Menuju Generasi Tiada Hari Tanpa Al-Qur'anPosts RSS Comments RSS

 

DigitalMarkReader - Pembuat dan Pemroses LJK

“Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS Al-Qalam [68]:4)

Ketika iman kita semakin baik, tanpa terasa semakin banyak kebiasaan sehari-hari kita yang dipengaruhi oleh figur Rasulullah Saw yang kita cintai, kagumi, ikuti dan teladani. Figur seseorang dalam kadar tertentu biasanya sangat bermanfaat untuk menjadi sumber motivasi dan inspirasi dalam meraih suatu keinginan, termasuk untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Untuk itu, beberapa hal yang harus diperhatikan adalah:

  1. Jangan sampai mempunyai sikap hanya mau beramal shalih jika figurnya ada di sampingnya, sebagaimana sikap membelotnya bani Israil ketika ditinggalkan Nabi Musa As untuk menerima wahyu dari Allah Swt. Mereka syirik kepada Allah Swt dengan menyembah patung anak sapi dari emas.
  2. Tidak boleh mengultuskan figur. Betapapun berhasilnya ia dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, dia tetap manusia biasa yang punya lupa dan khilaf. Kekecewaan terhadap figur dapat mengakibatkan futur yang mampu menghentikan amal. Fokuskan pandangan pada kelebihan seseorang, bukan orangnya. Kalau dia seorang penghafal Al-Qur’an maka fahamilah bahwa Allah Swt telah memberi kelebihan kepada hamba-Nya pada bidan tersebut sedangkan dalam bidang yang lain mungkin belum dikuasainya, karena kesempurnaan hanya milik Allah Swt.
  3. Mulailah mencari figur terjauh dan terdekat, mulai dari Rasulullah Saw, para Shahabat, Tabi’in, Tabi’it Tabi’in, dan orang-orang shalih setelah mereka hingga di sekeliling kita. Dengan berfigur kepada orang yang saat ini masih ada di sekitar kita, kita akan dapat melihat langsung sepak terjangnya, keikhlasannya, kontribusinya, kegigihannya dan lain sebagainya. Caranya bisa dekat dengan pribadinya, baik melalui tulisan, ceramah, maupun tilawahnya secara langsung maupun tidak.
  4. Manfaat figur hanya sebatas patokan dalam beramal. Jangan berharap lebih, tetaplah menjadi diri sendiri. Yang menjadi figur bagi Umar bin Khattab Ra adalah Rasulullah Saw, tetapi pada kenyataannya potret kehidupan mereka berbeda dan punya ciri khas masing-masing. Rasulullah Saw lembut sedangkan Umar Ra berwatak keras.

Jadi, hakikat berfigur kepada seseorang hanya sebatas kepada esensinya saja, tidak lebih.

[Bagian 9 dari buku 17 Motivasi Berinteraksi dengan Al-Qur’an, karya KH. ‘Abdul ‘Aziz ‘Abdur Ra’uf, Al-Hafidz, Lc]

Share

2 Responses to “Mencari Figur Teladan”

  1. on 10 Sep 2008 at 4:35 amRindu

    Saya mencari figur Rasulullah … dimana yah?

  2. on 10 Sep 2008 at 7:07 amjayadin

    Terima kasih atas kunjungan Ukhti ke http://binamuslim.com

    Tentang permintaan mengenai info figur Rasulullah, mungkin beberapa link berikut bisa membantu:
    http://tausyiah275.blogsome.com/2006/10/16/rasulullah-saw-figur-suami-yang-menyenangkan/
    http://www.inter-islam.org/Biographies/Rasulullah-as.html

    Sebagai pecandu buku, mungkin Ukhti dapat menelaah Sirah Nabawy:
    – karangan Mubarakfury (kental kisahnya)
    – karangan AlButy (baik analisisnya)

    Mohon maaf bila jawaban ini kurang menjadi solusi. Semoga Allah menetapkan kerinduan bagi hati serta kecenderungan bagi akal kita untuk tetap ingat dan istiqamah dalam proses penghambaan kepada-Nya.

Leave a Reply

Rumah Scanner