Mewaspadai Bahaya Khalwat

Dikutip dan disarikan dari tulisan Mewaspadai Bahaya Khalwat (Artikel www.muslim.or.id) Penulis: Ustadz Firanda Andirja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad 1/18, Ibnu Hibban [lihat Shahih Ibnu Hibban 1/436], At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awshoth 2/184, dan Al-Baihaqi dalam sunannya 7/91. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah 1/792 no. 430) “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa ada mahrom wanita tersebut, karena syaitan menjadi orang…

Share

Dibiayai Dari Uang Haram, Bagaimana Indonesia Mau Dapat Berkah?

Negara butuh biaya operasional, segala cara ditempuh oleh pemerintah untuk menutupi biaya tersebut. Ada yang strategis, yaitu melalui industri pertambangan, komunikasi, transportasi dan penyediaan energi, namun tidak sedikit pula pendapatan haram yang legal, yang dibenarkan ketika dipertanggungjawabkan di hadapan pengadilan dunia namun haram bila ditinjau dari sisi Islam. Sungguh berat ancaman siksaan yang akan diterima para pemimpin kita di akhirat kelak, kita berlindung kepada Allah dari adzab sedemikian. Uang Riba Setiap pemilik tabungan di bank konvensional, tentu akan mendapatkan bunga. Bila tabungan tersebut di atas Rp 7.500.000, maka pada setiap…

Share

Meninjau Kredit Lewat Pihak Ketiga

Segala puji bagi Allah Ta’ala, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Suatu persoalan yang sering muncul di dunia bisnis adalah jual beli kredit melalui pihak ketiga. Kasusnya adalah semacam ini: Sebuah dealer menjual motor kepada Ahmad dengan cara kredit. Namun, Ahmad harus membayar cicilan kredit tersebut kepada sebuah bank atau BPR. Praktek jual beli seperti inilah yang banyak dipraktekkan di banyak dealer atau showroom. Juga dapat kita temui praktek yang serupa pada beberapa KPR dan toko elektronik. Sekarang, apakah jual beli semacam ini dibenarkan?…

Share

Stop Dreaming Start Action

Siapa yang tak kenal Boediono, calon Wakil Presiden RI terpilih yang sebelum Pilpres Juli 2009 lalu begitu ramai dibicarakan mengenai ke-Islamannya. Namun seakan menepis keraguan itu semua, sesuatu yang di luar dugaan telah terjadi, atas izin Allah SWT. Sepekan sebelum Ramadhan, Boediono menyetor hafalan surah Al-Kahfi dengan lancar dan fasih kepada Ustadz Yusuf Mansur, demikian tutur Ustadz Yusuf Mansur pada ceramah ba’da Shubuh MQFM Bandung, 24 Ramadhan 1430H. Tak lama kemudian, Presiden SBY yang juga menyaksikan setoran hafalan tersebut mendekati Ustadz Yusuf Mansur. Beliau mengatakan bahwa ia akan memilih para…

Share

Salah Kaprah Menyambut Bulan Ramadhan

Tema ini sengaja kami bahas, dengan harapan bisa lebih memurnikan niat dan aktivitas selama bulan Ramadhan tahun ini. Penulis menyadari bahwa sebenarnya kita sudah mengerti dan mengamalkan ibadah Ramadhan ini selama bertahun-tahun, namun ada baiknya kita review sejenak hal-hal yang tidak relevan dengan ibadah Ramadhan. Ibarat mau makan, mari kita singkirkan dulu hal-hal yang tidak layak untuk dimakan misalnya kemasan plastik, bungkus dan lain-lain, agar kita benar-benar dapat merasakan nikmatnya ibadah Ramadhan. Berikut beberapa kekeliruan yang sering kita jumpai atau dilakukan terkait dengan ibadah Ramadhan. 1. Istilah Bulan Suci Ramadhan…

Share

Boediono: “Om Swastiastu”

