Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Bapenas, Penanaman Modal Asing, Menteri Perindustrian, Dirjen Pemasaran dan Perdagangan, dan jabatan penting lainnya adalah tempat yang paling strategis untuk menjalankan agenda kolonialisme Amerika modern di negeri kita.</p>
<p>Untuk itu, semua pejabatnya harus orang-orang yang sangat mengabdi buat kepentingan Amerika, setidaknya harus sudah dicuci otaknya di berbagai perguruan tinggi di negeri Paman Sam itu.</p>
<p>Sebagian pengamat mengatakan bahwa Istilah PELITA dan REPELITA yang akrab di telinga kita sejak masa rezim Soeharto, adalah hasil godokan team ini.</p>
<p>Keberadaan mafia Berkeley ini merupakan bentuk implementasi dari ungkapan Ricahrd Nixon, Presiden Amerika di tahun 1967 tentang Indonesia yang sedang dinikmati hasil jarahannya. Nixon mengatakan bahwa Indonesia adalah &#8220;The Greates Prize&#8221;, Indonesia adalah anugerah terbesar buat Amerika.</p>
<p>Anugerah?</p>
<p>Ya, anugerah yang terbesar untuk dijarah, karena tanpa perlawanan apapun, tanpa repot mengirim pasukan, tanpa ba dan bu, para pejabatnya siap mempersembahkan semua kekayaan alam kepada kepentingan komprador negeri Paman Sam itu. Termasuk pada akhirnya mengobral murah 44 BUMN yang dengan susah payah dibangun oleh putera puteri terbaik bangsa ini.</p>
<p>Prestasi mafia ini memang luas biasa. Salah satu jerih payah mereka antara lain adalah kontrak-kontrak kerja yang sangat merugikan bangsa. Nyaris tidak ada kekayaan alam negeri ini yang disisakan lagi.</p>
<p>Entah bagaimana ceritanya, di Papua ada emas sebesar gunung yang kemudian tiba-tiba menjadi milik Amerika 100%. Indonesia tidak dapat apa-apa kecuali remah-remah roti buat para pejabatnya yang konon semakin kaya saja.</p>
<p>International Nickel tiba-tiba berhasil mendapatkan hak eksklusif di Sulawesi. Harta terpendam bangsa Indonesia itu tiba-tiba jadi milik asing, kita tidak disisakan sedikit pun.</p>
<p>Alcoa juga mendapat jatah yang lain, yaitu hak untuk menjarah hasil alam Indonesia berupa bauksit.</p>
<p>Weyerhaeuser, International Paper, Biose Cascade dan perusahaan kayu dari Jepang, Korea, dan Pilipina menebangi kayu-kayu di hutang Kalimantan, Sumatera, dan Irian.</p>
<p>Namun hadiah terbesar adalah minyak bumi. Pada tahun 1969, 23 perusahaan minyak telah mengajukan proposal untuk mendapatkan hak melakukan eksplorasi, eksploitasi dan menjual minyak di bawah laut perairan Indonesia. Dari 23 perusahaan itu, 19 di antaranya perusahaan Amerika.</p>
<p><strong>Mental Terjajah<br />
</strong><br />
Semua kegagalan bangsa di atas berikut kebangkrutannya itu, tidak akan terjadi kalau mental bangsa ini, termasuk penguasanya, tidak terjajah. Tetapi sayangnya, itulah realita mental kita dan juga mental para penguasa kita. Tidak berani bilang tidak, ketika dipaksa-paksa bilang iya.</p>
<p>Sebagai perbandingan, tidak ada salahnya kalau kita melirik tetangga kanan kiri. Beberapa negara miskin lainnya sebenarnya bernasib tidak jauh beda dengan kita. Bedanya, mereka tidak terlalu lama tidur, ada waktunya mereka bangkit dan menegakkan kepala, lalu bilang kepada para penjarah internasional itu sebuah kata tegas: TIDAK!!!.</p>
