<?xml version="1.0" encoding="UNICODE-1-1-UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mengapa Ramadhan 1429H di Mekkah Hanya 29 Hari?</title>
	<atom:link href="http://www.binamuslim.com/2008/10/06/mengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.binamuslim.com/2008/10/06/mengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html</link>
	<description>Menuju Generasi Tiada Hari Tanpa Al-Qur'an</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Jul 2010 05:08:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: anang</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/10/06/mengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html/comment-page-1#comment-482</link>
		<dc:creator>anang</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 15:18:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=81#comment-482</guid>
		<description>Assalamu &#039;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Paling tidak saya pernah mencatat, ustadz Quraish Shihab di Metro TV, menyampaikan &quot;Kalau pemerintah tidak mau mengikuti saudara-saudara di Makkah yang beda 4 jam atau Mesir yang beda 5 jam, ya... repot&quot;.
Memang kata &quot;ya....repot&quot; itu saya artikan sebagai &quot;tidak logis&quot;.
Memang ALLAH Yang Maha Mengetahui.
Wassalamu &#039;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,<br />
Paling tidak saya pernah mencatat, ustadz Quraish Shihab di Metro TV, menyampaikan &#8220;Kalau pemerintah tidak mau mengikuti saudara-saudara di Makkah yang beda 4 jam atau Mesir yang beda 5 jam, ya&#8230; repot&#8221;.<br />
Memang kata &#8220;ya&#8230;.repot&#8221; itu saya artikan sebagai &#8220;tidak logis&#8221;.<br />
Memang ALLAH Yang Maha Mengetahui.<br />
Wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ahmad</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/10/06/mengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html/comment-page-1#comment-455</link>
		<dc:creator>ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 03:36:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=81#comment-455</guid>
		<description>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Barokallohufiikum ya akhuna, afwan sebelumnya, mungkin inilah hikmah disuruh tunduknya akal terhadap dalil dan kalimat &quot;islam itu bisa dilogika tetapi jangan gunakan logika dalam berislam&quot;, artinya walaupun logika kita sepertinya lebih &quot;benar&quot; daripada kenyataan yang ada, kita mesti tetap menjadikan dalil-dalil yang shahih sebagai dasar berislam kita bukannya akal untuk mendasari tindakan berislam,secerdas apapun akal seseorang tidak akan mampu membuka semua tabir Yang Maha kuasa, sehingga logis atau tidak logis perintah-Nya kita hanya diperintah untuk &quot;sami&#039;na wa atho&#039;na,kami dengar dan kami taati&quot;,
Wallohu a&#039;lam bishowab 
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,<br />
Barokallohufiikum ya akhuna, afwan sebelumnya, mungkin inilah hikmah disuruh tunduknya akal terhadap dalil dan kalimat &#8220;islam itu bisa dilogika tetapi jangan gunakan logika dalam berislam&#8221;, artinya walaupun logika kita sepertinya lebih &#8220;benar&#8221; daripada kenyataan yang ada, kita mesti tetap menjadikan dalil-dalil yang shahih sebagai dasar berislam kita bukannya akal untuk mendasari tindakan berislam,secerdas apapun akal seseorang tidak akan mampu membuka semua tabir Yang Maha kuasa, sehingga logis atau tidak logis perintah-Nya kita hanya diperintah untuk &#8220;sami&#8217;na wa atho&#8217;na,kami dengar dan kami taati&#8221;,<br />
Wallohu a&#8217;lam bishowab<br />
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anang</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/10/06/mengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html/comment-page-1#comment-418</link>
		<dc:creator>anang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 16:36:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=81#comment-418</guid>
		<description>Assalamu &#039;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Andaikata, negara kita ini membentang mencakup Ka&#039;bah (4 jam dibelakang kita), saat saudara kita di Ka&#039;bah melihat bulan baru tanggal 1 Syawal, apakah kita disini tetap menetapkan tanggal 30 Ramadhan? Sementara kita sama-sama dalam keadaan &quot;malam&quot; dan hanya mendahului mereka 4 jam saja. Apakah kalau hari ini tanggal 8 Syawal (di Ka&#039;bah) kita disini tetap bersikeras mengangap tanggal 7 Syawal? 
Lalu bagaimana jika di Aceh melihat bulan baru sementara di Papua belum melihat bulan baru saat keduanya memasuki malam pada waktunya masing-masing? Apakah hanya karena sama-sama bernama Indonesia keduanya harus menerima bulan baru? Apa bedanya penyesuaian sama-sama masuk malam selang 2 dengan 4 jam?
