Menuju Generasi Tiada Hari Tanpa Al-Qur'anPosts RSS Comments RSS

 

DigitalMarkReader - Pembuat dan Pemroses LJK

Ust. Yusuf Mansur: SBY Pilih Menteri dari Penghafal Al-Qur’an


Siapa yang tak kenal Boediono, calon Wakil Presiden RI terpilih yang sebelum Pilpres Juli 2009 lalu begitu ramai dibicarakan mengenai ke-Islamannya. Namun seakan menepis keraguan itu semua, sesuatu yang di luar dugaan telah terjadi, atas izin Allah SWT. Sepekan sebelum Ramadhan, Boediono menyetor hafalan surah Al-Kahfi dengan lancar dan fasih kepada Ustadz Yusuf Mansur, demikian tutur Ustadz Yusuf Mansur pada ceramah ba’da Shubuh MQFM Bandung, 24 Ramadhan 1430H.

Tak lama kemudian, Presiden SBY yang juga menyaksikan setoran hafalan tersebut mendekati Ustadz Yusuf Mansur. Beliau mengatakan bahwa ia akan memilih para penghafal Al-Qur’an sebagai menteri di kabinet barunya. Subhanallah, insya Allah para menteri di republik ini adalah penghafal Qur’an. Sebagai pendengar siaran live itu, rasa haru tentu tak terbendung, air mata tercurah atas berita bahagia tersebut.

Tiba-tiba Ustadz Yusuf Mansur terbangun dari tidurnya, dan tersadarlah ia bahwa semua itu hanya penghias tidur belaka. Saat cerita ini disampaikan, sontak pendengar yang tadinya terharu serentak berubah emosinya menjadi tawa, sambil menelan kekecewaan bahwa cerita itu tak lebih dari cuplikan mimpi.

Ceramah ba’da Shubuh MQFM tersebut disiarkan langsung dari Daarut Tauhiid, pesantren binaan Aa Gym di Bandung. Ceramah yang juga di-relay oleh puluhan stasiun radio di tanah air tersebut juga memperdengarkan hafalan Qur’an nan anggun yang dilantunkan oleh Durratul Muqoffah, hafidzah cilik yang masih duduk di kelas 1 Madrasah Tsanawiyah.

Ia hadir ditemani ayahnya, Ustadz Sulaiman, seorang hafidz. Karena ditanya oleh Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Sulaiman berkisah bahwa ia memiliki 7 anak yang semuanya insya Allah disiapkan untuk menjadi penghafal Al-Qur’an. Sejak usia 3,5 tahun anaknya mulai diajar membaca Al-Qur’an, usia 4 tahun sudah lancar, dan usia 5 tahun sudah mulai meniru ibunya yang juga hafidzah, untuk melantunkan ayat suci Al-Qur’an tanpa memegang mushaf.

Ustadz Yusuf Mansur juga menimpali, ia baru saja memberikan kata pengantar bagi sebuah buku baru berjudul 11 Bintang. Penulis buku tersebut juga merupakan kepala keluarga, yang mulai dari Ayah, Ibu dan ke-11 anaknya semuanya adalah hafidz dan hafidzah, istilah bahasa Arab bagi para penghafal Al-Qur’an. Salah satu anak dari keluarga tersebut bersekolah di Pesantren Daarul Qur’an yang dibina oleh Ustadz Yusuf Mansur.

Subhanallah, semoga Allah SWT memperbanyak generasi Qur’ani di negeri kita tercinta dan menjadikan kita dan keturunan kita adalah salah satu di antaranya. Malu kita kepada Palestina yang tiada henti dari peperangan, namun pada perayaan tahun baru lalu mewisuda 3000 penghafal Qur’an, bahkan Perdana Menteri Palestina Ismail Haniya adalah juga seorang hafidz. Sudah saatnya kita stop dreaming start action.

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Yusuf Mansur juga berharap bahwa di tahun 2024 nanti, para pemimpin dan calon pemimpin negara kita, siapapun orangnya adalah berasal dari generasi penghafal Al-Qur’an. Yah, sudah ada sedikit tanda kemajuan, calon Wakil Presiden kita sudah setor hafalan Al-Kahfi, walaupun masih di dalam mimpi Ustadz Yusuf Mansur.

