Maraknya Penggunaan Dinar Emas, Sebuah Peningkatan Kesadaran atau Hanya Tren Belaka?
Posted in Umum on Jan 10th, 2008
Anda punya uang kertas atau uang logam di saku? Berapa nilainya? Ya, nilainya adalah angka yang tertera pada uang itu sendiri. Siapa yang menjamin atau menentukan nilainya? Penjaminnya adalah bank sentral sebagai representasi negara yang menerbitkan uang tersebut.
Bila Anda belum pernah mendengarnya, perlu diketahui bahwa di dunia ini, saat ini, masih terdapat mata uang yang tidak perlu bank sentral sebagai penjaminnya. Itulah dinar (dan dirham). Dinar adalah koin emas 22 karat seberat 4.25 gram, sebuah standar klasik yang dibuat oleh Khalifah Umar bin Khattab, dan kini berlaku secara internasional. Dinar dijamin oleh dirinya sendiri secara fisik karena terbuat dari emas. Tahun 2005 dinar bernilai 500 - 600 ribuan rupiah, tapi awal tahun 2008 nilai dinar lebih dari 1,1 juta rupiah, sebuah fakta yang cukup menjadi dilema.
Pendapatan per kapita, sebuah standar penentuan kemajuan sebuah negara biasanya dihitung dalam kurs dollar AS. Padahal dalam kurun enam tahun terakhir, dollar AS sesungguhnya telah kehilangan nilainya secara dramatis. Bila diukur dengan Euro, nilainya merosot dari sekitar 0.8 dollar AS/Euro ke 1.4 dollar AS/Euro atau 75%. Bila diukur dengan harga dinar emas, merosot lebih drastis lagi sampai 190%, dari kurs dinar 37 dollar AS/dinar pada Oktober 2001, menjadi 107 dollar AS/dinar pada tahun Oktober 2007. Rata-rata apresiasi dinar terhadap dollar AS dalam kurun enam tahun terakhir ini (2001-2006) adalah sekitar 25% per tahun.
Ada 2 motivasi masyarakat menyimpan dinar, pertama untuk investasi, kedua adalah karena ingin ikut kebiasaan yang sedang tren, misalnya dinar sebagai mahar pernikahan. Apapun motivasi kita, penggunaan dinar sebaiknya diluruskan niatnya, dan tidak lupa dipublikasikan alias didakwahkan melalui segala cara. Penggunaannyapun diharapkan bukan cuma untuk disimpan tetapi digunakan dalam setiap transaksi. Kapan ya, kita menerima gaji dalam dinar?
Referensi: http://wakalasauqi.blogspot.com/
Baca juga: Dinar untuk Transaksi DMR



Mudah-mudahan mata uang dinar bisa terus berkembang menggantikan dolar saat ini