<p><strong>Malaysia</strong></p>
<p>Malaysia kini telah bangkit perekonomiannya, setelah sebelumnya mau di-Indonesia-kan. Pak Mahathir, lepas dari urusan politik dalam negerina, boleh dibilang sangat banyak jasanya dan patut dicontoh untuk urusan menolak penjarahan asing.</p>
<p>Malaysia patut ditiru ketika mereka tidak mau tunduk kepada dukun palsu IMF, World Bank atau WTO, bahkan termasuk Soros, si lintah darat itu. Dan hasilnya luar biasa.</p>
<p>Angka kemiskinan menurun drastis dari 25% hingga kini tinggal 5%. Penghasilan perkapita meninggak tiga kali lipat. Kini sekitar 10 ribu dolar. Industri dalam negeri mereka maju. Bahkan sudah punya produk mobil nasioal yang 100% murni, bukan seperti kita yang konon namanya mobil nasional, ternyata turun dari kapal sudah bisa hidup mesinnya.</p>
<p><strong>BoliviaSetelah menasionalisasi semua aset negara, pendapatan Bolivia di tahun 2006 melonjak 6 kali dari sebelumnya di tahun 2002.</p>
<p></strong>Akhirnya para penguasa negeri di Amerika Latin itu bangun dari tidurnya. Mereka menyadari betapa selama ini mereka dikibuli habis-habisan oleh penjarah dari Amerika dan negeri asing lainnya.</p>
<p>Akhinya dengan semua keberanian dan kelelakian, semua perusahaan asing yang bercokol di negeri itu, seperti Exxon Mobile, Total milik Perancis, Repsol milik Spanyol, termasuk British Petrolium dan lainnya hanya diberi pilihan, ikut aturan baru mereka atau silahkan pulang kampung.</p>
<p>Maka perusahaan asing itu tidak bisa bilang apa-apa. Mereka tahu siapa yang jadi bos: Whos The Boss. Ternyata bukan mereka tapi penguasa negeri itu yang jadi bos. Mereka harus taat, patuh dan tunduk kepada kebijakan jantan penguasa negeri itu, kalau masih mau hidup. Luar biasa bukan?</p>
<p><strong>Ecuador</strong></p>
<p>Yang juga perlu ditiru adalah tindakan berani Presiden Ecuador, Rafael Careera, yang tidak memperpanjang kontrak pangkalan militer Amerika di Manta tahun 2009.</p>
<p>Perhatikan syarat yang diajukan pak Careera itu. Kalau Amerika masih mau berpangkalan militer di Ecuador, silahkan saja. Asalkan Amerika juga harus rela wilayah negerinya juga dijadikan pangkalan militer Ecuador di Miami, wilayah Amerika Serikat.</p>
<p>Jadi seimbang, sederajat, setara dan resiprokal. Tidak berat sebelah sebagaimana kebijakan para pejabat kita yang membolehkan militer Singapura masuk ke wilayah kedaulatan kita.</p>
<p>Asal tahu saja, negara kita telah menandatangani perjanjian sangat tidak seimbang dengan Singapura, sehingga tentara negeri agen Zionis itu bebas main perang-perangan dengan peluru tajam di Indonesia, seperti Wilayah Alfa I, Alfa II, Bravo, dan Baturaja. Bahkan dibolehkan mengundang pihak ketiga dari negara lain. Gila kan?</p>
<p><strong>Apa Kabar Presiden Kita?Jadi kalau kita mau pilih Presiden lagi nanti, itu pun kalau masih mau, satu saja syaratnya. Apakah si calon presiden itu berani bilang TIDAK kepada Amerika dan penjajah asing? Beranikah dia mengusir pergi semua perusahaan asing yang kerja menjarah itu? Beranikah dia bubarkan mafia Berkeley di pemerintahannya?</p>