Stop Dreaming Start Action

Ya, stop dreaming start action. Dari mimpi semua bermula, tapi tanpa usaha mimpi itu tiada guna. Kalau kita kombinasikan konsep stop dreaming start action dengan jurus 3M dari Aa Gym, berikut ini langkah-langkah yang perlu kita lakukan untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Pertama, mulai dari diri sendiri, stop dreaming start action, marilah kita:

  • mendeklarasikan niat dan senantiasa memotivasi diri untuk menghafal Al-Qur’an
  • mencari komunitas penghafal Al-Qur’an untuk menumbuhkan iklim kompetisi dalam kelompok
  • tetap istiqamah dalam menempuh cara menggapai tujuan menjadi penghafal Al-Qur’an

Yang kedua, mulailah saat ini, stop dreaming start action, marilah kita:

  • menyediakan slot khusus untuk agenda harian dan pekanan dalam menghafal Al-Qur’an
  • menyetorkan hafalan kepada Ustadz/Ustadzah/Murabbi kita setiap pekan secara teratur
  • menjadikan Al-Qur’an sebagai hiburan dan bacaan utama

Yang ketiga, mulailah dari hal-hal yang kecil dan sepele, stop dreaming start action, marilah kita:

  • mengurangi tidur dan waktu luang yang terbuang utamanya saat berada di ruang tunggu atau perjalanan
  • mengurangi menonton televisi, mendengar radio dan browsing internet di luar agenda
  • menghindari overload alunan musik, syair lagu dan cerita film yang menyesakkan memori kita

Sambil menghafalkan Al-Qur’an, insya Allah itu akan lebih memudahkan kita untuk mengerti makna Al-Qur’an sambil berusaha mengamalkannya sebagaimana teladan kita Rasulullah SAW yang mampu menjadi Al-Qur’an yang hidup. Semoga Allah meridhai rencana dan upaya kita untuk menjadi generasi Qur’ani yang tiada hari tanpa Al-Qur’an, amin, ya Rabbal ‘Alamin. 

Stop dreaming start action, Allah SWT yang menentukan hasilnya, tetapi kita bebas memilih jalan yang mana yang akan kita tempuh. Bangunlah dari mimpi, gapai tujuanmu dengan langkah nyata. Stop dreaming start action.

Share

24 Responses to “Stop Dreaming Start Action”

  1. [...] – Ust. Yusuf Mansur: SBY Pilih Menteri dari Penghafal Al-Qur’an [...]

  2. on 14 Sep 2009 at 3:33 amTeguh Eko

    Posting yang bagus. Sayang, engga ada link untuk share/email posting ya?

  3. on 14 Sep 2009 at 4:23 amadia

    Assalamualaikum wr wb. Mohon maaf sebelumnya. terlepas dr isi keseluruhan tulisan tersebut, saya hanya ingin berkomentar tentang judulnya. Seseorang yg hafal al quran belum tentu hafal akhlaq yg baik. Al Quran tentu dapat di hafalkan oleh siapapun. Maaf sekali lagi, banyak contoh dari kita sesama muslim yang bukan sedikit hafal al’quran tetapi maaf maaf maaf dia tidak hafal bagaimana berakhlak yg baik, contoh yg sangat ironi di departemen agama yg banyak sekali orang2 yg hafal al’quran tetapi apa kenyataannya, di dalam departemen itu terdapat banyak koruptor-koruptor berada, bahkan departemen agama termasuk 3 besar peraih departemen terkorup di negeri ini, bukan rahasia jika kita mau menikah di KUA, mau naik Haji hmm pungutan liar, sogokan dll ada di situ. Jika sekarang kita melihat berita tentang bank century, rasanya Budiono yg seorang penghafal al’quran tidak pantas memberikan approv pengucuran dana triliunan milik rakyat untuk sebuah bank asing yang tak sehat !!! mohon maaf saya lebih berpikir orang yg tidak hafal al’quran tetapi berhati al’quran yg pantas memimpin negeri ini. Terima kasih

  4. on 14 Sep 2009 at 4:36 amjayadin

    @Teguh Eko: Link untuk share sudah ditambahkan
    @adia: Depag? Semoga kita tidak larut dalam gunjingan. Kalau punya bukti pemnyimpangan, silakan laporkan ke pejabat berwenang. Boediono hafidz? Hmm, mohon dibaca ulang lagi dengan lengkap artikel di atas.