Apakah persaudaraan kita dengan saudara kita di Ka&#039;bah yang kebetulan melihat bulan baru pada hari ke 29 dibatasi oleh ketetapan negara. Bukankah seharusnya pemimpin kita memerintahkan kita untuk mengikuti saudara kita yang berjarak 4 jam, dan bukannya menyuruh menyusul saudara kita dengan selang waktu 20 jam? Lebih logis mana menyesuaikan 4 jam dengan menyesuaikan 20 jam? 
ALLAH jua yang Maha Benar.
Wassalamu &#039;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,<br />
Andaikata, negara kita ini membentang mencakup Ka&#8217;bah (4 jam dibelakang kita), saat saudara kita di Ka&#8217;bah melihat bulan baru tanggal 1 Syawal, apakah kita disini tetap menetapkan tanggal 30 Ramadhan? Sementara kita sama-sama dalam keadaan &#8220;malam&#8221; dan hanya mendahului mereka 4 jam saja. Apakah kalau hari ini tanggal 8 Syawal (di Ka&#8217;bah) kita disini tetap bersikeras mengangap tanggal 7 Syawal?<br />
Lalu bagaimana jika di Aceh melihat bulan baru sementara di Papua belum melihat bulan baru saat keduanya memasuki malam pada waktunya masing-masing? Apakah hanya karena sama-sama bernama Indonesia keduanya harus menerima bulan baru? Apa bedanya penyesuaian sama-sama masuk malam selang 2 dengan 4 jam?<br />
Apakah persaudaraan kita dengan saudara kita di Ka&#8217;bah yang kebetulan melihat bulan baru pada hari ke 29 dibatasi oleh ketetapan negara. Bukankah seharusnya pemimpin kita memerintahkan kita untuk mengikuti saudara kita yang berjarak 4 jam, dan bukannya menyuruh menyusul saudara kita dengan selang waktu 20 jam? Lebih logis mana menyesuaikan 4 jam dengan menyesuaikan 20 jam?<br />
ALLAH jua yang Maha Benar.<br />
Wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: afi</title>
		<link>http://www.binamuslim.com/2008/10/06/mengapa-ramadhan-1429h-di-mekkah-hanya-29-hari.html/comment-page-1#comment-416</link>
		<dc:creator>afi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 07:50:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.binamuslim.com/?p=81#comment-416</guid>
		<description>Assalamualaikum Wr Wb
setuju, seperti yang telah terjadi pada Ramadhan dan Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya, umat muslim negri kita kita terpecah dalam melaksanakan sholat Idul Fitri, masing-masing menggunakan dasar perhitunganya sendiri. Dan dengan perhitungan kalender seperti yang saudara utarakan diatas, saya rasa merupakan alasan yang logis untuk mendasari bahwa Hari Raya Idul Fitri di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Oktober, walaupun secara hitungan hari, di Makkah Idul Fitri pada tanggal 30 September, tapi ketika hilal muncul di Makkah, di Indonesia belum muncul, maka untuk amannya di Indonesia mengikuti Idul Fitri tanggal 1 Oktober, dengan kata lain membulatkan jumlah bilangan bulan Ramadhan selama 30 hari.

kiblat umat muslim adalah Ka&#039;bah, jadi bagaimana alasanya kalau kita mendahului kiblat? Wallahu alam bisowab, segala kebenaran di tangan Allah, akal manusia terbatas. semoga Allah meridhoi
Wass</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr Wb<br />
setuju, seperti yang telah terjadi pada Ramadhan dan Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya, umat muslim negri kita kita terpecah dalam melaksanakan sholat Idul Fitri, masing-masing menggunakan dasar perhitunganya sendiri. Dan dengan perhitungan kalender seperti yang saudara utarakan diatas, saya rasa merupakan alasan yang logis untuk mendasari bahwa Hari Raya Idul Fitri di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Oktober, walaupun secara hitungan hari, di Makkah Idul Fitri pada tanggal 30 September, tapi ketika hilal muncul di Makkah, di Indonesia belum muncul, maka untuk amannya di Indonesia mengikuti Idul Fitri tanggal 1 Oktober, dengan kata lain membulatkan jumlah bilangan bulan Ramadhan selama 30 hari.</p>
<p>kiblat umat muslim adalah Ka&#8217;bah, jadi bagaimana alasanya kalau kita mendahului kiblat? Wallahu alam bisowab, segala kebenaran di tangan Allah, akal manusia terbatas. semoga Allah meridhoi<br />
Wass</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