<p></strong>Apa pun janji-janji gombalnya, selama masih membungkuk-bungkuk dan mencium jempol kaki Amerika yang bau itu, percuma saja kita punya pemerintahan baru. Kita hanya akan kejeblos di lubang yang sama. Apesnya, bukan untuk yang kedua kalinya, tapi untuk yang kesekian kalinya. Kebodohan yang selalu saja berulang. Bodoh atau memang gila, agak kurang jelas memang.</p>
<p><strong>Menggebuk FPI: Order Pihak Asing<br />
</strong><br />
Kalau sekarang FPI lagi digebuki, diprovokasi, lalu pecah bentrok, kemudian ditangkapi, jelas sekali semua itu adalah order dari pihak asing. Jelas ada banyak kepentingan di dalamnya. Mulai dari masalah Ahmadiyah yang memang sangat dilindungi oleh zionis dan Amerika, hingga urusan ketaatan para penguasa terhadap penguasa asing.</p>
<p>Bahkan yang paling menyedihkan, order itu masuk juga ke pihak media di negeri ini. Ingat-ingatlah, sejak kejadian Ahad di Monas pekan lalu, nyaris semua TV nasional di negeri ini secara ijma&#8217; dan muttafaqun alaihi, kompak, se-iya sekata, untuk menyalah-nyalahkan FPI.</p>
<p>Siapa saja yang menonton TV selama sepekan ini, kalau otaknya kurang cerdas akan berkesimpulan sederhana: Pokoknya FPI itu biang kerok, pokoknya FPI itu harus dibubarkan, pokoknya aktifisnya harus ditangkap. Dan seribu pokoknya yang lain.</p>
<p>Padahal sangat jelas semua itu pesanan asing. Dan yang paling konyol serta menyakitkan hati, masih ada saja oknum dari bangsa kita sendiri yang mau-maunya diperintah melakukan kekejian hanya sekedar membuktikan bahwa dirinya adalah anjing yang setia kepada tuannya. Naudzubillah tsumma naudzu billah.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc</p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=%28Ternyata%29+Indonesia+Belum+Lepas+dari+Penjajahan&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2008%2F06%2F10%2Fternyata-indonesia-belum-lepas-dari-penjajahan.html&b=Reading %22%28Ternyata%29+Indonesia+Belum+Lepas+dari+Penjajahan%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/06/10/ternyata-indonesia-belum-lepas-dari-penjajahan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FPI dan Laskarnya, Korban Perang Intelektual Melawan JIL</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/06/06/fpi-dan-laskarnya-korban-perang-intelektual-melawan-jil.html</link>
		<comments>http://www.binamuslim.com/2008/06/06/fpi-dan-laskarnya-korban-perang-intelektual-melawan-jil.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 21:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jayadin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ghazwul Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/2008/06/06/fpi-dan-laskarnya-korban-perang-intelektual-melawan-jil.html</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah yang meraup keuntungan dengan adanya wacana pembubaran FPI?
1. Pelaku maksiat, mulaiÂ dari bandar narkoba, pengusaha perjudian, pedagang miras, pemilik warung remang-remang dan protitusi terselubung, empunya majalahÂ asusila,Â hingga pembuat karikatur pelecehan Rasulullah SAW.
2. Pemerintah, karena berhasil  mengalihkan demonstrasi dan perhatian masyarakat mengenai melonjaknya harga barang akibat kenaikan BBM.