  5. on 14 Sep 2009 at 4:58 amListio Wuryanto

    Terpenting adalah aqidah dulu setelah aqidah beres baru ke sunnahnya. Apa artinya dia hafidz qur’an jika aqidahnya amburadul. Apa artinya dia hafidz jika dia tidak faham sunnah. Untuk itu sebarkan dulu ilmu diin yang benar yang diajarkan oleh Rosululloh dan Sahabat. Contoh orang khawarij jago solat malam, jago puasa, jaga baca qur’an tapi mereka keluar dari islam sebagaimana panah keluar dari busurnya. Kenapa karena mereka beragama menurut nafsunya. Untuk itu mari kita sama2 do’akan para pemimpin kita semoga mereka dapat petunjuk dan dapat jalan yang lurus. Dan bagi rakyat mari kita laksanakan ibadah sesuai petunjuk Alloh dan Rusulnya. Jangan lupa bahwa pemimpin merupakan cerminan dari rakyatnya, jika rakyatnya baik pasti akan dikasih pemimpin yang baik pula.

  6. on 14 Sep 2009 at 5:56 amKian Anggara

    setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

  7. on 14 Sep 2009 at 6:10 amAdhe

    Wah jadi memberikan inspirasi

  8. on 14 Sep 2009 at 10:21 amSlamet Syareat

    Saya setuju dgn pendapat Adia, menghafal Al-Qur’an jd sesuatu yg penting nggak penting. Jadi ironi memang ketika sdh hafal dan mengerti maknanya tapi masih berbuat korupsi, berzinah dll. Saya lebih respek sama orang yg hannya mendengarkan ceramah dimasjid, bgt keluar masjid apa yg ia dengar dipraktekkan dlm kehidupan sehari-hari. Buat saya “orang akan masuk neraka karena agamanya tapi orang jg bisa masuk sorga karena ketidak tahuannya”.

  9. on 14 Sep 2009 at 5:31 pmhilman

    Ass.Wr.Wb.
    Ibu saya adalah hafidzoh dan insya Allah beliau sangat mengerti apa yang perlu dimaknai oleh seorang penghafal. Salah satu yang sangat saya kagumi adalah beliau tidak akan berpergian keluar rumah tanpa izin dari Ayah saya, berarti beliau manjaga amanah yang diberikan oleh ayah saya.
    Bagaimana pemimpin yang dimpikan oleh Ust. YM mau bgt saja bisa dibohongi/membohongi amanat yang diberikan oleh wakil rakyat/Presiden/Wakil Presiden dengan tidak menjaga amanah yang diberikan. Yang saya baca (di Majalah Forum) ada pemimpin yang tidak setuju untuk melapor kepada Kapolri dalam masalah Bank Century. Dengan dalih apa saya tidak tahu, yang tahu mungkin hanya Allah dan dia sendiri.
    Mungkin sudah terlanjur kita dipimpin oleh banyak orang yang tidak bisa menjaga amanah. Meski pada pemilu yang lalu saya tidak memilih SBY saya berharap beliau tdk salah memilih orang dalam kabinet maupun pembantu lainnya. Bagi saya meskipun bukan muslim tapi kalau pembelaanya untuk orang banyak lebih intens maka itu lebih baik dari pada muslim yang kepeduliannya kepada orang banyak tidak ada/kurang

  10. on 15 Sep 2009 at 1:40 amsutikno

    Memang dasar agama itu penting, tapi bukan jaminan dia berbuat baik, banyak diantara pejabat/politisi,kyai mungkin juga ustadz tapi ketika berhadapan dengan uang alias duit pasti matanya hijau alias kesengsem dan kadang-kadang berani mengambil yang haram (walau tdk semua) , begitu juga sebaliknya orang awam,masyarakat biasa dan buta agama ketika berhadapan dg uang malah takut, misal menemukan segebok uang di jalan biasanya takut bukan malah senang, pada hal tidak mencuri apalagi korupsi. Jadi kesimpulannya hafal Qur’an bukan jaminan berbuat baik,bergitu juga sebaliknya tidak hafal Qur’an bukan berarti jelek, semua tergantung pribadi masing-masing memandang hidup dan kehidupan, orang yang tadinya baik bisa aja berbuat jahat begitu sebaliknya, Wallahu a’lam bissowab

  11. on 15 Sep 2009 at 1:54 amryan

    @Adia & Listio:
    Kenapa harus dipertentangkan dan di-dikotomikan??
    Hal itu malah mendiscourage generasi muda kita untuk menghafal Qur’an. Malah menjadi excuse buat mereka untuk tidak menghafal Qur’an: “ah, yang penting khan akhlak”.

    Memang sich, hafal qur’an tanpa akhlak yang bagus tidaklah baik. Bahkan kalo melihat contoh khawarij sungguh sangat menyakitkan.