Sabtu sore 4 Juli 2009 adalah hari yang menyebalkan untuk menonton TV. Trans7, TvOne, SCTV dan MetroTV menyiarkan siaran langsung acara perusakan rumput GBK, Senayan oleh pendukung SBY-Boediono. Sambil pindah-pindah saluran, sampailah pada pidato Boediono. Cukup mencengangkan. Selain mengucapkan salam sebagai muslim (dan salam sejahtera), Boediono juga mengucapkan salam sebagai orang Hindu, “Om Swastiastu”. Salam (milik) orang Hindu tersebut sangat jarang digunakan pada acara formal, dalam konteks kampanye maupun kenegaraan. Kalau Boediono tidak tahu arti dan maknanya, artinya beliau professor yang kurang pandai. Secara sadar, ia berani mengatakan salam Hindu…

Share

Macam-Macam Mahabbah (Kecintaan)

Ada empat macam kecintaan, berikut ini adalah penjelasan dan status kebolehannya dalam menempati hati kita: 1) Mahabatullah (cinta kepada Allah), adalah dasar utama keimanan. 2) Al-mahabbah fillah (cinta karena Allah), yaitu loyalitas kepada kaum mukminin dan mencintai mereka secara global. Adapun secara individu di antara mereka, masing-masing dicintai sesuai dengan kadar kedekatan dan ketaatannya kepada Allah, dan kecintaan ini hukumnya wajib. 3) Mahabbah ma’allah (kecintaan bersama Allah), yaitu mencintai selain Allah dalam kecintaan yang wajib sama seperti mencintai Allah, seperti kecintaan kaum musyirikin terhadap berhala berhala mereka. Kecintaan seperti ini…

Share

Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan kekasih kita, Rasulullah SAW, keluarga beserta para shahabat beliau. Amma ba’du; Al-Qur’an adalah kalam (firman) Allah. Keutamaannya atas segala perkataan seperti keutamaan Allah atas seluruh makhluk-Nya. Membacanya adalah amalan yang paling utama dilakukan oleh lisan. Keutamaan Mempelajari, Mengajarkan dan Membaca al-Qur’an Pahala mengajarkannya: Sabda Nabi: “Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Al-Bukhari).

Share

Mengapa Ramadhan 1429H di Mekkah Hanya 29 Hari?

Dalam penanggalan hijriah, siklus 1 bulan bagi penduduk bumi adalah 29,5305882 hari (http://www.moonconnection.com/moon_phases.phtml). Agar dapat sinkron dengan perubahan siang-malam sebagai siklus 1 hari, penanggalan hijriah dibulatkan menjadi 29 atau 30 hari. Ternyata, pembulatan 29 atau 30 hari tersebut tidaklah berlaku sama di semua tempat di bumi. Ada daerah yang mendapat pembulatan 29 hari, ada pula yang 30 hari. Buktinya, tahun 1429H ini, Ramadhan di Mekkah hanya 29 hari sedangkan di Indonesia 30 hari. Apakah ada penghitungan atau observasi hilal yang salah?

Share

Piknik Jelang Imsak, Masjid PTDI Penuh Sesak!!!

Ketika di akhir Ramadhan sebagian besar masjid justru ditinggalkan oleh jamaah tarawihnya, pemandangan yang berbeda terjadi pada beberapa masjid di Bandung, salah satunya adalah Masjid Raya Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia. Sebagai tempat pelaksanaan i’tikaf, masjid ini penuh sesak dengan jamaah, dari kalangan lanjut usia, dewasa, remaja, bahkan bayi dan balita turut meramaikan suasana. Selain menghidupkan malam dengan beribadah di masjid, salah satu ciri i’tikaf adalah menjadikan masjid sebagai tempat beraktifitas sepanjang hari yang disunnahkan selama 10 hari terakhir Ramadhan. Di Masjid Raya Habiburrahman, kegiatan malamnya diawali dengan tarawih ba’da isya…

Share