3. Kaum islam liberal, karenaÂ satpamnya berkurang. Sayang sekali, mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img ALIGN="left" ALT="FPI" SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/06/fpi1.jpg" />Siapakah yang meraup keuntungan dengan adanya wacana pembubaran FPI?</p>
<p>1. <strong>Pelaku maksiat</strong>, mulaiÂ dari bandar narkoba, pengusaha perjudian, pedagang miras, pemilik warung remang-remang dan protitusi terselubung, empunya majalahÂ asusila,Â hingga pembuat karikatur pelecehan Rasulullah SAW.</p>
<p>2. <strong>Pemerintah,</strong> karena berhasil  mengalihkan demonstrasi dan perhatian masyarakat mengenai melonjaknya harga barang akibat kenaikan BBM.</p>
<p>3. <strong>Kaum islam liberal</strong>, karenaÂ satpamnya berkurang. Sayang sekali, mereka adalah anak-anak para ulama yang jauh dari hidayah Allah SWT. Orang tua mereka sibuk mengurusi pesantren namun tidak menyadari tingkah polah anak-anak mereka yang menjadi musuh Allah SWT dan mengajak orang lain untuk tidak mengindahkan aturan Allah SWT.</p>
<p>&#8220;<em>Kalau mau ke neraka sendiri aja dong, gak usah ngajak-ngajak orang lain. Jangan sok membela kebebasan beragama kalau Anda sendiri tidak menjalankan syariat.</em>&#8220;, demikian komentar panas kami (BinaMuslim) mengenai kehadiran AKKBB, gerombolanÂ JIL dan kawan-kawannya yang sudah nyata sesatnya, tapi mampu &#8220;mengendalikan&#8221; ucapan dan tindakan SBY tanpa disadarinya. Motor penggerak utama dari AKKBB adalah orang-orang JIL (sumber: http://nongmahmada.blogspot.com/2008/06/iklan-petisi-kita.html ).</p>
<p>[Bagian berikut dikutip dari http://suburraya.multiply.com/journal/item/6/Bahaya_JIL_Jaringan_Islam_Liberal ]</p>
<p><strong>Agenda dan Gagasan Firqah Liberal</strong><br />
Dalam tulisan berjudul â€œEmpat Agenda islam Yang Membebaskan; Luthfi AsySyaukani, salah seorang penggagas JIL yang juga dosen di Universitas Paramadina Mulya memperkenalkan empat agenda Islam Liberal:<span id="more-68"></span><br />
(1) Agenda politik. Menurutnya urusan negara adalah murni urusan dunia, sistem kerajaan dan parlementer (demokrasi) sama saja.<br />
(2) Mengangkat kehidupan antara agama. Menurutnya perlu pencarian teologi pluralisme mengingat semakin majemuknya kehidupan bermasyarakat di negeri-negeri Islam.<br />
(3) Emansipasi wanita; dan<br />
(4) Kebebasan berpendapat (secara mutlak).</p>
<p>Sementara dari sumber lain diperoleh bahwa empat agenda mereka adalah<br />
(1) pentingnya konstekstualisasi ijtihad<br />
(2) komitmen terhadap rasionalitas dan pembaruan<br />
(3) penerimaan terhadap pluralisme sosial dan pluralisme agama-agama<br />
(4) permisahan agama dari partai politik dan adanya posisi non-sektarian negara<br />
(lihat Greg Bertan, Gagasan Islam Liberal di Indonesia, Pustaka Antara Paramadina 1999: XXI)</p>
<p><strong>Front Pembela Islam</strong></p>
<p>Firman Allah Subhanahu Wa Taâ€™ala:<br />
<img STYLE="width: 580px; height: 119px" HEIGHT="119" WIDTH="580" ALIGN="middle" SRC="http://web1hari.com/file/gif/3/3_104.gif" /><br />