    Tapi kita jangan mencontoh mereka lah. Kita contoh teladan2 yang bagus. Para sahabat, Ulama’-ulama’ sholih, bukhori-muslim, Ibnu Taimiyyah, bahkan ulama kontemporer semacam Qaradhawi & Sayyid Quthb adalah penghafal Qur’an…

    Saya juga banyak melihat penghafal Qur’an di Jakarta & Bandung yang lurus akhlaq-nya… Menurut pengamatan saya pribadi, jauh lebih banyak teladan penghafal qur’an yang baik aqidah-akhlaknya daripada yg buruk.

    Jadi, jangan dipertenangakan antara aqidah-akhlaq & menghafal al-Qur’an… Sebab itu hanya akan melemahkan motivasi para generasi muda kita (termasuk saya juga kali ya. Heheheh).

  12. on 15 Sep 2009 at 2:12 amwong awam

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Saya yakin ustad yusuf juga manusia biasa, oleh karena itu ijinkan kami berkomentar.

    Kalau kita perhatikan cerita mimpi yang dijadikan bahan ceramah beliau yakni: SBY Pilih Menteri dari Penghafal Al-Qur’an. Ini rupanya kok sudah bukan impian, harapan, atau himbauan, namun sudah lebih dari itu atau kalau dlm bahasa jawa disebut ngenyek.

    Lepas dari itu semua, sepertinya pak kyai tidak sadar bahwa beliau sudah mulai masuk alam emosinya sebagai manusia dan tidak terasa bahwa mulai merambah dunianya umara. Kalau demikian kami ingat kyai-kyai kondang terdahulu, bila beliau sudah mulai memasuki dunianya orang lain, so itulah yang menjadi tanda-tanda beliau-beliau itu mulai memasuki alam kemundurannya atau tanda-tanda akan dimulainya henkang para umatnya.

    Oleh karena itu apabila diijinkan kami bermimpi juga, alangkah indahnya bila ustad menyadari bahwa mimpinya itu merupakan pertanda atau petunjuk bahwa jalan yang dilalui mulai menurun meskipun masih sangat landai. Mohon maaf ustad, kok kami wong awam berni usil.

  13. on 15 Sep 2009 at 4:08 amAli Saleh

    Apakah ustad Yusuf mansyur belum pernah diaudit. Saya kira perlu ada ustad audit yang kerap mengumpulkan dana ummat dalam jumlah besar dgn alasan apapun apa itu utk madrasah quran madrasah kalbu dll. Nanti belakangan ummat akan dikecewakan. Kalau saya mengaca kepada dakwah ulama salaf modelnya tdk semacam Yusuf Mansyur cs

  14. on 15 Sep 2009 at 4:05 pmlintang

    komentarnya jadi aneh2…
    aku berlepas dari semua kontroversi, aku cuma bisa berdoa kita semua tetap dlm aqidah yg lurus, akhlaq yg baik, ibadah yg benar, tidak berburuk sangka pada siapa pun, pd umara dan ulama dan mendoakan agar beliau2 tetap lurus dan tentu saja aku berharap tuk bisa jd penghafal qur’an.

  15. on 16 Sep 2009 at 12:13 pmdoera

    ada yang terpancing untuk berburuk sangka,ada yang pro dan ada yang kontra. kalo mulai terpancing buruk sangka kenapa tidak dilakukan tabayun dulu.
    di akhir artikel dituliskan STOP DREAMING START ACTION itu yang penting harus dilakukan untuk memulai perubahan pada yang lebih baik.

  16. on 17 Sep 2009 at 4:25 pmkerto

    ko bisa yah didahului dengan mimpi, apa maksudnya Ustad Mansur ini? tapi bagaimanapun kita harus berbaik sangka, saya yakin beliau tidak semata-mata cerita spt itu kalau nggak ada maksudnya….jangan di bikin repot (gitu aja ko repoot..he3x)

  17. on 17 Sep 2009 at 5:33 pmSTP

    Seperti halnya menjadi Islam adalah karena Hidayah Allah, demikian pula halnya menjadi hafidz/hafidzah & memahami makna Kitab Suci Al Qur’an adalah sepenuhnya Hak & Hidayah Allah , jadi sia – sialah anda semua mempertentangkan penting tidaknya hal itu.

    Rasululloh: dalam sabda beliau,

    ?????? ???????? ??????? ????? ????????? ??????????? ????? ????????? ???????????

