Posted in Al-Qur'an, I'tikaf, Umum on Sep 23rd, 2008 3 Comments »
Ketika di akhir Ramadhan sebagian besar masjid justru ditinggalkan oleh jamaah tarawihnya, pemandangan yang berbeda terjadi pada beberapa masjid di Bandung, salah satunya adalah Masjid Raya Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia. Sebagai tempat pelaksanaan i’tikaf, masjid ini penuh sesak dengan jamaah, dari kalangan lanjut usia, dewasa, remaja, bahkan bayi dan balita turut meramaikan suasana.
Selain menghidupkan malam dengan beribadah di masjid, salah satu ciri i’tikaf adalah menjadikan masjid sebagai tempat beraktifitas sepanjang hari yang disunnahkan selama 10 hari terakhir Ramadhan. Di Masjid Raya Habiburrahman, kegiatan malamnya diawali dengan tarawih ba’da isya dengan bacaan shalat 1/2 hingga 1 juz, diselingi dengan tidur 2 jam, dilanjutkan dengan Qiyamullail berjamaah dari pukul 00.30 selama 3 jam dengan bacaan shalat 2,5 juz sehingga diharapkan dapat khatam dalam 9-10 hari. (more…)
Posted in Al-Qur'an, Umum on Jul 13th, 2008 3 Comments »
Al-Qur’an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al-Qur’an sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al-Qur’an tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat akurat dan benar yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke-20. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui di masa Al-Qur’an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah.
(more…)
Bagi yang memiliki rekan yang tertarik dengan Al-Qur’an namun kurang mengerti Bahasa Arab atau Bahasa Indonesia, mungkin situs http://quran.nu/quran/index.asp dapat membantu. Di sana terdapat Al-Qur’an dalam 20 bahasa, termasuk Bahasa Jepang, Cina, Korea dan Bahasa Inggris.
Posted in Al-Qur'an on Jan 27th, 2008 No Comments »
Sumber: http://www.cybermq.com
Kalau Al-Qur’an sudah dibukukan dalam satu mushhaf, padahal ayat masih turun, niscaya Al-Qur’an akan mengalami perubahan dan pergantian selaras dengan terjadinya naskh (ralat), selain itu perlengkapan menulis tidak mudah diperoleh.
Kondisinya tidak memungkinkan untuk melepaskan mushhaf yang lebih dahulu dan harus berpegang pada mushhaf yang baru karena tidak mungkin setiap bulan ada satu mushhaf yang mencakup tiap ayat Al-Qur’an yang diturunkan. Namun setelah masalahnya stabil yaitu dengan berakhirnya penurunan wahyu, wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi ralat, dan diketahuinya susunan, maka mungkinlah dibukukan menjadi satu mushhaf. Dan inilah yang dilakukan oleh Abu Bakar r.a. khalifah yang bijaksana, semoga Allah membalas jasanya atas perbuatan beliau dalam mengumpulkan Al-Qur’an beserta orang-orang Islam yang mengikuti jejaknya dengan balasan yang berlipat anda.
Baca juga artikel-artikel lain tentang Ulumul Qur’an dari Pustaka CyberMQ.