â€œDan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntungâ€. Qs.Ali Imran (3):104</p>
<p>Ø¹Ù† Ø£Ø¨ÙŠ Ø³Ø¹ÙŠØ¯ Ø§Ù„Ø®Ø¯Ø±ÙŠ -Ø±Ø¶ÙŠ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù†Ù‡- Ù‚Ø§Ù„: Ø³Ù…Ø¹Øª Ø±Ø³ÙˆÙ„ Ø§Ù„Ù„Ù‡ ØµÙ„Ù‰ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù„ÙŠÙ‡ ÙˆØ³Ù„Ù… ÙŠÙ‚ÙˆÙ„: Ù…Ù† Ø±Ø£Ù‰ Ù…Ù†ÙƒÙ… Ù…Ù†ÙƒØ±Ø§ ÙÙ„ÙŠØºÙŠØ±Ù‡ Ø¨ÙŠØ¯Ù‡ØŒ ÙØ¥Ù† Ù„Ù… ÙŠØ³ØªØ·Ø¹ ÙØ¨Ù„Ø³Ø§Ù†Ù‡ØŒ ÙØ¥Ù† Ù„Ù… ÙŠØ³ØªØ·Ø¹ ÙØ¨Ù‚Ù„Ø¨Ù‡ØŒ ÙˆØ°Ù„Ùƒ Ø£Ø¶Ø¹Ù Ø§Ù„Ø¥ÙŠÙ…Ø§Ù†</p>
<p>ÙˆÙÙŠ Ø±ÙˆØ§ÙŠØ© : Ù„ÙŠØ³ ÙˆØ±Ø§Ø¡ Ø°Ù„Ùƒ Ù…Ù† Ø§Ù„Ø¥ÙŠÙ…Ø§Ù† Ø­Ø¨Ø© Ø®Ø±Ø¯Ù„</p>
<p>Dari Abu Saâ€™id Al Khudry -radhiyallahu â€˜anhu- berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu â€˜alahi wa sallam bersabda, â€œBarang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.â€ (HR. Muslim no. 49)</p>
<p>Ayat dan hadits inilah yang mungkin menjadi landasan FPI dalam bertindak selama ini. Setiap aksi dan tindakan FPI ternyata membuat ketir para perusak aqidah Islam, antara lain Ahmadiyah dan Jaringan Islam Liberal (JIL).</p>
<p>[Bagian berikut dikutip dari http://fpi-frontpembelaislam.blogspot.com/ ]</p>
<p><img ALIGN="left" ALT="logokecilfpi.jpg" SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/06/logokecilfpi.jpg" /></p>
<p><strong>Visi FPI</strong><br />
FPI berpandangan bahwa penegakan amar maâ€™ruf nahi munkar adalah satu-satunya solusi untuk menjauhkan kezholiman dan kemungkaran. FPI berkeinginan untuk menegakkan amar maâ€™ruf nahi munkar secara kaffah (sempurna) di semua segi kehidupan manusia, dengan tujuan menciptakan umat sholihat yang hidup dalam baldah thoyyibah (negeri yang baik) dengan limpahan keberkahan dan keridhoan Allah â€˜Azza wa Jalla.</p>
<p><strong>Misi FPI</strong><br />
Amar maâ€™ruf nahi munkar untuk penerapan syariat Islam secara kaffah.</p>
<p><strong>Asas Perjuangan FPI</strong><br />
Â· FPI adalah organisasi amar maâ€™ruf nahi munkar<br />
Â· Berdasarkan Islam<br />
Â· Beraqidahkan Ahlus Sunnah wal Jamaâ€™ah (berpegangh teguh pada Al Qurâ€™an dan As-Sunnah)</p>
<p><strong>Pedoman Perjuangan FPI</strong><br />
1. Allah SWT adalah Tuhan kami dan Dia lah tujuan kami<br />
2. Muhammad Rasulullah SAW adalah teladan kami<br />
3. Al Qurâ€™an Karim adalah Imam kami (sumber segala sumber hukum Islam)<br />
4. Al-Jihad adalah jalan kami (jihad tenaga, jihad lisan, jihad hati, jihad ibadah, jihad ilmu, jihad harta, jihad nafkah, dsbnya)<br />
5. Asy-Syahadah (mati syahid) adalah cita-cita kami</p>
<p><img ALIGN="left" ALT="fpi2.jpg" SRC="http://www.binamuslim.com/wp-content/uploads/2008/06/fpi2.jpg" /><strong>Semboyan FPI</strong><br />
â€œHidup Mulia atau Mati Syahidâ€</p>
<p><strong>Motto FPI</strong><br />
â€˜Haq (kebenaran) yang tidak memiliki sistem yang (terorganisasi dengan) baik dapat dikalahkan oleh Bathil (kejahatan) yang tersistemâ€™</p>
<p>Tampaknya motto inilah yang sedang menimpa FPI ketika JIL dengan dukungan media mengubah isu penolakan Ahmadiyah berbalik arah menjadi wacana pembubaran FPI.</p>
<p><strong>Dalil Al-Qurâ€™an Mengenai Amar Maâ€™ruf Nahi Munkar</strong></p>
<p>Amar Maâ€™ruf (mengajak kepada perbuatan baik) Nahi Munkar (mencegah perbuatan buruk) merupakan :<br />