    “Sebaik-baiknya manusia adalah generasiku kemudian yang menyusul mereka kemudian yang menyusul mereka.” (HR al-Bukhori 5/191 dan Muslim no. 2533)

  18. on 08 Oct 2009 at 1:49 amAlisa

    Alhamdulillah, smoga jadi lebih baik smuanya , , , Amin

  19. on 13 Oct 2009 at 7:01 amjayadin

    Ini versi lengkapnya, dikutip dari

    http://wisatahati.com/modules.php?name=News&file=article&sid=58

    Boediono setoran hafalan al Qur`an! Ke saya, Yusuf Mansur! Subhaanallaah!!!:

    Boediono Cawapres, setoran hafalan Surah al Kahfi (al Qur`an surah ke-18). sampe habis. Sampe Qul law kaana midaadal bahru (ayat 109) dan Qul innamaa ana basyarum mitslukum (ayat 110, ayat terakhir). Saya sampe berkaca2. Saya terharu. Al Kahfi itu 110 ayat. Di tengah-tengah kita menggalakkan dan mendorong lahirnya penghafal-penghafal al Qur`an lebih banyak lagi di Indonesia, subhaanallaah, calon orang kedua di Republik Indonesia, setoran hafalan al Qur`an. Masya Allah. DAN SETORAN HAFALAN ITU DIHADIRI LANGSUNG OLEH SBY DAN AJUDAN-AJUDAN ISTANA. Setelah selesai, SBY memanggil saya untuk mendekat. Saya mendekat. Lalu SBY membisikkan sesuatu di telinga saya yang membuat saya merinding mendengarnya. Suaranya begitu jelas dan terngiang-ngiang sampe sekarang: Kayaknya, para menteri calon kabinet besok, harus hafal al Qur`an. Duerrr…!!! Saya bergidik. Saking senangnya, SAYA TERBANGUN dari tidur. Ya Allah, rupanya saya mimpi. Mimpi ini sepekanan sebelum datangnya Ramadhan. Duh, mimpi aja sudah senang banget. Mimpi merupakan doa buat di masa yang akan datang. Demikian dikatakan seorang seorang ustadz penghafal al Qur`an senior, perwakilan Rabithah. Ya, amin. Baru mimpi saja sudah senangnya minta ampun. Mudah-mudahan dengan usaha gigih kita dan terencana matang, serta terjalankan disiplin, dalam hal membibit generasi penghafal-penghafal al Qur`an, maka akan lahir generasi yg 20-30 tahun yg hafal al Qur`an dan akan mewarnai negeri ini. Memimpin dengan al Qur`an sebagai Cahaya Buat Bangsa dan Negara.

  20. on 21 Oct 2009 at 3:18 pmsyifa

    bliau juga crita pas acara life takbiran di salah satu stasiun tivi…

  21. on 04 Nov 2009 at 1:37 am@rie

    Sapa yang bilang menghafal itu mudah seolah seperti membalik tangan? kalo memang iya saya tantang deh untuk bisa menghafal 30 Juz. berapa lama anda mampu melakukannya.
    mereka yang sudah hafal al qur’an saja masih bisa tergoda setan sehingga mereka tergelincir dan khilaf. bagaimana dengan yang tidak hafal al qur’an?
    seorang muslim harus hafal sebagaian Al Qur’an. karena saat sholat dia harus membaca Al Fatihah yang berasal dari Al Qur’an. orang yang tidak hafal al qur’an seumpama rumah kosong yang justru menjadi tempat bersembunyinya setan. so jangan harap dia bisa berakhlak baik kecuali dia melakukannya dengan pamrih.

  22. on 04 Dec 2010 at 8:47 pmkiki

    saya setuju kalo pejabat harus di test dulu hafalan qur’an nya…

  23. on 18 Apr 2011 at 2:51 pmdhani

    Nice blog..saya merasa beruntung bisa berkunjung disini. Terimakasih buat sharing-sharingnya, insyaAllah bermanfaat. Terus berkarya Pak, salut atas webnya yg keren ini ^_^

  24. on 05 Sep 2011 at 4:34 amtri

    saya selalu memndukung program ustadz yusuf mansur mencetak penghafal alqur’an, alasan yg sederhana begini..gimana mau ngamalain alqur’an lha wong isinya tidak pernah dibaca. kalo kita hafal kan kita jadi tau isinya..tapi namanya orang yg tidak suka dgn model dakwahnya beliau tentu selalu mencari2 kelemahan atau kesalahan sekecil apapun, apalagi yg tidak sefaham. misalnya sedekah..orang yg baru tau banyak yg berpikiran negatif sama belau. tapi coba kita ikuti beberapa tausiyah nya maka akan kita dapat pelajaran berharga khususnya pada bangsa ini..

Leave a Reply

Rumah Scanner