<strong>1. Cara untuk mendapat keberuntungan, dunia dan akhirat</strong> (QS Ali Imran 104)<br />
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.<br />
<strong>2. Ciri umat manusia yang terbaik</strong> (QS Ali Imran 110)<br />
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.<br />
<strong>3. Dasar-dasar pembangunan akhlak sholih</strong> (Qs Ali Imran 114)<br />
Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.<br />
<strong>4. Tugas mulia para nabi sejak dulu</strong> (Qs Al-Aâ€™raf 157)<br />
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur&#8217;an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.<br />
<strong>5. Sebab-sebab turunnya rahmat</strong> (Qs At-Taubah 71)<br />
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.<br />
<strong>6. Sifat seorang mukmin sejati </strong>(Qs Al-Hajj 41)<br />
(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.<br />
<strong>7. Kewajiban yang diperintahkan Allah SWT</strong> (Qs Luqman 17)<br />
Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).</p>
<p>[Bagian berikut dikutip dari http://muslim.or.id/manhaj-salaf/amar-maruf-nahi-mungkar-1.html ]</p>
<p>Dalam amar maâ€™ruf dan nahi mungkar ada berapa kaidah penting dan prinsip dasar yang harus diperhatikan, jika tidak diindahkan niscaya akan menimbulkan kemungkaran yang lebih besar dan banyak:</p>
<p><strong>Mempertimbangkan antara maslahat dan mafsadah</strong><br />
Ini adalah kaidah yang sangat penting dalam syariâ€™at Islam secara umum dan dalam beramar maâ€™ruf dan nahi mungkar secara khusus, maksudnya ialah seseorang yang beramar maâ€™ruf dan nahi mungkar ia harus memperhatikan dan mempertimbangkan antara maslahat dan mafsadat dari perbuatannya tersebut. Jika maslahat yang ditimbulkan lebih besar dari mafsadatnya maka ia boleh melakukannya, tetapi jika menyebabkan kejahatan dan kemungkaran yang lebih besar maka haram ia melakukannya, sebab yang demikian itu bukanlah sesuatu yang di perintahkan oleh Allah Taâ€™ala, sekalipun kemungkaran tersebut berbentuk suatu perbuatan yang meninggalkan kewajiban dan melakukan yang haram.</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, â€œJika amar maâ€™ruf dan nahi mungkar merupakan kewajiban dan amalan sunah yang sangat agung (mulia) maka sesuatu yang wajib dan sunah hendaklah maslahat di dalamnya lebih kuat/besar dari mafsadatnya, karena para rasul diutus dan kitab-kitab diturunkan dengan membawa hal ini, dan Allah tidak menyukai kerusakan, bahkan setiap apa yang diperintahkan Allah adalah kebaikan, dan Dia telah memuji kebaikan dan orang-orang yang berbuat baik dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, serta mencela orang-orang yang berbuat kerusakan dalam beberapa tempat, apabila mafsadat amar maâ€™ruf dan nahi mungkar lebih besar dari maslahatnya maka ia bukanlah sesuatu yang diperintahkan Allah, sekalipun telah ditinggalkan kewajiban dan dilakukan yang haram, sebab seorang mukmin hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam menghadapi hamba-Nya, karena ia tidak memiliki petunjuk untuk mereka, dan inilah makna firman Allah:</p>
<p>ÙŠØ§ Ø£ÙŠÙ‡Ø§ Ø§Ù„Ø°ÙŠÙ† Ø¢Ù…Ù†ÙˆØ§ Ø¹Ù„ÙŠÙƒÙ… Ø£Ù†ÙØ³ÙƒÙ… Ù„Ø§ ÙŠØ¶Ø±ÙƒÙ… Ù…Ù† Ø¶Ù„ Ø¥Ø°Ø§ Ø§Ù‡ØªØ¯ÙŠØªÙ…</p>
<p>â€œWahai orang-orang yang beriman perhatikanlah dirimu, orang yang sesat tidak akan membahayakanmu jika kamu mendapat petunjuk.â€ (QS. Al-Maaâ€™idah: 105)</p>
<p>Dan mendapat petunjuk hanya dengan melakukan kewajiban.â€ (Al Amru bil Maâ€™ruf wan Nahyu â€˜anil Mungkar, hal. 10. cet. Wizarah Syuun al Islamiyah)</p>
<p>Dan beliau juga menambahkan, â€œSesungguhnya perintah dan larangan jika menimbulkan maslahat dan menghilangkan mafsadat maka harus dilihat sesuatu yang berlawanan dengannya, jika maslahat yang hilang atau kerusakan yang muncul lebih besar maka bukanlah sesuatu yang diperintahkan, bahkan sesuatu yang diharamkan apabila kerusakannya lebih banyak dari maslahatnya, akan tetapi ukuran dari maslahat dan mafsadat adalah kacamata syariâ€™at.â€</p>
<p>Imam Ibnu Qoyyim berkata, â€œJika mengingkari kemungkaran menimbulkan sesuatu yang lebih mungkar dan di benci oleh Allah dan Rasul-Nya, maka tidak boleh dilakukan, sekalipun Allah membenci pelaku kemungkaran dan mengutuknya.â€ (Iâ€™laamul Muwaqqiâ€™iin, 3/4)</p>
<p>Oleh karena itu perlu dipahami dan diperhatikan empat tingkatan kemungkaran dalam ber-nahi mungkar berikut ini:</p>
<ol>
<li>Hilangnya kemungkaran secara total dan digantikan oleh kebaikan.</li>
<li>Berkurangnya kemungkaran, sekalipun tidak tuntas secara keseluruhan.</li>
<li>Digantikan oleh kemungkaran yang serupa.</li>
<li>Digantikan oleh kemungkaran yang lebih besar.</li>
</ol>
<p>Pada tingkatan pertama dan kedua disyariâ€™atkan untuk ber-nahi mungkar, tingkatan ketiga butuh ijtihad, sedangkan yang keempat terlarang dan haram melakukannya.</p>
<p><strong>Bahan pelengkap:</strong></p>
<p>1. <a TARGET="_blank" HREF="http://fuui.wordpress.com/2008/06/06/insiden-monas-untuk-jegal-penerbitan-skb-ahmadiyah/">http://fuui.wordpress.com/2008/06/06/insiden-monas-untuk-jegal-penerbitan-skb-ahmadiyah/</a></p>
<p>2.Â <a TARGET="_blank" HREF="http://amaduq01.wordpress.com/2008/06/04/mereka-yang-dibalik-akk-bb/">http://amaduq01.wordpress.com/2008/06/04/mereka-yang-dibalik-akk-bb/</a></p>
<p>3.Â <a TARGET="_blank" HREF="http://groups.yahoo.com/group/eramuslim/message/28054">http://groups.yahoo.com/group/eramuslim/message/28054</a></p>
<p>4.Â <a TARGET="_blank" HREF="http://eramuslim.com/berita/nas/8603141915-soeripto-as-tidak-usah-ikut-campur-soal-insiden-monas.htm">http://eramuslim.com/berita/nas/8603141915-soeripto-as-tidak-usah-ikut-campur-soal-insiden-monas.htm</a></p>
<p>5.Â <a TARGET="_blank" HREF="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/amar-maruf-nahi-mungkar-1.html">http://muslim.or.id/manhaj-salaf/amar-maruf-nahi-mungkar-1.html</a></p>
<p>6.Â <a TARGET="_blank" HREF="http://www.eramuslim.com/berita/nas/8606194544-ketua-mui-kh.-kholil-ridwan-umat-islam-wajib-bela-fpi.htm">http://www.eramuslim.com/berita/nas/8606194544-ketua-mui-kh.-kholil-ridwan-umat-islam-wajib-bela-fpi.htmÂ </a></p>
<p>7.Â <a TARGET="_blank" HREF="http://amaduq01.wordpress.com/2008/06/05/jil-berada-dibalik-skenario-bentrok-monas-sby-pun-tahu/">http://amaduq01.wordpress.com/2008/06/05/jil-berada-dibalik-skenario-bentrok-monas-sby-pun-tahu/</a></p>
<p>Berita padaÂ link nomor 7 mungkin ada yang tidak benar, tetapi bisa jadi ada benarnya juga.  Yang patut kita cermati adalah komentar nomor 66 berikut ini. Daftar ini dimuat agar kita berhati-hati, menghindari dan menjauhi pemikiran JIL dan antek-anteknya.</p>
<p><em>Abu Hafizh Berkata:</em></p>
<p><em>Juni 6, 2008 pada 10:27 pm</em></p>
<p>Pokoknya hati-hati dengan Pemahaman/Pemikiran/Pola Pikir JIL dan juga Buku-buku mereka, sekolah foundation atau apapun bentuknya yg dikelola oleh org-2 JIL harus kita hindari dan jauhi karena mereka adalah Kelompok/Orang yang SESAT dan MENYESATKAN UMAT, Be Careful !!</p>
<p><strong>Daftar 50 TOKOH JIL INDONESIA</strong></p>
<p>A. Para Pelopor<br />
1. Abdul Mukti Ali<br />
2. Abdurrahman Wahid<br />
3. Ahmad Wahib<br />
4. Djohan Effendi<br />
5. Harun Nasution<br />
6. M. Dawam Raharjo<br />
7. Munawir Sjadzali<br />
8. Nurcholish Madjid</p>
<p>B. Para Senior<br />
9. Abdul Munir Mulkhan<br />
10. Ahmad Syafiâ€™i Maâ€™arif<br />
11. Alwi Abdurrahman Shihab<br />
12. Azyumardi Azra<br />
13. Goenawan Mohammad<br />
14. Jalaluddin Rahmat<br />
15. Kautsar Azhari Noer<br />
16. Komaruddin Hidayat<br />
17. M. Amin Abdullah<br />
18. M. Syafiâ€™i Anwar<br />
19. Masdar F. Masâ€™udi<br />
20. Moeslim Abdurrahman<br />
21. Nasaruddin Umar<br />
22. Said Aqiel Siradj<br />
23. Zainun Kamal</p>
<p>C. Para Penerus â€œPerjuanganâ€<br />
24. Abd Aâ€™la<br />
25. Abdul Moqsith Ghazali<br />
26. Ahmad Fuad Fanani<br />
27. Ahmad Gaus AF<br />
28. Ahmad Sahal<br />
29. Bahtiar Effendy<br />
30. Budhy Munawar-Rahman<br />
31. Denny JA<br />
32. Fathimah Usman<br />
33. Hamid Basyaib<br />
34. Husein Muhammad<br />
35. Ihsan Ali Fauzi<br />
36. M. Jadul Maula<br />
37. M. Luthfie Assyaukanie<br />
38. Muhammad Ali<br />
39. Munâ€™im A. Sirry<br />
40. Nong Darol Mahmada<br />
41. Rizal Malarangeng<br />
42. Saiful Mujani<br />
43. Siti Musdah Mulia<br />
44. Sukidi<br />
45. Sumanto al-Qurthuby<br />
46. Syamsu Rizal Panggabean<br />
47. Taufik Adnan Amal<br />
48. Ulil Abshar-Abdalla<br />
49. Zuhairi Misrawi<br />
50. Zuly Qodir</p>
<p>Sumber :<br />
Judul Buku : 50 Tokoh Islam Liberal Indonesia : Pengusung Ide Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme</p>
<p>Penulis : Budi Handrianto<br />
Halaman : 295 + xxvi paperback (softcover)<br />
Cetakan 1 : Juni 2007<br />
Penerbit : Hujjah Press (kelompok Penerbit Al Kautsar)</p>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=FPI+dan+Laskarnya%2C+Korban+Perang+Intelektual+Melawan+JIL&u=http%3A%2F%2Fwww.binamuslim.com%2F2008%2F06%2F06%2Ffpi-dan-laskarnya-korban-perang-intelektual-melawan-jil.html&b=Reading %22FPI+dan+Laskarnya%2C+Korban+Perang+Intelektual+Melawan+JIL%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.binamuslim.com/2008/06/06/fpi-dan-laskarnya-korban-perang-intelektual-melawan-jil.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
